Belenggu Cinta Sang Penguasa

Belenggu Cinta Sang Penguasa
Perkara Sultan


" Aaahhh...Sayang ..sudah ..." Alex menulikan telinga nya.


Dia terus saja menghentak, Meremmas dan menciumi apa yang bisa di gapai oleh bibir nya saat ini.


" Sayang ..." Panggil Risa lagi.


" Sebentar la-gihhh...." Ucap Alex terbata.


Dia benar benar merindukan kegiatan seperti ini, Setelah melalui jalan panjang nan berliku, Akhir nya Alex bisa kembali berkunjung melihat ladang kesayangan nya.


Banteng Inggris itu kembali berulah dan mengulah .


" Tarisa....."


" Alex...."


💦💦💦


🌻🌻🌻


Alex menyelimuti tubuh istri nya, Di biarkan nya Risa kembali tidur dengan keadaan polos nya berbalut selimut, Lalu Alex kembali membersihkan diri nya.


Kaki nya masih menyisakan rasa nyeri yang lumayan terasa bagi nya, Tapi setidak nya dia bisa berjalan lagi.


" Kau nakal Dear..." Alex berkaca setelah menyelesaikan kegiatan nya.


Bekas cakaran Risa begitu membekas didada nya, Bahkan Alex masih mengingat betapa seksi nya suara kelinci putih nya yang sangat di cintai nya itu.


" Aku mencintai mu Dear..." Ucap nya lagi penuh dengan senyuman nya.


Alex benar benar bahagia saat ini.


Setelah menyelesaikan Acara berdandan nya, Dia turun melalui tangga, Alex benar benar ingin melatih kembali kekuatan kaki nya, Dan saat tiba di bawah, Alex dapat melihat Bocah gembul tengah asyik menonton serial kartun Karakter kotak berwarna kuning dan bintang laut serta Seekor Gurita.



" Boleh Papa minta ?" Bocah gembul itu menatap pria tangguh di depan nya dan tersenyum.



" Papa..." Sky merentangkan kedua tangan nya.


Bocah gembul itu berjalan ke arah Papa nya dengan mulut nya yang di penuhi buah anggur.


" Apa ini enak ?" Tanya Alex pada putra nya itu.


Sky terlihat sangat menyukai buah buahan, Dan Alex akan memberikan apapun yang di inginkan anak anak nya, selagi itu berguna dan bermanfaat.


" Papa, Mama..." Ucap nya lagi.


Sky baru berusia 11 Bulan, Tapi jalan nya sudah lancar, karena sejak usia 9 Bulan dia juga sudah mula berjalan satu dua langkah kecil nya.


Dan kini, Para pelayan harus ekstra hati hati dan kejar kejaran dengan bayi gembul nan menggemaskan itu.


" Mama sedang istirahat Son. " Jawab Alex yang kini semakin bermain dengan putra nya.


Para pelayan menatap kaget ke arah sang Bos, Kini sudah tidak lagi menggunakan kursi roda nya.


" Kembali bekerja ! " Titah Alex tak terbantahkan dan hal itu membuat semua nya kembali bekerja.


Dan kini Lisa tengah menghubungi Suami nya untuk memberi tau tentang kondisi sang Tuan.


" Syukurlah jika begitu Sasa, Sehat sehat disana. Sampai kan salam ku pada anak kita. Bahwa Daddy nya merindukan nya. "


" Tidak dengan Mommy nya ?" Tanya Lisa penasaran.


" Aku sangat merindukan kalian berdua. Terus lah sehat untuk ku. "


" Kami mencintai Daddy. " Lisa mengakhiri panggilan telepon nya.


Setelah nya dia kembali ke kamar nya, Ibu dan Bibi Juli telah kembali ke Swiss, Ibu nya tidak sanggup melihat putra nya berada di kursi roda, Maka dari itu dia lebih memilih pergi kembali.


Risa sudah turun dengan wajah cemberut nya kini melihat sang penguasa itu tengah bercanda dengan putra gembul nya.


Alex hanya menatap heran melihat wajah sang kelinci putih. Walau dia tau apa yang telah membuat wanita cantik itu cemberut.



" Apa ?" Kata Alex saat melihat wajah istri nya cemberut dan merajuk.


" Ini gara gara kamu ih, " Risa semakin cemberut pada sang penguasa itu.


Hal itu membuat hati Alex menghangat, sementara Balita gembul itu hanya menatap interaksi kedua orang tua nya .


Plak !!


" Hey kau ! Tarisa Sania Son !" Pekik Alex saat Risa memukul bahu nya.


" Apa ? Mau marah ? Aku bisa lebih marah ya. Kamu itu nyebelin tau gak ?" Alex langsung melotot mendengar nya, berani sekali istri nya itu.


" Ke Mall yuk, mau makan Shabu Shabu lagi kayak dulu. " Pinta Risa dengan manja nya..


Bahkan kini raut wajah nya sudah berubah.


Lebih manja dan imut, Apa apaan istri nya itu ??


Apa saja yang telah di lewat kan nya selama ini ? Istri nya semakin Berani dan berubah.


" Mau gak nih ? Ayo...kita jemput Theo sekolah. " Pinta nya lagi.


Kali ini semakin manja dan bergelendotan di lengan besar nya .


" Theo sekolah dimana ?" Tanya Alex yang membiarkan Sky di ambil alih Maura karena mereka ingin jalan jalan. Jadi Sky di bersihkan bersama Maura dan Nanny nya.


" British Internasional School. " Jawab Risa.


Alex hanya mengangguk saja, Dia hanya menurut saja apa yang di inginkan istri nya.


" Bagaimana sekolah nya ? Kantin nya ? Kredibilitas nya ? Keamanan nya ? Kau sudah memikirkan semua nya ?" Risa hanya bisa menghela nafas nya saja.


Di kira nya Theo ingin apa ?


" Kamu kira anak aku mau apa ? Sekolah militer ?" Alex melongo lagi dengan jawaban istri nya.


Bagaimana pergaulan disini ? Kenapa istri nya banyak berubah ?


" Apa ? Aku bahkan sering belanja ke pasar tradisional disini, Harga nya murah, Bahan nya segar, bahkan Cumi dan ikan saja masih ada yang di jual hidup. Bukan kayak di tempat kita, semua sudah kemasan, bahkan ada tukang sayur yang masuk ke sini setiap hari nya. "..


" Apa ????!!!!" Teriak Alex kaget.


Apa apaan istri nya itu ? Tukang sayur keliling ?? Apa saja yang di lakukan wanita hamil itu, Selama tidak ada diri nya ??


'" Apa saja yang kau lakukan selama tidak ada aku Tarisa ??? Tukang sayur keliling ? Yang benar saja ?? Astaga Tarisa ..kau membuat kepala ku pusing !" Ucap Alex penuh dengan ras Frustasi nya.


Alex belum tau saja, apa yang di lakukan nya lagi ?


Bahkan Risa pernah memesan segerobak siomay untuk di makan nya dan seluruh anggota rumah mereka.


Sangking kesal nya, Alex bahkan mengambil koran yang dua bulan yang lalu. Dimana disana ada sebuah Artikel yang membuat kepala Alex berasap,.


" Katakan pada ku ! Apa apaan ini Tarisa ???" Alex sampai bangkit dari sofa dan berkacak pinggang di depan Risa sambil memegang koran nya.


" Apa ini Tarisa ??? astaga Tarisa !!!" Geram kesal Alex tertahan saat ini.


" Apa yang kau lakukan sampai bisa masuk berita begini ? Seorang wanita cantik terciduk makan Es cendol dawet di trotoar dan keciduk polisi karena parkir sembarangan ? Astaga Tarisa !!!!" Risa hanya menatap biasa saja.


" Aku tidak tau kalau disini berlaku ganjil genap, lalu aku tidak melihat ada nya larangan parkir, Maka aku menyuruh Tom untuk parkir saja . " Jawab nya cuek.


Hal itu semakin membuat kepala Alex ingin meledak saat ini.


Apa tadi ?? Astaga Tarisa ..


Kamu memang luar biasa .


" Lalu judul artikel ini, Wanita Sultan ? Apa apaan ini ?? Siapa sih Sultan itu ? Berani sekali mereka membuat judul seperti ini ? Aku akan memenggal kepala sih Sultan itu. " Risa hanya bisa menepuk jidat nya saja


Suami nya ini sudah salah pemikiran nya.


" Disini Sultan itu orang kaya Sayang...Nama nya Sultan..."


" Bukan Sultan saja yang kaya ! Aku bahkan lebih kaya dari sih Sultan itu. " Astaga...


Rasa nya Risa ingin menangis saat ini, Yang lumpuh kaki suami nya kan ?


Tapi kenapa kepala nya seperti ikut terkena imbas nya ?


Tuk...Tuk...


" Apa yang sedang kau pikirkan ? Jika kau berani memikirkan sih Sultan itu akan ku ikat kaki mu ! Mau ?" Ancam Alex lagi.


Dan hal itu membuat Risa semakin kesal.


" Terserah !' ". Ucap Risa kesal.


❤️❤️❤️