Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
135. Mangga muda


Ana dan rama turun keruangan bawah


Dan bertemu dengan maminya yang sedang Memasak.


"Mami, masak apa?" Tanya ana tiba-tiba.


"Ana, mami masak sup ayam buat kamu sayang" Ucap mami pada ana.


"Terimakasih mami" Ucap ana sambil Memeluk maminya yang sedang memasak.


"Sama-sama nak, rama mana kok kamu Sendirian?" Tanya mami, karena tak melihat Rama bersama ana.


"Rama, itu mam lagi ngobrol sama rehan" Jawab ana, sambil menunjuk rama yang Sedang duduk diruang tengah.


Setelah masakan mami matang, semuanya


Pun dipanggil oleh mami.


"Rama, rehan, ana kalian sarapan dulu mami


Sudah masak untuk kalian" Ucap mami Dengan nada bahagia.


Rama, rehan, dan ana pun langsung duduk


Dikursi meja makan untuk sarapan pagi.


"Huek..huek..." Ana yang merasa mual


Mencium bau masakan tersebut akhirnya Langsung pergi ke kamar mandi.


Rama dan mami pun langsung menyusul


Ana ke kamar mandi.


"Sayang, kamu tidak apa-apa nak" Tanya Mami yang merasa khawatir.


"Tidak apa-apa mam" Jawab ana.


Mami pun merasa lega dan langsung Menuntun ana menuju ruang tengah


Untuk duduk dikursi.


"Sayang, bukankah kamu mau mencarikan


Aku mangga muda?" Tanya ana tiba-tiba pada


Rama, rama yang merasa dirinya lupa pun


Merasa sangat bersalah.


"Iya sayang, maafkan aku, aku sungguh lupa


Tapi akan aku carikan sekarang" Jawab rama, Rama pun langsung bergegas untuk mencari Mangga muda.


Ana pun tersenyum melihat suaminya yang


Semangat dan langsung pergi mencarinya.


"Rehan, ikutlah kak sekarang" Ucap rama


"Kita cari mangga buat kakak ipar, ayo cepat" Ucap rama, sambil menarik tangan rehan.


Rehan pun bangkit dari duduknya dan Mengikuti langkah kaki kakaknya.


"Lihatlah sayang papa dan om kamu itu


Mereka begitu lucu" Ucap ana pada anak Yang ada didalam perutnya, ana pun Mengelus-elus perutnya dengan lembut.


"Cucu nenek, kamu tidak usah khawatir ya


Sayang. kalo papa kamu tidak mau menuruti


Kemauan mama kamu, maka nenek akan Menjewer telinganya nanti" Ucap mami, Sambil mengelus-elus perut ana.


"Cepatlah lahir ke dunia anakku, disini banyak Sekali yang menantikan kelahiranmu nak" Guman ana dalam hati.


Rama dan rehan mencari mangga muda.


"Kakak, kita sudah seluruhi sepanjang jalan Tapi tidak ada tukang mangga muda.


Padahal biasanya sangat banyak" Ucap rehan, Sambil melihat-lihat tepi jalan.


"Iya rehan, biasanya bisa sampe berderetan, Anak papa sayang kenapa kamu tidak Meminta berlian, mobil baru, atau apalah


Itu yang penting mudah didapatkan" Keluh Rama karena sudah merasa lelah mencari Mangga muda.


"Terus cari kakak, jangan menyerah atau


Ponakan aku nanti akan ileran kakak" Ucap Rehan, rama pun memikirkan ucapan rehan Dan takut anaknya ileran gara-gara papanya Tidak menuruti apa kemauan mamanya.


"Kakak stop, itu ada tukang rujak" Ucap rehan


Tiba-tiba. rama pun langsung menghentikan Mobilnya dan langsung turun dari mobilnya.


Rama pun langsung menghampiri tukang Rujak tersebut.


"Pak, mangga mudanya masih ada?" Tanya Rama dengan nada semangat.


"Maaf tuan, mangga mudanya tinggal satu Dan sudah dibeli oleh ibu itu?" Ucap tukang Rujak tersebut.


Rama pun menghampiri ibu-ibu tersebut.


"Ibu maaf, apa saya boleh meminta bantuan Ibu?" Tanya rama dengan nada sopan.


"Katakan nak, apa yang bisa ibu bantu?" Tanya ibu tersebut.


"Ibu istri saya sedang hamil muda dan dia


Ingin sekali memakan mangga muda,namun


Saya sudah mencarinya muter-muter tidak Menemukan juga bu dan tadi kata penjual Rujak itu mangganya tinggal satu itu yang Dibeli oleh ibu" Ucap rama menjelaskan Alasannya pada ibu tersebut.


"Kalo boleh, apakah ibu mau memberikan Mangga itu pada saya? saya akan Membelinya bu demi istri saya" Ucap rama Pada ibu tersebut.


Ibu tersebut pun tersenyum pada rama...


Lanjutkan atau tidak? terimakasih buat semuanya yang udah selalu meninggalkan jejak dikarya author 🙏🙏