
Alena dan Bagas akhirnya sampai ke rumah baru mereka, setelah melewati perjalanan yang lumayan jauh dan seharian sangat lelah akhirnya Alena dan Bagas langsung masuk kedalam kamar baru mereka!!
Alena membaringkan tubuhnya diatas kasur bahkan masih memakai gaun pengantinnya.
Tiba-tiba Bagas, menindih Alena dengan tubuhnya, sekarang tubuh Bagas berada di atas Alena.
"Kamu, mau apa sayang?" tanya Alena malu.
Bagas hampir mencium bibir Alena, namun Alena memalingkan wajahnya.
"kenapa? aku mau melakukan tugasku sebagai suami barumu sayang!!" jawab Bagas dengan senyum yang begitu manis.
Alena mendorong tubuh Bagas.
"Kenapa? apa kamu menolak suamimu dengan cara halus?" tanya Bagas kesal.
Namun Alena malah tersenyum.
"Mandilah dulu, baru lakukan tugasmu sebagai suami!!" pinta Alena dengan lembut.
Bagas langsung bersemangat untuk menuju ke kamar mandi, sedangkan Alena bangun dari tidurnya dan kini Alena sibuk membuka gaun pengantinnya.
setelah selesai dengan gaun pengantinnya Alena langsung mengantinya bajunya dengan baju tidur, padahal Alena belum mandi namun rasanya sangat lelah sekali.
Alena membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur dan tanpa tersadar tertidur.
Setelah beberapa lama akhirnya Bagas keluar dari kamar mandi, Bagas yang melihat istrinya tertidur sebenarnya merasa kesal.
"Alena, kenapa kamu tidur disaat penting seperti ini!!" kesal Bagas dalam hati.
Bagas menghampiri Alena yang sedang tertidur, kali ini Bagas masih memakai handuk.
"Sayang, bangunlah jangan biarkan aku melewatkan malam pengantin kita!!" bisik Bagas ditelinga Alena.
Alena yang mendengar suara Bagas mulai membuka matanya.
Gini tangan Bagas sudah sibuk dengan gunung kembar Alena.
"Sayang pelan-pelan sakit" rintih Alena, yang merasakan remasan dibagian gunung kembarnya.
Bagas tersenyum jail pada Alena.
"Aku disengaja sayang agar kamu bangun" jawab Bagas semangat.
Alena bangun dari tidurnya, Bagas mengeluarkan tangannya dari gunung kembar Alena.
"Kamu mau kemana?" tanya Bagas, yang melihat Alena beranjak pergi dari tempat tidur.
"Aku mau mandi sebentar!!" pamit Alena.
Namun Bagas malah menarik Alena kedalam pelukannya.
"Nanti saja sayang, kita olahraga dulu!!" jawab Bagas, yang sudah bermain-main dengan leher Alena.
"Tuan Rian dan tuan Rama kira-kira apa yang mereka kasih padaku ya?" tanya Bagas dalam hati. namun Bagas enggan memikirkannya.
Kali ini Bagas sudah sibuk menjelajahi tubuh istrinya dengan penuh kenikmatan Bagas memberikan tanda merah disetiap bagian tubuh istrinya, Bagas mencium bibir Alena dengan kasar, Alena berusaha mengimbangi permainan suaminya.
Tangan Bagas mulai meraba-raba kebagian gunung kembar Alena.
Alena mulai mengeluarkan desahan demi desahan karena kuwalahan dengan permainan Bagas yang begitu lihai malam ini.
Bagas dan Alena malam ini sama-sama menikmati permainan mereka, desahan, erangan dari mulut mereka membuat mereka semakin bernafsu.
Bagas mulai membuka baju tidur istrinya dan membuang kesembarang tempat, kali ini tubuh Alena tanpa sehelai benang sedikitpun, Bagas langsung melepaskan handuknya dan langsung membuang kesembarang tempat.
"Alena, malam ini kamu milikku!!" ucap Bagas, yang kembali mencium bibir Alena kali ini dengan begitu lembut.
Alena tiba-tiba mengigit bibir Bagas pelan.
Bagas melepaskan ciumannya dari bibir Alena.
"Sayang, aku takut!! katanya kalau pertama kali kita melakukan itu akan terasa sakit?" ucap Alena dengan nada yang begitu menggemaskan.
Bagas memberhentikan aktivitasnya.
"Sayang, ini tidak akan sakit!! aku akan melakukannya dengan pelan dan lembut nanti!!" jawab Bagas sambil tersenyum.
Akhirnya Alena diam sedangkan Bagas kembali dengan aktivitasnya.
"Sayang, aku sudah tidak tahan" ucap Bagas, yang kini sudah membuka sl*kangan Alena dan langsung memasukkan anu nya ke bagian sensitif Alena.
Bagas agak kesulitan karena milik Alena masih sangat sempit.
"Tahan sayang!!!" jawab Bagas, yang akhirnya anu Bagas sudah masuk kebagian sensitif Alena. Bagas mendorong miliknya agar lebih masuk kedalam. akhirnya bercak darah suci malam ini menjadi bukti cinta mereka.
Bagas tumbang disamping Alena.
"Sayang, akhirnya aku berhasil menjebol gawang kamu dengan baik!! terimakasih sayang kamu sudah menjaga kesucianmu selama ini" ucap Bagas, sambil mencium kening istrinya.
Alena hanya tersenyum kali ini air matanya mengalir karena merasa bahagia.
Malam ini Alena tidur dipelukan suaminya yang begitu hangat!!!
Dirumah Rama.
Rama, Ana dan Rehan sudah sampai rumah dari tadi. ayu juga sudah diantar pulang kerumahnya.
Rehan langsung tidur sepulang dari acara pernikahan Bagas dan Alena.
Sedangkan Rama dan Ana, kini masih terjaga.
"Sayang kenapa belum tidur?" tanya Rama.
"Sayang aku mau tidur, tapi aku mau kamu elus-elus perut aku!! sepertinya anak kita tidak mau diam sayang di dalam sini" ucap Ana, sambil mengelus perutnya.
"Siapa tau jika kamu mengelus-elus perut aku anak kita akan tenang dan tidak menendang-nendang lagi sayang" ucap Ana lagi.
Rama tersenyum sambil mengecup bibir istrinya.
"Sayang!!" kesal Ana.
"Biar adil sayang, mama nya dikasih kecupan sama Papanya sekarang giliran anak kita dimanjain oleh papanya!!" jawab Rama.
Ana tersenyum pada suaminya.
Rama mulai mengelus-elus perut Ana dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Anak Papa, yang anteng ya nak kasian mama seharian sudah kecapean!!" ucap Rama, pada anak yang masih ada didalam perut Ana.
Ana bahagia sekali, biarpun Rama sibuk dengan pekerjaannya namun tetap tidak melupakan tugasnya sebagai suami. apalagi Rama yang memang sangat ingin punya anak.
Ana mulai memejamkan matanya, Rama terus mengelus perut Ana hingga tertidur.
Dirumah Rian.
Rian dan Via sedang dikamar.
"Sayang, aku pingin ketropak!!" rengek Via.
"Tapi sayang, ini sudah malam" jawab Rian.
Via tiba-tiba menangis, membuat Rian begitu bingung.
"Sayang jangan menangis, baiklah aku akan Carikan ketoprak malam ini juga buat kamu!!" jawab Rian, sambil menghapus air mata istrinya.
Biarpun hari ini sangat lelah, akhirnya Rian pergi keluar untuk mencari ketoprak buat istrinya.
Rian menelusuri jalanan sampai akhirnya satu jam kemudian Rian menemukan tukang ketoprak.
"Pak ketopraknya satu ya!!" ucap Rian.
"Baik pak, tunggu sebentar!!" jawab tukang ketoprak.
Setelah menunggu 15 menit akhirnya Rian mendapatkan ketoprak yang istrinya mau.
Rian langsung pulang menuju kerumahnya.
Sampailah dirumah.
Via sudah duduk diruang tengah, Rian menghampiri istrinya.
"Apa kamu dapat ketopraknya sayang?" tanya Via semangat.
"Dapat sayang!!" jawab Rian.
Rian menyiapkan ketoprak tersebut buat istrinya, akhirnya malam ini Via kesampaian makan ketoprak.
Rian hanya memperhatikan istrinya yang memakan ketopraknya dengan begitu lahap.
"Ternyata seperti ini rasanya akan menjadi seorang papa!! setelah berjuang setiap malam dan kini harus menuruti ngidam aneh-aneh, tapi tidak apa-apa kan memang aku yang kekeh ingin Via segera hamil!!" guman Rian yang merasa sangat bahagia.
Rian memang sudah ingin sekali punya anak, jadi Rian tidak akan masalah biarpun istrinya ngidamnya aneh-aneh.
Bersambung