
Ayu dan Ana sedang sibuk memilih gambar baju pengantin untuk pernikahan Ayu dan Rehan nanti.
"Ana bagaimana dengan yang ini?" tanya Ayu sambil menunjukkan salah satu gambar pilihannya.
"Ini bagus Ayu dan terlihat sangat cantik, aku yakin pasti ini akan sangat cocok untukmu!!" jawab Ana, yang memang Ana suka dengan gambar pilihan Ayu.
Rehan hanya fokus melihat TV membuat Ayu begitu kesal padanya.
"Rehan, kamu kenapa malah lihat TV terus!!" kesal Ayu.
Rehan melirik kearah Ayu.
"Sayang, itukan sudah ada kakak ipar!! kakak ipar akan membantumu untuk memilih baju pengantin yang cocok untukmu, apalagi dia wanita pasti dia lebih tau sayang" jawab Rehan, yang langsung kembali fokus menonton TV kembali.
Ayu sudah merasa kesal sekali, namun Ana berusaha menenangkan Ayu.
"Ayu sudahlah, Rehan kamu sebagai laki-laki juga tidak boleh seperti itu!! sekarang matikan TV nya dan kamu juga bantu Ayu memilih baju pengantin yang cocok untuk dirinya!!" Pinta Ana dengan nada begitu lembut.
Rehan langsung mematikan TV dan langsung bergabung dengan Ayu dan Ana untuk memilih baju pengantin untuk pernikahannya nanti.
"Baiklah kak" jawab Rehan.
Tiba-tiba bel rumah berbunyi, Rama yang baru turun dari kamarnya langsung menuju keluar untuk membukakan pintu.
"Iya tunggu sebentar!!" jawab Rama dari dalam rumah.
Rama membuka pintu dan melihat yang datang adalah Kevin dan Siska.
"Kevin, Siska silahkan masuk!!" suruh Rama.
Rama langsung mengajak Kevin dan Siska keruang tengah, karena Ana, Ayu dan Rehan sedang berada diruang tengah.
Ana yang melihat kedatangan Siska, langsung bangun dan menghambur ke pelukan Siska.
"Siska!!" panggil Ana.
Siska membalas pelukan Ana dengan erat.
"Ana berhentilah memeluk calon istriku!!" Ucap Kevin tiba-tiba.
Ana melepaskan pelukannya dari Siska.
"Kevin kamu pelit sekali" jawab Ana.
Namun Kevin hanya tersenyum pada Ana.
"Kevin, Siska, kalian duduklah" ajak Rama.
Kevin dan Siska sudah duduk, Siska kaget melihat Ayu ada rumah Rama.
"Ayu?" ucap Siska terkejut.
"Siska, tidak usah kaget Ayu adalah calon istri dari Rehan!!" jawab Ana yang melihat wajah kaget Siska.
"Apa kalian akan segera menikah?" tanya Siska pada Ayu.
"Iya Sis, aku akan segera menikah" jawab Ayu.
Siska langsung memeluk Ayu dan mengucapkan selamat pada Ayu.
"Ayu selamat ya, mudah-mudahan semuanya berjalan lancar" Doa Siska buat Ayu.
"Terimakasih Sis!!" jawab Ayu, Siska melepaskan pelukannya dari Ayu.
Kevin memberikan lembaran undangan pernikahan dirinya dan Siska.
"Tapi sepertinya kita duluan yang akan menuju halal!!" ucap Kevin tiba-tiba.
Ayu langsung terkejut.
"Sungguh?" Ayu memastikan.
"Ini undangan dari kita" jawab Siska, yang langsung menujukan undangan pernikahannya.
"Ternyata ada yang mendahului kita Rehan" keluh Ayu pada Rehan.
"Sebentar lagi kita menyusul sayang, sabar saja!!" jawab Rehan.
"Ini undangan untuk kalian Rama dan Ana, Ayu ini undangan untukmu ajaklah Rehan nanti!!" Ucap Siska, ayu dan ana menerima undangan dari Siska dengan senang.
"Allahamdulillah akhirnya halal, jadi nanti Kevin tidak menggoda istriku lagi!!" ucap Rama tiba-tiba.
"Hey tuan Rama, berhentilah menyebarkan fitnah!! Dimas itu yang selalu menggoda Ana" protes Kevin.
Ana dan Siska hanya saling melemparkan senyum.
"Berhentilah berdebat Rama, kelak kalian akan menjadi saudara" ucap Ana pada Rama.
Ayu yang dari tadi fokus membaca undangan tiba-tiba mengagetkan semuanya.
"Apa kalian akan menikah satu minggu lagi?" tanya Ayu memastikan.
"Iya Ayu, satu minggu lagi kita akan menikah, kita akan mendahului kalian" jawab Siska dengan nada meledek.
"Rehan kurang gesit" celetuk Rama.
"Rehan, kamu ketinggalan" saut Ana.
"Rehan, aku kesal padamu" kesal Ayu.
"Hey kenapa kalian ini memojokkanku?" Jawab rehan dengan begitu kesal.
"Santai Rehan, jangan ngegas dong!!" timpal Kevin, biarpun Kevin belum terlalu mengenal Rehan namun dengan senang hati Kevin menimbrung obrolan mereka.
"Aku malas, Ayu juga kamu tidak belain aku!!" kesal Rehan dengan nada merajuk.
"Kasian kamu Rehan, tidak ada yang membelamu" ucap Rama penuh dengan tawanya.
"Sudah-sudah berhentilah meledek Rehan, kasian dia" Jawab Ana membela Rehan.
Rehan langsung memeluk kakak iparnya.
"Kakak ipar paling baik, terimakasih kak" ucap Rehan.
"Jangan memeluk istriku!!" kesal Rama, yang langsung menarik Ana dari pelukan Rehan.
Siksa, Kevin dan Ayu hanya saling melemparkan tawa melihat tingkah laku Rama dan Rehan yang seperti sedang merebutkan ibunya.
Tidak terasa waktu sudah sudah mulai gelap, tawa canda mereka akhirnya harus diakhiri karena Ayu harus pulang dan Rehan mau mengantar Ayu pulang.
"Ayu sudah mau gelap, ayo aku antar kamu pulang" ajak Rehan, karena tidak mau Ayu pulang kemalaman.
"Baiklah sayang" jawab Ayu, yang langsung bangun dari tempat duduknya.
"Kak Rama, kakak ipar, Siska dan Kevin aku pamit pulang antar Ayu pulang dulu ya" pamit Rehan pada semua yang ada disitu.
"Kalian hati-hatilah dijalan!!' jawab semuanya bersamaan.
Rehan dan Ayu langsung pergi meninggalkan Rama dan yang lainnya. Rehan langsung pergi melajukan mobilnya menuju Kerumah Ayu.
Dan sekarang di dalam rumah hanya ada Rama, Ana, Siska dan Kevin.
"Kalian akan menikah seminggu lagi, persiapanlah semuanya dengan baik!!" Suruh Rama dengan nada tegas.
"Kita sudah persiapkan semuanya kak Rama" Jawab Siska jujur.
"Bukan itu" Jawab Rama.
"Lalu apa?" tanya Kevin ingin tau.
"Siapkan tenaga kalian dengan baik untuk malam pertama kalian nanti" jawab Rama dengan nada jail.
"Kak Rama" jawab Siska malu.
"Haha kalau itu, sudah saya siapkan dengan baik tuan Rama" jawab Kevin penuh kemenangan.
Ana mencubit pinggang suaminya karena sikap jailnya pada Siska dan Kevin.
"Aduh, sakit sayang!!" rintih Rama, yang merasakan cubitan dari tangan Ana.
"Sayang, berhentilah menggoda mereka berdua!!" kesal Ana.
"Sayang, tidak apa-apa merekakan akan segera menikah" jawab Rama yang tidak mau salah.
Siska melempar senyum malu pada Kevin, namun Kevin malah mencubit hidung Siska dengan pelan.
"Tidak usah malu sayang, lagian kan benar kata tuan Rama kita akan segera menikah!!" ucap Kevin penuh dengan ketulusan.
"Vin, berhentilah memanggilku dengan sebutan tuan!! kelak kita akan menjadi saudara ipar jadi kamu panggil kak Rama saja!!" Suruh Rama pada Kevin.
"Baiklah tuan... eh maksud kak Rama" jawab Kevin.
"Kak Rama, ajarin aku biar cepat jadi gimana sih?" tanya Kevin dengan penuh isyarat.
"Katakan yang benar kamu minta diajarkan apa?" tanya Rama memastikan.
"Iya setelah menikah itu" jawab Kevin bertele-tele.
"Membikin adonan?" jawab Rama.
"Hah, adonan apa?" tanya Siska bingung.
"Adonan diranjang Sis, kelak Kevin akan mengajarimu nanti" ledek Rama dengan jail.
Kevin dan Siska saling memandang satu sama lain.
"Sayang sepertinya kita harus pulang deh, daripada aku malu disini kak Rama meledekku terus" Keluh Siska.
Ana tersenyum pada Siska.
"Maafkan suamiku ya Sis, dia memang selalu jail seperti itu" ucap Ana sambil tersenyum.
Namun Siska malah tertawa.
"Ana, aku tidak marah aku hanya malu saja" jawab Siska, sambil tersenyum pada semuanya.
"Iya sayang, sudah gelap juga undangan kit masih banyak yang belum disebar" jawab Kevin.
Kevin dan Siska akhirnya pamit pulang pada Rama dan Ana.
"Kita pulang dulu ya" pamit Siska dan Kevin.
"Iya kalian hati-hatilah dijalan" jawab Ana dan Rama.
Ana dan Rama mengantarkan Kevin dan Siska ke depan, Kevin dan Siska langsung naik kedalam mobilnya dan Kevin langsung melajukan mobilnya menuju rumah Siska karena harus mengantar Siska pulang lebih dulu.
Bersambung 🙏🙏
Buat semua para pembaca setia terimakasih 😘😘