
Via dan Rian baru saja keluar dari rumahnya, kini Via dan Rian mau bermain kerumah Ana, namun rumah Ana sepertinya sepi, Rian melihat pintu rumah Bagas terbuka akhirnya Rian mengajak Via kerumah Bagas saja.
"Sayang, ayo kerumah Bagas saja itu yang pintunya terbuka." ajak Rian sambil melihat kearah rumah Bagas.
Via juga ikut melihat kerumah Bagas dan benar pintu rumah Bagas terbuka lebar.
"Iya ayo kita kesana." jawab Via.
Kini mereka menuju Kerumah Bagas, Via berjalan disamping Rian sedangkan Rian menggendong Vano.
"Tok...tok.." Rian mengetuk pintu.
Bagas dan Rama saling melihat, lalu Rama bertanya.
"Siapa?" tanya Rama pada Bagas.
"Siapa lagi? Kalau tidak Tuan Rian ya Rehan." jawab Bagas.
"Masuk..." kata Bagas dengan suara yang begitu keras.
Via dan Rian langsung masuk kedalam rumah Bagas, melihat Via dan Rian datang Bagas langsung mempersilahkan untuk duduk.
"Kalian duduklah." Bagas menyuruh Via dan Rian untuk duduk.
Via dan Rian langsung duduk, lalu Via bertanya pada Bagas.
"Alena kemana?" tanya Via pada Bagas.
"Ada dikamar, masuk saja." jawab Bagas.
Via mengambil Vano dari pangkuan suaminya, lalu mengendongnya untuk masuk ke dalam kamar Alena.
"Oh iya Ram, Ana juga disinikan?" tanya Via pada Rama.
"Iya, Dia dikamar sama Alena." jawab Rama.
"Iya udah, Aku ke kamar Alena dulu." pamit Via.
Bagas beranjak dari tempat duduknya, lalu menuju ke dapur untuk mengambil minuman dikulkas dan beberapa cemilan untuk mereka bertiga.
Sedangkan Via langsung menuju ke kamar Alena.
"Tok..tok.. Alena boleh Aku masuk." kata Via sambil mengetuk pintu.
"Iya masuk saja, pintunya tidak dikunci." jawab Alena dari dalam kamar.
Via langsung membuka pintu kamar Alena.
"Ceklek." suara gagang pintu.
Melihat Via datang sambil membawa Vano, dengan begitu antusias Alena langsung mengambil Vano dari gendongan Via.
"Vano Kamu menggemaskan sekali." kata Alena sambil mengambil Vano dari gendongan Via.
Via duduk ditepi ranjang didekat Ana, lalu Via mencium pipi Niah dengan begitu lembut.
"Via Kamu cantik sekali sih, nanti kalau udah gede nikahnya sama Anak Tante Via saja ya." kata Via pada Niah.
Ana hanya menggelengkan kepalanya, lalu menjawab pertanyaan dari Via.
"Boleh Vi, kalau Anak-anak Kita mau." jawab Ana sambil tersenyum pada Via.
Dalam hal ini Ana tidak mempermasalahkannya, apalagi Rian, Rama dan Via itu sahabat dari dulu, bayangkan saja jika mereka besanan pasti akan seru.
"Iya jodohkan saja, terus jadikan penerus generasi Kita." sahut Alena yang diiringi dengan tawanya.
"Pasti akan sangat lucu, jika kita besanan nanti." timpal Via sambil membayangkan hal yang belum tentu terjadi.
Kini mereka bertiga saling tertawa secara bersamaan dengan penuh kebahagiaan.
"Oh iya, Ayu suruh kesini dong!" kata Via.
"Telpon aja Vi, tahu itu anak mentang-mentang Suaminya libur tidak keluar rumah." kata Alena sambil menyuruh Via untuk menelpon Ayu.
"Mungkin mereka sedang fokus membuat adonan." sahut Ana.
"Bisa jadi, coba saja telpon." kata Alena lagi.
Via mengambil ponsel punya Alena yang ada dinakas dekat tempat tidurnya, lalu menelpon Ayu.
Ponsel Alena tanpa kata sandi jadi Via bisa membukanya dengan mudah.
Menelpon Ayu.
Ponsel Ayu berdering, lalu Rehan mengangkatnya.
"Hallo Kak Lena." sapa Rehan.
"Ini Via, Han." jawab Via.
"Iya Kak Via, ada apa?" tanya Rehan.
"Ayu sedang tidur Kak, dari kemarin manja banget, ini juga Dia tidak mau keluar dari kamar sama sekali." kata Rehan.
"Apa Ayu sakit?" tanya Via.
"Tidak Kak, katanya sedang males ngapa-ngapain, pinginnya dikamar saja gitu." jawab Rehan.
"Mungkin Ayu kelelahan, gara-gara jatah lebih dari Kamu terus kali." ledek Via yang diiringi dengan tawanya.
"Kak Via bisa saja." jawab Rehan.
"Ya sudah, salam saja buat Ayu ya." kata Via.
Via langsung mematikan saluran teleponnya, lalu menaruh kembali ponsel Alena diatas nakas.
"Gimana Vi.?" tanya Ana dan Alena.
"Ayu sedang tidur, katanya lagi tidak mau keluar." jawab Via.
"Digarap mulu sama Rehan setiap malam sih, jadi Ayu kecapean mungkin." kata Alena yang diiringi dengan tawanya jailnya.
"Iya gara-gara jatah lebih juga." sahut Ana yang juga ikut tertawa.
Kini mereka mengobrol sambil asik main dengan Niah dan Vano.
Diruang tengah.
Kini Bagas, Rama dan Rian sedang asik mengobrol sambil merencanakan liburan bersama, apalagi mereka sudah lama tidak berlibur bersama.
"Rehan kemana, tumben Dia belum nongol.?" tanya Rian sambil memakan cemilan.
"Lagi sibuk bikin adonan." sahut Bagas.
Rama fokus dengan game yang ada diponselnya, tiba-tiba Rian mengambil ponsel Rama dari tangannya.
"Kita sedang berkumpul ada baiknya, Aku simpan dulu ponselmu." kata Rian sambil mengambil ponsel Rama dari tangannya.
"Ian, itu nanggung sebentar lagi menang." jawab Rama.
Namun Rian tidak memperdulikan jawaban dari Rama, kini Rian sudah menyimpan ponsel Rama di saku celananya.
"Tidak ada yang boleh main ponsel, disaat kita sedang berkumpul." kata Rian dengan begitu tegas.
Akhirnya Rama diam, lalu berkata pada Rian dan Bagas.
"Ayo Kita pergi liburan bersama." ajak Rama.
"Boleh, tapi kemana?" tanya Bagas dengan begitu antusias.
"Kita berlibur yang dekat saja yang pentingkan bersama-sama." saran dari Rian.
"Bagaimana kalau kita pergi makan malam direstauran pinggir danau?" tanya Rama.
"Itu bukan liburan tapi makan malam," sahut Rian.
"Iya nanti Kita disana sewa vila untuk keluarga, jadi bisa sekalian liburan." jawab Rama.
Bagas terdiam sambil berpikir, lalu menjawab perkataan Rama.
"Kita pergi ke vila punya kakeknya Alena saja, disana dekat danau dan pemandangan sangat indah." kata Bagas.
"Boleh itu, panggil Alena nya dulu." pinta Rian.
Sebelum Bagas memanggil Alena kini, Alena dan yang lainnya sudah keluar dari kamar Alena lalu langsung menghampiri suami-suami mereka.
Kini mereka bertiga sudah duduk disamping suami-suami mereka, Ana memberikan Niah pada Rama sedangkan Vano sekarang sudah dipangku oleh Bagas.
"Sayang, baru mau Aku panggil." kata Bagas pada Alena.
"Memangnya ada apa?" tanya Alena pada Bagas.
"Kita mau liburan bersama, tapi Aku tadi sarankan untuk pergi ke vila kakek, tapi apakah Kamu mengizinkannya?" tanya Bagas pada Alena.
"Tentu saja boleh, kapan?" tanya Alena.
"Hari Sabtu besok saja." jawab Rama.
"Ya sudah kalian atur saja." jawab Alena.
"Apa Kita akan pergi berlibur?" tanya Ana.
"Iya Kita akan pergi berlibur, lagian Kita sudah lama tidak pergi berlibur jadi kangen saja gitu pingin pergi liburan bersama." jawab Bagas dengan begitu antusias.
Hari ini mereka merencanakan liburan keluarga bersama, karena sudah lama mereka tidak pergi bersama bersama.
Sekarang pasti suasananya akan beda, karena sudah ada keluarga baru yaitu Baby Niah dan Baby Vano.
Bersambung 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😘