
" Taruhan nya 500 juta ! Berapa lama dia akan bertahan di dalam sana ?" Para anak buah nya sibuk menulis berapa lama kira kira waktu yang di butuh kan Bruno untuk menghabisi nyawa mangsa nya itu.
" Mulai !"
" Akkk...jangan...ku mohon...ampun..." Alex tidak mengindahkan permintaan dan permohonan mangsa nya Bruno, Alex juga sedang menikmati rokok nya dan segelas jus yang di siapkan anak buah nya disana.
Dia terlihat sangat menikmati acara Tarung nya Bruno.
Cukup lama menurut nya hingga akhir nya Alex berdiri dan masuk ke dalam kandang Bruno.
" Kau lamban Bruno !" Alex masuk dan mengambil pedang tadi.
" Tuan..Ampuni saya, Ampuni saya..."
Cras...
Dug !
Kepala tadi terlepas dari badan nya dan menggelinding tepat di dekat kaki Bruno !.
" Kau lama ! "
Gggrrr....Grrr...Grrr...
Bruno hanya bisa menggeram kesal saat permainan nya di hentikan oleh Alex.
" Apa ? Kau mau menantang ku ? Iya ?" Tantang Alex disana.
Grrr...Grrr...
" Maju jika kau berani ?" Alex sudah membuka baju nya dan sudah bertelanjang dada.
" Cih ! Kau tidak berani ? " Tantang Alex lagi.
Dan Bruno malas berdebat dengan Tuan nya itu memilih pergi dari sana dan masuk kembali ke kandang nya untuk berendam di air kolam nya.
" Bubar !" Titah Alex dan para anak buah nya bubar disana.
Setelah mereka pergi, Alex kembali termenung dan meratapi kerinduan nya terhadap Sky.
Sedang apa anak nya sekarang ? Apa dia menangis ? Apa Sky tidak merindukan nya ?
Biasa nya kan Sky selalu tidur setelah di timang dan di gendong nya. Bercerita tentang mereka hingga dia lelah tertidur dalam pelukan hangat seorang Alexander.
Alex masih menimbang, Apakah dia harus mengirim pesan pada Risa ? Apakah Salah ?
Bolak balik Alex mengetik dan menghapus lagi dan begitu seterusnya.
Sementara di rumah besar sana, Risa juga tidak bisa tidur karena Sky terus menangis, entah lah Risa bingung.
" Sayang, Sky, Kenapa nak ? Sini Sayang sama Mama...Sayang nak sayang..." Ucap Risa mencoba menenang kan Sky.
Bahkan disana ada Maura dan Nanny nya Sky juga disana.
Alhasil Nanny nya memberanikan mengirim pesan pada Tuan nya karena Sky terus menangis dan tidak mau diam.
" Tuan, Baby Sky terus menangis. Nyonya juga ikut menangis menangani Baby Sky..." Isi pesan dari Nanny Wili pengasuh nya Baby Sky.
Sementara Alex yang masih Markas langsung kalang kabut menerima pesan dari Nanny nya Sky pun bergegas pergi menuju rumah Mereka!.
Cit...
Brak...
Alex membuka dan menutup pintu mobil nya dengan sangat keras dan berlari masuk kerumah dan mencari Risa dan Sky.
Langkah nya tertuju pada kamar mereka.
Brak..
Risa menatap suami nya yang masih mengatur nafas nya yang masih memburu.
Melihat Risa menangis Alex menjadi tidak tega. Dia langsung mengambil Sky dari gendongan Risa.
" Sudah..Jangan menangis, Aku tidak marah...sudah aku tidak marah..." Alex menggendong Sky dan juga memeluk nya Juga.
" Maaf, Maaf kan aku tidak bisa mengurus Sky, Maaf kan aku. Aku tidak berguna..." Tangis nya keluar juga.
" Kau bicara apa ? Aku tidak suka kau bicara seperti itu. "
" Tapi--"
" Tapi Sky, Dia menangis dan tidak mau diam..."
" Sudah, Ayo bawa dia ke kamar nya. atau mau tidur disini saja ?" Tanya Alex.
Risa masih bingung dan merasa canggung pada suami nya.
" Yasudah ! Aku akan membawa Sky ke kamar nya. " Alex hendak pergi membawa Sky ke kamar nya namun Risa mencegah nya dan menahan tangan Alex.
Alex berbalik dan melihat Risa. Boleh kah Alex bersorak girang ?
" Sudah, Ini sudah malam. Ayo. " Alex membawa Risa ke tempat tidur mereka dan meletakan Sky disana juga.
Ajaib memang, Sky langsung terdiam saat Alex menimang nya dan mulai bermain dengan nya.
Sementara Risa masih duduk di pinggir tempat tidur karena masih merasa canggung.
" Kesini saja. Nanti kau bisa jatuh..." Alex menarik lengan Risa untuk duduk lebih dalam ke tempat tidur.
" Kenapa ? " Tanya Alex saat melihat Risa masih merasa canggung pada nya.
Ya, Alex masih memaklumi nya. Memang sudah beberapa bulan mereka tidak bertegur sapa dan terlibat percakapan.
" Ti-tidak..." Ucap nya masih gugup.
" Sky sudah diam. Baik kalau begitu aku pergi. Istirahat lah. Ini sudah malam. " Saat Alex hendak bangkit Risa kembali menahan lengan nya .
" Tidur saja disini. Ba-bagaimana jika nanti Sky bangun dan menangis ? Lalu mencari Papa nya ?" Alex tersenyum disana, Dia mengelus pipi Istri nya itu lalu mencium kening Risa.
Risa menutup mata nya dan kembali merasakan kehangatan kembali di sisi nya.
" Aku merindukan mu, Merindukan senyum indah mu, Merindukan kemanjaan mu, Merindukan Setiap aku di pulang dan kau berdiri di depan pintu menyambut ku dengan senyuman. " Risa masih diam disana.
" Boleh kah aku mendapatkan itu kembali ? " Tanya Alex dengan lembut.
Risa masih menatap suami nya.
" Demi Tuhan, Aku tidak pernah mengkhianati mu. Aku hanya tidak ingin kau tersakiti dan terluka, Tapi aku salah. Kau bahkan terluka sangat dalam. Maafkan aku..." Ucap Alex dengan sangat tulus.
" Lalu bagaimana dengan Anak itu ? Wanita itu dan keluarga nya ?" Tanya Risa memberanikan diri.
" Aku tidak perduli, Itu urusan mereka untuk mengurus nya. Yang pasti aku tidak ingin nama ku di pakai anak nya. Bukan aku bersikap kejam, Tapi Aku tidak ingin orang beranggapan aku Pria brengsek yang mendua dan memiliki anak di luar dari pernikahan ku dengan mu. Aku hanya ingin anak anak ku terlahir dari rahim mu saja. Tidak dengan wanita lain. Trust me !"
" Tapi keadaan nya ??" Tanya Risa lagi.
" Plis ! Ku mohon. Aku hanya ingin hidup dengan bahagia bersama kau dan anak anak ku itu saja.!" Pinta Alex dengan jelas.
" Baik. Ajak aku bertemu dengan nya dan biarkan aku yang menjelaskan pada nya. Bahwa aku tidak ingin nama belakang suami ku di pakai orang lain. Bukan aku yang berhak ! Tapi aku tidak ingin anak anak ku merasa Ayah mereka buruk di mata Dunia ! " Alex tertegun disana.
Risa nya sudah semakin dewasa dan mengerti keadaan nya.
" Pulihkan dulu diri mu dan siapkan mental mu untuk bertemu dengan nyam Dan urus Sky dengan benar. Baru aku akan membawa mu bertemu dengan nya. !" Risa mengangguk.
" Sudah. Ini sudah malam. Sky juga sudah tidur. Ayo tidur. !" Ajak Alex.
Risa masih diam.
" Aku tidak akan pergi. Aku akan disini jika kau menginginkan aku disini." Akhir nya Risa mau menurut dan dia ikut tidur dan berbaring di dekat suami nya.
Kini mereka sudah berada di tempat tidur.
" Sebentar. Aku akan menyusun Bantal guling ini untuk melindungi Sky. " Risa mengangguk.
" Sudah. Tidur dan pejam kan mata mu. Aku akan disini dan memeluk mu. " Ucap Alex lagi.
Risa merasa hati nya kembali menghangat dan kembali merasakan cinta dari suami nya lagi.
" Bagaimana Jika kita program anak perempuan setelah Sky besar ? Kau tidak berpikir untuk hanya memiliki Sky saja kan ?" Tanya Alex sambil mengelus perut Risa.
" Sky masih kecil. Kenapa sudah bicara tentang Program kehamilan lagi ?" Tanya Risa.
" Aku tidak ingin Sky seperti ku. Menjadi anak tunggal dan tidak memiliki teman. Aku ingin Sky hidup selayak nya anak pada umum nya. bermain dan belajar. Aku tidak ingin memaksa kan Sky untuk menjadi seperti ku atau pun mengikuti pola hidup ku dulu. Aku tidak ingin masa masa perkembangan nya hilang. !" Jelas Alex.
" Maka temani aku membesarkan dan menjaga Sky. Jangan pernah lagi menyakiti hati ku. Sakit sekali hati ku saat mendengar penuturan ibu itu waktu di Mall sebelum kejadian itu. A-akuu..."
" Ssttt....Sudah jangan mengingat nya lagi. Aku minta maaf untuk semua nya itu. Aku berjanji untuk selalu bersama mu. !"
" Sudah tidur. ini sudah malam. !" Ucap Alex lagi.
...❤️❤️❤️...