Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
140. Mencari hadiah


 


Setelah beberapa jam dirumah rian ana dan rama pun berpamitan untuk segera pulang.


 


"Rian, kita pulang dulu ya nanti aku kabari kapan via bisa bertemu dengan kita" Ucap rama pada rian, sambil bangkit dari duduknya


"Ana ayo kita pulang sekarang" Ajak rama pada ana, ana pun bangkit dari tempat duduknya dan segera mengikuti langkah kaki suaminya untuk menuju ke mobil.


Didalam mobil.


"Sayang, bukankah rehan sebentar lagi akan wisuda? Mari kita cari kado buat rehan!" Ucap ana pada rama dengan nada lembut.


"Iya sayang, aku hampir saja lupa untung kamu mengingkatkannya" Ucap rama dengan nada senang.


"Kita mau beli kado apa buat rehan?" Tanya rama pada ana.


"Kita kasih belikan ini saja sayang" Jawab ana sambil menunjukkan foto sepatu yang rehan sedang inginkan saat ini.


"Baiklah sayang, kita cari hadiah untuk rehan sekarang ya" Ucap rama pada ana.


Ana pun langsung menyetujui ucapan suaminya. setelah beberapa saat rama pun menghentikan mobilnya ditoko sepatu langganannya.


Rama pun turun dari mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk istrinya.


"Hati-hati sayang, kita cari kado buat rehan disini ya" Ucap rama pada ana, rama pun menggandeng tangan ana untuk masuk ke dalam toko.


"Waahhhh besar sekali sayang, aku baru pertama kali masuk ke toko sepatu sebesar dan sebagus ini sayang" Ucap ana, dengan penuh ketakjuban. maklum dulu ana hanya orang miskin jadi tidak pernah masuk ke tempat-tempat yang begitu mewah dan elit seperti toko sepatu tersebut.


"Terbiasalah sayang dengan semua ini, kelak aku akan membawa ketempat yang lebih dari ini" Ucap rama, sambil mengacak-acak rambut istrinya dengan tangannya.


Ana pun tidak memperdulikan ucapan rama karena lebih fokus melihat banyaknya sepatu yang bagus-bagus dan tertata dengan begitu rapi, ana pun mengambil satu sepatu dan melihat harganya membuat ana ternganga karena merasa tidak percaya.


Rama pun hanya melihat istrinya dengan begitu lembut dan dengan senyum kecilnya.


"Sayang, kamu jangan melihat harganya jika kamu mau aku akan membelikannya untukmu juga sayang" Ucap rama pada ana.


Ana pun menggelengkan kepalanya membuat rama mengerti kalau ana tidak mau membeli salah satu sepatu yang ada ditoko tersebut.


"Buat apa? aku membeli sepatu dengan harga yang begitu mahal sayang bangetkan uangnya mending buat beli yang lain" guman ana dalam hati.


"Kita beli untuk rehan saja sayang, aku tidak ingin membeli sepatu" Ucap ana dengan nada lembut.


Rama pun mengambil satu pasang sepatu yang diinginkan oleh adiknya.


"Ini sayang, aku sudah menemukan sepatu yang rehan inginkan" Ucap rama, sambil menunjukkan sepasang sepatu yang ada ditangannya.


Ana pun tersenyum senang melihat sepatu yang diinginkan oleh adik iparnya, akhirnya ana dapatkan dan tidak dengan cara ana mengindam atau membohongi suaminya.


Rama pun bergegas menuju ke kasir dan segera membayar sepatu tersebut.


"Silahkan tuan" Ucap pelayan kasir.


Rama pun menaruh sepatu tersebut dimeja kasir pegawai kasir pun langsung membungkus dan men scan harga sepatu tersebut. setelah selesai pegawai kasir pun langsung memberikan sepatu tersebut pada rama.


"Ini tuan, sepatu tuan totalnya jadi 21,5 juta tuan" Ucap pegawai kasir tersebut.


Rama pun langsung memberikan kartu ATM tanpa batasnya pada pegawai kasir tersebut.


Setelah semua proses pembayaran selesei rama dan ana pun langsung menuju keluar toko dan segara pulang menuju kerumah.


Selamat malam semuanya, maaf ya kalo authornya bikin ceritanya kurang bagus tapi author sudah berusaha membuat yang terbaik untuk kalian semua😘😘 terimakasih pokoknya buat para pembaca setia karyaku🙏🙏