
Ana yang sedang duduk ditaman belakang bersama maminya dan sedang asik ngobrol, tiba\-tiba bell rumah berbunyi.
"Tunggu sebentar ya mam, ana ke depan dulu" Ucap ana sambil bangkit dari tempat duduknya.
Ana pun pergi menuju pintu depan untuk membukakan pintu.
"Selamat siang nona, saya mau mengantarkan paket buat nona anatasya" Ucap pengirim paket tersebut.
"Iya pak, saya nona anatasya bisa saya terima paketnya pak?" Tanya ana dengan nada sopan pada penghantar paket tersebut.
Pengantar paket pun memberikan amplop coklat yang ada ditangannya pada ana dan ana pun langsung menerimanya.
Ana pun masuk kembali kedalam rumah dan menghampiri maminya.
"Mam, ana ke kamar dulu ya" Ucap ana
"Iya nak, siapa yang datang nak" Tanya mami
"Hanya pengantar paket mami" Jawab ana, ana pun segera menuju kamarnya untuk membuka paket tersebut.
*Dikamar ana.
*Siapa yang mengirim paket, tidak biasanya dan disini juga tidak ada nama pengirimnya**
Ana pun membuka amplop tersebut dan terkejut ternyata isinya foto-foto suaminya dan Elina tanpa b*sana.
"Rama dan Elina, ini apalagi Rama" Ucap ana dengan diri sendiri yang sudah mulai meneteskan air matanya.
*Aku tidak boleh menangis, aku yakin ini hanya cara seseorang untuk menghancurkan hubungan aku dan Rama dan aku tidak boleh menyikapinya dengan emosi, aku harus tanyakan pada Rama langsung ketika Rama sudah pulang kerja* Guman ana dalam hati.
Ana pun menyimpan semua foto-foto tersebut dilaci dekat tempat tidurnya.
Dikantor Rama.
"Bagas, aku pulang duluan ya kamu seleseikan kerjaanku yang ini ya, aku ada urusan penting" Ucap Rama dan bergegas untuk segera pulang.
Bagas pun hanya terdiam bingung melihat sikap bos nya hari ini.
Rama pun tiba dirumah.
"Kamu kok sudah pulang, mami mau pergi shopping sama teman-teman mami" Jawab mami pada Rama.
"Iya mam hati-hati ya, Rama sudah merindukan ana makanya Rama pulang" Jawab Rama dan langsung pergi meninggalkan maminya.
Dikamar Rama dan ana.
Rama pun sampe dikamarnya dengan berlari cepat dari bawah tadi.
"Sayang, kenapa kamu berlari terburu-buru seperti ini?" Tanya ana pada Rama.
"Sayang, apa ada yang mengantarkan paket pagi ini?" Tanya Rama dengan nafas yang belum teratur.
"Duduklah sayang, apa maksud kamu paket ini?" Tanya ana sambil menunjukkan amplop warna coklat pada Rama.
"Apakah, kamu sudah melihatnya sayang" Tanya Rama pada ana.
"Sudah sayang" Jawab ana singkat.
"Apa kamu marah padaku sayang?" Tanya Rama pada tahu.
"Awalnya aku marah sayang tapi setelah aku pikir-pikir buat apa aku marah, aku yakin foto-foto tersebut mempunyai alasan tersendiri dan aku juga percaya padamu sayang. maka jelaskanlah bagaimana foto ini berasal?" Ucap ana dengan nada lembut, agar suaminya juga lebih tenang.
Dalam setiap masalah, ana tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan apalagi mengingat kejadian dua bulan lalu ana sampe harus kehilangan janinnya karena salah paham pada suaminya sendiri.
"Ceritakan sayang, aku yakin kamu bisa menjelaskan semua ini padaku" Ucap ana dengan nada lembut sambil menggenggam tangan suaminya.
"Iya sayang, aku akan menjelaskan semuanya. tapi tolong ambilkan laptopmu sayang aku butuh itu" Ucap Rama sambil tersenyum pada istrinya, Rama tidak menyangka kalo istrinya bisa bersikap dewasa seperti ini disaat seperti ini.
Ana pun mengambilkan laptopnya dan memberikan pada Rama dan Rama langsung mengeluarkan flashdisk dari kantong jas nya untuk melihat rekaman cctv dikantor tadi.
Setelah melihat rekaman ana pun mengerti ternyata ini adalah perbuatan Elina.
"Sayang, yang penting aku sudah tahu semuanya" Ucap ana sambil memeluk suaminya, ana merasakan dari tadi suaminya mungkin sangat takut dirinya akan marah.
"Dasar serangga beracun, ternyata kamu belum menyerah juga untuk merebut Rama dariku" Ucap ana yang merasa kesal.
*Untung saja aku tadi berpikiran untuk mengambil rekaman dari cctv kantor, jadi semuanya sudah jelas dan istriku juga tidak akan salah paham padaku lagi* Guman Rama dalam hati.
Selamat siang para pembaca setia, intinya author bikin novel sesuai apa yang ada diotak author ya, maaf kalo ceritanya acak-acakan maaf kalo jadi males membacanya, author bikin cerita ini karena author emang hobby nulis, pokoknya terimakasih semuanya 🙏😘*