Belenggu Cinta Sang Penguasa

Belenggu Cinta Sang Penguasa
S2. Kenakalan Anak Anak


Pagi yang cerah untuk jiwa yang tenang, Itu lah yang di rasakan Alex saat ini.


Bagaimana saat dia terbangun, Wajah polos istri nya lah yang pertama kali di lihat nya.


Wajah polos yang selalu jatuh cinta di setiap saat nya, Pagi ini seperti pagi pagi sebelum nya, Dimana Tarisa tidur di dalam pelukan hangat seorang Alexander sang penguasa.


Nyaman dan aman, Itu lah yang di rasakan Tarisa saat berada di dalam dekapan hangat suami nya, Apalagi Dada bidang yang begitu kuat dan kokoh, Membuat tidur nya semakin nyenyak.


" Aku mencintai mu, Tarisa...sangat..." Di elus Alex dengan lembut pipi mulus tanpa polesan sedikit pun itu.


Cup...


Satu kecupan berlabuh di kening Risa dari bibir tebal nan seksi Alexander .


Tidur Risa sedikit terusik kala mendapatkan kecupan manis dari suami nya.


Bukan nya bangun, Tarisa malah semakin merapatkan diri nya semakin dalam di dekapan hangat suami gengsoy nya.


" Aku mencintai mu..."


" Aku mencintai mu Alexander ..." Balas Risa dengan mata yang masih terpejam rapat.


Dia mendengar ungkapan cinta dari suami nya dsn memberikan kata cinta pula untuk sang penguasa hati dan jiwa nya.


Alex tersenyum, Tersenyum sangat indah saat Risa mengatakan cinta pada nya.


Entah lah, Racun apa yang di berikan Risa pada nya hingga dia jatuh begitu dalam nya ke jurang yang penuh dengan cinta dari seorang Tarisa .


Saat mereka ingin kembali menikmati hari mereka dengan bermalas malasan di tempat tidur, Pintu kamar mereka di ketuk.


Ketukan pertama di abaikan, Ketukan kedua Risa mulai terusik.


Hingga ketukan ketiga, Alex mulai kesal dan membuka pintu kamar nya.


Dia bersumpah, Jika yang berada di depan pintu kamar nya adalah Markus atau Sky, Dia akan membantai habis mereka berdua karena telah berani mengusik pagi hari nya yang sangat indah ini.


Ceklek !...


Thunder, Dia langsung mengangkat kedua tangan nya saat melihat wajah garang dan tak bersahabat papa nya yang menatap nyalang ke arah nya.


" Jupiter menangis, Dia ingin ikut Kak Sky, Tapi Papa pasti sudah tau..." Terdengar helaan nafas sang papa di telinga Thunder.


" Lalu dimana anak menyebalkan itu ?" Tanya Alex sambil menggendong Jupiter dan menatap tajam ke arah Thunder.


Sejenak Thunder merasa menyesal karena telah mengantarkan anak bule itu ke kamar papa nya.


Jika tau begini dia tidak akan mau mengantarkan nya.


Dan apa maksud papa nya ini ? Anak menyebalkan itu? Tadi malam saja mereka terlihat sangat saling menyayangi dan mencintai, Tapi pagi ini ??


" Jangan memikirkan apa yang bukan Papa pertanyakan ! Sekarang jawab saja dimana anak menyebalkan itu ??' Tanya Alex sekali lagi dan kini Thunder lah yah terdengar menghela nafas nya berat.


" Mana Thun tau !" Thunder langsung meninggalkan kamar Papa dan Mama nya.


Ingin sekali dia mencakar wajah Sombong Papa nya itu, Tapi sebelum dia mencakar Papa nya, Mungkin tangan nya yang sudah patah lebih dulu atau wajah tampan nya yang menjadi babak belur.


" Ini gara gara kak Sky, Ingin sekali aku juga mencakar wajah nya, Agar dia tidak tampan lagi. Dasar !!" Gerutu nya lagi sambil terus berjalan ke arah pantai menyusul yang lain nya.


Dimana disana sudah ada Uncle Markus, Alisa, Aunty Lisa dan sepasang kekasih, Siapa lagi jika bukan Sky dan Mawar yang tengah menikmati sarapan pagi nya di pantai ini.


" Mereka bermesraan, Sementara aku mendapatkan tatapan mematikan dari Alexander itu !" Dia melanjutkan langkah nya menghampiri Alisa yang memang menunggu nya.


Meninggalkan Liburan mereka di pantai, Hari ini adalah hari pertama dimana Rain dan Cloud akan bersekolah seperti teman teman yang lain nya.


Dan mereka sudah siap dengan seragam nya, Rain menemui Cloud yang telah berjanji menunggu nya di lorong pembatas antara asrama putri dan asrama putra.


" Cloud, Are You Oke ?" Tanya Rain saat sudah bertemu saudara nya.


Mereka saling berpelukan seperti tidak bertemu selama puluhan tahun saja.


" Aku baik !" Sahut Cloud cuek dan itu lah dia.


Manusia paling dingin di keluarga Alexander .


" Rain, Apa Rok mu tidak terlalu pendek ?" Tanya Cloud saat melihat seragam yang di kenakan Rain.



" Besok pakai Stoking lagi, Lihat paha mu di lihat banyak orang !"


" Iya Cloud iya, Sudah ayo. Kita ke kantin untuk sarapan. " Kedua nya berjalan bersisian dan entah mengapa mereka berdua menjadi tatapan banyak orang.


Cloud terus memperingati Rain agar tidak berulah lagi.


" Anak baru ya ? " Alis Rain terangkat sebelah.


Dia menatap Anak perempuan seusia nya yang kini tengah menatap nya.


" Rain, No !" Ucap Cloud menegaskan pada nya.


" Iya !"


" Sombong sekali kau ? Apa pekerjaan ayah mu hingga kau bisa sombong ini, Apa kau ini anak pejabat negara ??" Rain menyeringai disana.


" Bahkan pejabat Negara saja pun tunduk pada Papa ku ! Jika kau bertanya apa pekerjaan Orang tua ku, Akan ku jawab ! Orang tua ku seorang lebih hebat dan kaya dari Pemimpin Negara bagaimana ?"


Deg !


Anak perempuan itu menatap Diri Rain dan Cloud.


" Jangan pernah mencari gara gara dengan ku jika tidak ingin usaha keluarga mu hancur oleh Papa ku ! Camkan itu Nona Claristha Agulero !" Rain langsung meninggalkan anak bule itu.


Kenapa dimana pun dia berada, Selalu harta yang menjadi Patokan ?


Saat mereka mengambil sarapan nya, Rain hanya mengambil Roti isi dan Buah buahan saja dan segelas Jus Mangga.


Cloud hanya mengambil Susu dan sori selai saja.


Namun, Langkah mereka terhenti saat tidak mendapatkan meja kosong, Hanya ada satu meja kosong dimana ada seorang anak perempuan Berambut pirang dengan kaca mata nya


Tapi tidak culun menurut Rain, Dia cukup modis.


Dengan berbahasa Inggris Rain menghampiri nya untuk bergabung menikmati sarapan nya.


Di luar dugaan, Anak itu menyambut nya.


" Raina, Dan ini kenalkan kembaran ku, Cloud !" Anak itu tersenyum.


" Aira Lucio Debora. " Senyuman Manis di berikan nya.


" Cloud, Ayo berkenalan !" Rain mengulurkan tangan Cloud dan menyambut tangan Aira.


" Cloud !"


" Aira, " Tersenyum lagi.


" Kalian anak baru ???" Rain dan Cloud mengangguk.


Mereka memulai sarapan nya, Dan ternyata mereka sekelas dengan Rain, dan Matheo duduk di belakang Rain


Pluk !..


" Anak wanita simpanan ! Anak pelacur !! Anak Wanita malam. " Bola Mata Rain membulat sempurna, Di sekolah sekelas ini masih ada Bullying ??


Yang benar saja ! Dan itu, Apa pantas anak orang terpandang seperti mereka mereka menghina teman lain nya ?


Terlepas itu pekerjaan ibu atau ayah nya, Apa maksud nya itu coba ?


" Jangan bertingkah Rain ! Itu bukan urusan mu. " Ucap Cloud kembali menegaskan pada Rain untuk tidak berbuat ulah lagi.


" Tapi kau dengar kan ? Anak anak I u keterlaluan ! Tega sekali mulut mereka I u, Ingin sekali aku merobek mulut nya dan mencabut lidah mereka untuk ku berikan pada Black Ali !"


" Jaga emosi mu Rain ! Jangan macam-macam. !!" Ketus Cloud lagi saat mulai merasa Rain terpancing amarah nya.


"Dasar Gila !" Cibir Rain melihat anak yang menghina Aira tadi.


" Kau diam saja Aira ? Di hina seperti itu ?? Jika aku jadi kau akan ku patahkan leher nya ! Seenak nya saja menghina diri ku !"


" Aku memang anak pelacur Rain ! Ibu ku seroang Jallang yang terpaksa menjadi simpanan Daddy ku untuk mendapatkan ku, Karena Daddy ingin anak perempuan, Dan terjadi lah aku di antara hubungan Ibu dan Daddy ku !"


" Itu sebab nya aku di benci keluarga ku ! Termasuk Anak Anak Mommy Aurel !"


...❤️❤️❤️...