
" Hey ! Kenapa kau marah ? Sky tidak apa apa bukan ?" Alex mengejar Risa yang telah cemberut dan memberengut kesal.
" Kamu pikir itu main main ? Kenapa Mafia seperti kalian kalian suka sekali memelihara biantang Buas ? beruang, Singa, Harimau, Buaya,. Kenapa tidak kelinci ? Burung merpati atau hamster mungkin ?" Apa apaan Risa ini ?
" What ? Apa kau gila hah ? Mana ada Mafia memelihara begitu ! Itu bukan Mafia, Tapi banci !"..
" Siapa bilang ? Kak Jefry dulu memelihara Sepasang kelinci dan--" Risa tidak sanggup melanjutkan ucapan dan kata kata nya kala melihat sorot mata itu semakin menajam menatap nya.
Risa baru sadar, Bahwa dia telah salah karena berani bicara dan menyebut nama pria lain di hadapan suami Posesif nya itu.
Gila bukan ? Tapi itu lah Alexander.
" Coba katakan sekali lagi, Siapa yang kau sebut tadi ???" Tanya Alex dingin.
" Hm, Sayang...maksud ku bukan begitu ? Aku hanya--- Hmp...apa iya ? aaahhh sudah lah !" Risa semakin kesal disini.
Bahkan dia menghentak kedua kaki nya karena merasa kesal.
" Kau akan di hukum ! " Ucap Alex tegas.
Dia melirik sekilas ke arah Tom yang saat ini sedang menunduk !.
" Cari dia dan bawa kehadapan ku !" Tom mengangkat pandangan nya dan mengangguk atas titah dari sang Tuan penguasa itu.
" Baik Tuan..." Alex kembali mengejar Risa hingga kini mereka kembali kerumah besar mereka dengan masih saling berdebat dan cekcok.
Bahkan juga Alex yang kesal sepanjang malam tidur memunggungi Risa karena kesal dengan istri nya itu.
Risa ? Dia juga memunggungi Alex karena mau mendekat pun percuma, Alex masih marah.
Dia merasa sangat bersalah pada Alex.
...🌞🌞🌞...
Hari sudah berganti, Dan hari ini Alex sangat bersemangat karena ada hadiah yang di nanti nya selama beberapa hari ini.
Dan hari ini, Dia akan bertemu dengan orang itu.
Jefry, Siapa lagi kalau bukan Jefry.
" Sayang, Kenapa tidak sarapan ?" Tanya Risa membuka suara.
" Aku malas ! Kau menyebalkan !" Alex pergi begitu saja karena memang masihh kesal pada istri nya itu.
" Tapi kan aku sudah minta maaf, kenapa masih marah ?" Risa memasang wajah imut nya yang dia tau itu adalah kelemahan suami nya.
Bahkan mata kucing nya juga sudah di keluarkan nya.
" Sayang..." Risa bergelayut manja di lengan suami nya.
" Sayang..." Rengek nya lagi.
" Sana kau ! Aku malas melihat mu ! kau menyebalkan !" Alex mendorong kening Risa agar menjauh dari nya.
Dia tidak ingin kalah dari istri nya walau dia memang sudah mengaku kalah saat ini.
" Aaahhh...Ya sudah ! Sana pergi saja. Aku juga malas dekat dengan mu, Kamu sudah tidak tampan lagi. "
" Oh ya ? Aku tidak tampan ? Coba lihat dengan benar !" Alex mendekat kan wajah nya ke depan wajah Risa.
Risa juga lemah saat melihat sorot mata tajam itu terus menatap nya dengan tatapan tajam.
" Apa kau yakin bahwa aku tidak tampan ?"
Dag, Dig, Dug, Ser...
Jantung Risa seakan mau copot dari tempat nya saat dia benar benar menatap bola mata coklat gelap milik suami nya.
Oh Tidak !
Rahang tegas yang di penuhi bulu bulu halus itu sangat menyiksa batin nya saat ini.
" Sky, Dimana Sky ? Nak...Sky, Theo..." Risa yang gugup dan salah tingkah pun langsung mengalihkan pembicaraan dengan mencari anak anak nya.
Sementara Alex yang di tinggalkan disana hanya tersenyum melihat tingkah polos dan imut istri nya itu.
Walau sudah memiliki anak, Sikap manja Risa tetap tidak bisa di torelir lagi. Dan Alex menyukai itu.
Alex hanya bisa menggelengkan kepala nya dan kembali berjalan meninggalkan ruang makan dan masuk ke mobil yang sudah di siapkan oleh Markus sebagai supir nya.
" Katakan pada Lisa, Tunda pertemuan nya sampai jam makan siang ! Aku akan menjamu Client kita hari ini. "
" Baik Tuan, " Kini perasaan Markus semakin gusar saat tau kemana arah tujuan mereka pagi ini.
Markas besar ! Dimana disana ada sosok buas yang menyeramkan sekaligus menyebalkan bagi nya.
Siapa lagi jika bukan beruang ganjen itu.
Jesica !
" Hey ! kenapa aku di culik ? Apa salah ku ?" Pria yang kini di ikat kaki dan tangan nya itu terus saja meronta ronta saat ini minta untuk segera di lepas kan.
" Diam dan tunggu lah Tuan kami. Kau akan bertemu Jesica mungkin, Atau Gege. " Jawab Tom.
" Aku tidak mengenal wanita yang bernama Jesica atau lun Gege . "
" Kau memang tidak mengenal mereka, tapi Tuan kami ingin mengenal mu !"
Suara hentakan sepatu pantofel mahal itu begitu nyaring di pendengaran Pria yang di culik tadi.
Siapa Pria ini ? Kenapa hanya mendengar suara derap langkah kaki nya saja bisa membuat orang merinding ??
His, Memikirkan nya saja membuat takut dan seperti ingin terkencing di celana.
" Tuan..." Sapa anak buah nya disana saat melihat dua orang paling di takuti di Markas ini.
Siapa lagi jika bukan sang penguasa dan Orang kepercayaan nya.
Markus Orlando.
" Siapa anda ? kenapa menculik ku ? Aku tidak mengenal mu. "
" Apa kau yang bernama Jefry Siapa ? aku tidak tau siapa kau. "
" A-ku bukan Jefry..." Alex menyeringai.
" Apa kau mengenal Tarisa Sania Son ?"
Deg !
Wanita lemah lembut yang sering kerumah nya untuk bermain bersama kelinci nya.
Dia ingat itu !.
" Ya, Aku ingat, Tarisa, Caca ku, Iya Caca ku..."
Duaaarrrrr....
Mampus lah kau !!! Batin Markus disana melihat tawanan nya.
" Masukan dia ke kandang Gege, Aku rasa Gege menyukai pria bertulang lunak seperti nya. " Titah Alex.
Hei !
" Kau mau apa ??? Jangan mengada ngada kau ya "...
" Kau berisik sekali..." Sinis Alex.
" Hey ! Kau Tuan berkuasa, Tuan Jambang, Siapa kau, Aku tidak mengenal mu. "
" Aku ? " Tanya Alex dingin menatap Jefry.
" I-iya kauu..." Jawab nya sedikit takut.
Oh, Tidak ! Dia benar benar ketakutan saat ini.
Lihat wajah nya, Berkeringat dan saat Tom dan anak buah nya membuka kandang Gege, Mata Jerfy langsung melotot
Dan apa itu ?
Iyuuhhh...Alex bergidik jijik disini.
" His, Kau jorok sekali ! Bersihkan dia ! Menjijikan !!!"
" Eh, Tu-tuan...Hm, Siapa pun nama mu tolong aku, To-tolong jangan sakiti aku, A-aku tidak---"
Bleg !
Alex hanya bisa menghela nafas nya kasar, Bagaimana bisa Risa membandingkan diri nya dengan Pria bertulang lunak seperti itu, Apa ini ? Baru melihat Gege saja Dia sudah terkencing di celana dan lebih parah nya lagi pingsan !
Astaga !!!
Bagaimana jika dia bertemu Jesica yang sangat besar dan berbulu lebat itu ???
Kurasa dia bisa mati berdiri .
Tapi tunggu, Jesica ?
Bukan kah ????
" Oh, Tuan...Saya mohon, Jangan lakukan ini...Kita harus menghadiri Meeting dua jam lagi, Aku tidak yakin Jesica akan melepaskan ku..." Markus mengiba pada sang Tuan...
Alex hanya menyeringai saja disini.
Dia suka sekali saat melihat Jesica tertawa dan bermain bersama Markus yang geli pada nya.
" Tuan...saya mohon... " Pinta Markus lagi.
" Tom..."
" Baik Tuan... "
Habis lah aku !!! Batin Markus menjerit di dalam hati...
Tak lama Kandang Jesica di buka dan keluar lah beruang menyeramkan itu, Namun saat melihat Markus, Jesica langsung histeria !
Dia menggoyang goyang kerangkeng besi nya agar bisa mencapai Markus.
" Datang dan sapa kekasih mu Markus ! Dia merindukan mu " Markus hanya bisa memelas disana.
Mau tidak mau dia harus menyapa dan mengelus kepala beruang jelek itu bukan 😭😭
" Demi kau Sasa ku, Demi hidup nyaman untuk mu aku melakukan ini sayang..." Gumam Markus sambil berjalan ke arah Jesica yang sudah seperti menahan Rindu pada nya.
...❤️❤️❤️ ...