
Di sebuah Kota besar di Spanyol, Seorang wanita cantik tengah melamunkan sesuatu yang jauh disana.
Seorang Pria yang terus mengisi hati nya, Yang apakah juga memikirkan nya disini ?
Alisa terus termenung sendiri memikirkan nasib kisah cinta nya, Dan apakah dia bisa bersama dengan pria dingin itu ???
" Hey, Alisa how are you ?" Salah satu teman kuliah nya menghampiri diri nya yang tengah sendirian di Sebuah Caffe dan menikmati hari nya.
" Aku baik Jass..."
" Lo kok gak jemput gue ??" Tanya Jasmin teman nya Alisa.
" Males !"
" Sayang banget, Tadi gue ketemu cowok Asia ! Oppa Korea ! Gila ganteng banget. " Alisa hanya diam saja.
Dia malas meladeni Jasmin yang terus bercerita tentang seorang pria yang membuat nya bosan.
" Al, Lo dengerin gue gak sih ?"
" Gue denger ! Tapi males dengerin elo. "
" Gitu banget Lo. Doi nginep di apartemen elo juga. Satu gedung sama elo ! Tadi gue yang kasih tau ke taksi nya, Kalau Apartement itu di daerah XX jadi doi langsung berangkat ke Apartemen Lo. "
" Udah, Gue mau pulang, Mau ngerjain tugas lagi. " Alisa langsung pergi dari Cafe itu terus menuju Apartemen nya,.
Karena hanya berjalan saja pun sampai ,Dan tidak memakan waktu lama, Akhir nya Alisa memilih kembali saja.
Sepanjang jalan menuju apartemen nya, Pikiran Alisa hanya tertuju pada Thunder saja.
Pria yang telah menyakiti hati dan pikiran nya, Tapi masih terus di pikirkan oleh nya.
Terus berjalan dengan lamunan nya, Sampai tiba tiba dia menabrak seseorang.
Brugh...
" Auhhh..." Alisa terduduk di lantai karena tubuh mungil nya tertabrak tubuh kekar di hadapan nya.
" Al..."
Deg !
Jantung Alisa berdegup kencang saat mendengar suara ini, Suara Pria yang tengah di pikirkan nya.
Apa ini halusinasi nya ? Sangking dia merindukan pria itu ? Hingga dia merasa pria itu hadir disini ?
Tapi apa mungkin ? Mana mungkin !
" Alisa .." Benar benar nyata.
Alisa bahkan sampai memejamkan mata nya karena merasa suara ini begitu nyata di telinga nya.
Bahkan saat ini, Alisa merasakan hembusan nafas di depan wajah nya.
" Alisa...."
Sseerrr .....
Tubuh Alisa menegang kaku, Usapan di pipi nya seakan menandakan semua nya saat ini, Ini nyata.
Ini benar benar nyata, Tidak mungkin ini salah.
" Alisa..." Panggil nya untuk yang ketiga kali nya.
Brugh...
" Al..." Ucap Thunder kaget saat tubuh nya di dorong oleh Alisa hingga terjungkal dan terduduk.
" Alisa...tunggu, Al...aku minta maaf...Alisa...." Thunder mengejar Alisa yang berlari.
" Lepas Thun, lepaskan !!!" Ucap Alisa lagi saat Thunder berhasil mencapai tangan nya.
" Al, Kita harus bicara, Aku mau minta maaf. " Sekali lagi Thunder bicara agar Alisa mau mendengarkan nya.
" Thun, Lepasin ,aku mau pulang, aku mau pulang..."
" Al Plis..." Alisa tetap menggeleng.
Dia tidak ingin bicara dengan Thunder, Hati nya masih sakit dengan semua penghinaan pria itu.
Apalagi di tambah saat ini, Thunder terus menatap nya tajam, Dari tatapan lembut berubah ke tatapan tajam nya.
" Tapi Al---"
" Kak Noland ?" ujar Alisa saat melihat pengawal pribadi nya di kota ini tiba tiba datang.
Ya, Noland, Pria yang di siapkan Daddy nya untuk menjaga nya selama di sini, Yang menemani nya, Dan mengurus segala keperluan nya tiba tiba saja datang dan melepaskan genggaman tangan antara Alisa dan Thunder.
Melihat interaksi antara dua nya, Antara Alisa dan Noland membuat Thunder semakin menatap tajam ke arah nya.
" Oh Sorry !" setelah mengatakan hal itu, Thunder langsung pergi dari sana dan meninggalkan kedua nya.
Melihat wajah kecewa Thunder membuat hati Alisa tak tenang, Dia bingung harus apa.
Apa dia begitu munafik sekarang ? Dia merindukan Thunder, Tapi dia bingung juga harus melakukan apa ?
" Oh dia..." Ucapan dari Noland langsung mengalihkan atensi Alisa yang sejak tadi tertuju pada punggung Thunder yang semakin menjauh kini beralih ke arah nya.
Noland ! Pria yang selalu melindungi nya selama disini.
" Kenapa tidak mengejar nya ? aku rasa dia salah paham. " Kembali karena perkataan dari Noland membuat Alisa semakin di rundung rasa bersalah nya.
Apa dia memang jahat ??
" Kejar dia ,! aku rasa dia kecewa sama kamu !" Noland pergi meninggalkan Alisa yang masih termenung.
Sementara di kamar nya, Thunder terus saja merutuki diri nya yang entah kenapa merasa kecewa dengan sikap Alisa pada nya.
Tapi bukan kah ???
" Apa seperti ini rasa nya mencintai dalam diam ? Lalu di abaikan ?" Gumam nya lagi.
Dia kembali teringat saat semua perhatian tulus dari Alisa terus di abaikan nya, Bahkan hinaan demi hinaan di terima wanita itu.
Thunder menyesal bukan karena perubahan yang di alami Alisa, Dari yang cupu, Kaca mata tebal, Behel atas bawah, Kuncir satu, buku tebal kini berubah layak nya sang Ratu seperti nama nya Queen...
Tapi, Rasa penyesalan Thunder terjadi karena melihat penolakan yang di lakukan Alisa untuk nya.
Sementara di kamar nya, Dan ternyata kamar mereka bersisian, Karena kamar Thunder tepat di samping kamar Alisa saat ini, Tapi kedua nya tidak saling tahu menahu aliias tempe menempe.
Kini, Alisa berdiri di balkon dan berpegangan di pembatas besi dan kaca nya.
" Maafkan aku Thun, Aku rindu kamu, Tapi rasa nya masih berat, Kamu tiba tiba berdiri di depan aku !" Ucap nya dengan lirih.
Alisa menatap ke arah langit yang mulai menurunkan rintik air nya.
Alisa sengaja membiarkan diri nya di terpa air hujan yang akan mengguyur seluruh tubuh mungil nya...
Hujan semakin deras, Alisa tetap sama di posisi nya saat ini, Dan tanpa mereka sadari, Kedua nya sama sama berdiri di balkon yang berbeda tapi dalam jarak yang bisa di bilang sangat dekat.
Gluduk !..
Jederrrr !
Thunder kaget saat mendengar Guntur dan petir yang seperti nya menyambar sesuatu.
" Thunder !!!! I Love You !!!!!" Teriak Alisa sekuat mungkin sambil terus menangis di bawah guyuran air hujan yang semakin membasahi diri nya.
Bukan nya takut dengan Guntur dan Petir yang seperti tadi, Alisa malah semakin menangis di bawah air hujan yang terus menghantam tubuh mungil nya.
" But, I Hate You Thunder ¡!!" Sekali lagi, Alisa menjerit sekuat mungkin untuk melepaskan rasa sejak di dada nya karena itu lah satu satu nya cara agar dia bisa mengeluarkan semua perasaan nya
Ya, Seperti saat ini, Menangis, menjerit dan berteriak sesuka nya di bawah hujan deras yang membasahi tubuh nya.
Ini adalah satu satu nya zona ternyaman seorang Alisa menangis sekuat tenaga nya di bawah air hujan.
Alisa terus berteriak dan menangis hingga terduduk di lantai, Tanpa di duga nya, Sejak tadi ada seorang pria yang mencari sumber suara yang seperti menyebut nama nya.
Apa dia salah dengar ? Tapi Thunder yakin jika diri nya belum tuli ! Pendengaran nya masih berfungsi dengan baik.
" Alisa . Im so sorry...." Lirih Thunder yang menatap ke arah sekeliling nya berharap dia menemukan sesuatu yang di cari nya.
Namun nihil, Thunder tidak menemukan apapun dengan penglihatan nya karena Alisa wanita yang di cari nya menangis di balik kursi dengan melipat kedua kaki nya dan menyembunyikan wajah nya di kedua Tutut nya.
...❤️❤️❤️...
Selamat hari raya idul Fitri semua nya, Pembaca setia aku 🤗
Aku, Tessa Amelia Wahyudi, Mengucapkan minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon maaf lahir dan batin 🙏🏽
Salam dari aku, Dan keluarga besar dari Binjai 🙏🏽