Belenggu Cinta Sang Penguasa

Belenggu Cinta Sang Penguasa
Ngidam


Sudah 10 hari Risa berada dirumah sakit, Sudah sejak terkahir mereka bertamu dan bertengkar juga Risa tidak melihat Alex suami nya.


Hati nya sakit, Perih bersamaan saat dia merindukan suami nya, Pria itu tidak menampakan wujud nya sama sekali, Bahkan Parfume nya pun tidak tercium lagi oleh nya, Apalagi merasakan hangat nya pelukan seorang Alex lagi.


Yang sebenar nya terjadi adalah, Alex selalu menemani tidur nya, Ya !


Alex benar benar ada di dekat nya, Namun itu saat Risa benar benar sudah terlelap dalam damai nya baru Alex datang untuk melihat keadaan istri tercinta nya .


Bukan dia tidak mencintai Risa dan anak nya, Tapi dia menghindari dari perdebatan yang akan semakin memperburuk keadaan.


Alex selalu datang di setiap malam nya, Menemani Tidur nya Risa, Bahkan dia tak jarang selalu terjaga demi memastikan keadaan istri dan calon anak nya.


Alex akan datang tengah malam dan akan pergi pagi pagi sekali, Sebelum Risa terbangun.


Bahkan dia selalu berpesan pada Bi Juli untuk memberitahukan nya apa yang di ingin kan Risa.


Sebisa mungkin dia akan melakukan nya demi Risa dan calon anak nya.


Cukup untuk nya Risa dan Calon anak nya sehat saja Alex sudah sangat bahagia sekali.


" Dimana dia ? Tadi aku merasakan nya, Pelukan nya, Ciuman nya..." Gumam Risa memegang kening nya.


Sementara Alex yang di depan pintu ruangan Risa merasa spot jantung saat ini.


Benar kah yang di lakukan nya saat ini ? Melakukan semua kekonyolan ini ?


Dia juga lelah, Dia juga rindu pada istri nya .


" Tuan..." Panggil Bi Juli saat melihat wajah Kusut dan lelah nya Alex.


" Aku baik baik saja Bi, Tolong jaga istri dan anak ku. Aku pamit, Hubungi aku jika Istri ku ingin sesuatu. " Alex pergi dari sana.


Bi Juli melihat Punggung kekar itu semakin menjauh, Wajah nya terlihat lelah dan tidak baik baik aja.


Terkadang Bi Juli datang, Tuan nya sedang menggenggam erat tangan Istri nya dengan tidur terduduk di kursi samping brangkar Istri nya.


Sebenar nya bisa saja Alex tidur di samping istri nya, Karena memang itu kelas VVIP dan Ranjang pasien nya mempunyai tempat yang cukup untuk Alex ikut disana dan memeluk Risa.


Namun rasa bersalah nya mengurungkan niat nya untuk mendekap sang istri.


Bahkan dia sudah jelas menegas kan pada Lucia, Bahwa tidak ada hubungan apapun lagi di antara mereka.


Baik itu hubungan keluarga, teman atau hubungan hubungan yang akan datang !


Dengan tegas Alex menolak semua itu demi istri dan anak nya.


" Nyonya, Anda sudah bangun ?" Tanya Bi Juli saat melihat Risa sudah duduk bersandar di tempat tidur nya


Bu Juli membantu merapikan sandaran Risa dengan bantal lembut.


" Bi, Apa bibi melihat Alex ? maksud nya --"


" Bibi tidak melihat nya Nyonya..." Inilah hal yang paling berat untuk di lakukan Bi Juli.


Dia harus melihat wajah kecewa dari sang Nyonya yang kini merasakan kerinduan terhadap suami nya .


" Oh !" Risa kembali menelan kecewa dan Risa mulai terbiasa dengan itu.


Sementara di kantor nya, Alex terlihat tidak baik baik saja saat ini. Tubuh nya lemas sekali. Kepala nya juga pusing bahkan dia sempat oleng dan hampir tumbang saat berada di dalam lift tadi.


" Tuan, Anda baik baik saja ? Saya panggil kan dokter kesini ? "


" Ya, Lakukan ! Lakukan dengan cepat. Aku tidak ingin sakit karena istri dan anak ku membutuhkan ku . " Alex sadar, Dia memang jarang sakit, Jarang sekali, Belum tentu setahun sekali dia bisa sakit, Dan jika sekali sakit dia akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sembuh.


Maka dari itu dia tidak ingin sakit dan membuat Istri nya khawatir pada nya. Terlebih lagi hubungan mereka belum membaik.


Dokter sudah datang, Dan menyatakan Alex hanya kurang tidur dan Kurang darah ( Anemia ) bahkan Alex harus di infus untuk menambah tenaga nya.


Dan disini lah dia sekarang di ruangan nya sedang berbaring dan mulai tertidur karena memang mengantuk sekali.


Ya, Dia akui itu, Semenjak Risa masuk rumah sakit jam tidur nya berantakan, Bukan hanya jam tidur nya saja, Tapi pekerjaan nya juga.


Beruntung Markus selalu siap dan siaga. Seakan dia sudah menduga semua nya.


Kembali ke rumah sakit, Bi Juli di buat heran dengan Risa yang tiba tiba menangis.


" Nyonya, Tenang, Tenang, Anda tidak boleh Stres !" Tutur Bu Juli.


" Risa Rindu suami Risa Bi, Risa Rindu Alex, Dia udah gak Cinta lagi sama Risa. Dia bakalan ninggalin Risa seperti yang di katakan nya. ,"


Bi Juli menggeleng, Dia memeluk Risa. Apa yang harus di katakan nya saat ini ? Bi Juli takut salah.


" Bibi Hubungi Tuan Markus saja ya Nyonya..." Risa mengangguk dan Bi Juli menghubungi Markus.


Ternyata Bi Juli kaget saat mendengar penuturan Markus bahwa Tuan nya sedang istirahat dan sedang sakit, Bi Juli juga menceritakan bahwa Risa menginginkan Sushi dan Milkshake Strawberri Jam dan Pie Gren Apple Sousse .


" Apa yang di inginkan istri ku ?" Tanya Alex keluar dari kamar nya.


Markus kaget setelah memutuskan sambungan telepon dengan Bi Juli.


" Tuan, Anda sudah sehat ? Bagiamana bisa Anda melepas infus nya ?" Tanya Markus panik saat melihat Alex keluar dari kamar nya.



Markus masih melihat penampilan Tuan nya yang masih berantakan keluar dari kamar nya.


" Apa yang di ingin kan istri ku ?" Tanya Alex kembali pada Markus.


" Seperti nya Nyonya sedang dalam mode mengidam, Kata Bi Juli Nyonya menangis mencari anda, Nyonya juga menginginkan Suhsi, Milkshake Strawberri dan Pie Green Apple Sousse . " Alex langsung menggulung lengan kemeja nya dan hendak keluar.


" Biar saya saja Tuan. Nada istirahat saja. " Cegah Markus.


" Tidak ! Istri dan anak ku sedang menunggu ku. Aku harus mencari apa yang di inginkan mereka. " Alex tetap lah Alex. Seorang Alexander yang tidak bisa di bantah.


Titah nya adalah mutlak !


" Baik, Supir akan mengantar anda. Saya harus menghadiri meeting 15 menit lagi Tuan. " Alex tidak menjawab.


Langsung menuju mobil yang sudah menunggu nya dengan supir disana.


" Cari Restoran Jepang terenak disini. Aku ingin Sushi terenak dan juga Milkshake Strawberri dan Pie Green Apple Sousee. " Supir mengangguk dan menyalakan GPG di ponsel nya dan mencari tempat yang di maksud Tuan nya tadi.


Hari menjelang Sore saat Alex datang kerumah sakit, Dia bisa melihat istri nya sedang tertidur disana.


Dengan berani dia mendekat dan mencium kening serta bibir mungil yang mulai kembali memerah itu.


Di letakan nya semua bawaan yang di ingin kan Risa dan Calon anak nya itu di nakas kecil.


" Hay, Kau sehat bukan ? Terus lah sehat demi Mama dan Papa Nak. " Alex memberanikan diri untuk Mengelus perut Risa.


Ada Rasa yang seakan siap meledak saat dia mengelus perut istri nya . Rasa bahagia dsn haru menyeruak di dalam dada nya.


" Papa mencintai kalian..." Lirih Alex disana.


Risa terbangun dan dia langsung terduduk disana.


Di kira nya dia mimpi dan ternyata tidak.


Dia melihat Alex disana, Dan ada beberapa bawaan nya di atas Nakas.


" Makan lah, Aku akan pergi. !" Alex langsung bangkit bersiap meninggalkan Risa.


Saat Alex hendak sampai di pintu Langkah nya terhenti oleh Suara Risa.


" Ya, Pergi lah jika anda memang ingin pergi. !" Alex memejam kan mata nya disana.


Tubuh nya memaku mendengar suara itu bergetar menahan tangis.


" Ternyata selama 10 hari yang aku anggap bukan mimpi itu ternyata memang Hanya Mimpi ! Anda sama sekali tidak datang dan tidak mengunjungi kami. Ya, Aku paham. Anda terlalu sibuk untuk mengurus kami disini. Anda seorang Alexander sang penguasa. Maka waktu anda tidak akan ada hanya untuk menyapa dan melihat kami. Karena pada kenyataan nya semua palsu !" Runtuh Sudah pertahan Risa.


Semua yang di rasakan nya selama ini keluar sudah dari bibir mungil nya.


Taukah Risa ? Saat ini hati Alex benar benar hancur ? Melihat Istri nya menangis seperti itu ?


" Tidak kah kau merasakan nya ? Ketulusan ku pada mu ? Jika kau menganggap semua nya palsu maka itu terserah mu ! Maka apa yang kau anggap ku lakukan ini Palsu, anggaplah seperti itu jika tidak membuat mu sakit dan merasa senang dengan semua kepalsuan ku ! " Ucap Alex dengan hati yang sakit.


" Aku sudah membelikan dan mencari apa yang kau ingin kan, Jika kau berkenan dan menginginkan nya maka makan lah, Aku akan tau aku Tulus atau Palsu !. Jika kau tidak berkenan memakan nya buang saja. Aku tidak keberatan !" Setelah mengatakan itu Alex langsung keluar dari ruangan Risa.


Bahkan dia mengatakan nya tanpa berbalik arah.


Dia tidak ingin melihat mata itu basah. maka dia mengeraskan hati nya untuk itu.


" Tidak bisakah disini sebentar menemani ku makan ? Aku merindukan mu ..." Tangis Risa pecah saat Alex benar benar pergi dari ruangan nya .


Sementara di luar sana, Tepat nya di dinding ruangan Risa, Alex bisa mendengar Tangisan istri nya tapi tidak mendengar keinginan nya.


" Percaya lah , Aku mencintai mu, Mencintai kalian..." Tak terasa mata nya juga mulai memanas dan mulai mengabur.


Dia kembali hampir limbung jika tidak ada pengawal disana yang membantu nya.


" Aku baik baik saja. " Alex langsung keluar dan menuju mobil yang sudah menunggu nya.


Tubuh nya benar benar lelah saat ini. Lelah hati, Lelah diri, Lelah hayati 😂😂😂


...😭😭😭...


Nah kan ? Dua dua nya gengsoy sih...


Kan gini ini jadi nya kan 😭😭😭