
" Sayang..Boleh ya keluar rumah...Mau jalan jalan di taman saja. Ya...Boleh ya ?" Tanya Risa pada suami nya saat ini dalam sambungan Vidio nya.
Risa bisa melihat suami nya tengah sibuk dengan Laptop,Pena dan berkas berkas kerja nya.
Oh, Jangan lupakan kacamata kerja milik suami nya yang menambahkan kadar ketampanan suami nya itu.
" No !" Jawab Alex tanpa melihat Risa disana.
Dia masih sibuk, Tapi telinga tajam serta otak jenius nya tidak bisa di ragukan lagi.
Bahkan saat bekerja seserius itu saja Alex bisa menjawab Risa dengan benar.
" Aku tidak takut, Biar saja aku keluar, Lihat lah nanti !"
Tak !
Alex meletakan Pena nya.
Lalu dia menatap ke arah Risa disana. Risa merasa sedikit takut pada Alex saat melihat sorot mata tajam nya.
" Jika masih ingin melihat Dunia luar maka menurut ! Jika tidak itu terserah mu. Aku lebih senang kau dirumah saja tidak berkeliaran di luar sana !" Alex masih menatap Risa.
" His ..Aku bosan..." Rengek Risa disana.
Alex hanya bisa menghela nafas nya berat disana. Dia juga kasihan pada istri nya.
" Dandan yang cantik untuk ku dan minta pengawal mu untuk mengantar ke kantor. Aku menunggu mu disini !" Putus nya.
Risa menatap berbinar disana. Dia bahagia bisa keluar rumah.
" Jangan berani berani nya memakai Heels jika tidak ingin ku bakar semua sepatu mu itu ,!"
" Iya..., Nanti beli coklat ya..."
" Heum. " Jawab Alex yang kini sudah kembali bersama Pena nya.
" Tunggu aku, Aku mencintai mu..." Alex menatap layar ponsel nya kembali dan melihat Risa yang tersenyum manis disana.
" Jangan membual ! Kau mencoba merayu ku ?" Kembali fokus pada laptop nya disana.
" Aku serius. Aku mencintai mu, tapi--"
" Tapi kau belum percaya sepenuh nya pada ku. Sudah lah aku masih sibuk. !"
" Iya. Aku segera berangkat. " Risa memutuskan sambungan telepon nya pada Alex dan dia segera bersiap untuk ke kantor bertemu suami nya.
Dia benar benar berdandan, Kata suami nya harus cantik bukan ?
Maka dia melakukan nya saat ini.
" Sayang..." Risa masuk ke ruangan nya.
Alex mengalihkan pandangan nya dari laptop ke arah sumber suara yang membuat pekerjaan nya buyar.
" Hey !!! Siapa yang menyuruh mu berlari hah ?" Alex marah saat Risa berlari ke arah nya dengan tangan terbuka.
Rida diam disana. Dia tidak jadi memeluk suami nya.
" Maaf, Aku pulang saja..." Lirih nya sedih.
Dia sudah berbalik arah dan siap untuk kembali pulang kerumah nya.
Dia sedih Alex kembali membentak nya.
" Aku hanya mengkhawatirkan mu ! Jangan berlari, Aku tidak akan kemana mana. !" Ucap Alex tegas dan memeluk Risa.
Bahkan kini dia menciumi puncak kepala istri nya.
Hap...
Alex membawa Risa dalam gendongan nya dan mereka duduk di kursi kerja milik nya.
Alex memangku Risa dan Risa bergelayut manja di leher suami nya. Di tatap nya penuh dengan perasaan wajah tampan dan tegas itu.
" Temani aku menyelesaikan ini sebentar lagi. Bisa ?" Risa mengangguk.
Dia suka sekali menciumi aroma tubuh suami nya. Terlebih jika sudah bercampur keringat begini. Dia jadi semakin menyukai nya.
" Jangan nakal kau ! Mau apa ?" Risa tidak memperdulikan suami nya dia membuka kembali dua kancing kemeja putih suami nya dan menghirup dalam aroma tubuh Alex.
" Awas jika kau tertidur dan meninggalkan liur mu disana. " Alex menggoda istri nya.
" Hey ! Itu sakit..." Pekik Alex saat bulu dada nya di cabut Risa.
" Rasakan itu !" Balas Risa tak mau kalah.
Saat mereka sibuk berdebat, Lisa datang mengetuk pintu.
" Masuk !" Teriak Alex disana.
" Tuan, Ini coklat pesanan anda. !"
" Letakan di sini. " Tunjuk nya ke meja kerja nya.
Lisa jalan mendekat, Sejujurnya dia malu sendiri. Melihat Tuan Arrogant itu memangku istri nya.
Terlihat sangat mencintai nya. Lisa merasa salah tingkah sendiri melihat itu.
" Saya permisi Tuan, Nyonya..." Pamit Lisa setelah meletakan satu box coklat mahal itu.
" Eh, Lisa tunggu..." Risa mengambil selembar tissu dan mengambil beberapa coklat itu untuk Lisa.
" Ini untuk kamu Lisa..." Lisa masih melihat coklat itu lalu menatap Tuan nya.
" Terima kasih Nyonya, Saya pamit. " Risa mengangguk.
" Mau kemana kau ?" Tanya Alex saat melihat Risa menjauh
" Duduk di sofa, " Jawab nya sambil memulai dengan satu buah coklat itu.
" Sini kau ! Enak saja kau. Sudah ku belikan coklat seenak mu saja mau pergi. Temani aku dulu. " Risa tersenyum dan mendekat.
Dia kembali mendudukan diri nya di pangkuan suami nya.
" Aaakkk..." Alex menggeleng.
Dia tidak suka makanan manis dan lumer di mulut itu.
Gigi nya adalah gigi sensitiv dengan makanan manis, Maka dia tidak ingin merasakan bagaimana sakit nya saat gigi nya berdenyut nakal sewaktu dia kecil dulu.
" Satu saja " Ucap Risa sambil menggigit coklat di mulut nya yang belum di makan.
Alex menyeringai disana.
Cup
" Hmmmp..." Risa bungkam dengan ciuman Alex.
Mereka eh, Tepat nya Alex melummat bibir nya yang masih terasa coklat itu.
Bahkan kini mereka saling berbagi coklat dari mulut ke mulut.
Saliva mereka saling bertukar, Suami nya memang ahli dalam segala hal.
" Sudah ? Aku sudah menuruti keinginan mu bukan ?" Alex membersihkan bibir Risa yang ada tersisa noda coklat disana.
" Is..." Rengek Risa saat Alex menjilat ujung bibir nya lagi.
" Setelah menghabiskan nya, Tidur siang. Kau makan siang dengan apa tadi ?" Sambil bekerja kembali.
" Ayam bakar, Soup Udang, Dengan Brokoli, Jus mangga dsn puding Susu.
" Alex melotot disana.
Banyak sekali makan istri nya itu.
" Kau makan sebanyak itu, Dan hanya perut mu saja yang mulai membuncit ? Kau cacingan ?"
Bugh...Bugh...Bugh...
" Mana ada, Nanti kita akan melakukan USG. " Alex baru ingat sekarang.
" Baik, Akan ku hubungi Markus dulu. Aku tidak ingin kau mengantri. "
" Iya. " Jawab Risa dan mereka langsung menuju rumah sakit.
Sepanjang perjalanan, Alex terus menautkan jati jari kekar nya dengan jati jari mungil itu, Bahkan tak sekali pun Alex melepaskan nya.
Risa dan Alex sudah sampai di Rumah sakit, Karena memang sudah masuk musim dingin, Jadi ya begitu lah gaya nya Risa.
Bahkan Alex menambahkan jas milik nya di tubuh sang istri.
" Silahkan, Tuan dan Nyonya Alexander, Dokter Camilla sudah menunggu. " Alex langsung kembali menggandeng tangan Risa dan membawa nya masuk ke dalam ruangan itu.
Disana semua tim dokter sudah menunggu, Bahkan Dokter Camila sampai harus datang kerumah sakit di saat sedang cuti di karenakan Sang Penguasa ingin memeriksakan kandungan istri nya .
Oh, Jangan lupakan penjaga bayangan di luar rumah sakit dan sekitar nya.
Mereka menyamar layak nya Pasien,Petugas kebersihan bahkan ada yang menyamar sebagai Perawat bahkan Dokter juga.
Semua itu di lakukan oleh Markus dan anak buah nya demi keselamatan calon penerus Alexander.
Dan Alex juga sudah berencana, Jika nanti nya sang anak tidak akan memakai nama Guero di belakang nya .
Karena yang pasti Alexander lah yang berada di belakang mama anak anak nya nanti.
" Semua sehat, Tuan dan Nyonya. Bayi nya sehat dan juga sudah kuat..."
" Kau tidak bohong ? Jika anak ku sudah kuat ? Jadi aku dan istri ku bisa --"
" Ehem..." Alex berdehem disana menetral kan suasana.
" Baik, Kalau begitu, Kami permisi Dokter, semua nya..." Risa menunduk Hormat dan para tim Dokter pun kelabakan karena Sang Nyonya besar menundukan kepala nya.
" Eh ? Jangan sungkan Nyonya. Kami hanya melakukan tugas kami saja. "
" Ayo, Kita pulang, Kau belum tidur siang. " Alex mengajak istri nya pulang dan pergi dari rumah sakit.
" Dan soap jenis kelamin, Jangan sekali kali kalian membuka suara pada siapa pun. Jika aku mengetahui ini semua bocor ke Publik, Aku dengan sedang hati menghancurkan kalian sampai habis !" Setelah mengatakan itu Alex benar benar pergi dari rumah sakit itu.
" Kenapa lagi kau ?" Tanya Alex saat mereka sudah sampai d mobil istri nya mendiamkan nya.
" Aku kesal !" Jawab Risa cuek
...❤️❤️❤️ ...
Yang masih punya Vote Jangan pelit, Nanti kuburan nya sempit.
Kasih aku bunga biar seger mata ku, Kasih kopi biar melek mata ku juga buat nulis.
Kalau kasih kursi pijat nanti aku ke enakan dan malas malasan 😒
Follow ige aku @amelia_falisha1511 ❤️