
Setelah acara pernikahan Rehan selesei Rama dan Ana baru saja sampai rumah, sedangkan Mami dan Papi sudah pulang dari tadi jadi sudah tidur dari tadi juga.
Dikamar Rama dan Ana.
Ana habis mandi langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang, begitu juga dengan Rama kini Rama sudah merebahkan dirinya disamping istrinya.
"Sayang, pasti kamu kecapean?" ucap Rama, sambil membelai lembut pipi istrinya.
"Nanti setelah tidur juga capeknya hilang, sayang" jawab Ana, agar Rama tidak terlalu khawatir padanya.
Rama tersenyum lalu mencium kening Ana dengan begitu lembut.
"Tidurlah, mimpi indah ya!!" doa Rama.
Ana mulai memejamkan matanya, Rama mengelus perut Ana yang sudah makin besar.
"Nak, cepetlah lahir ke dunia ini! Papa sudah sangat ingin mengendongmu" pinta Rama, yang berharap segera bertemu dengan Anaknya yang masih ada didalam kandungan istrinya.
Ana yang ternyata belum benar-benar tertidur, me jawab ucapan Rama.
"Sabar ya Papa, sebentar lagi Aku akan lahir. tunggu Aku ya Pa" saut Ana.
"Sayang kamu belum tidur?" tanya Rama.
"Aku tidak bisa tidur" jawab Ana, karena memang matanya tidak mau merem sama sekali.
Rama tersenyum jail.
"Apa kamu kangen olahraga malam kita?" goda Rama, dengan begitu jailnya.
Ana hanya tersenyum sambil mencubit pipi Rama.
"Sayang sakit" rengkek Rama dengan manja.
"Setelah Anak pertama kita lahir, kita langsung membuat Anak kedua ya" ucap Rama, dengan penuh semangat.
"Setelah aku melahirkan, kamu harus puasa dulu, jadi bersabarlah untuk membuat Anak kedua kita" jawab Ana.
"Dasar Rama satu saja belum lahir, sudah minta satu lagi" gumam Ana.
Akhirnya malam ini Rama dan Ana mengobrol sampai malam hingga tertidur.
Dirumah Bagas dan Alena.
Malam ini setelah mandi Bagas dan Alena langsung membaringkan tubuhnya diatas ranjang tempat tidur mereka.
"Alena, Aku pingin" rengkek Bagas.
"Besok ya sayang, Aku sudah ngantuk sekali" tolak Alena, yang memang hari ini sudah sangat lelah.
Bagas merasa kesal, namun Alena langsung memeluk Bagas dengan begitu hangat. agar Bagas juga tidur.
Dirumah Rian dan Via.
Rian dan Via juga sudah sampai rumah, namun mereka tidak langsung tidur karena Via tiba-tiba pingin makan bubur ayam.
Via duduk ditepi ranjang tempat tidurnya, Rian baru saja keluar dari kamar mandi.
"Rian, Aku pingin makan bubur ayam" ucap Via tiba-tiba.
"Via, tapi ini sudah malam sayang" jawab Rian.
Via tiba-tiba mengeluarkan air matanya, kini Via tiba-tiba menangis.
"Via, kamu kenapa?" tanya Rian, yang merasa bingung karena istrinya tiba-tiba menangis.
"Aku mau bubur ayam!!" rengkek Via, dengan Isak tangisnya yang semakin pecah.
"Ini mau Anak kita" ucap Via, dengan nada sedih.
Akhirnya Rian mau tidak mau, harus mencari bubur ayam tengah malam demi istri satu-satunya.
"Untung istri cuma satu" gumam Rian, yang penuh dengan rasa syukur.
"Baiklah, Aku akan pesan lewat Aplikasi" jawab Rian, yang sudah mengambil ponselnya yang ada dinakas.
Via menggelengkan kepalanya.
"Iya iya Aku yang akan membelinya langsung, untuk istriku tercintaku" bujuk Rian, sambil mengecup bibir Via dengan lembut.
"Cup" satu kecupan lembut dibibirnya Via.
"Tunggu, Aku akan cari bubur ayam yang kamu mau" pamit Rian, yang langsung memakai baju dan segera pergi meninggalkan istrinya untuk mencari bubur ayam.
Akhirnya Rian harus mencari bubur ayam ditengah malam, untuk istri tercintanya.
Rehan dan Ayu.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, Akhirnya Rehan sampai disebuah pedesaan yang begitu indah. Karena Ayu tidak mau diajak liburan ke luar negeri dan lebih memilih ke daerah pedesaan dengan pemandangan yang indah, akhirnya Rehan juga mengikuti kemauan Ayu.
Rehan dan Ayu sudah berada ditempat penginapan, kini mereka sedang duduk di sofa yang ada dikamar yang mereka sewa.
Visual Ayu dan Rehan.
Ayu menatap Rehan dengan senyum yang begitu bahagia.
"Rehan, terimakasih ya sudah mau menerimaku apa adanya" ucap Ayu, Ayu merasa bersyukur karena Rehan mau menerima Ayu apa adanya, dengan statusnya yang hanya gadis dari keluarga biasa, itu sangat beruntung bisa menikah dengan Rehan Ardiyansyah, Anak dari pengusaha kaya yang terkenal dikotanya.
Rehan membalas senyuman Ayu dengan senyuman manisnya.
"Tidak perlu mengucapkan terimakasih, mencintaimu dan menyayangimu itu memang keinginanku semenjak kita pertama kali bertemu" jawab Rehan, yang mengikatkan akan pertemuan dengan Ayu dulu.
"Kamu ingat, kamu itu dulu begitu sombong dan selalu jual mahal denganku" kesal Rehan, sambil mencubit hidung Ayu.
Ayu menyandarkan kepalanya ke dada bidang Rehan.
"Bukan maksudku bersikap sombong, hanya saja masalalu yang kurang bagus dan akhirnya Aku menganggap laki-laki kaya itu sama saja, tapi setelah mengenalmu Aku baru sadar bahwa tidak semua laki-laki kaya itu sama seperti Devan" Ayu menjelaskan pada Rehan, kenapa dirinya dulu begitu sombong dan selalu jual mahal pada Rehan.
Devan adalah laki-laki kaya yang pernah disukai oleh Ayu waktu masih sekolah, namun ternyata Devan hanya menganggap Ayu sebagai sampah. mungkin karena Ayu hanya gadis miskin.
Rehan memeluk Ayu dengan penuh kasih sayang.
"Lupakan semua itu! sekarang kamu adalah istri dari Rehan Ardiyansyah, Dan tidak akan ada lagi yang berani menghinamu Nyonya Ayu Ardiyansyah" jawab Rehan, yang kini sudah memakaikan nama belakangnya pada nama Ayu.
Hari semakin larut, Obrolan juga semakin panas wajar pengantin baru.
"Sayang, ayo tidur" ajak Rehan, dengan senyum mesumnya.
Rehan langsung menggendong Ayu dan langsung menaruh Ayu diranjang tempat tidur mereka.
Rehan sekarang sudah berada diatas tubuh Ayu.
"Apa harus malam ini?" tanya Ayu, dengan begitu hati-hati.
"Kenapa? Apa kamu tidak mau?" tanya Rehan.
Ayu tersenyum pada Rehan.
"Bukannya tidak mau, Aku hanya merasa sangat lelah" keluh Ayu, yang memang sudah sangat lelah sekali, karena setelah resepsi pernikahannya selesai tanpa istirahat dulu Rehan langsung mengajak Ayu untuk pergi bulan madu.
"Sayang, kita lakukan besok pagi setelah kita bangun tidur ya" bujuk Ayu, dengan nada begitu manis.
Rehan yang mengerti istrinya sangat kelelahan, Akhirnya menurut dan akan melakukan malam pertamanya besok pagi atau malam harinya.
"Baiklah sayang, kita lakukan besok saja! kamu istirahatlah!!" ucap Rehan, yang langsung menjatuhkan tubuhnya disamping Ayu.
Ayu langsung membenarkan posisinya dan kini sudah memeluk Rehan.
"Kita tunda dulu ya sayang, tapi besok Aku hanya milikmu" goda Ayu, agar Rehan tidak merajuk.
"Dasar! memang kamu jadi milik siapa? kalau bukan milikku seutuhnya dan selamanya" ucap Rehan, yang kini telah memeluk tubuh Ayu dengan erat.
Malam ini Ayu langsung tidur, karena sudah sangat kelelahan sekali.
"Ditunda sampai besok, kamu yang sabar ya adik kecilku" ucap Rehan, sambil memegang anunya.
Setelah Ayu tertidur, Rehan juga tertidur karena sebenarnya Rehan juga sudah sangat lelah sekali.
"Ditunda sampai besok!!"
Bersambung