Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
208. Kesabaran Rian


Jam menunjukkan pukul 12 siang, hari ini Rehan dan Rama makan siang dikantor bersama, biasanya Rama pergi sama Bagas namun Bagas sedang menikmati masa pengantin barunya.


"Kak Rama, apa kakak kesepian kak Bagas tidak masuk kantor?" tanya Rehan jail.


Rama menatap adiknya dengan tatapan tajam.


"Jangan membicarakan Bagas, kasian nanti telinga dia sakit gara-gara kita omongin!!" suruh Rama, dengan nada meledek.


Pesanan makanan Rama dan Rehan kini sudah datang, akhirnya Rama dan Rehan menikmati makanannya dengan tenang.


Dirumah Bagas dan Alena.


Bagas dan Alena, mereka baru saja bangun dari tidurnya setelah aktivitas yang melelahkan, kini Alena dan Bagas sudah ada diruang makan mereka sedang makan, hari pertama Alena menjadi seorang istri akhirnya Alena gagal masak karena ulah suaminya dan kini Bagas sudah memesan banyak makanan untuk mereka berdua.


Alena yang melihat makanan didepannya begitu banyak, hanya menggelengkan kepalanya.


"Sayang makanan sebanyak ini? apa ini tidak berlebihan sayang?" tanya Alena pelan.


"Tidak, aku hanya ingin kamu makan yang banyak sayang biar kamu kuat!!" ledek Bagas, yang membuat pipi Alena merah.


*Ting... satu pesan masuk di ponsel Bagas.


Pesan Dari Rama.


**Uang untuk pergi bulan madumu, sudah aku transfer ya!! ingat lakukan tugasmu dengan benar sebagai suami**


Bagas membalas pesan Rama.


**Siap tuan!! terimakasih ya


Jangan khawatir tuan aku akan berkerja keras nanti**!!


Rama membalas pesan Bagas.


Dasar kau ini!! jangan buat Alena terlalu lelah juga, sudah aku mau melanjutkan pekerjaanku!!


Melihat balasan pesan dari bos, Bagas hanya tersenyum penuh kemenangan.


Alena yang melihat suaminya senyum-senyum sendiri hanya menggelengkan kepalanya.


"Apa Bagas ini sudah tidak waras!!" guman Alena sambil menggelengkan kepalanya.


"Sayang kamu kenapa sih?" tanya Alena.


"Tuan Rama, sudah mengirim hadiah bulan madu kita sayang!!" jawab Bagas.


"Apa hadiah dari Rama?" tanya Alena.


"Biaya untuk bulan madu kita sayang, ayo kita berangkat bulan madu hari ini juga!!" ajak Bagas, dengan nada peneh semangat.


Alena tersenyum bahagia!!


"Baiklah sayang!!" jawab Alena semangat.


Akhirnya Alena dan Bagas langsung kembali ke kamar mereka, untuk segera mengemasi baju-baju mereka ke dalam koper.


Tidak butuh waktu lama akhirnya semuanya telah tertata dengan rapi.


"Bagas, tapi kita mau kemana?" tanya Alena ingin tau.


"Mari kita pergi ketempat yang dingin sayang!!" ajak Bagas, yang belum tau kemana mereka akan pergi.


"Masuk kulkas aja dingin!!" kesal Alena.


"Haha, aku mau mengajakmu ke pedesaan yang masih indah dan asri!!" ajak Bagas.


"Sungguh?" tanya Alena memastikan.


"Iya sayang, lagian kamu sudah sering keluar negeri jadi mari kita pergi ke pedesaan saja!!"Ucap Bagas.


"Baiklah mari kita berangkat sekarang!!" ajak Alena semangat.


Dan akhirnya hari ini Bagas dan Alena langsung pergi untuk berbulan madu. Bagas memasukkan semua koper kedalam bagasi mobilnya setelah selesai Bagas langsung Membukan pintu mobil untuk istrinya.


"Masuklah sayang!!" suruh Bagas, yang sudah membukakan pintu mobilnya untuk Alena.


Alena masuk kedalam mobil, Bagas langsung menutup pintu mobilnya dan kini Bagas sudah masuk juga kedalam mobil. Bagas langsung menyalahkan mesin mobilnya dan segera pergi menuju ketempat tujuannya.


Dirumah Rama.


Ana baru selesai mandi dan sekarang sudah rapi dengan daster rumahan yang ia kenakan.


Jam menunjukkan pukul 5 sore.


*Ana menelpon Rama.


"Hallo sayang!!" sapa Ana.


"Iya sayang, ada apa?" tanya Rama.


"Sayang, cepetlah pulang aku kesepian!!" rengkek Ana, yang memang dirinya saat ini hanya sendirian dirumah.


"Kamu sudah minum susu belum?" tanya Rama.


"Nanti sayang, tunggu kamu pulang saja!!" jawab Ana.


"Baiklah sayang, aku seleseikan kerjaanku dulu ya" jawab Rama dengan nada lembut.


"Iya sayang!!" jawab Ana.


Ana mematikan saluran teleponnya*.


"Aku lapar sekali!!" ucap Ana sambil mengelus perutnya.


Ana menuju ke dapur, akhirnya Ana membuat roti bakar untuk dirinya makan.


Roti bakar sudah jadi, Ana menikmati roti bakar bikinannya sendiri dimeja makan.


Ponsel Ana berdering dan ternyata telpon dari Mami.


Ana mengangkat telpon dari Mami.


"Hallo Mami!!" sapa Ana dengan sopan.


"Hallo sayang, Mami merindukanmu!!" ucap Mami tanpa basa-basi.


"Mami Ana juga merindukan Mami, Ana kesepian setiap hari dirumah sendirian!!" keluh Ana dengan nada manja.


"Tunggu ya nak, nanti dipernikahan Rehan Mami dan Papi akan pulang terus nanti sekalian syukuran acara 7 bulanan kamu nak" jawab Mami, dengan nada senang.


"Iya Mami, pulang secepatnya ya Mam!!" rengkek Ana.


"Oh iya Mam, acara 7 bulanan nanti Ana dan Rama mau mengadakan acaranya dipanti asuhan pertama kali aku dan Rama bertemu!! ucap Ana dengan nada lembut.


"Mami tidak apa-apakan?" tanya Ana memastikan.


"Ana tentu saja Mami tidak apa-apa!! Mami justru sangat senang kamu dan Rama akan mengadakan acara 7 bulanan kamu dipanti asuhan nak!!" jawab Mami, yang tidak mempermasalahkan rencana Ana dan Rama.


"Terimakasih ya Mam!!" ucap Ana dengan begitu senang.


Setelah obrolan panjang akhirnya Mami mengakhiri panggilannya dengan Ana.


Diluar negeri.


Mami sedang duduk sambil memancarkan wajah yang begitu bahagia, tiba-tiba Papi menghampiri Mami.


"Mami sepertinya senang sekali?" tanya Papi.


"Papi!! gimana tidak senang Pi sebentar lagi kandungan Ana akan masuk 7 bulan dan cucu kita akan segera lahir!!" ucap Mami dengan nada bahagia.


"Kita akan segera menjadi seorang kakek dan nenek!!" timpal Papi penuh semangat.


Mami menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


"Papi, cepetlah seleseikan kerjaan Papi disini!! Mami sudah kangen dengan anak-anak Mami" Ucap Mami dengan manja.


"Siap Mam!!" jawab Papi penuh semangat.


Hari ini, Mami Diana dan Papi Revan bahagia apalagi mereka akan segera memiliki cucu dari anak pertamanya.


Dirumah Rian dan Via.


Rian masih sibuk dengan urusan snack yang dibeli oleh istrinya, sekarang Rian sedang duduk sambil memakan berbagai macam snack yang ada.


"Aku yakin, pasti berat badanku akan bertambah karena ulah istriku!!" keluh Rian.


Tiba-tiba Via datang menghampiri Rian sambil membawa ponselnya.


"Sayang sepertinya makanan ini enak!!" rengkek Via, sambil menunjukkan gambar makanan yang dirinya lihat.


"Kamu mau itu?" tanya Rian pelan.


Via menganggukan kepalanya.


"Baiklah, aku akan memesan makanan itu untukmu!!" jawab Rian.


Rian langsung membuka salah satu aplikasi good food di ponselnya dan langsung memesakan makanan yang Via mau.


"Nanti apalagi yang Via pingin?" tanya Rian dalam hati.


Satu jam kemudian, akhirnya pengantar makanan datang. Rian langsung menuju ke depan rumahnya untuk mengambil makanan tersebut.


"Ini pesanan anda pak!!" ucap pengantar makanan, sambil memberikan bungkusan makanan yang ada ditangannya.


Rian menerima bungkusan tersebut.


"Terimakasih pak!!" jawab Rian, sambil memberikan uang pada pengantar makanan tersebut.


Hari ini Rian, masih dipusingkan dengan istrinya yang sedang hamil muda. tapi Rian tetap sabar karena Rian yang sangat menginginkan Via untuk segera hamil.


Bersambung