Belenggu Cinta Sang Penguasa

Belenggu Cinta Sang Penguasa
Pilihan


Alex masih melakukan perlawanan nya dengan 12 orang penjaga disana.


Sementara Joe dan Mario juga begitu , Mario menghadapi Diana sendirian, Dan Joe menghadapi 4 orang yang menghadang mereka.


Dan Saat Alex tengah menghadapi lawan nya yang hanya tinggal 2 lagi dia mendengar suara Markus.


" Tuan, Belakang anda ---"


Alex diam memaku dengan wajah Marah nya.


Kening nya sudah di todong sebuah Pistol keluaran terbatas.


Dan hanya orang orang seperti mereka saja yang memiliki nya.


Namun, Itu tidak berpengaruh buruh pada nya.


Dia tetap Diam untuk membaca situasi saat ini.


" Aku akan datang Tuan..."


Krak !..


Earphone yang di telinga Alex di copot paksa oleh Juan atau Roy Martin.


" Hebat sekali sang penguasa ini, Bisa masuk kesini tanpa terlihat, Apa anda juga memiliki ilmu menghilang ?" Alex hanya bersikap diam saja..


Saat bukan hanya satu pistol saja yang berada di kepala nya saat ini.


Tapi senjata Laras panjang juga tengah berada di balik kepala nya.


" Woho...Jangan Marah Tuan, Aku akan memberi mu penawaran, Bagaimana jika tubuh indah mu ini di nikmati beberapa rekan ku disini ? Pasti akan sangat luar biasa sekali mereka bisa melihat tubuh seorang penguasa seperti ini. " Rahang Alex mengeras sempurna .


Ini lah kekejaman seorang Roy Martin.


Dia tidak menyakiti secara fisik, Tapi secara mental.


Dia ingin membuat lawan nya menjadi cacat mental saat menjadi target nya.


Cuih....


Dengan berani Alex meludahi wajah menjijikan Roy Martin.


" Bajingan !"


Bugh ..


Roy memukul wajah Alex dengan kekuatan nya.


Alex tumbang dan terjatuh.


Rahang nya terluka, Mungkin saja bisa bergeser karena pukulan yang di terima nya tadi.


Tapi itu tidak akan membuat diri nya kalah begitu saja.


Alex bangkit dan dengan sigap menendang Pria yang menodongkan senjata Laras panjang tdi pada nya.


Lalu di ambil nya senjata Laras panjang itu dan di arah kan nya pada kepala Roy Martin.


Tidak ada rasa takut sedikit pun di wajah Roy Martin saat ini.


Kedua nya sama sama terdiam dan saling menatap penuh dendam.


" Apa Maslaah mu hingga kau berani mengusik ku !" Tanya Alex dingin.


Roy Martin hanya bisa tersenyum saja dengan itu semua.


" Pertama , aku ingin anak angkat mu ! Yang kemungkinan besar dia adalah anak ku !"


" Dalam mimpi mu ! kenapa kau yakin sekali jika anak ku adalah anak mu ?"


" Karena mata nya adalah milik mendiang---"


" Wanita yang kau bantai habis keluarga nya ?" Tebak Alex.


Dor !..


" **** !" Umpat Alex kesal saat Kaki nya di tembak seseorang.


Peluru tadi sudah bersarang di kaki nya, Kelemahan Alex di manfaat kan mereka semua untuk melumpuhkan pergerakan seorang Alexander .


Dan itu berhasil !.


" Bawa dia. " Ucap Roy Martin.


Dia meminta nak buah nya untuk membawa Alex kemana.


Dan saay sampai disana, Mereka mengikat Kaki dan tangan Alex.


Ini kamar ? Kamar apa ini ? Alat alat itu ?


" Sial !" Umpat Alex dalam hati saat menyadari ruangan apa ini.


Dsn dugaan nya benar saja, Tak lama masuk beberapa wanita yang hanya mengenakan Setelan bikini dengan kulit putih mulus nya.


Ada yang aneh disini, Kenapa semua berwajah Asia ? Rambut hitam yang cukup indah menurut Alex.


Tapi kenapa semua nya wanita Asia ?


Alex melihat jijik saat melihat beberapa wanita itu mulai menari dengan liar disana, Bahkan salah satu dari mereka sudah naked.


Menungging dengan melakukan pekerjaan hina nya.


Menjilati apa yang seharus nya tidak di lakukan oleh mereka .


Alex memalingkan wajah nya saat salah satu wanita lain nya mulai memasukan senjata milik Roy Martin ke dalam diri nya.


Suara suara hina itu terdengar di telinga Alex sampai layar monitor terpampang beberapa foto yang membuat Emosi Alex meledak ledak.


" Sialan !!! Bajingan kau !!!" Umpat Alex marah.


Saat foto foto istri nya terpampang disana, Walau tidak menunjukan lekuk tubuh nya, Karena Risa selalu berpakaian tertutup jika keluar dari Kamar mereka.


Tapi itu cukup membakar diri Alex .


Apalagi ini ? Para Wanita itu mendekat ke arah nya.


Alex tau itu, Dengan nakal mereka mulai meraba tubuh Alex.


" Menjauh dari ku !!! Sialan !!! Berani nya kalian !"


Alex berhasil menghantam kan kepala nya ke kening wanita yang hendak mencium bibir nya.


Cuih ...


" Berani nya kau menyentuh ku dengan tubuh kotor mu itu sialan ???!!!!' Marah Alex lagi.


Dan apa itu ?


Pendengaran nya tidak salah bukan ???


Dia belum tuli ! Mendengar itu dia semakin emosi.


" Aaahhh ..Yes ..Risa...Ouuhhh...**** !!! Aaahh...Kau panas sekali...." Alex menggeram marah saat ini.


Ingin sekali dia merobek mulut itu, Dan mencincang seluruh tubuh pria bertato itu.


Demi tuhan Alex tidak rela jika nama istri nya di sebut orang lain, Dan pria ini malah menjadikan istri nya sebagai objek fantasi liar nya ???


Alex tidak terima itu.


Dia memberontak dan menggerakkan seluruh tubuh nya agar bisa terlepas dari ikatan tali yang terbuat dari kulit itu.


Ini sangat kuat ! Dia tida bisa lolos begitu saja dari sana.


Tapi Emosi nya semakin menjadi jadi saat kembali mendengar racauan menjijikan itu.


Alex benar benar marah !!!


" Bajingan !!! Jangan sebut nama istri ku bajingan !!! Aku akan membunuh mu !!!" Teriak Alex lagi.


Emosi nya sudah mencapai puncak nya.


Dia bersumpah atas nama Tuhan, Bahwa dia tida akan rela dan membiarkan pria menjijikan itu hidup di muka bumi ini.


Persetan dengan janji nya pada Joe, dia akan menghabisi sendiri bajingan itu karena telah berani membayangkan istri nya.


" Aaahhh...Tarisa...Ohh...Faster...Yeahhh...Oh ..So...hot ...aahhh...Faster...yes...Faster Risa..."


" Hentikan itu Bajingan !!!" Teriak Alex marah dalam ikatan nya.


Dia akan menghabisi pria itu ! Dia benar benar akan menghabisi nya.


Sementara di sana, Risa masih berjuang dengan para penjaga nya.


Mobil yang di kendarai nya tetap di ikuti oleh orang orang suruhan entah siapa.


Tom yang menjadi supir berusaha keras untuk menyelamatkan nyawa istri dan anak anak dari Bos nya.


Dia tidak akan membiarkan itu semua.


" Nyonya, Anda bisa menyetir bukan ?" Tanya Tom saat itu.


" Ya aku bisa, Ada apa Tom ?" Tanya Risa panik.


Cit...


Tom memberhentikan mobil nya lalu keluar dari sana, dan membuka pintu samping nya.


" Pindah kebelakang Bi, Cepat, Nyonya, Anda berpindah ke kursi kemudi. "


" Tapi untuk Apa Tom ?"


" Tolong Risa !!! Cepat masuk dan kemudikan mobil nya !!! " Bahkan tanpa sadar Tom membentak Risa.


Bahkan dengan Berani nya dia memanggil nama Risa tanpa sebutan Nyonya di depan nya.


Risa menurut apa yang di perintahkan Tom.


" Lajukan mobil nya !" Titah Tom lagi.


Dia terus berdoa semoga mereka semua selamat dan tidak ada yang terluka saat ini.


" Bi, Tolong lindungi anak anak ! Dan Maura, Lindungi Diri mu juga. " Maura mengangguk.


" Tambah kecepatan nya Nyonya ! " Risa menatap takut pada Tom.


" Kemudian saja mobil nya Risa !!! Jangan melihat mana pun kecuali fokus pada kemudi mu !!! Apa pun yang aku lakukan Jangan pernah melihat ke belakang !! Keselamatan kita tergantung pada mu !!!" Risa yang masih bingung pun hanya bisa diam saja.


" Fokus Risa Fokus ! "


Dor !!!


" Aaahhhkkk....." Teriak semua yang ada di dalam mobil itu.


" Jangan biarkan rasa takut mu datang Risa ! Kau istri seorang Alexander ! Kau harus bisa. " Risa pun mengangguk.


" Fokus dan biarkan aku yang mengurus ini semua. " Ucap Tom Lagi.


Saat semua nya sudah tepat, Tom membuka kaca mobil nya dan mengeluarkan Senjata Laras panjang nya.


Dor !!


Mobil yang di kendarai musuh nya oleng, Lalu Tom kembali melakukan satu tembakan lagi.


Namun Ban mobil mereka juga oleng saat Mereka berhasil mengenai nya.


" Fokus Risa...." Teriak Tom lagi.


Dor !!!


Bummm....


Duarrrr.....


Mobil di belakang mereka menabrak pohon dan meledak.


Cit....


Bum....


" Aaahhhkkk...." Teriak Risa saat dia juga menghantam tiang Listrik...


" Nyonya...." Tom panik dan langsung melihat keadaan Risa yang kening nya berdarah, Risa pingsan dan kedua kaki nya mengeluarkan darah.


" Darah ??? Sial !!!" Umpat Tom merasa Frustasi.


...❤️❤️❤️...