Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
215. Drama di pagi hari.


Keesokan harinya.


Bagas sudah bangun lebih dulu dari pada Alena, Bagas langsung mandi setelah mandi Bagas langsung berganti pakaian dengan rapi.


Bagas mulai merapikan bajunya dan baju istrinya kedalam koper, Bagas juga sudah merapikan semua oleh-oleh untuk sahabat-sahabatnya.


Bagas sengaja tidak membangunkan Alena, karena Bagas tau pasti Alena masih sangat kelelahan gara-gara ulahnya semalam apalagi Bagas meminta lebih semalam.


Setelah beberapa jam akhirnya Bagas selesei merapikan semuanya dan kini saatnya membangunkan istrinya untuk segera bersiap-siap.


"Akhirnya selesai juga!!" guman Bagas dalam hatinya.


Bagas menghampiri istrinya yang masih tertidur diranjang tempat tidur, Bagas membelai lembut pipi istrinya.


"Terimakasih sayang, maaf sudah membuatmu kelelahan!!" ucap Bagas sambil mencium kening istrinya dengan lembut.


"Rasanya tidak tega buat membangunkan Alena!!" guman Bagas dalam hati.


Tapi mau tidak mau Bagas harus membangunkan istrinya, karena harus segera pulang kerumahnya.


"Sayang, bangunlah!! kita harus pulang pagi ini" ucap Bagas dengan nada begitu lembut.


Alena perlahan-lahan membuka matanya. kini Alena malah mengalungkan tangannya ke leher Bagas.


"Sayang, aku masih lelah!!" keluh Alena dengan nada manja.


Bagas tersenyum dan langsung mencubit hidung Alena dengan pelan.


"Sayang sakit!!" kesal Alena.


"Makanya cepatlah bersiap atau aku akan melakukannya lebih dari ini!!" ucap Bagas dengan penuh ancaman.


Alena yang tau maksud suaminya, akhirnya langsung bangun dari tidurnya dan langsung melepaskan tangannya dari leher Bagas.


"Baik-baiklah aku mandi sekarang" jawab Alena, dengan nada merajuk.


Alena langsung pergi menuju kamar mandi sedangkan Bagas sedang tertawa penuh kemenangan.


Bagas duduk ditepi ranjang menunggu istrinya yang sedang mandi.


"Lama sekali!!" kesal Bagas.


Setelah hampir 1 jam akhirnya Alena keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi.


"Aku sudah siap!!" ucap Alena dengan nada merajuk.


Bagas tersenyum pada Alena namun Alena malah membuang muka.


"Cie... ngambek cie!!" ledek Bagas.


Alena tetap cuek.


"Cepat kita berangkat!!" kesal Alena.


Alena yang memang masih ingin menikmati bulan madunya namun apalah daya suaminya harus mulai berkerja sedangkan Alena masih cutti, apalagi Alena mengurus perusahaan milik sendiri jadi Alena sudah mempercayakan semuanya pada orang-orang kepercayaannya selama Alena pergi bulan madu.


Bagas tau istrinya sedang marah namun Bagas juga tidak bisa berbuat apa-apa.


Akhirnya setelah drama pagi hari ini, Alena dan Bagas langsung menuju pulang kerumah mereka.


Bagas sudah merapikan semua barang bawaannya ke dalam bagasi mobilnya.


"Masuklah sayang!!" ucap Bagas, yang sudah membukakan pintu mobilnya untuk istrinya.


Alena masuk ke dalam mobil dengan wajah yang cemberut.


"Kamu mengemaskan sayang!!" ledek Bagas.


Alena hanya diam karena masih kesal bulan madunya akan segera berakhir.


Bagas langsung masuk ke dalam mobilnya, Bagas menyalahkan mesin mobilnya dan langsung melajukan Kerumahnya.


Akhirnya biarpun diiringi drama dipagi hari dengan istrinya, Bagas dan Alena jadi kerumahnya pagi ini.


Dirumah Rama dan Ana.


Rama masih tertidur padahal jam sudah menunjukkan jam setengah 7 pagi sedangkan Rehan sudah berangkat ke kantor dari jam 6 pagi tadi karena takut terjebak macet.


Ana baru selesai mandi, melihat suaminya masih tertidur Ana langsung menghela nafasnya.


"Rama, sudah jam berapa ini? kenapa dia masih tidur" ucap Ana, sambil berjalan menuju kearah ranjang tempat tidur.


Ana duduk ditepi ranjang sambil memegang perutnya yang sudah keliatan besar.


"Sayang, bangunlah!! ini sudah jam setengah 7!!" ucap Ana sambil menggoyangkan tubuh suaminya.


Rama hanya bergulat dan kembali tidur lagi.


"Sayang, bangunlah!!" rengkek Ana.


"Sebentar lagi sayang, aku masih ngantuk!!" saut Rama dengan nada masih mengantuk.


"Tapi kamu harus kerjakan!!" jawab Ana.


Rama membuka matanya.


"Baiklah sayang!!" kesal Ana.


Mentang-mentang dia bos!! dia bisa seenaknya, bos macam apa suamiku ini!!


Ana beranjak pergi dari tempat duduknya. namun Rama tiba-tiba menarik tangan Ana.


"Kamu mau kemana?" tanya Rama.


"Aku mau ke dapur!!" jawab Ana.


"Aku melarangmu ke dapur pagi ini!!" ucap Rama, dengan tatapan tajam.


"Kenapa?" tanya Ana singkat.


"Temanin aku dikamar saja!! aku hari ini tidak pergi ke kantor, aku mau seharian dirumah bersamamu!!" ucap Rama dengan nada manja.


"Drama apalagi yang sedang dimainkan oleh Papamu nak?" tanya Ana, pada anak yang masih ada dikandungnya.


"Tapi..?" jawab Ana.


Namun jawaban Ana terputus, karena Rama sudah mengeluarkan kata-kata seperti biasanya.


"Tapi apa? aku tidak menerima penolakanmu atau protes darimu sayang!!" ucap Rama, dengan nada tegas.


Disaat Rama sudah mengeluarkan kata-kata itu, akhirnya Ana pasrah karena jika Ana menjawab pasti drama pagi hari ini akan terus berlanjut.


Mau tidak mau Ana kembali tidur, sekarang Rama sudah memeluk istrinya dengan begitu erat.


"*Patuhlah Ana, turuti saja apa mau suamimu!!!" kata hati Ana.


Dirumah Rian dan Via.


Rian sudah berangkat kerja, karena memang kemarin sudah libur jadi mau tidak mau hari ini Rian harus masuk kerja.


Sekarang Via dirumah sendirian sedang menonton televisi.


"Sepi sekali tidak ada Rian!!" keluh Via.


Ditempat kerja Rian.


Rian sedang berkeliling di cafe nya dan tidak sengaja bertemu dengan Ayu yang sedang membereskan meja.


"Ayu!!" panggil Rian.


"Iya pak Rian?" saut Ayu sopan.


"Panggil saja kakak!!" suruh Rian.


Ayu tersenyum pada Rian.


"Maaf pak, jika ditempat kerja rasanya kurang sopan!!" jawab Ayu dengan nada sopan.


"Coba ada Rehan, pasti lebihnya seru!!" guman Rian dalam hati.


"Kapan kamu menikah?" tanya Rian tahap basa-basi.


Ayu tersenyum malu pada Rian.


"Secepatnya pak, hanya saja tanggal pernikahan aku dan Rehan belum ditentukan!!" jawab Ayu jujur.


"Baiklah, segeralah menikah!!" ucap Rian.


Rian meninggalkan Ayu yang sedang berkerja, Rian langsung menuju ke ruangannya.


Diruangan Rian.


Rian langsung membuka laptopnya untuk mengecek email yang masuk, karena kemarin Rian libur kerja.


tiba-tiba ponsel Rian bunyi dan ternyata itu telpon dari Silvia.


Rian mengangkat telpon dari istrinya.


"*Hallo sayang!!" sapa Rian.


"Sayang pulanglah, aku sendirian dirumah!!" rengek Via dengan nada manja.


"Tapi sayang, aku baru saja sampai!!" jawab Rian berusaha menjelaskan pada istrinya.


"Aku tidak mau tau!! pokoknya kamu pulang sekarang!!!" rengkek Via, dengan nada merajuk.


"Baiklah aku akan pulang!!" jawab Rian, yang akhirnya mengalah pada istrinya*.


Mendengar jawaban suaminya, akhirnya Via langsung mematikan saluran teleponnya.


Rian memasukan ponsel ke dalam saku celananya dan langsung bergegas untuk segera pulang menemui istrinya.


"Drama pagi apalagi yang sedang mainkan oleh istriku!! semenjak kehamilannya sekarang Silvia lebih manja padaku!!" guman Rian dalam hati.


Akhirnya pagi ini diiringi dengan drama dipagi hari semuanya.


Bersambung