
Pagi ini Rama sudah berangkat ke kantor, sedang Bagas masih cutti untuk merawat Alena dan Anaknya.
Sedangkan Rehan masih perang dingin dengan Ayu, padahal semalam sudah peluk-pelukan pas tidur, namun pagi hari pas Rehan bangun. Rehan langsung kembali menujukan kecemburuan pada Ayu.
Dimeja makan.
"Mana ponselmu?" tanya Rehan.
Ayu langsung memberikan ponselnya pada Rehan.
"Ini ponselku." kata Ayu sambil memberikan ponsel miliknya pada Rehan.
Rehan memasukkan ponsel Ayu kedalam saku jasnya, lalu Ayu bertanya pada Rehan.
"Kok dimasukin ke jas ponlseku." tanya Ayu dengan wajah yang begitu bingung.
"Aku hukum Kamu, pokoknya hari ini Kamu tidak boleh memegang ponsel sampai Aku pulang kerja nanti." kata Rehan pada Ayu.
Ayu memanyunkan bibirnya.
"Rehan ini apa-apa, cemburu berlebihan sekali padahalkan fotonya yang Aku posting juga sudah dihapus oleh dirinya." gumam Ayu.
"Suamiku berhentilah cemburu!" pinta Ayu.
"Tentu saja Aku cemburu, Istriku dipuji-puji oleh banyak laki-laki lain bahkan banyak laki-laki yang menggodamu. suami mana yang tidak cemburu?" kata Rehan yang langsung beranjak dari tempat duduknya.
"Kamu mau kemana?" tanya Ayu.
"Iya mau berangkat kerja." jawab Rehan.
"Kembalikan ponselku!" rengkek Ayu.
"Tidak, Kamu diam saja dikamar! jangan kemana-mana sampai Aku pulang dari kantor." kata Rehan dengan tegas.
Rehan mencium kening Ayu, lalu langsung berangkat ke kantor.
Dikantor Rama.
Rama sedang sibuk diruangan, karena Bagas sedang mengambil cutti, akhirnya Rama dibantu oleh Alvin dalam mengurus semuanya pekerjaannya.
"Vin Kita hari ini ada metting tidak?" tanya Rama pada Alvin.
"Tidak ada Tuan, untuk laporan juga sudah saya seleseikan semuanya, Tuan tinggal tanda tangan saja." jawab Alvin.
Alvin sudah menaruh berkas-berkas yang harus ditandatangani Rama diatas meja kerja Rama, Rama mengecek satu persatu berkas tersebut, lalu menandatanganinya.
"Oh iya Vin, selama Bagas cutti nanti kerjaan Bagas Kamu yang urus ya! Kamu tidak usah kawatir nanti Aku kasih bonus untukmu." kata Rama pada Alvin.
"Baik Tuan, serahkan saja pada Saya." jawab Alvin dengan penuh semangat.
Jam menunjukkan pukul 12 siang, kini Alvin dan Rama langsung menuju ke kantin kantor untuk makan siang.
Rama melihat Rehan sedang makan siang dengan teman wanita sekantornya.
"Dasar bocah ingusan." gumam Rama.
Rama langsung menghampiri Rehan, lalu Rama pura-pura menelpon Ayu.
"Hallo Adek iparku yang cantik, Kamu mau tahu Suamimu sedang ngapain?" kata Rama yang pura-pura menelpon Ayu.
Rehan langsung melihat kearah Rama, lalu berkata pada Rama.
"Kak, jangan jail deh! Kakak kan juga kenal ini Melisa teman sekantorku." kata Rehan pada Rama.
Melisa yang merasa tidak enak, akhirnya langsung berpamitan dengan Rehan dan Rama.
"Maaf Tuan Rama, Rehan, saya pergi dulu." pamit Melisa.
"Iya." jawab Rama.
Melisa pergi meninggalkan Rehan dan Rama, sedangkan Rehan menatap Rama dengan tatapan begitu kesal.
"Kakak ih, jail banget sih! sana pergi! terus jangan menyebarkan gosip-gosip tidak benar pada Ayu atau Aku akan disuruh tidur diluar gara-gara Kakak bercerita tentang cerita yang tidak benar." Kata Rehan dengan begitu kesal pada Rama.
Rama hanya tertawa penuh kemenangan.
"Baguslah kalau Kamu disuruh tidur diluar." sambung Rama yang diiringi dengan tawanya.
Dirumah Bagas dan Alena.
Kini dirumah Bagas rame, karena ada Ana, Niah, Via dan Vano. Ana dan Via sengaja datang kerumah Bagas, karena takut Bagas membutuhkan bantuan mereka.
Bagas sedang menggendong Kenan yang terus menangis, lalu Via meminta Kenan yang ada pada Bagas..
"Sini biar Aku saja." pinta Via sambil mengambil Kenan dari gendongan Bagas.
Kenan langsung berhenti menangis, waktu digendong oleh Via. Bagas dan Alena saling melempar senyum, lalu mengucapkan terimakasih pada Via.
"Via terimakasih, Untung ada Kamu." Bagas dan Via mengucapkan terimakasih pada Via.
"Iya sama-sama, Len Kamu istrirahat saja biar cepat pulih." Kata Via pada Alena.
Alena tersenyum pada Via, lalu menjawab pertanyaan dari perkataan Via.
"Iya Vi, Aku istirahat dulu." jawab Alena.
Setelah minum obat, Alena langsung tidur sedangkan Via, Ana dan Bagas akhirnya mereka bersama-sama menjaga Anak mereka.
"Ana, coba suami-suami Kita suruh jagain anak-anak Kita, terus Kita yang pergi berkerja pasti akan lucu." kata Via yang diiringi dengan tawanya.
"Jangan Vi, ntar yang ada suami-suami Kita kena Baby blaus." sambung Ana.
"Mending Aku kerja saja, jagain anak tidak enak, ini lebih cocok untuk para wanita." protes Bagas sambil menggelengkan kepalanya.
Bayangkan saja jika Rama, Rian, Bagas dan Rehan menjaga anak-anak panti, pasti mereka akan lucu.
Dirumah Rehan.
Ayu hanya terdiam diatas ranjang tempat tidur, kini Ayu benar-benar jenuh karena Rehan mengurungnya di dalam kamar.
"Rehan Kamu menyebalkan!!" kesal Ayu.
"Rehan, awas saja nanti malam Aku akan menyuruhmu tidur diluar nanti malam." kata Ayu sambil memukul-mukul bantal.
"Pokoknya Aku marah padamu Rehan." ocehan Ayu.
"Cuma-cuma gara-gara foto Kamu tega mengurungku di dalam kamar." Ayu terus marah-marah tidak jelas.
Gara-gara posting foto cantik, lalu banyak laki-laki yang memberikan komentar bahkan memuji Ayu, akhirnya Rehan cemburu dan marah. makanya Rehan memberikan hukuman untuk Ayu. selama Rehan sedang bekerja Ayu hanya boleh diam diatas kamar. bahkan Rehan juga menyita ponsel Ayu.
Akhirnya karena merasa kesal, Ayu langsung menarik selimut lalu merebahkan tubuhnya diatas ranjang tempat tidur.
"Mending Aku tidur, nasib punya suami cemburuan." gumam Ayu.
Dikantor Rama.
Rama sudah kembali keruangannya setelah makan siang.
Waktu menunjukkan pukul 5 sore, Rama dan Rehan langsung bergegas untuk segera pulang kerumahnya.
Sesampainya dirumah, Rama langsung masuk kedalam kamarnya, melihat Ana sedang nonton televisi sambil bercanda dengan Niah. Rama langsung menghampirinya.
"Sayang..." sapa Rama pada Ana.
"Suamiku, duduklah dulu!" jawab Ana.
Rama duduk disamping Ana, lalu bertanya pada Ana.
"Kamu ingin punya Anak lagi tidak sayang?" tanya Rama sambil melihat Ana.
Ana yang sedang mengajak Niah bercanda, akhirnya memberhentikan candaannya dengan Niah. lalu Ana menjawab pertanyaan dari Rama.
"Iya Aku ingin, tapi tunggu Niah agak besaran dulu. repot sayang kalau Niah masih segini terus kita punya Anak lagi, nanti Niah jadi kasian jadi kurang perhatian dari Kita." jawab Niah yang berusaha memberikan pengertian pada Rama..
Rama menang ngebet banget pingin bikinin Adek untuk Niah, namun dalam ini Ana masih menolak karena Niah juga masih terlalu kecil kalau untuk punya seorang Adek.
"Baiklah, Kita tunggu Niah sama 2-3 tahun dulu." jawab Rama dengan raut wajah memelas.
"Iya sabarlah!" kata Ana pada Rama.
Bersambung 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊