Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
361.Pernyataan cinta Kenan S2.


Setelah semuanya pergi, kini tinggal David dan Niah.


"Sayang ke kamar yuk!" ajak David.


"Mau ngapain?" Tanya Niah malas.


"Mencoba ini dari Kakek Revan." David mengambil barang yang ada dimeja yang diberikan oleh kakeknya dari luar negeri.


Niah menatap David dengan tatapan penuh tanya, tapi malah senyam-senyum lalu membopong Niah untuk masuk ke dalam kamar.


"Aku belum mandi, datang bulanku belum selesai." Niah mengalungkan tangannya ke leher David.


Cup... David mendaratkan bibirnya dibibir Niah.


"Ihh aku belum gosok gigi." Niah memayunkan bibirnya setelah David menciumnya.


David membuka pintu kamarnya lalu mendorongnya dengan kaki, David terus berjalan menuju ranjang tempat tidurnya.


"Berbaringlah!" kata David dengan tatapan mesumnya.


"Aku mau mandi dulu!" Niah kembali bangun lalu berlalu pergi ke kamar mandi.


"Niah kamu kan sedang sakit." kata David sambil menatap Niah masuk ke dalam kamar mandi.


Niah membuka sedikit pintu kamar mandinya lalu menyodorkan sedikit kepalanya.


"Yang sakit lambungku dan itu sudah sembuh!" jawab Niah dan langsung kembali menutup pintu kamar mandi.


David terus tersenyum dalam hatinya, dasar istriku kamu itu sungguh menggemaskan membuatku ingin selalu memakanmu.


Setelah beberapa lama Niah keluar dari kamar mandi, Niah keluar hanya memakai handuk kimono saja.


"Dasar suamiku tidak waras sekarang dia senyam-senyum sendiri, apa coba yang sedang dirinya pikirkan? Apa jangan-jangan dia memikirkan wanita yang ditemui di depan rumah kemarin?" Niah terus menatap David dengan sorot mata tajam.


Niah berjalan menuju ke ranjang tempat tidurnya, lalu duduk disamping sang suami.


"Apa yang membuatmu tersenyum bahagia seperti itu?" tanya Niah penuh selidiki.


"Lihat flimnya sangat bagus, aku suka sekali." David menujukan flim drama yang sedang ditontonnya pada Niah.


Sungguh Niah tidak percaya kalau sang suami juga suka nonton flim drama, dalam hati Niah, Niah terus tertawa.


"Apa tidak ada tontonan lain?" tanya Niah lagi.


"Istriku jangan bawel, ini ceritanya sedang seru." David mengecup bibir Niah agar Niah berhenti bicara.


Niah mengelap bibirnya dengan kasar, lalu mencubit lengan David sampai David merasa kesakitan.


"Niah sakit ih." David mengomel pada Niah.


"Sudah jangan menonton drama terus!" Niah berusaha merebut ponsel David dari tangannya. Tapi David berusaha menahan ponselnya.


"Sayang biarkan aku menontonnya!" pinta David dengan lembut.


"Tidak boleh, gara-gara flim drama nanti kamu mengabaikanku." Niah masih terus berusaha merebut ponsel milik suaminya.


David membiarkan Niah mengambil ponselnya, kini David terus menatap wajah cantik Niah yang sedang tersenyum senang karena akhirnya David mengalah dan menyerahkan ponsel miliknya dengan pasrah.


"Katakan padaku, aku harus apa sekarang? Ponselku sudah kamu sita." David menatap Niah sedang tatapan menggoda.


Niah hanya diam dan kini dirinya gantian malah menonton flim drama, yang ditonton oleh David tadi diponsel David.


"Sungguh pemainnya tampan sekali." Niah senyam-senyum sambil melihat adegan demi adegan diflim drama yang dirinya tonton.


"Hey berhentilah memuji laki-laki lain, suamimu ini yang paling tampan." cetus David karena tidak terima Niah memuji laki-laki lain. Padahal itu hanya aktor pemain drama.


Tapi apalah David yang kadang cemburunya diluar batas dan seenaknya sendiri.


"Sayang diamlah! Ayo kita menonton flim drama ini berdua." sela Niah agar David tidak terus melakukan protes.


Pada akhirnya mereka nonton film drama berdua. Niah dan David juga dibuat baper oleh drama yang mereka tonton, bahkan adegan demi adegan mereka mengamatinya dengan baik.


"Nanti malam praktekin ya sayang." David melihat adegan ciuman panas.


Niah paham seperti apa otak suaminya, apalagi sudah lama tidak kasih jatah pasti yang dibawa sudah terus mengaung minta dicelupkan.


Ralin dan Kenan.


Akhirnya Kenan berhasil mengejar Ralin, Ralin sebenarnya kesal mendengar Kenan akan menikah dengan Ralin jika tidak kesiangan jadi Ralin ceritanya ngambek tadi makanya pamit pulang.


Kenan juga sebenarnya tahu kalau Ralin pasti ngambek, makanya Kenan langsung mengejarnya. Karena jika dibiarkan maka Ralin akan terus ngambek pada dirinya dan pastinya kalau Ralin ngambek, Kenan pasti akan sangat pusing karena tidak ada yang menganggunya lagi.


"Calon istriku!" Kenan menarik tangan Ralin, membuat Ralin menghentikan langkah kakinya.


Ralin terus melihat ke depan dan tidak mau sama sekali menoleh kepada Kenan.


"Sungguh tidak mau melihat wajah tampan calon suamimu?" Goda Kenan dengan jail.


"Aku tidak mau bicara padamu calon suamiku." Jawab Ralin tanpa melihat wajah tampan Kenan.


"Tapi aku mau bicara dengan calon istriku, jika aku tidak berbicara sehari pada dirimu maka aku sedih dan tidak doyan makan." Kenan mulai mengeluarkan jurus-jurusnya untuk membujuk Ralin.


Kenan tahu jika Ralin mendengar dirinya tidak doyan makan, maka Ralin akan membalikkan badannya dan langsung memeluknya.


"1,2,3..... berbaliklah." Batin Kenan dalam hatinya.


"Kamu tidak boleh tidak makan, nanti kamu sakit." Ralin langsung membalikkan badannya dan benar Ralin langsung memeluk Kenan.


Kenan membalas pelukan Ralin dan terus mengusap-usap punggung Ralin.


"Jangan ngambek lagi, aku pasti akan menikahimu. Karena aku juga sangat mencintaimu." Disela-sela pelukannya Kenan sungguh membuat hati Ralin bergetar.


"Katakan sekali lagi kamu bilang apa?" pinta Ralin dengan nada lembut.


Kenan mengutuki dirinya sendiri.


"Kenan apa kamu baru saja mengatakan cinta pada Ralin, aish padahalkan aku mau jual mahal pada dirinya." Hati Kenan terus berbicara sendiri.


Tapi apalah daya Kenan, nasi sudah bubur dan memang benar sesungguhnya Kenan itu sangat mencintai Ralin dan mungkin ini saat yang tepat untuk dirinya menyatakan perasaannya pada Ralinsyah gadis yang biasanya dirinya panggil dengan sebutan calon istriku.


"Ya sudah jika kamu tidak mau mengatakannya lagi, biarkan aku pergi mencari laki-laki lain saja." Ralin melepaskan pelukannya, lalu memasang wajah pura-pura sedih. Ralin tahu Kenan pasti tidak akan membiarkan dirinya mencari laki-laki lain.


Ralin hendak pergi meninggalkan Kenan, tapi dengan cepat Kenan kembali menarik tangan Ralin


"Ralinsyah Putri Ardiyansyah, Kenan Putra Bagas mencintaimu." teriak Kenan membuat semua orang yang ada disekitarnya melihat kearah mereka.


Kini Ralin dan Kenan sudah menjadi pusat perhatian oleh banyak orang.


"Ken apa kamu mau membuatku malu, aduh semua mata tertuju padaku." Batin Ralin dalam hatinya.


Tiba-tiba Kenan berlulut dihadapan Ralin, membuat Ralin deg-deggan.


"Apa yang mau Ken lakukan?" Hati Ralin terus bertanya-tanya.


"Ralinsyah menikahlah denganku." Kata Kenan dengan suara lantang, membuat Ralin sungguh ntah harus bagaimana?


Semua mata tertuju pada mereka, sorokkan demi sorokkan terus diteriakan.


"Terima!!!"


"Terima!!?"


"Terimaaaa...."


Ntahlah hari ini Ralin harus bagaimana? Apakah Ralinsyah akan menerima pernyataan cinta Kenan dihadapan semua orang?


"Calon suamiku......"


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


Maaf baru sempat up 🙏🙏