Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
171. Rian dan silvia


Rama dan ana sudah sampai rumah, sedangkan rehan belum pulang mengantar ayu kerumahnya. ana pun langsung menuju kamarnya untuk mandi dan sekarang beristirahat sedangkan rama menuju ruang kerjanya, karena ada perlu diselesaikan.


"Sayang, kamu istirahat dulu aku mau menyesalkan pekerjaanku dulu" ucap rama pada ana, ana pun menganggukkan kepalanya dan langsung meninggalkan rama menuju kamar mereka.


Didalam kamar.


Ana langsung pergi menuju kamar mandi untuk segera mandi, setelah beberapa menit ana pun selesai mandi dan berganti baju tidur. ana pun merebahkan tubuhnya karena memang capek sekali hari ini.


"Anak mama, maaf ya hari mama membuat kamu lelah sayang" ucap ana sambil mengelus perutnya dengan pelan, ana pun mulai memejamkan matanya dan tertidur dengan begitu pulas malam ini.


Diruangan Rama.


Rama masih sibuk berkutat dengan laptopnya, namun setelah 2 jam kemudian rama sudah selesai dengan pekerjaannya rama pun segera menyusul istrinya kedalam kamarnya.


"Ternyata kamu sudah tidur sayang" ucap rama yang melihat istrinya, sudah tertidur begitu lelap. rama pun langsung menuju kamar mandi untuk mandi setelah beberapa menit rama selesei mandi dan langsung merebahkan dirinya disamping istrinya, seperti biasa rama tidur sambil memeluk ana dengan begitu penuh kehangatan.


Dihotel rian dan silvia.


Setelah setengah jam lebih silvia pun keluar dari kamar dan sudah memakai baju tidur, yang agak vulgar yang dibelikan oleh rian sebelum menikah. silvia pun berjalan menuju ranjang tempat suaminya berbaring dan menutup bagian dadanya dengan kedua tangannya.


"Sayang, kenapa kamu menutupnya nanti juga aku akan melihatnya" ucap rian, dengan senyum jailnya pada silvia.


"Aku hanya risih, tidak pernah memakai baju tidur seperti ini sebelumnya" jawab silvia, dengan nada yang masih malu-malu.


Rian tersenyum, rian juga berpikir kenapa bisa-bisanya dirinya membelikan baju tidur seperti itu untuk via, wanita yang kali ini sudah sah menjadi istrinya.


Silvia pun hanya berdiri didekat ranjang, namun rian langsung menarik tangan membuat via jatuh ke kasur sekarang posisi rian sudah berada diatas tubuh via.


"Sayang, boleh aku melakukannya sekarang?" tanya rian, karena takut silvia akan menolak jadi rian bertanya terlebih dahulu.


Silvia pun menganggukkan kepalanya, rian pun langsung ******* b*bir via dengan agak kasar, membuat silvia agak susah mengatur nafasnya. desah demi desahan pun keluar dari mulut Silvia karena kewalahan mengimbangi permainan rian diranjang.


Rian pun mulai menyelusuri setiap tubuh istrinya dengan begitu lembut, sampai-sampai tidak memberikan kesempatan Silvia untuk bermain, dan untuk saat ini via hanya menikmati permainan suaminya.


"Sayang, apa ini akan sakit?" tanya via tiba-tiba yang sudah melihat suaminya, untuk melakukannya.


"Sedikit sayang, tapi aku jangan takut aku akan melakukannya dengan pelan dan lembut sayang" jawab rian, rian pun mulai memasukkan bagian tersebut dan itu membuat via menjerit karena ini pertama kalinya, akhirnya setelah beberapa lama permainan rian dan via pun selesai, bercak merah pun membasahi seprai yang menjadi saksi cinta mereka.


Rian pun merebahkan tubuhnya disamping istrinya dengan senyum yang begitu bahagia, karena melihat wanita yang selama ini ternyata masih menjaga kesuciannya.


"Sama-sama sayang, tapi ini sakit" ucap via tiba-tiba dengan agak sedikit merintih.


"Itu hanya sebentar sayang, saya kamu ingin pergi bulan madu kemana?" tanya rian, yang saat ini sudah memeluk istrinya.


"Tidak usah bulan ya sayang, lagian aku masih banyak pasien yang harus ditangani atau gini saya. ayo kita pergi berlibur ajak rama, ana, ayu, rehan, dan bagas. aku mau kita liburan bersama" ucap via, via yang memang tidak ingin pergi bulan madu apalagi rian sudah melakukannya, jadi via pikir lebih baik liburan bersama para sahabatnya saja karena sudah lama via tidak menghabiskan waktu bersama mereka.


Rian pun setuju dengan ucapan istrinya, karena memang Rian juga berpikir biarpun berlibur bersama itu juga bisa menjadi bulan madunya.


"Baiklah sayang, mari kita atur semuanya" jawab rian penuh semangat, via pun merasa sangat senang sekali.


Malam ini rian dan via pun sudah menyatuhkan cinta mereka dalam ikatan yang suci, sekarang rian dan via sama-sama bahagia karena tidak menyangka bisa bersatu padahal perpisahan yang begitu lama karena via meninggalkan rian, tapi akhirnya semuanya berbuah manis karena kesetiaan Rian yang menunggunya hingga saat ini.


Dikamar rama.


Ana pun terbangun dari tidurnya, rama yang merasakan pergerakan tubuh istrinya akhirnya membuka matanya.


"Kenapa sayang?" tanya Rama tiba-tiba.


"Aku hanya teringat masa lalu sayang, mungkin jika dulu aku tidak bertemu dengan kamu pasti aku tidak akan sebahagia sekarang sayang" ucap ana, yang memang selama menikah dengan Rama hanya kebahagiaan yang selalu diberikan oleh Rama


"Kamu ingat sayang, aku dulu pernah berjanji untuk menjadikan kamu sebagai wanita yang terbahagia didunia ini dan aku akan menepati janjiku padamu sayang" ucap rama, yang mengingatkan tentang dulu waktu awal-awal masih mengejar cinta ana.


Ana pun tersenyum bahagia dan langsung memeluk suaminya dengan penuh cinta dan kasih sayang.


"Seperti inilah rasanya, gadis miskin yang dicintai oleh CEO kaya" ucap ana disela-sela pelukannya.


Rama pun tertawa mendengar ucapan istrinya yang menurutnya sangat lucu.


"Darimana kamu belajar kata-kata itu sayang?" tanya rama sambil mencubit hidung ana dengan pelan.


"Dari cerita hubungan kita selama ini sayang, kamu adalah CEO nya dan aku adalah gadis miskinnya" ucap ana dengan senyum manisnya.


Rama pun hanya tersenyum melihat istrinya yang saat ini sedang tertawa dengan riang.


Bersambung..


Jangan lupa like, komen, vote dan rate ya buat kasih dukungan author, biar nulisnya makin semangat 🙏🙏