
Alex hanya bisa menghela nafas nya saja saat melihat bagaimana lebay nya sang istri saat ini.
Dimana wanita yang semakin tua semakin cantik dan seksi itu terus menangis saat berada di kamar anak nya.
Ya, Alex meminta dengan khusus untuk menyatukan kamar Rain dan Cloud, Karena mereka berdua tidak pernah terpisah sedikit pun, Tapi apa yang di dapat nya ?
Sehebat apapun dia, Tidak akan bisa merubah peraturan sekolah.
Karena memang sudah peraturan mutlak, Dimana Asrama Putri dan asrama Putra memang sudah di bedakan sejak sekolah ini berdiri.
Dengan paksa Alex menuruti nya, Dia tidak akan merusak nama baik asrama terbaik di Negara itu, Bahkan Duni juga mengakui kredibilitas Asrama ini.
" Ingat, Jangan nakal, Jangan lupa minum vitamin nya, Jangan lupa--"
" Astaga Tarisa ! Anak mu mau sekolah asrama, Bukan akan berperang di jalur Gaza ! Jadi berhenti bersikap seolah aku menelantar kan anak anak!" Alex mulai jengah dengan tingkah Risa.
Bisa bisa nya Risa bersikap seperti itu di saat seperti ini.
Menyebalkan sekali wanita itu, Tapi sayang nya Alex sangat mencintai nya pula.
" Permisi, Waktu berkunjung sudah habis. Biarkan para siswa memulai penyesuaian diri nya, Setelah ini kami akan membawa mereka ke aula karena mulai hari ini juga mereka mulai bergabung. " Sang pengawas datang.
Risa kaget, Anak anak nya mulai sekolah ???
Terpaksa Alex dan Risa serta Jupiter meninggal kan anak kembar itu untuk memulai hari baru nya di sekolah ini.
Rain di bawa ke Asrama Putri dan Cloud akan di bawa ke Asrama Putra.
Siapa yang paling sedih selain Tarisa ? Jawaban nya adalah Jupiter.
Dia menangis di dalam mobil dan hal itu membuat Alex semakin pusing.
Belum selesai Risa, Kini anak bungsu nya juga mulai menangis bahkan seperti orang yang sudah kehilangan barang berharga nya.
" Sudah lah Son, Apa yang kau tangiskan ?? Kakak mu sekolah bukan --"
" Anak anak ku memang sekolah ! Siapa yang bilang berperang ?? Kamu selalu bilang begitu, Apa kamu tau bagaimana rasa nya mengandung dan melahir kan ?" Oh Tarisa...
Kau salah dan tidka tepat waktu saat ini jika untuk mengajak debat seorang Alexander di saat seperti ini.
" Apa yang tidak ku rasakan ?? Coba katakan apa yang tidak ku rasakan ?? Apa perlu aku mengingat kan mu lagi ? Di 4 kehamilan mu siapa yang mengidam ? Siapa yang mengalami morning sicknes setiap hari nya ? Siapa yang selalu merasakan kram di perut nya ?? Apa perlu aku bicarakan semua nya saat ini ???"
Risa terdiam !
Dia lupa dan bingung bagaimana harus menjawab nya .
" Tapi aku---"
" Ya memang kau yang mengandung dan melahirkan anak anak ! Tapi aku yah merasakan semua nya ! Apa kau lupa ?? Saat Jupiter lahir dengan Normal ?? Aku yang merasakan kontraksi nya ! aku juga yang berkeringat seperti orang yang melahirkan ! Apa kau lupa itu ??" Risa hanya bisa cemberut saja.
Memang benar apa yang di katakan suami nya itu, Bahwa Risa hanya tau hamil saja, Tidak tau bagaimana rasa nya Morning Sicknes yang berlebihan.
Dan Selebih nya semua Alex yang merasakan nya, Alex lah yang mengalami hal itu.
" Ck, Kenapa diam ? Kau baru sadar ?" Masih sama dan tidak ada jawaban lagi.
" Ke pantai saja ! Aku ingin berjemur. " Sang supir mengangguk dan mereka menuju ke Pantai karena Alex memang ingin berjemur di pantai menikmati sengatan matahari di kulit Tan eksotis nya yang sangat menggugah selera para kau hawa.
Alex mengabaikan Risa dan Jupiter yang mengikuti merkea dari belakang, Risa tidak menolak, mengikuti suami nya yang langsung membuka Kemeja nya dan hanya memakai celana kolor nya saja.
Alex mulai membakar kulit Tan nya yang banyak di hiasi oleh gambar gambar entah yang Risa tidak tau apa itu.
Tapi satu yang di sukai Risa, Tatto burung yang mengepakkan kedua sayap nya di punggung tangan sebelah kiri suami nya.
Risa sangat menyukai nya.
Cukup lama Alex berjemur, Risa menghampiri suami nya setelah menidurkan Jupiter di Kursi santai.
" Apa ?" Tanya Alex ketus saat melihat bayangan istri nya yang datang mendekat ke arah nya
" Yasudah ! Aku minta di antar supir ke Hotel saja ! Kamu menyebalkan !" Risa hendak kembali meninggalkan suami nya tapi kalah cepat dengan cekalan tangan Alex yang membuat Risa terhuyung ke depan dan menubruk tubuh kekar suami nya.
Mereka berbaring di pasir pantai, Dengan Risa yang bersandar nyaman di atas tubuh suami nya.
" Kau selalu nyaman saat aku memeluk mu bukan ??" Tanya Alex sambil terus mendekap tubuh mungil istri nya dan menciumi puncak kepala istri nya.
" Dimana pun kamu berada, Aku akan selalu nyaman jika itu bersama kamu. " Risa mengelus rahang tegas suami nya yang di penuhi bulu bulu lebat itu.
" Jangan merayu ku kau ! Nanti kau akan berakhir di--"
" Ehgem..." Kedua nya saling mengalihkan pandangan mereka.
Dan betapa terkejut nya mereka saat melihat kedua anak mereka dan pasangan mereka masing masing.
" Kau ---!!!!" Geram Alex menatap Sky yang menjadi kedua dari pemberontakan yang terjadi saat ini.
Bukan kah pesan tadi kata nya anak anak itu sedang kencan ? Lebih tepat nya dinner romantis ?
Lalu bagaimana bisa sampa disini ??
Apalagi Alex melihat bagaimana wajah menyebalkan Ketua Genk sekte anak anak Asia nya itu.
" Bukan Thunder Pa, Kakak yang membawa kami semua kesini menggunakan Pesawat Pribadi milik nya sendiri. " Thunder sudah paham dengan situasi saat ini.
Dimana Papa nya menatap tajam ke arah mereka, Lebih tepat nya pada Kakak nya.
Siapa lagi jika Bukan Sky Sang langit tertinggi nya.
" Apa ?? Sky hanya kasihan dengan Jupiter, Pasti dia kesepian, Tidak ada yang menamai saat Mama dan Papa nya sedang--" Sky sengaja menggantung ucapan nya dengan mempertemukan kedua tangan nya dan Alex tau kode itu.
Risa pun merasa malu, Dia menenggelamkan wajah nya di ceruk leher suami nya saat melihat tatapan kaget kedua calon menantu nya.
" Apa maksud mu Sky ??? Apa yang kau lakukan hah ???"
" Calm down Papa, Aku punya hadiah untuk Papa..." Alex sudah merasa tidak enak saat ini.
Pasti akan ada sesuatu yang akan terjadi, Dan ternyata benar !
Rahang Alex mengeras saat melihat asisten nya dan sekertaris nya di sana juga, Bergabung dengan anak anak nya.
" Kau !!!" Tunjuk Alex pada Markus yang menatap datar pada nya.
" Dari pada aku sakit pinggang karena harus pertarungan Berjam jam dengan nya, Lebih baik aku ikut saja. Jika tidak begini kapan lagi aku bisa liburan ? Bahkan janji mu dulu saja tidak kau tepati saat jatah libur seminggu ku ! Kau malah mengganti nya dengan Lamborgini, Kau pikir aku semiskin itu ??" Alisa kaget.
Daddy nya yang begitu patuh dan terkesan takut pada Tuan penguasa di depan nya saat ini.
" Berani sekali kau hah ???" Alex memindahkan Risa dan kini berhadapan langsung dengan Markus di hadapan nya.
Bukan nya takut, Markus malah semakin menantang Tuan Penguasa dan Calon besan nya itu.
" Maaf sebelum nya Alexander yang terhebat, Saat ini tidak dalam masa bekerja dan waktu nya adalah liburan jadi, Nikmati hari mu !" Markus menepuk bahu Alex dan memaki kacamata nya.
Dia menggandeng tangan Lisa menuju Resort yang sudah di pesan nya, Dia dan Lisa akan merencanakan sesuatu di dalam kamar nanti nya.
" Bukan Sky !!!" Sky juga langsung menarik lengan Mawar, Begitu juga dengan Thunder bersama Alisa.
" Sialan kau Markus Orlando !! Bajingan kau !"
" Kau lebih bajingan !!!"
" Markus !!!!" Teriak nya Lagi meluapkan kekesalan nya.
Dan hal itu membuat anak anak nya, Lebih tepat nya Sky tersenyum bangga karena telah berhasil membuat Papa nya kesal.
...❤️❤️❤️...