
Setelah mami keluar dari kamarnya, ana pun tersenyum-senyum sendiri melihat cincin pemberian dari mami dan membuat dirinya tidak sadar sekarang suaminya sudah berada di hadapan melihat ana.
"Rama, kamu membuatku kaget saja ih" Ucap Ana sambil menepuk tangan Rama.
"Lagian aku masuk kamu malah sibuk sendiri udah gitu pake senyum-senyum tidak jelas lagi" Jawab Rama, sambil memegang tangan istrinya dan melihat dijarinya ada sesuatu yang baru.
"Sayang, ini dari siapa?" Tanya Rama penasaran karena memang Rama tidak pernah membelikan cincin tersebut.
"Mami yang memberikan ini padaku, sayang" Jawab ana dengan jujur pada Rama.
"Apa mami hanya memberikan hadiah padamu saja ana, apa mami memberikan sesuatu untukku?" Tanya Rama penasaran.
"Tidak, mami hanya memberikan ini padaku" Jawab ana sambil menunjukkan jarinya pada Rama.
"Kamu, mandi dulu sana kamu bau sekali ih" Ucap ana sambil mendorong suaminya ke dalam kamar mandi, dan meninggalkan di dalam kamar mandi.
Setelah selesai mandi Rama pun menghampiri ana yang sedang berbaring ditempat tidur.
"Berhentilah tersenyum hanya karena cincin itu, mami juga pilih banget aku tidak diberikan hadiah" Ucap Rama dengan nada merajuk.
"Rama, mungkin mami sudah melupakanmu sebagai anaknya sayang" Ucap ana pada Rama dengan nada meledek.
Rama pun menggelitik tubuh istrinya membuat ana ke gelian dan tertawa.
"Sayang, aku perhatikan tubuhmu kok makin berisi ya" Ucap Rama tiba-tiba.
"Masa sih sayang?" Tanya ana memastikan.
"Iya aneh, kaya ada yang beda gitu sayang" Ucap Rama pada ana.
Ana pun bangkit dari tidurnya dan berkaca dimeja riasnya, kalo menurut ana tubuhnya masih utuh berat badannya juga tidak naik.
"Rama apanya yang aneh sih tidak ada yang berubah juga dari tubuh aku atau mungkin aku harus diet" Ucap ana panjang lebar.
"Sayang, kemarilah sudah malam ayo kita tidur" Ajak rama pada ana.
Ana pun menuju tempat tidur untuk segera tidur, Rama pun memeluk ana namun ana menolaknya.
"Sayang, aku tidak mau dipeluk sama kamu" Ucap ana tiba-tiba, membuat Rama kesal tidak biasanya istrinya bersikap seperti ini.
"Ana, kamu kenapa? bukankah setiap malam aku juga tidur memelukmu dan kamu yang bilang jika aku tidak memelukmu maka kamu tidak bisa tidur" Jawab Rama panjang lebar.
Ana pun memberikan batasan dengan bantal guling agar suaminya tidak memeluknya.
Ntah kenapa, ana malam ini tidak ingin dipeluk oleh suaminya akhirnya rama pun menuruti apa mau istrinya.
"Baiklah sayang, aku tidak akan memelukmu sekarang tidurlah sudah malam" Ucap Rama pada ana dengan lembut.
*Kenapa malam ini ana bersikap aneh seperti ini* Guman Rama yang merasa kesal.
Ana dan Rama akhirnya pun tertidur dengan nyenyak.
Kesesokan harinya, Rama sudah bangun namun ana masih tidur.
*Biasanya ana bangun lebih dulu, sekarang malah masih tidur* Guman Rama tidak percaya, karena istrinya biasanya pasti bangun lebih dulu.
"Sayang, bangun" Ucap Rama sambil mengusap pipi ana.
"Rama ih, aku tidak mau disentuh oleh kamu aku juga tidak mau kamu dekat-dekat denganku. pokoknya aku sangat kesal sama kamu" ucap ana pada Rama membuat ana Bingung dengan sikap aneh ana ini.
**Semalam tidak mau dipeluk, sekarang tidak mau disentuh, sekarang tidak mau dekat-dekat denganku, dia pun tiba-tiba merasa kesal denganku ntah kenapa lagi ini* Guman Rama yang merasa sudah sangat kesal dari semalam.
Nihh author up ya, pokoknya author suka kola semuanya pada gretgretan😘😘*