Belenggu Cinta Sang Penguasa

Belenggu Cinta Sang Penguasa
Mulai Menunjukan


" Apa?" Tantang Alex saat melihat pandangan memuja dari beberapa gadis belia yang menatap ke arah nya dengan tatapan lapar.


" Eh ? Maksud kita gak gitu kok Om --"


" Pergi ! Jangan lupa berkaca !" Ucapan pedas dari Alex langsung membungkam para siswi siswi yang sedang mejeng di mall itu.


Hal itu membuat Risa geleng geleng kepala, Suami nya memang luar biasa.


" Sudah cepat belanja mu, aku bosan berada di luar sini. mata mereka seakan minta di congkel, mana ada sekolah pakaian nya begitu, Atau jangan jangan mereka pesanan. "


" Hus...Mulut kamu ihh..."


" Apa ? Memang benar, muka mereka saja atas putih leher hitam, seperti belahan bumi saja, siang dan malam. "


Deg !


Risa semakin heran dengan sikap suami nya saat ini.


Kenapa mulut suami nya semakin lemes saja ?


" Sudah ayo bayar. " Risa langsung menarik lengan suami nya agar mengikuti nya membayar ke kasir.


Dan saat sampai di kasir pun, Semua orang kembali melirik ke arah mereka, terlebih pada pria yang sangat kontras di antara wanita wanita yang begitu sangat mencolok dengan kadar ketampanan di atas rata rata rakyat gatal di Negara ini.


" Huh, Mereka benar benar bosan hidup. " Risa kembali melihat ke arah suami nya yang terus saja mengomel sepanjang kencan ala rakyat jelata mereka.


Mana ada kencan rakyat jelata dengan pakaian mereka saat ini, Dan lagi, Risa melakukan pembayaran dengan kartu sakti berwarna hitam yang membuat mata semua orang menatap kagum.


American Express adalah kartu idaman hampir semua orang di Dunia ini.


Terutama kaum wanita wanita penggila Fashion.


" Sudah, Ayo aku sudah selesai. " Alex tetap cemberut.


Terlebih belanjaan Risa saat ini membuat nya kesal, Jika tadi mereka naik mobil tidak perlu serepot ini bukan ?


Lihat sekarang ? Kulit wajah istri nya sudah memerah karena cuaca disini, di tambah polusi yang sangat luar biasa nya.


Hal itu semakin membuat kepala Alex ingin meledak.


" Sudah, Aku baik baik saja sayang, Aku bahagia bersama mu. "


" Terserah kau saja ! Kau menyusahkan diri mu sendiri. " Jawab Alex yang masih terus mengendarai sepeda motor trail itu.


Risa tidak menjawab lagi., Tapi sebagai ganti nya dia semakin erat memeluk pinggang kokoh milik sang penguasa itu.


" Huh, Kau pintar sekali mencari kelemahan ku !" Gerutu Alex lagi.


Tapi apa perduli Risa ? Dia tetap melakukan itu karena dia mencintai suami nya.


Jadi apa masalah nya ?


...🍃🍃🍃...


Meninggalkan Kencan Alex dan Risa yang mereka bilang ala rakyat jelata walau tidak ada kesan rakyat jelata nya sedikit pun, Biar lah.


Itu hak mereka.


Tapi saat ini, Di London Sana, Kota kekuasaan sang Penguasa, rumah dan seluruh aset aset nya tengah di periksa oleh Negara, karena ada tuduhan penggelapan dana pajak harta yang di miliki sang penguasa.


Dan di tambah lagi, Rumah pribadi Alex tengah berusaha di retas CCTV nya, Dan beruntung Markus cepat tanggap saat menerima alarm peringatan tentang masuk nya data virus yang menyerang beberapa sistem keamanan Rumah sang Penguasa dan perusahaan.


" Apa aku harus menghubungi Tuan Alex ? Bahwa disini sedang genting ?" Gumam Markus merasa bingung.


Terlebih lagi, Sih bajingan Mario belum menunjukan batang hidung nya.


Bahkan informasi yang di terima nya bahwa Mafia Spanyol itu sudah sampai di London, Lalu dimana bajingan itu ?


Akhir nya Markus memberanikan diri untuk menghubungi Tuan nya, Dan apa yang di dapat kan nya ?


Alex murka, bukan dengan nya, Tapi dengan orang yang berani mengusik daerah nya.


" Aku akan terbang malam ini juga, Kau siapkan saja semua nya. Dan soal bajingan Spanyol itu aku akan mengubur nya hidup hidup dengan tangan ku sendiri. "


Tut !


Alex mematikan sambungan telepon dari Markus.


Hari ini, Tom sudah sampai membawa Maura dan Lisa, Jadi dia bisa menugas kan nya disini bersama Sang istri dan keluarga nya.


Lagi Pula, Ada Joe juga bukan ?


" Pergi lah dengan hati dan perasaan tenang, Jika kau gegebah, maka kau akan terluka parah, Pria itu sangat berbahaya, dia bukan hanya mengincar Tuan Lucas, Tapi dia mengincar semua kekuasaan mu saat ini. Fokus dan tenang kan diri mu agar bisa berpikir dengan jernih. " Apex tersentak saat melihat siapa yang bicara saat ini.


" Aku harus kembali ke Kota ku, Disana sedang tidak baik baik saja, Apa aku bisa menitipkan Istri ku pada mu ?" Wanita bernama Winarsih itu hanya tersenyum pada Alex.


" Jika kau tidak yakin jangan ! Yakin kan dulu hati mu, Dan buang semua rasa curiga mu pada setiap orang di sekitar mu, Walau aku tau beban mental yang kau dapatkan sejak kecil sangat sulit untuk di lupakan. Berdamai lah dengan masa lalu mu, Walau bencana itu akan datang suatu hati nanti. Aku permisi. " Alex diam mematung mendengar setiap kata yang keluar dari mulut wanita bernama Winarsih itu.


Entah lah, Rasa nya sangat berat meninggalkan Risa disini, Terlebih saat saat kehamilan muda yang di jalani sang istri.


Tapi disana membutuh kan nya.


Alex langsung menuju kamar nya untuk bersiap pergi ke London, Dia harus cepat menyelesaikan ini semua.


Tapi dia tidak akan memberi tahu kan Risa apa yang terjadi sebenar nya.


Tidak akan !


" Apa kamu yakin ? Semua baik baik saja ? Atau ada yang kamu sembunyikan ?" Tanya Risa menyelidik.


Entah lah, Perasaan bumil itu semakin tajam saja setiap hari nya.


" Terserah kau mau percaya atau tidak ! aku akan segera kembali. Percaya pada ku ! Itu yang harus kau lakukan. " Akhir nya Risa mengangguk.


Dia melepas kepergian suami nya malam ini hingga di depan pintu rumah baru mereka.


" Hati hati sayang..." Risa terus melambaikan tangan nya sampai mobil suami nya hilang dari pandangan nya.


Malam itu juga Alex langsung terbang ke London, Menempuh perjalanan udara selama 16 jam, Alex sudah sampai di London dan masuk ke dalam perusahaan saat jam makan siang.


" Dimana bajingan itu ? Apa dia belum menampakan batang hidung nya ?" Markus menggeleng.


Alex langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi Manusia paling menyebalkan setelah Steve sih dokter cabul.


" Aku tunggu kau di perusahaan dalam waktu 25 menit, Jika kau terlambat satu detik saja, Ucapkan selamat tinggal dengan kehidupan mu saat ini. "


Tut !


Alex langsung mematikan sambungan telepon nya sebelum sih pria menjawab nya.


" Sial ! Dia sudah kembali !" Mario adalah Pria itu.


" Babe, Kenapa berhenti, Aku belum selesai. " Rengek wanita itu saat Mario langsung mencabut Basoka nya dari lubang kenikmatan itu. Bahkan kini Mario melepas sarung senjata nya dan membuang nya begitu saja.


" Selesai tidak selesai, Itu bukan masalah bagiku, Karena saat ini ada masalah yang lebih besar lagi. "


Sebelum pergi, Mario melempar kan setumpuk uang dollar dari dalam dompet nya pada Wanita bayaran nya.


Seorang model terkenal dari Victoria Secret.


Melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh, Mario harus sampai di perusahaan sang penguasa pada tepat waktu yang telah di tentukan nya.


Ceklek..


Pyar...


Mario langsung mengelak saat sambutan sebuah Vas bunga yang hampir menghantam nya.


Untung dia segera berlindung.


" Sial ! Aura nya sangat menyeramkan. " Gerutu Mario saat melihat aura gelap di sekitar ruangan ini.



" Kau benar benar ingin ku kubur hidup hidup rupa nya. " Sindir Alex menatap tajam pada Mario.


Lalu Mario melihat ke arah sang tangan kanan kepercayaan Penguasa itu, Mr, A.


" Matilah kau Mario " Senyuman Markus seakan mencibir Pria yang saat ini mengenakan celana Jeans dan jaket demin berwarna coklat terang.



Sementara yang di tatap hanya bisa melengos saja melihat tangan kanan Alex itu.


Markus sangat berbahaya jika dia sudah kesetanan dan Mario tau itu.


Strategi bertarung nya tidak di ragukan lagi.


" Ck, Mengadu saja kau !" Cibir Mario menatap Markus.



" Naikan dulu Sleting mu dan bersihkan diri mu, Menjijikan kau !" Mario hanya bisa pasrah saja saat sang penguasa sudah memberi titah, Maka itu adalah mutlak !.


...❤️❤️❤️...