
Alex dan Risa berjalan tergesa gesa memasuki Area sekolah.
Mereka bertemu di parkiran tadi dan kini kedua nya bergandengan tangan.
" Jika anak kembar mu membuat kepala ku pusing lagi, Jangan pernah meminta ku untuk membatalkan keputusan ku untuk menyekolahkan mereka di asrama. "
" Tapi Sayang---"
" Sekali pun kau menggoda ku dengan bikini !" Risa hanya bisa diam sambil terus menyeimbangkan langkah nya dengan sang suami.
" Silahkan masuk Tuan..." Kini Alex dan Risa sudah masuk ke dalam ruangan kepala yayasan dimana disana ada sepasang anak kembar dan seorang anak laki laki yang wajah nya babak belur.
Alex hanya bisa menghela nafas nya saat melihat rambut anak nya berantakan, Lebih tepat nya anak perempuan nya.
" Apa yang terjadi ?" Tanya Alex saat sudah duduk dan Risa mengikuti nya.
Dia lebih memilih merapikan rambut putri nya yang berantakan.
" Kenapa berkelahi Rain ?" Tanya Risa dengan lembut sambil terus merapikan anak rambut putri satu satu nya.
" Begini Tuan, Rain berkelahi dengan Brandon, Dan Yang saya dengar, Barandon di pukuli oleh Raina, "
Alex menatap putri nya saat ini yang tengah di perhatikan oleh Istri nya.
" Apa sudah mendengar penuturan kedua nya ? Jika anak ku yang bersalah aku siap mengganti rugi. " Alex duduk dengan gaya angkuh nan arrogant nya.
" Menurut Brandon, Rain memukul nya menggunakan Kotak bekal nya, Bahkan Rain juga menonjok wajah nya. "
" Alasan nya ?" Kepala sekolah itu menggeleng.
" Itu hanya pembelaan, Bukan kejelasan. " Lalu Alex menatap Rain saat ini.
" Jelaskan ada apa ini Rain ? Jika kamu bersalah, Kamu sudah tau apa konsekuensi nya, Dan hukuman nya. "
" Dia membuat kotak Bekal Rain terjatuh. Dia juga membully William yang memakai kaca mata dan cupu. Dia juga bilang bahwa William anak haram ! Apa di sekolah elit begini masih ada sistem perundungan ? Jika iya, Rain tidak ingin sekolah disini lagi. Lebih baik Rain sekolah asrama dan menerima hukuman dari Papa. " Sorot Mata tajam Raina seakan ingin kembali memukul wajah sombong anak laki laki yang bernama Brandon Smith.
" Siapa William ?" Tanya Alex lagi.
" Anak penerima beasiswa di sekolah ini Tuan. " Jelas kepala sekolah itu.
" Panggilkan Anak yang bernama William. " Salah satu guru masuk membawa anak laki laki dengan seragam lengkap, Rambut kelimis dan juga kaca mata tebal nya.
" Apa kau yang bernama Willian ?" Willian gugup dan mengangguk saja .
Bahkan dia tidak berani menatap sang penguasa Kota dan Negara ini.
" Apa benar yang di katakan Rain ?" Dengan ragu lagi dia menunduk.
Alex menghela nafas nya secara kasar.
" Jadi Mr, Javier Smith, Kalian sudah dengar bukan ? Jika anak kalian yang bersalah ? Walau begitu aku akan tetap memberi biaya perobatan untuk putra kalian. "
" Tidak perlu seperti ini Tuan Alexander, Jika memang Brandon bersalah, Kami akan menghukum nya. " Brandon langsung melihat ke arah Daddy nya lalu menatap sengit ke arah Rain.
Sementara Rain hanya diam dengan wajah angkuh dan sikap pongah nya.
" Sudah bukan ? Rain ingin kembali masuk kelas. Ayo Cloud, Kita ke kelas. " Rain langsung membawa adik kembar nya keluar dari ruangan itu dan tak lama Brandon juga keluar dari ruangan itu.
Rain sengaja menunggu nya hingga mereka kembali bertemu.
" Dasar anak manja, Baru begitu saja sudah kalah dan babak belur !" Rain langsung pergi meninggalkan Brandon yang mengepalkan tangan kedua tangan nya merasa kesal karena telah di rendahkan oleh seorang gadis yang sangat menyebalkan.
" Akan ku pastikan, Jika dewasa nanti kau akan menjadi istri ku Rain ! Untuk saat ini bersikap lah semau mu pada ku . " Rain berhenti dan tanpa melihat ke arah Brandon Dia menjawab ucapan Brandon.
" Mimpi mu terlalu tinggi ! Jika suatu saat nanti kau dan aku akan di pertemukan lagi dalam takdir, Maka saat itu juga aku yang akan mengganti takdir itu !" Rain kembali berjalan dengan angkuh nya melewati setiap lorong hingga kini berada di kelas nya.
Ya, Siapa yang tidak mengenal kesombongan seorang Raina Alexander. Dan itu memang apa ada nya.
Tapi satu yang tidak di sukai oleh Rain, dia sangat tidak menyukai yang nama nya Perundungan.
Dan William adalah teman Rain, Karena Rain memang berteman dengan anak culun yang selalu membagi roti isi dengan nya.
" Kelak dewasa nanti, Kau akan menjadi milik ku Raina Alexander. Aku bersumpah untuk itu. " Brandon langsung kembali ke kelas nya, Kelas Diman dia satu ruangan dengan William.
Dan Brandon merasa kesal setiap kali melihat William yang bisa dekat dengan Rain, Sementara dia tidak.
Rain selalu berkata bahwa Brandon adalah anak yang sombong, Padahal Rain juga sombong, Tapi tanpa di ketahui Raina, Bahwa Brandon hanya ingin dekat dengan nya.
Maka ada saja ulah yang di lakukan Brandon agar bisa dekat dengan Rain, Tapi semua nya sia sia saja.
Jam pelajaran telah usai, Kini Alex mengumpulkan anak anak nya di ruang keluarga saat ini...
Tak ketinggalan, Sky dan Thunder juga ikut bergabung.
" Rengek Jupiter saat Sky selalu saja mengacak rambut nya yang berwarna coklat terang seperti keturunan bule asli.
Ibu nya sang Papa.
" Sky, Jangan terus mengganggu adik mu . "
" Rambut nya menggemaskan Ma, Lihat, Kau bukan anak Mama, Wajah mu berbeda dengan kami, Kau bukan anak Mama. "
" Benar, Kau bukan anak Mama Piter, Mama dan Papa menemukan mu di pinggir jalan dan memungut mu, Rambut mu berbeda dengan kami. " Lanjut Thunder lagi.
" Sky, Thunder !!!" Kedua Pria menuju dewasa itu terpaksa diam jika sudah sang penguasa yang membuka suara .
" Rain tau apa kesalahan Rain ?" Rain melihat Papa nya dan mengangguk.
" Jadi siap sekolah asrama ?" Tanya Alex lagi.
Raina kembali mengangguk.
" Bagus ! Mulai besok Rain akan tinggal di asrama. Rain akan tinggal di Sekolah Asrama di Jerman. Rain akan di awasi oleh Uncle Mario setiap akhir pekan nya. " Rain belum menjawab.
Tapi dia menatap sendu ke arah Mama nya dan Cloud.
" Rain siap Pa. "
" Jika Rain sekolah asrama, Cloud juga akan ikut bersama Rain. "
" Tidak. Cloud tetap disini. Bersama Mama dan Papa. "
" Cloud tidak perlu izin dari siapa pun untuk bersama Rain. Keputusan Cloud sudah bulat, Cloud akan ikut sekolah Asrama dengan Rain. " Cloud langsung bangkit dari sofa dan membawa Rain ikut serta bersama nya pergi dari ruangan keluarga ini.
Alex memejam kan mata nya, Pangkal hidung nya terasa sakit dan kepala nya berdenyut.
" Kapan kalian akan pergi ke Indonesia ?" Risa semakin menatap nanar pada suami nya.
" Jika Mama siap melepaskan kami. Kami akan siap berangkat saat itu juga. " Sky menjawab dengan sangat lugas.
Dia berjongkok dan bermain bersama Lora sih harimau putih milik nya.
" Ora, Nanti kamu ikut tinggal di Indo juga ya, Kuta akan selalu bersama. "
" Dasar gila !" Sela Piter yang terlalu jengah dengan tingkah Kakak nya itu.
" Ku suruh Lora menggigit mu mau kau ?"
" Coba aja, akan ku tembak dia dengan pistol Papa. "
" Kau !"
Tok...
" Papa...."
" Sky, Kamu keterlaluan !" Alex marah saat kepala Piter di kotak oleh Sky.
" Sorry, Bro..." Ucap Sky lagi, Thunder hanya tersenyum saja melihat nya.
Karena dia akan lihat apa yang terjadi selanjut nya.
" Dasar anak manja. "
Tok...
" Papa ..."
" Galaxy Sky Alexander !!!" Alex memijat kepala nya yang berdenyut .
Semakin tua usia nya, Semakin menjadi saja ulah kelima anak nya dirumah ini.
Sementara Risa, sedikit pun dia tidak berniat untuk membantu suami nya, Karen suami nya yang terus membuat nya hamil bukan ? Maka rasakan itu.
Raina Alexander & Cloud Alexander
**Jupiter Alexander
...❤️❤️❤️**...