
Niah dan David langsung berpamitan dengan keluarga besarnya, Sebenarnya semua heran dengan kepulangan Niah yang begitu mendadak, Namun Niah hanya bilang kalau suaminya ada pekerjaan yang harus diurus dan tidak bisa ditinggalkan.
Hari ini Niah dan David langsung pulang mengunakan jet pribadi peninggalan kakeknya David.
Setelah beberapa jam akhirnya Niah dan David sampai dirumah milik David.
Visual ruang dalam rumah David.
David langsung mengajak Niah masuk kedalam rumahnya, Melihat rumah David yang begitu besar membuat Niah tercengang.
"Apa kamu hanya tinggal sendiri?" Tanya Niah sambil melihat sekeliling ruangan rumah sang suami.
"Tidak, Kan sekarang sudah ada istri jadi aku tidak sendirian lagi." Jawab David dengan senyum jailnya.
"Dimana kamarku?" Tanya Niah lagi.
"Kita ini suami istri, Kita tidur saja satu kamar!" Pinta David.
Niah langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak satu kamar?" Batin Niah.
"Aku tidak mau, Bukankah kamu bilang dalam surat perjanjian kita tidur dengan kamar terpisah?" Tolak Niah dengan halus, Niah juga langsung mengingat perjanjian yang dibuat oleh David sebelum mereka menikah.
"Niah, Berapa kali aku bilang? Aku bisa merobek surat perjanjian itu kapan saja!" Tegas David yang langsung menarik Niah untuk masuk kedalam kamarnya.
Akhirnya mau tidak mau Niah mengikuti langkah kaki David ke kamarnya. Sesampainya di depan pintu kamar David Niah memberhentikan langkah kakinya, David langsung menoleh kearah Niah lalu bertanya pada Niah.
"Kenapa?" Tanya David.
"Tapi aku tidak mau diapa-apain." Jawab Niah yang langsung membuat David tertawa, Membuat Niah langsung menatapnya dengan tatapan kesal.
"Kenapa dia tertawa." Batin Niah kesal.
"Raniah tidak usah kawatir aku tidak akan melakukan apapun padamu, Iya kalau aku hilaf lain lagi ceritanya." Jelas David yang membuat Niah langsung memanyunkan bibirnya, Membuat David merasa gemas dan langsung mengingat ciumannya pada Niah.
"Bibirmu membuatku ingin memakanmu." Batin David yang tentunya dengan otak mesumnya.
"Ceklek...." David membuka pintu kamarnya.
Visual kamar David.
David mengajak Niah masuk kedalam kamarnya, Dengan langkah kaki yang ragu-ragu Niah akhirnya masuk kedalam kamar David.
"Apa aku sungguh sudah menjadi istri seorang laki-laki yang ada disampingku?" Batin Niah yang tidak percaya dirinya sungguh sudah menikah.
"Kamu tidurlah disini!" Ucap David tiba-tiba.
"Lalu kamu?" Niah bertanya dengan begitu polos.
"Lalu aku tidur disampingmu!" David langsung menatap Niah dengan sorot mata yang menyebalkan, Membuat Niah merasa kesal.
"Dasar manusia plin-plan, Awas saja jika kamu sampai berbuat yang tidak-tidak aku akan menghajarmu!" Ancam Niah dengan tatapan begitu serius.
David langsung tertawa lalu berjalan mengitari Niah, Membuat Niah merasa pusing.
"Memangnya kenapa, Jika aku melakukan sesuatu padamu? Kita sudah sah menjadi suami istri dan terus apa masalahnya?" Ucap David yang langsung ditatap kesal oleh Niah.
Niah hanya mengabaikan David dan langsung pergi menuju ke kamar mandi.
"Bicara saja sama tembok!" Gumam Niah.
David hanya tersenyum penuh arti, Hari ini dirinya begitu senang bisa menggoda sang istri biarpun dirinya masih kepikiran dengan Riko dan bertanya Riko itu siapa?
"Aku harus mencari tahu tentang laki-laki br*ngsek itu." Batin David.
David langsung mengambil ponselnya yang ada di dalam saku celananya, Lalu David menekan satu no dan langsung menelpon no tersebut.
David menelpon Randi.
"Hallo Tuan?" Sapa Randi dari sebrang sana.
"Ran, Tolong kamu cari tentang laki-laki yang bernama Riko! Aku tidak tahu itu siapa? Tapi dia sudah menganggu istriku." Ucap David.
"Baik Tuan!" Jawab Randi.
"Ingat laporkan apa saja informasi yang kamu dapat tentang dirinya!" Ucap David lagi.
"Baik Tuan!" Jawab Randi.
David langsung mematikan saluran teleponnya, David menelpon sekretaris sekalian orang kepercayaannya selama ini.
Randi menaruh ponselnya kembali diatas meja.
"Bukannya pergi bulan madu, Ini malah ada-ada saja! Riko tapi nama Riko itu tidak asing." Gumam Randi.
"Aku tahu dimana aku harus mencari tentang laki-laki itu." Ucap Randi pada dirinya sendiri.
Malam ini juga Randi langsung pergi entah kemana? Randi pergi dengan menggunakan Mobilnya.
Kembali ke Niah dan David.
Niah baru saja keluar dari kamar mandi, Kini dirinya hanya memakai handuk kimono karena memang dirinya tidak membawa baju ganti, Gimana mau membawa baju sang suami apa-apa begitu mendadak membuat Niah kesal.
"Emmhh aku tidak ada baju gantinya!" Keluh Niah dengan wajah memelas.
"Kamu tidak usah pakai baju, Aku lebih suka itu." David malah meledek Niah dengan begitu jail, Membuat Niah langsung mengerucutkan bibirnya.
David hanya tersenyum, Lalu menarik tangan Niah menuju kesebuah ruangan rahasia yang ada didalam kamarnya.
"Ikutlah denganku!" Ajak David yang langsung menarik tangan Niah.
Niah mengikuti langkah kaki David, Sampai David membuka sebuah ruangan yang ntah ruangan apa itu?
"Aku yakin David adalah laki-laki yang suka membawa wanita kerumahnya, Buktinya dia sampai menyediakan ruangan khusus untuk pakaian wanita, Bahkan disini ada tas, Sandal, Semua keperluan wanita begitu lengkap." Pikir Niah yang langsung geleng-geleng kepala.
Bagaimana tidak terkejut Niah melihat ruang ganti khusus untuk wanita, Bahkan semua keperluan wanita ada semuanya.
Visual ruang ganti pakaian.
"Ini semua untuk wanita? Apa kamu sering membawa wanita lain tidur bersamamu? Hebat sekali Tuan David ini, Bahkan dia menyiapkan semua kebutuhan wanita yang dirinya tidurin." Ucap Niah dengan begitu bawel, Membuat David ingin sekali menampar pipi mulusnya, Namun David tidak sampai hati karena biar bagaimanapun dia adalah istrinya.
"Apa Nona Raniah Putri Ardiyansyah ini sudah selesai bicara?" Tanya David dengan tatapan kesal.
"Sudah, Kenapa Tuan David?" Tanya Niah yang semakin membuat David geram.
David menarik tangan Niah, Lalu mengambil salah satu gaun dan memberikan pada Niah.
"Kamu lihat! Semua baju disini masih ada lebel merk dan harganya, Kamu lihat semua ini masih baru! Dan kalau kamu bilang aku sering membawa wanita lain kedalam kamarku rasanya aku ingin menampar mulutmu!!" David meluapkan kekesalannya pada Niah.
Niah melihat satu persatu baju yang ada didalam lemari tersebut dan ternyata benar semuanya masih ada lebel merk dan harganya, Dalam hati Niah langsung tersenyum namun senyuman itu hilang seketika.
"Tapi ini untuk siapa? Kenapa aku begitu kepedean kalau ini semua untukku." Batin Niah sedih.
"Kamu sudah melihatnya?" Tanya David yang ternyata sudah berdiri tepat dibelakang Niah.
Niah membalikkan badannya dan tepat sekali langsung menghadap ke tubuh kekar sang suami, Niah langsung diam dengan senyum tipis-tipis dibibirnya.
"Apalagi yang mau kamu tundukkan padaku?" Tanya David dengan tatapan tajam, Membuat Niah merasa deg-degan.
"Tapi semua baju itu untuk siapa?" Tanya Niah dengan suara lirih.
"Untuk wanita j*langku!!!" Jawab David yang langsung ditatap sengit oleh Niah.
"Menyingkirlah!" Niah langsung kesal pada sang suami, Lalu Niah mendorong David tapi karena tubuh David lebih kuat, Kini dirinya malah mengunci Niah dalam dekapannya.
Niah langsung menundukkan wajahnya karena enggan menatap wajah tampan David, David mengangkat dagu Niah dengan tangannya, Lalu menghadapkan ke wajahnya.
"Raniah, Aku menyiapkan semua ini untuk Istriku! Waktu kita pergi keluar negeri aku menyuruh Randi menyiapkan semuanya." Jelas David dengan tatapan lembutnya.
Diam-diam Niah tersenyum tipis dibibirnya, Ternyata David tidak sepenuhnya tidak ada ahklak tapi dia juga laki-laki yang baik.
Waktu David diluar negeri bersama sang istri, David menghubungi Randi untuk menyiapkan semua keperluan istrinya seperti baju dan perlengkapan wanita lainnya.
"Kenapa? Apa kamu sudah mulai kagum padaku?" Tanya David yang melihat senyum tipis diwajah sang istri.
"Awas aku mau ganti baju!" Niah meronta-ronta sengaja mengalihkan pembicaraan.
David menyingkirkan tubuhnya, Lalu kembali menarik tangan Niah lagi membuat Niah bingung.
"Kenapa?" Tanya Niah pelan.
David langsung membuka salah satu pintu lemari yang kecil dan ternyata isinya berbagai macam-macam alat kecantikan bermerk dan tentunya pasti mahal, Karena itu dari brend terkenal.
Niah mengambil salah satu kosmetik dan langsung tersenyum bahagia.
"Apa ini semua untukku juga?" Tanya Niah dengan senyum bahagianya.
"Apakah boleh aku memberikan itu semua pada wanita j*langku?" Tanya David yang tentunya sengaja membuat Niah kesal.
"Iya sudah berikan saja pada mereka!" Niah ngambek dan langsung menaruh kembali kosmetik tersebut.
David hanya geleng-geleng kepala, Lalu langsung menarik tangan Niah dengan cepat hingga Niah masuk tepat kedalam pelukannya.
Niah bisa mencium wangi tubuh sang suami, Niah juga merasa nyaman dipelukan sang suami, Tapi lagi-lagi Niah meronta-ronta meminta David melepaskannya.
"Jangan selalu mencari kesempatan ya!!" Tegas Niah yang sudah terlepas dari pelukan David, Namun David hanya tersenyum simpul.
"Kesempatan? Kamu ini Istriku, Apa kamu mau bersama Rikomu itu daripada dengan laki-laki yang sudah jelas menjadi suamimu? Bisik David ditelinga Niah.
Niah hanya terdiam, Karena David lagi-lagi membahas Riko dihadapannya.
"Kenapa kamu diam?" Tanya David.
"Menyingkirlah! Aku mau ganti pakaian dulu!" Pinta Niah yang langsung mendorong dada bidang David.
David langsung menyingkirkan tubuhnya dari hadapan Niah, Lalu Niah langsung membuka lemari pakaiannya untuk berganti pakaian.
"Niah pakailah baju tidur yang sexy!!" Pinta David dengan nada menggoda.
David tidak tahu kalau sekretarisnya menyiapkan baju tidur dengan model sexy semuanya, Niatnya mau membuat kesal Niah ehh Sekretarisnya begitu cerdik dengan keisengannya.
Sambil memilih baju tidur Niah langsung menggerutu, Melihat semua baju tidur yang ada didalam lemari itu semuanya terlihat sexy bahkan bagian belahan dadanya juga terlihat.
"Apa dia ini sudah gila membeli semua baju tidur yang sexy-sexy seperti ini?"Gumam Niah yang merasa kesal.
"Apa tidak ada baju tidur lain?" Tanya Niah.
"Aku tidak tahu, Itu semuanya Randi yang menyiapkan!" Jawab David.
Randi sengaja menyiapkan semua baju tidur dengan model sexy, Iya biar apa? Tentu saja untuk menjailin sang bos dan istri barunya.
"Apa ada yang salah?" Tanya David.
"Semuanya terlihat sexy bahkan bagian dadanya juga terlihat." Keluh Niah pada David.
"Dasar Randi sialan!!!!" Cetus David.
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊
Baca juga karya baru Author 😘