Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
411.Gara-gara pesan singkat S2


Kini Niah, David, Shinta dan Dimas, mereka menikmati makan malam bersama dengan bahagia. Biarpun hari ini Niah tidak jadi masak bersama dengan mama mertuanya gara-gara asik nonton drama, tapi itu tidak menjadi masalah yang penting semuanya makan dengan bahagia.


Setelah selesai makan malam, David dan Niah masuk ke dalam kamar. Sedangkan Shinta dan Dimas, masih duduk sambil mengobrol berdua.


"Suamiku, kita akan segera punya cucu. Terimakasih ya pa selama ini kamu sudah sayang dengan David. Biarpun David bukan anak kandung papa sendiri, tapi papa begitu sayang pada dia." Kata Shint, ia bersyukur karena punya suami seperti Dimas.


Jarang ada laki-laki seperti Dimas, biarpun Shinta janda anak satu tapi Dimas begitu mencintai Shinta dengan tulus, Dimas juga sangat sayang pada David.


Apalagi Dimas yang memang mandul, jadi ia sangat bahagia biarpun ia dapat janda anak satu, ia malah bersyukur sekali.


"Sama-sama istriku, kamu dan David itu sudah melengkapi hidupku." Dimas membawa Shinta masuk ke dalam pelukannya.


Dimas melepaskan pelukannya, lalu membopong Shinta masuk ke dalam kamar mereka.


"Sayang, apa salahnya kalau aku usaha untuk punya anak?" Kata Dimas, ia tersenyum pada istrinya.


"Suamiku, kita sudah mau cucu masa iya David harus punya adik juga." Jawab Shinta, ia tahu suaminya sungguh ingin punya anak tapi karena mandul ya mau bagaimana lagi?


Dimas hanya tersenyum, ia membuka gagang pintu kamarnya lalu mendorong pintu kamarnya dengan kakinya. Ia masuk lalu menutup kembali pintu kamarnya.


Dimas membaringkan Shinta diatas ranjang tempat tidurnya, lalu ia menindihnya. Malam ini terjadi pertempuran diatas ranjang yang begitu hebat, jangan salah biarpun Dimas sudah tidak muda lagi tapi kalau urusan ranjang ia masih jago.


Niah dan David.


Niah marah gara-gara banyak klien-klien cantik, mengirim pesan untuk suaminya mereka mengajak makan berdua, ada yang mengajak liburan, ada juga yang mengajak lari pagi.


Sungguh pesona David itu masih sangat memukau, ketampanannya itu membuat banyak klien wanita ingin menikahinya.


Niah sebagai wanita sering dibuat cemburu oleh suaminya. Apalagi kalau melihat ponsel milik sang suami, sungguh banyak sekali klien-klien cantik yang mengirim pesan pada suaminya.


"Dasar wanita-wanita genit, sudah tahu David itu sudah punya istri. Masih saja mengirim pesan seperti ini." Niah marah-marah pada ponsel suaminya.


David menggelengkan kepalanya, ia membiarkan istrinya melihat isi ponselnya agar istri tercintanya tidak salah paham.


"Biarkan saja, lagian kan aku juga menolak ajakan mereka sayang!" Jawab David, ia tidak mau pusing, iya bagi dia laki-laki tampan wajar banyak pengagumnya.


"Rasanya, aku ingin membalas pesan-pesan dari mereka." Niah semakin kesal gara-gara rasa cemburunya.


"Sudah malam, tidurlah! Berikan ponselnya padaku, aku tidak mau kita berdebat gara-gara pesan singkat yang tidak penting." David mengambil ponsel dari tangan Niah, tapi Niah menahannya dengan erat.


"Kita ambil foto selfi dulu!" Niah langsung berfose mersa bersama David, ia mengambil beberapa foto mereka.


Setelah mengambil foto-foto mereka, Niah memasang salah satu foto yang menurut Niah bagus untuk foto frofil WhatsApp sang suami.


"Sudah, mulai sekarang pasang foto kita berdua!" Kata Niah, ia tidak mau tahu dan David menganggukan kepalanya.


"Gara-gara pesan singkat, Niah semakin menjadi-jadi cemburunya itu." Batin David dalam hatinya.


"Baiklah, sekarang kita tidur sudah malam!" David mengambil ponselnya dari tangan istrinya, lalu ia menaruhnya diatas nakas dekat tempat tidurnya.


David membawa Niah masuk ke dalam pelukannya, agar Niah tidak bawel dan segera tidur.


Vina dan Vano.


Malam ini Vina semakin manja pada suaminya, apalagi dia saat ini sedang hamil bawaannya pingin tidur diketek suaminya.


Vano juga bahagia, biarpun Vina sedang hamil tapi Vina begitu manja padanya, bahkan Vina tidak mau jauh-jauh dari suaminya, bahkan akhir-akhir ini Vina juga sering ikut Vano mengurus cafe milik papanya.


"Kamu, tumben manja sekali?" Tanya Vano disela-sela pelukannya.


"Anak kita yang manja, anak kita minta ciumi ketek papanya terus." Jawab Vina, membuat Vano tertawa lepas.


"Kira-kira, anak kita laki-laki atau perempuan?" Tanya Vano, ia merasa penasaran.


"Ntahlah sayang," Jawab Vina.


Vano tidur sambil mengelus-elus perut istri ia ingin menyapa anaknya di dalam perut Istrinya itu.


Vano terus mengelus-elus perut istrinya, sampai tanpa sadar ternyata Vina sudah lelap tertidur dipelukannya.


Kenan dan Ralinsyah


Kenan dan Ralin sedang main game online, kali ini yang kalah disuruh bayar pakai ciuman dan Ralin sudah kalah berulang kali, ia sudah mencium Kenan lima kali gara-gara ia terus-terusan kalah.


"Aku, sudah tidak mau main lagi. Aku kesal aku kalah terus dari tadi, aku yakin kamu itu mainnya curang suamiku." Ralin tidak terima, ia marah-marah pada suaminya.


"Mana bisa main game online itu curang istriku, kamu saja yang tidak bisa mainnya makanya kamu kalah terus." Jawab Kenan, ia menjulurkan lidahnya kepada Ralin.


"Tidak, aku tidak mau main lagi! Pokoknya aku malas, aku kesal." Ralin terus marah-marah, membuat Kenan merasa gemas padanya.


Kenan mengambil ponsel yang ada di tangan Ralin, lalu menaruhnya diatas nakas dekat tempat tidurnya.


"Kamu itu cocoklah main diatas ranjang!" Kenan menindih tubuh Ralin, ia malam yang semakin larut ini mereka memadukan cinta mereka diatas ranjang.


Gara-gara game online akhirnya mereka saling memadukan cinta mereka, malam ini Kenan sedang menengok anaknya di dalam rahim istrinya.


Kevin dan Valin.


Kevin sudah nyeyak tidur, sedangkan Valin masih menikmati susu ibu hamil yang Kevin buatkan sebelum tidur tadi.


"Sayang, bangunlah!" Valin membangunkan Kevin, ia merasa kesal buatin susu tapi ia malah ninggalin tidur.


"Apasih Valin, aku ngatuk sekali." Kevin perlahan-lahan membuka matanya.


"Temanin, aku minum susu!" Kata Valin dengan manja.


Kevin merubah posisinya menjadi duduk, ia tersenyum mesum pada istrinya.


"Kamu mau apa?" Tanya Valin, ia mewanti-wanti suaminya, ia tahu sorot mata suaminya begitu mesum.


"Kamu mau minum susukan? Aku juga mau minum susu kamu sayang, aku juga butuh asupan biar aku tidak tidur." Jawab Kevin, ia senyam-senyum mesum, Valin meminum susunya sampai habis.


Setelah ia selesai minum susunya, Valin berbaring ditempat tidur dan tiba-tiba Kevin membuka kancing baju tidurnya.


"Kamu, mau apa sayang?" Tanya Valin, ia memenangi kancing baju tapi Kevin menyingkirkan tangan Valin agar tidak menghalangi niatnya.


Akhirnya Valin mengalah dan ia membiarkan suaminya menyusu seperti bayi, Valin hanya diam sambil mengusap-usap kepala suaminya.


Malam ini Kevin sungguh seperti bayi dan Valin itu ibunya.


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊