Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
159. Niat jahat yang gagal


 


Rama, ana, rian dan via pun asik dengan obrolan mereka. apalagi sekarang rian sudah kembali bersama via.


"Hay kau kemarilah" panggil wanita tersebut kepada salah satu pelayan yang ada di pesta.


Pelayan tersebut pun menghampiri wanita itu, dan bertanya padanya.


"Ada apa nona" tanya pelayan tersebut


"Berikan minuman ini untuk nona, yang sedang duduk disitu ya" ucap wanita tersebut, wanita tersebut menunjukkan kepada ana.


"Pada nona yang gaun putih itu nona?" tanya pelayan tersebut memastikan.


Wanita tersebut pun langsung memasukkan sesuatu ke dalam minuman yang akan diberikan oleh ana, setelah memasukan bubuk tersebut, wanita itu pun memberikan segepok uang pada pelayan tersebut.


"Berikan minuman ini pada wanita itu dan ingat jangan pernah bilang pada siapapun akan identitasku" ucap wanita tersebut dan langsung menjauh dari pelayan tersebut.


Pelayan pun menuju kearah ana dan memberikan minuman itu pada ana, agar ana tidak curiga pelayan tersebut pun memberikan minuman pada rama, rian dan via juga.


"Nona, tuan silahkan diminum" ucap pelayan tersebut, sambil menaruh minuman tersebut didepan keempat orang itu.


Pelayan tersebut pun langsung pamit dan menganggukan kepalanya pada keempat orang itu.


Rama pun meminum, minumnya lebih dulu rian pun meminum minumnya juga, via masih sibuk dengan ponselnya.


Ana pun mengambil minuman tersebut dan memulai meminumnya perlahan-lahan dan masih tersisa setengah gelas.


Setelah 10 menit kemudian, ana mengeluh perutnya sakit pada rama sampai mengeluarkan keringat dingin. rama pun mulai panik.


"Ana, kamu kenapa?" tanya rama khawatir.


"Perut aku sakit banget ram" Jawab ana dengan nada agak lemas.


Via yang melihat ana kesakitan langsung mengambil minuman ana dan mencium baunya, via pun mencium bau obat-obatan diminuman ana.


Via pun membawa minuman yang ada didalam gelas, untuk dicek dirumah sakit nanti obat apa yang dimasukkan kedalam minuman tersebut.


"Sepertinya bau minuman ini tidak asing dan sangat bau obat sekali" guman via, via pun langsung meminta rama menggendong istrinya untuk dibawah kerumah sakit.


"Rama, ayo kita langsung bahwa ana kerumah sakit sepertinya ada yang berniat jahat pada ana" ucap via, rama pun langsung menuruti ucapan via.


Rama pun langsung membopong tubuh ana.


"Sayang, kamu harus kuat" ucap rama, yang sangat ketakutan.


Rian pun langsung membuka mobil pintu mobilnya rama pun langsung menaruh ana dijok belakang dan rian yang menyetir mobilnya sedangkan via duduk didepan disamping rian.


"Ana..ana bertahanlah sayang, rian cepetan jalanin mobilnya" ucap rama yang sudah merasa sangat ketakutan melihat istrinya.


Rian pun mempercepat laju mobilnya dan setelah beberapa saat sampailah dirumah sakit.


"Suster, tolong bawah pasien ini ke UGD ya, saya akan segera menanganinya" ucap via, suster tersebut pun menuruti ucapan via.


Dan segara membawa ana ke UGD.


"Rama, tenanglah aku akan memeriksa istrimu dulu" ucap via, via pun langsung menuju ruang UGD.


Rama dan rian pun mengikuti langkah via dengan begitu cepat.


Diluar ruangan, rama pun mondar-mandir merasa tidak tenang, rian yang melihatnya sampe pusing.


"Bagaimana aku duduk dan merasa tenang ian, istriku didalam sana sedang mempertaruhkan nyawanya" ucap rama, rama pun duduk dilantai tepat didepan pintu UGD.


Setelah beberapa saat via pun keluar dari ruangannya, rama pun langsung menghampiri via.


"Via bagaimana keadaan istriku?" tanya rama dengan nada khawatir dan merasa takut.


"Rama, ana sudah baik-baik saja, untung saja kita langsung membawanya kerumah sakit jika tidak mungkin bayi didalam kandungan ana tidak akan bisa diselamatkan" ucap via dengan begitu serius.


Rama pun merasa lega.


"Nanti ana akan dipindahkan keruang rawat, biarkan ana dirawat dirumah sakit untuk beberapa hari ini ram" ucap via, rama pun menuruti apa kata via.


Suster yang tadi menemani via memeriksa ana pun keluar dari ruangannya.


"Sus, apa minuman dalam gelas tadi sudah kamu bawah?" tanya via, via memang sengaja membawa minuman tadi yang diminum oleh ana karena via sudah merasa curiga.


"Sudah dok" ucap suster, sambil menunjukkan minuman yang dibawah ditangannya.


"Nanti kalau sudah keluar hasilnya, tolong bawah keruangan saya ya sus" ucap via.


"Baik dok" jawab suster tersebut, dan langsung pergi meninggalkan via.


"Via, terimakasih kamu sudah menyelamatkan istri dan anakku" ucap rama dengan begitu tulus pada via.


"Itu semua karena ana begitu kuat ram dan juga allah yang sudah melindungi ana dan anaknya, aku hanya perantara saja ram" ucap via, sambil menepuk pundak rama.


"Rian, kamu temanin rama dulu ya aku mau mengurus kepindahan ana keruang rawat, rama kamu tidak usah kawatir aku yang akan menangani ana secara langsung jadi percayakan saja padaku" ucap via pada rian dan rama, via pun meninggalkan rian dan rama diluar ruangan dan via kembali masuk kedalam ruangan.


"Siapa yang tega melakukan ini pada istriku" tanya rama pada rian.


"Kita selidiki saja ram, aku yakin disana ada petunjuk" ucap rian, yang memang sangat ingin mengetahui siapa pelakunya.


"Baiklah kita selidiki nanti kalau ana sudah sadar ya ian, kamu bantu aku ya ian" ucap rama pada rian, rian pun dengan senang hati membantu sahabatnya.


Via pun sudah memindahkan ana keruang rawat, namun ana belum sadar.


Rama dan rian pun langsung menuju ruang rawat ana, dan dalam ruang rawat sudah ada via yang sedang duduk di samping ana.


Rama dan rian pun masuk kedalam ruangan tersebut, rama pun langsung menghampiri istrinya yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit.


"Ana, ini aku sayang" ucap rama ditelinga ana.


Via pun bangun dari tempat duduknya dan langsung menuju rian.


"Kasian rama, untungnya istri dan anaknya bisa diselamatkan jika tadi kita terlambat membawanya kerumah sakit aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada ana" ucap via, yang merasa kasian pada ana.


"Iya sayang, ini semua juga karena kamu cita-citamu menjadi dokter benar-benar sudah terwujud sayang" ucap rian, yang merasa bangga pada calon istrinya. karena sudah menyelamatkan nyawa seseorang terlebih dia adalah istri dari sahabat.


"Semua ini atas kehendak allah sayang, aku hanya perantara saja" ucap via dengan senyum manisnya.


Rian bersyukur karena wanita yang akan mendampinginya kelak adalah wanita yang sangat berhati mulia seperti silvia.


Rama pun duduk dikursi sambil memegang tangan istrinya sedang rian dan via sudah duduk di sofa menemani rama untuk menemani istrinya yang sedang dirawat.


Bersambung...


Buat semua para pembaca setia terimakasih ya, buat yang selalu kasih semangat buat author juga terimakasih 🙏 pokoknya tanpa dukungan dari kalian author ini bukan apa-apa 😘🙏