
Rama dan ana pun pergi sarapan bersama ditempat makan juga sudah ada rehan.
"Pagi kak rama, kakak ipar" ucap rehan.
"Pagi juga rehan" jawab ana
"Pagi juga rehan" jawab rama
"Kak hari ini aku sidang skripsi, doakan aku ya biar lancar" ucap rehan.
"Aamiin semangat rehan" jawab ana
"Lakukanlah dengan baik" jawab rama tegas.
"Siap kak" jawab rehan
Setelah menyelesaikan sarapannya rehan pun bergegas berangkat ke kampusnya.
Dirumah rian.
"Kenapa kemarin kamu pergi dengan Rama begitu lama sayang?" tanya via ingin tau.
"Ada yang harus kami urus sayang, jadi lama maaf ya" jawab rian, rian tidak ingin membuka aib sahabatnya yang menyuruhnya datang hanya untuk menemani minum saja.
"Iya sayang, aku kira ada masalah apa?" jawab silvia.
Dirumah Rama.
Ana dan rama sedang menonton televisi. ana duduk disofa dan rama tidur dipangkuan ana sambil mengelus-elus perut ana.
"Sayang, kenapa kamu mabuk semalam?"tanya ana ingin tau.
"Aku hanya marah dan mungkin juga hilaf, tiba-tiba aku datang ke bar dan aku minum sedikit" jawab rama
"Kau bilang sedikit!! buktinya kamu semalam mabuk berat sayang" kesal ana.
Aku sendiri lupa ana, aku minum berapa botol semalam!! Guman Rama
"Sayang, aku tidak suka kamu seperti itu lagi lain kali dengarkan penjelasanku dulu. kamu tidak boleh seperti kemarin pergi dengan kemarahan seperti itu, karena itu juga bisa membuatmu dalam bahaya, kamu tidak boleh menyetir mobil dalam keadaan emosi atau semuanya akan fatal, ingat kamu punya aku dan anak kita ini masih sangat membutuhkanmu jadi rubahlah sikap kamu!! Aku tidak melarang kamu untuk cemburu hanya saja jangan berlebihan sayang" ucap ana penuh nasehat untuk suaminya.
Rama yang sering kali cemburu berlebihan pada ana, itu kadang membuat ana begitu kesal. padahal Rama tau dihati ana hanya ada rama seorang laki-laki yang sekarang sudah menjadi suaminya.
"Sayang aku bersalah, semua itu karena emosi menguasai hatiku sayang dan aku takut kamu meninggalkanku" jawab Rama.
Ana pun kesal dengan jawaban rama. hingga ana menjewer telinga rama dengan keras.
"Dasar bodoh!! bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu?? lalu bagaimana nanti nasib anakmu yang sedang aku kandung saat ini, jika dia bertanya bapaknya aku harus jawab apa?" kesal ana, sambil menjewer telinga suaminya begitu kencang.
"Aduh..sakit sayang ih lepasin!!" pinta rama.
"Sekali lagi, kamu berpikir seperti itu aku akan bawa anak kamu pergi dari sini!!" ancam ana.
"Tidak bisa, ingat ya itu aku yang membuatnya kamu tidak boleh membawa pergi seenaknya" kesal rama.
Ana pun hanya tersenyum melihat suaminya tidak rela kalau anaknya akan dibawa pergi.
Rama-rama mana mungkin aku membawa pergi anakmu dari sini, jangankan anaku aku sendiri saja sangat membutuhkanmu. Guman ana sambil tersenyum pada rama.
"Kamu kamu tersenyum?" tanya Rama
"Lucu saja sayang, biarpun kamu yang membuatnya aku yang mengandungnya sayang, bahkan aku juga ikut capek tiap malam" jawab ana tidak mau kalah.
"Ya sudah kalian berdua disini tidak ada yang boleh pergi kemana-mana!!" pinta Rama
Rama kenapa kamu begitu mengemaskan, memangnya kami mau kemana ya nak? dasar papa mu itu nak suka ngaco kalau lagi kesal. Guman ana sambil bicara sama bayi yang masih ada diperut.
"Aku capek berdebat dengamu sayang, ingat kamu harus ingat nasehatku ya!! jika kamu mengulanginya lagi, aku akan menghukummu tidur di depan rumah" ucap ana pada Rama.
"Tidak akan sayang, kalau kita ada masalah lagi aku akan menyelesaikannya diranjang saja nanti" ucap rama dengan sorot mata begitu mesum.
"Masih pagi, jangan menatapku seperti itu!!" kesal ana, yang melihat sorot mata mesum suaminya.
"Memang apa salahnya? aku menatapku bukan istri orang lain" jawab rama.
"Pagi, siang, sore, malam seutuhnya kamu milikiku" ucap rama.
"Iya iya aku tau, dasar tidak mau mengalah" kesal ana.
Perdebatan kecil seperti ini yang kadang membuat rama dan ana begitu bahagia.
Dikampus rehan.
Rehan baru keluar dari ruangan, selesei sidang skripsi. ayu pun sudah menunggunya berniat memberikan kejutan pada rehan karena rehan tidak tau akan kedatangan.
"Rehan, bagaimana?" tanya Edo
"Allahamdulillah lancar do" jawab rehan.
"Aku masuk dulu ya, ini giliranku" ucap Edo.
"Oke, semangat do!!" jawab rehan.
Edo teman sekampus rehan pun masuk dan ada beberapa teman rehan yang lain meminta foto bersama, untuk kenang-kenangan. setelah selesai berfoto-foto ria. rehan pun berniat menelpon ayu namun ponsel ayu tidak aktif. tiba-tiba mata rehan ditutup oke kedua tangan yang begitu lembut dan rehan sangat mengenal itu sentuhan tangan siapa?
"Ayu" panggil rehan, sambil menarik tangan ayu untuk membuka matanya.
"Kejutan" teriak ayu, rehan pun langsung memutar balikkan badannya dan langsung memeluk ayu.
"Bukankah kamu bilang, kamu tidak bisa datang?" tanya rehan.
"Ini untukmu, bagaimana mungkin aku tidak datang di acara penting kamu rehan?" ucap ayu dengan senyuman manisnya.
"Terimakasih sayang" ucap rehan, yang sudah melepaskan pelukannya dari ayu.
"Ayo ambil foto sayang" ajak ayu.
Ayu dan rehan pun mengambil beberapa foto mereka untuk kenang-kenangan. setelah selesai foto rehan pun langsung menuju rumahnya untuk bertemu kakak dan kakak iparnya. rehan melajukan mobilnya dan setelah beberapa saat sampailah dirumah Rama.
"Kak rama, kakak ipar!!" panggil rehan.
Rama yang mendengar panggilan adiknya pun bangun dari pangkuan istrinya.
"Ada apa rehan?" tanya rama, yang sudah berdiri.
Rehan pun langsung menghambur memeluk Kakaknya dengan penuh semangat.
"Kakak aku berhasil" teriak rehan
"Selamat ya rehan" ucap rama, sambil membalas pelukan sang adik.
"Ayu, duduklah" ajak ana.
"Ana, lihat mereka sudah seperti Teletubbies" Ledek ayu, sambil tertawa kecil.
"Bisa saja kamu yu" jawab ana.
"Kakak ipar, aku berhasil!!" ucap rehan yang sekarang menghambur ke pelukan ana yang sedang duduk.
"Selamat ya rehan" jawab ana.
"Hey, lepaskan istriku kamu tidak boleh memeluknya terlalu lama" kesal rama, sambil menarik rehan dari pelukan istrinya.
Ana dan ayu pun tersenyum bersamaan.
"Apa setiap hari mereka seperti ini ana?" Tanya ayu dengan rasa penasarannya.
"Tidak ayu, hanya kalau ketemu saja mereka seperti kucing dan tikus" jawab ana, yang selalu melihat Rama dan rehan sering sekali berdebat masalah sepele.
Sekarang rama dan rehan sedang mengobrol diruang keluarga. sedangkan ana dan ayu ke dapur untuk memasak. di dapur ana dan ayu begitu kompaknya. setelah beberapa lama masakan semaunya pun sudah siap.
Akhirnya siang ini rama, ana, rehan dan ayu makan bersama untuk merayakan keberhasilan rehan karena lulus sidang.
Bersambung...
Jangan lupa like, komen, vote dan rate. terimakasih semuanya 🙏🙏😘😘