
" Sayang...Risa...Dear...Where are you Dear ?" Tanya Alex saat mencari Risa di kamar mereka.
Namun Risa tidak menanggapi nya. Dia memilih merapikan ruang ganti nya yang belum selesai di tata nya.
" Risa..." Alex mencari istri nya dan ternyata sedang berdiri di kursi untuk menata barang barang milik nya.
" Dear, Sedang apa ? Biar aku bantu, " Alex mengambil alih sepasang sepatu untuk di letakan di tempat nya.
Alex juga dapat melihat tas tas milik istri nya masih berserakan disana.
" Panggil pelayan saja. Jangan mengatur nya sendiri. " Ucap Alex setelah meletakan sepatu itu.
Risa tidak menjawab nya.
Dia memilih keluar.
Saat Alex hendak bicara dan mengejar istri nya, Dia menendang sesuatu di bawah kursi kecil itu bersama dengan tas Risa malam itu saat dia menemukan Risa di jalan.
" Kotak ini ?" Gumam Alex saat melihat kotak yang di bawa istri nya hujan hujanan waktu itu.
Di buka nya dengan rasa penasaran yang besar. Di pangku nya juga kotak itu.
" What is That ?" Tanya Alex saat melihat semua benda yang ada di dalam kotak itu.
Disana ada dua alat berbeda warna dengan baju baby, Apa itu ?
" Pregnant ?" Gumam Alex saat membaca Benda berwarna biru itu.
" My Wife is Pregnant ?" Tanya nya lagi.
Di buka nya satu persatu yang ada di dalam kotak itu.
Di ambil nya sebuah kertas hitam putih yang tertera nama istri nya disana.
" 5 minggu ? " Gumam Alex saat melihat Keterangan disana.
Benarkah istri nya sedang mengandung ? 5 minggu ? Kenapa dia tidak mengetahui nya ?
Lalu di ambil nya lagi sebuah surat tulisan tangan istri nya.
" My Dear, I So Sorry Dear, Im Sorry Baby. " Ucap Alex sambil menetes kan air mata nya melihat semua hadiah itu.
Dia ingin mencari istri nya, Dia ingin memeluk wanita itu dengan penuh cinta yang di miliki nya.
" Dear, Risa...Im So Sorry, Dear...Sorry..." Alex memeluk Risa dari belakang dan menciumi puncak kepala nya.
Bakan tangan nya tak henti henti mengelus perut Risa. Ada rasa yang membuncah disana. Alex bisa merasakan ada nyawa anak nya disana yang sedang berbagi nafas bersama istri nya.
" Maaf sayang..Maaf kan aku membuat mu terluka, Maafkan aku...Maafkan aku..." Alex terus mengusap perut Risa dsn menciumi kepala istri nya.
Ada rasa haru dan sesal yang dirasakan nya saat ini. Istri tercinta nya sedang mengandung dan dia menyakiti perasaan istri nya.
" Mari bercerai !"
Duar.....
Alex menegang kaku disana, Hati nya hancur ! Hancur sekali saat mendengar dua kata yang mampu meruntuhkan seluruh benteng pertahanan diri nya.
" A-apa yang kau katakan Dear ? What Happened ? Why ?" Tanya Alex masih tidak percaya dengan apa yang di dengar nya tadi.
Kata kata yang paling menakutkan bagi nya. Kata kata yang mampu membuat hancur seluruh jiwa dan raga nya.
Tes...
Air mata itu bercucuran di lengan Alex.
" Sayang...Ku mohon jangan menangis sayang Jangan..."
" Biarkan aku sendiri. Pergi lah jika Tuan sibuk. " Risa melepaskan belitan tangan Alex di pinggang dan perut nya.
Risa langsung menuju tempat tidur mereka dan merebahkan diri nya.
Terlalu lelah untuk nya semua ini. Selalu dan terus menerus dia di hantam kesakitan yang luar biasa saat bersama Alex.
Walau Tidak di pungkiri nya, Bahwa dia juga bahagia di manja dan di cintai Alex .
Tapi, Dunia Alex sangat asing bagi nya.
Dia juga tidak ingin menjadi wanita lah seperti ini. Dia juga tidak mau terus menerus menangis menahan kesakitan hati nya.
" Sa-sayang...Maafkan aku, A-aku akan membawa Lucia pada mu untuk menjelaskan apa yang terjadi di ruangan ku hingga membuatmu salah paham pada ku. A-aku akan segera kembali. "
Cup...
" Aku mencintai mu. Tunggu aku Dear, Tunggu aku. " Alex segera pergi ke Apartement Lucia, Ini lah yang di takuti nya sejak melihat rekaman CCTV di depan ruangan nya waktu itu .
Waktu nya sangat tepat dengan dia mengobati luka Lucia karena terkena pecahan Vas bunga yang di lemparkan waktu itu karena kesal dengan ayah nya.
Alex langsung pergi dari rumah menuju Apartement milik Lucia, Wanita yang membuat nya sakit hati.
Risa langsung turun dari tempat tidur dan mencari para bodyguard nya dan dia bersyukur disana ada Markus.
" Antar kan aku ke apartment Lucia teman wanita nya Alex. "
" Tapi Nyonya, Anda tidak boleh keluar dari rumah saat ini. "
" Baik, Aku yang akan pergi sendiri. " Markus bingung disana.
Dia hendak menghubungi Alex namun ponsel nya segera di rampas oleh Risa.
Krak...
Risa membanting ponsel Markus dan memijak nya di lantai.
Markus hanya menatap datar pada ponsel nya saat ini.
" Aku membenci pria seperti kalian !" Risa pergi dari sana.
Dia membawa mobil yang paling bisa di kendarai nya Mobil milik Markus.
Karena melihat Mobil Markus yang keluar, Para penjaga membuka begitu saja gerbang nya.
Bermodalkan Pengertian nya yang pernah memiliki mobil sejuta umat, Risa bisa mengendarai mobil Markus dengan baik.
Dengan cekatan Markus bisa menyalip Mobil Risa di jalan.
" Keluar lah Nyonya. Aku akan mengantarkan anda. !" Tanpa menjawab Markus Risa keluar dari mobil dan ikut bersama Markus.
Kini mereka sudah sampai di Apartement tempat Lucia tinggal untuk sementara waktu selama di London.
Karena kekuasaan seorang Markus, mereka bisa dengan mudah masuk ke dalam Unit Privasi milik penghuni lantai dimana Lucia tinggal.
Bahkan Card Acces cadangan pun sudah di tangan Risa.
" Alex Bantu aku mencari ponsel mu ! Tadi disini. "
" Ayolah Luci, Jangan begini. Waktu ku tidak banyak, Istri ku sedang mengandung. dia membutuhkan ku dan penjelasan dari mu. !"
" Memang nya aku kenapa ? Kenapa dengan kita ? Tidak terjadi apa pun disana. " Jawab nya santai.
Mereka masih mencari Ponsel milik Alex
Sebenar nya Alex tidak terlalu perduli pada ponsel nya. Yang di butuh kan nya adalah GPS Gelang milik Risa.
Gelang itu tidak bisa di lepas lagi dan Kode nya berada di ponsel nya. Ponsel nya sangat membantu nya untuk memantau dimana Risa berada.
Brugh...
Entah sial atau bagaimana Alex dan Lucia terjatuh di tempat tidur nya Lucia.
Kira kira gini ecek nya ya...
Cup.
Lucia dengan berani mencium bibir Alex.
" Lucia !!! apa yang kau lakukan ?" Alex langsung bangkit dan merah dengan keberanian Lucia.
" Alex, Aku mencintai mu, Jangan tinggalkan aku, Aku mencintai Mu Lex, Aku sangat mencintai mu. " Lucia memeluk Tubuh kekar milik Alex.
Tes...
Hujan sudah...Hancur sudah hati nya...
Diri nya dan jiwa nya. Alex benar benar menghancurkan nya.
" Jaga batasan mu Lucia. Aku menghormati ku karena kau anak paman Martin ! Orang yang paling berjasa dalam hidup ku ! Tapi aku tidak membenarkan perbuatan mu saat ini. Kau menjijikan Lucia!" Sinis Alex marah saat Lucia berani mencium dan memeluk nya.
Krek...
Suara pintu terbuka dan tertutup mengalihkan sepasang anak manusia yang sedang berdebat itu.
Alex langsung keluar dan dia melihat bayangan Seorang wanita mungil berambut panjang.
" Sial !!! Kau menjebak ku Lucia !!! kembalikan ponsel milik ku !!! Atau aku akan berbuat kasar pada mu !!!"
" Kembalikan Lucia !!!" Bentak Alex menggelegar .
Setelah mendapatkan ponsel nya Alex langsung keluar dari unit Lucia dan langsung menuju lift.
Tepat saat dia keluar dari Lift lain nya, Dia langsung mengejar Risa disana.
" Sayang...Risa..." Alex berlari dan memegang tangan Risa.
" Dengar kan aku dulu. Itu tidak seperti yang kau lihat sayang. Aku dan Lucia tidak terjadi apa pun di antara kami. Aku selalu bilang bukan ? Cukup percaya pada ku, Maka saat ini aku meminta mu percaya pada ku. " Dengan berani Risa menatap wajah tampan suami nya.
" Aku mem ben ci mu !" Sakit.
Sakit sekali yang di rasakan Alex saat melihat mata indah itu menangis.
" Sayang---" Risa mengangkat tangan nya yang sejak tadi di genggam Alex.
" Antarkan aku kerumah ibu dan ayah ku Markus. Tolong..."
" Tidak !!! Kau tidak akan kemana pun. Kau akan ikut bersama ku ! Kau tidak ku izinkan pergi kemana pun. Kau harus selalu bersama ku !!!" Ucap Alex dengan tegas saat mereka sudah masuk di dalam mobil karena Alex mengejar Risa ikut masuk ke dalam mobil.
" Antarkan atau aku akan lompat ?"
Sial !!! Markus lupa mengunci pintu belakang mereka karena keadaan mencekam di belakang.
Alex menatap tajam pada Markus di depan sana dengan sorot mata yang siap membunuh nya.
" Apa yang kau lakukan Risa ?" Ucap Alex menggelegar dan Markus langsung menepikan mobil nya.
" Baik, Aku akan pergi sendiri. !"
Brugh...
Alex langsung menarik Risa dalam dekapan nya. Memeluk hangat tubuh wanita mungil yang sedang mengandung anak nya.
" Jangan pergi Risa. Jangan pergi...Aku mohon...Maafkan aku sayang...Maaf kan aku. " Risa hanya diam saja tidak merespon apa pun yang di lakukan Alex.
Bahkan dia sudah tidak menangis, Bergerak pun tidak. Hati nya terlampau sakit hingga kesadaran nya menghilang.
" Sayang,..Risa...Dear..." Alex menepuk pipi istri nya yang berada di dalam dekapan nya itu.
" Sayang ..Risa...bangun hey ! jangan menakuti ku!!! Bangun Risa..."
" Darah ???" Alex melihat darah mengalir dari kedua area paha Istri nya turun.
" Ki-kita kerumah sakit Markus !!! Cepat !!! Istri ku berdarah !!! Cepat Markus !!! Ada anak ku di dalam rahim istri ku !!!" Markus kaget !
Nyonya Risa sedang mengandung ? Dengan kecepatan penuh Markus melajukan mobil nya hingga bisa segera sampai kerumah sakit !!!
...😭😭😭...
Kan, Bener kan ???
Alex gak percaya sih sama emak emak Online yang bilang jangan pergi !!!
Bandel sih di kasih tau juga 😒
Nyesel kan ???
...❤️❤️❤️...
Vote nya tambahin gak ? Kalai Gak awas kalian !
Ini ige ku @amelia_falisha1511 ❤️