
Ana dan rama turun keruangan bawah
Dan bertemu dengan maminya yang sedang Memasak.
"Mami, masak apa?" Tanya ana tiba-tiba.
"Ana, mami masak sup ayam buat kamu sayang" Ucap mami pada ana.
"Terimakasih mami" Ucap ana sambil Memeluk maminya yang sedang memasak.
"Sama-sama nak, rama mana kok kamu Sendirian?" Tanya mami, karena tak melihat Rama bersama ana.
"Rama, itu mam lagi ngobrol sama rehan" Jawab ana, sambil menunjuk rama yang Sedang duduk diruang tengah.
Setelah masakan mami matang, semuanya
Pun dipanggil oleh mami.
"Rama, rehan, ana kalian sarapan dulu mami
Sudah masak untuk kalian" Ucap mami Dengan nada bahagia.
Rama, rehan, dan ana pun langsung duduk
Dikursi meja makan untuk sarapan pagi.
"Huek..huek..." Ana yang merasa mual
Mencium bau masakan tersebut akhirnya Langsung pergi ke kamar mandi.
Rama dan mami pun langsung menyusul
Ana ke kamar mandi.
"Sayang, kamu tidak apa-apa nak" Tanya Mami yang merasa khawatir.
"Tidak apa-apa mam" Jawab ana.
Mami pun merasa lega dan langsung Menuntun ana menuju ruang tengah
Untuk duduk dikursi.
"Sayang, bukankah kamu mau mencarikan
Aku mangga muda?" Tanya ana tiba-tiba pada
Rama, rama yang merasa dirinya lupa pun
Merasa sangat bersalah.
"Iya sayang, maafkan aku, aku sungguh lupa
Tapi akan aku carikan sekarang" Jawab rama, Rama pun langsung bergegas untuk mencari Mangga muda.
Ana pun tersenyum melihat suaminya yang
Semangat dan langsung pergi mencarinya.
"Rehan, ikutlah kak sekarang" Ucap rama
"Kita cari mangga buat kakak ipar, ayo cepat" Ucap rama, sambil menarik tangan rehan.
Rehan pun bangkit dari duduknya dan Mengikuti langkah kaki kakaknya.
"Lihatlah sayang papa dan om kamu itu
Mereka begitu lucu" Ucap ana pada anak Yang ada didalam perutnya, ana pun Mengelus-elus perutnya dengan lembut.
"Cucu nenek, kamu tidak usah khawatir ya
Sayang. kalo papa kamu tidak mau menuruti
Kemauan mama kamu, maka nenek akan Menjewer telinganya nanti" Ucap mami, Sambil mengelus-elus perut ana.
"Cepatlah lahir ke dunia anakku, disini banyak Sekali yang menantikan kelahiranmu nak" Guman ana dalam hati.
Rama dan rehan mencari mangga muda.
"Kakak, kita sudah seluruhi sepanjang jalan Tapi tidak ada tukang mangga muda.
Padahal biasanya sangat banyak" Ucap rehan, Sambil melihat-lihat tepi jalan.
"Iya rehan, biasanya bisa sampe berderetan, Anak papa sayang kenapa kamu tidak Meminta berlian, mobil baru, atau apalah
Itu yang penting mudah didapatkan" Keluh Rama karena sudah merasa lelah mencari Mangga muda.
"Terus cari kakak, jangan menyerah atau
Ponakan aku nanti akan ileran kakak" Ucap Rehan, rama pun memikirkan ucapan rehan Dan takut anaknya ileran gara-gara papanya Tidak menuruti apa kemauan mamanya.
"Kakak stop, itu ada tukang rujak" Ucap rehan
Tiba-tiba. rama pun langsung menghentikan Mobilnya dan langsung turun dari mobilnya.
Rama pun langsung menghampiri tukang Rujak tersebut.
"Pak, mangga mudanya masih ada?" Tanya Rama dengan nada semangat.
"Maaf tuan, mangga mudanya tinggal satu Dan sudah dibeli oleh ibu itu?" Ucap tukang Rujak tersebut.
Rama pun menghampiri ibu-ibu tersebut.
"Ibu maaf, apa saya boleh meminta bantuan Ibu?" Tanya rama dengan nada sopan.
"Katakan nak, apa yang bisa ibu bantu?" Tanya ibu tersebut.
"Ibu istri saya sedang hamil muda dan dia
Ingin sekali memakan mangga muda,namun
Saya sudah mencarinya muter-muter tidak Menemukan juga bu dan tadi kata penjual Rujak itu mangganya tinggal satu itu yang Dibeli oleh ibu" Ucap rama menjelaskan Alasannya pada ibu tersebut.
"Kalo boleh, apakah ibu mau memberikan Mangga itu pada saya? saya akan Membelinya bu demi istri saya" Ucap rama Pada ibu tersebut.
Ibu tersebut pun tersenyum pada rama...
Lanjutkan atau tidak? terimakasih buat semuanya yang udah selalu meninggalkan jejak dikarya author 🙏🙏