Belenggu Cinta Sang Penguasa

Belenggu Cinta Sang Penguasa
Meminta


" Sayang..." Panggil Risa dengan lembut.


Kini dia juga ikut menyusul Alex yang berada di taman.


Risa juga sama menggunakan kursi roda sama seperti suami nya saat ini, Risa belum tau apa yang terjadi sebenar nya pada sang suami.


" Sayang..." Panggil Risa lagi dengan lirih.


Dia hendak menyentuh lengan suami nya, Tapi Alex tidak merespon sedikit pun.


Risa masih berusaha sampai rasa nya pinggang nya nyeri.


" Auhhh...." Desis nya pelan.


Hal itu mampu membuat arah pandangan Alex tertuju pada nya.


Tapi bukan nya mendapatkan tatapan cinta, Alex malah memberi nya tatapan datar.


" Jangan pernah menyakiti atau membuat diri mu susah dan terluka ! Aku pria cacat, Aku bukan lagi pria yang kuat untuk melindungi mu ! "


" Sayang...Kenapa ?? Aku salah apa ?" Tanya Risa dengan lirih.


Hal itu membuat Alex memejamkan mata nya, Dia merasakan juga rasa sakit nya saat melihat dan mendengar rintihan dari istri nya.


" Kau tidak salah ! Aku yang salah. Pergi lah. kau harus sehat untuk diri mu sendiri. "..


" Lalu kamu ???" Tanya Risa dengan lembut pada suami nya.


" Aku tidak butuh rasa kasihan mu !"


Deg !


" Ra-rasa kasihan apa ? Aku tidak kasihan sama ka--"


" Pergi Risa ! Biarkan aku sendiri. "


" Baik ! Aku akan pergi. Kamu menginginkan aku pergi bukan ? Baik lah aku akan pergi. aku akan membebaskan Tom ! Dia tidak bersalah. "


" Jangan pernah berani menentang ku ! kau tau aku tidak suka itu. " Ucap Alex dengan dingin lagi.


Hal itu membuat Risa sakit hati saat ini.


Alex nya berubah.


" Terserah. " Risa pergi meninggalkan Alex disana.


Namun tiba tiba kursi roda nya macet, Dia terjungkal dari kursi roda nya saat mencoba melajukan kursi roda nya.


Brugh...


Alex langsung menoleh ke arah istri nya yang terjatuh dan kini memegang perut nya.


" Risa..." Sekuat tenaga Alex bangkit dari kursi roda nya.


Dia berusaha kerasa untuk membantu istri nya.


Dengan kekuatan sebelah kaki nya saja. Hal itu benar benar membuat seluruh tubuh nya merasakan nyeri yang teramat sangat.


Tapi dia tidak perduli, karena saat ini istri nya lah yang lebih penting.


" Aku bisa sendiri. Aku tidak butuh rasa kasihan orang lain. "


" Apa maksud mu orang lain ?" Tanya Alex tak terima.


Risa semakin menepis tangan Alex yang berusaha untuk membantu nya.


" Jangan keras kepala Risa ! Kau terjatuh, !" Geram Alex melihat sikap Risa saat ini.


" Pergi ! Aku bisa sendiri mengurus diri ku ! Bukan kan kamu bilang aku harus bisa menjaga diri ku sendiri ? Ya aku akan melakukan nya sendiri ! Maaf merepotkan kamu. " Betapa sakit nya hati Risa mengatakan hal itu.


Alex juga sama sakit nya, Kenapa dia setidak berguna seperti ini ?


Dia ingin membantu istri nya saat ini, Berdiri dengan sebelah kaki yang berfungsi itu buat perkara hal mudah, Tapi Risa menolak nya.


" Ayo aku bantu..." Ucap Alex lagi berusaha menggapai istri nya, Namun lagi lagi Risa menolak nya.


" Tidak perlu Tuan Alex ! Saya bisa sendiri. "


" Tarisa !!!" Bentak Alex marah.


Untuk pertama kali nya lagi, Alex membentak nya kembali. Rasa nya sakit sekali hati nya saat ini.


" Aku bisa sendiri, Maaf telah merepotkan Anda Tuan..." Risa sengaja kembali memanggil Alex Tuan karena merasa sakit hati atas sikap Alex pada nya.


" Tarisa , Kau terluka, lutut mu terluka, jangan membangkang. " Teriak Alex saat Risa pergi dnegan kursi roda nya.


" Tarisa !!! Aku bilang jangan pergi..." Risa tetap melakukan nya.


Sakit hati nya di bentak seperti itu oleh Alex. Sakit sekali hati nya.


Dia saat dia rindu, Alex malah bersikap seperti itu pada nya...


" Tarisa !!! Aku bilang berhenti. "


" Tarisa Sania Son !!!" Teriak Alex lagi.


...🥀🥀🥀...


Sejak kejadian dirumah sakit waktu itu, hubungan Alex dan Risa semakin memburuk.


Bahkan saat ini, Mereka di rumah baru mereka pun hubungan kedua nya tidak baik baik saja.


" Kenapa kau menghindari ku ?" Tanya Alex mencekal pergelangan tangan Risa saat dia sudah meletakan pakaian suami nya.


Kini keadaan Alex belum menunjukan perubahan yang signifikan.


Risa tidak menjawab nya, Dia malas bicara dengan suami nya saat ini.


Dia malah terus membantu suami nya memakai kemeja nya, Tanpa mau menatap suami nya sedikit pun.


" Jawab aku jika aku sedang bicara. " Ucap Alex lagi saat Risa tetap diam tanpa mau menjawab nya.


Alex yang sudah kesal pun langsung mengangkat Risa dan mendudukan nya di pangkuan nya.


Tanpa ab aba, Alex langsung mencium dan Melummat bibir yang sangat di rindukan nya itu.


Alex benar benar merindukan kekasih hati nya, Istri manja nya, Kelinci putih nya.


" Kenapa mendiamkan ku ? Tidak ingin menatap ku, Tidak perduli pada ku, Tidur menjauhi ku ?" Tanya Alex beruntun.


Risa hanya diam dan menatap wajah suami nya saat ini.


" A-aku rindu..." Ucap Alex sedikit terbata, Dia benar benar merindukan istri nya.


Bahkan kini dia menyembunyikan wajah nya di bagian dada Risa, Menghirup dalam aroma Risa dalam dalam .


Alex juga mengelus perut Risa, dimana disana ada anak mereka yang sedang tumbuh saat ini.


" Bukan kah anda tidak membutuhkan bantuan saya lagi ?" Alex langsung menarik kepala nya dari dada Risa.


Dia menatap wajah cantik nan sendu itu dengan tatapan berat nya.


" Kenapa kau memanggil ku seperti itu ?" Tanya Alex mulai kesal...


Anda dan Saya ? Alex benci kata itu.


" Bukan kah ---"


" Panggil aku seperti biasa nya. " Risa tetap diam.


" Kenapa diam saja ?" Tanya Alex mula kesal saat ini.


" Maaf, Saya tidak mengenal anda, Dan kenapa anda mencium saya ? Bagaimana jika suami saya tau ?? Saya hanya membantu anda saat ini. Karena saya pelayan anda. "


" Apa maksud mu pelayan ? Aku tidak pernah menganggap mu begitu. "..


" Maaf saya harus pergi. " Risa hendak bangkit dari pangkuan Alex namun Alex kembali menahan nya.


" Jangan pergi, Aku benar benar merindukan mu, Jangan acuhkan aku lagi. " Ucap Alex dengan sendu nya.


Risa menghela nafas nya dengan lembut, Ternyata berhasil membuat Alex sadar setelah sekian hari nya.


Risa datang kembali dan berjongkok di hadapan suami nya saat ini.


Dia menggenggam erat tangan suami nya, Lalu di kecup nya dnegan sayang dan penuh rasa lembut nya.


" Disini, Hati ku merasakan sakit nya saat kembali di bentak, Di acuhkan, bahkan tida di lihat oleh suami ku sendiri. " Risa membawa tangan besar Alex ke dada nya...Alex menatap wajah sendu istri nya saat ini.


Betapa sakit nya juga hati nya melihat wajah sendu itu.



" Tunggu dulu, Sejak kapan kau berani membuat warna rambut seperti ini ?" Tanya Alex mulai cemburu nya.


Dia baru menyadari bahwa rambut istri nya tidak hitam lagi, Rambut Risa mulai berwana, dan Alex menyukai nya.


Risa semain cantik setiap hari nya.


Dan kenapa Alex baru menyadari nya saat ini ? Bahwa istri nya semakin cantik ??


" Sejak suami ku mengacuhkan ku ! Aku ingin membuat nya kembali melihat ku. "


" Ck, Kau mulai berani ya..." Ucap Alex lagi dan hak itu membuat Risa tersenyum bahagia


Alex nya kembali lagi.


" Sudah, Aku ingin membuat sarapan untuk suami ku."


" Hey ! Jangan berani turun dengan baju seperti itu. Akan ku potong kaki mu jika berani turun ke bawah dengan gaun seksi itu. " Tarisa tida perduli.


Dia terus saja bahkan kini dengan sengaja menurun sebelah tali gaun nya.


" Tarisa !!! Hey kau, jangan berani turun dnegan baju itu, Tarisa....!!!!" Entah dorongan dari mana, Alex mendapatkan kekuatan hingga dia bisa berdiri dan mencegah Risa.


" Aaahhhkkk !!!" Teriak Risa saat tubuh nya melayang.


...❤️❤️❤️...