
Menempuh perjalanan udara dari Paris ke Italia yang memakan waktu kurang dari satu jam, Akhir nya Alex dan Risa sudah sampai di Negara Menara Lisa berada.
Dan dari Bandara Fiumicino ( FCO ) juga di kenal sebagai bandara internasional Leonardo Da Vinci Ke Venice, Mereka harus menempuh perjalanan Darat lagi selama 3 jam.
" Jika bukan karena kau, Aku tidak akan mau seperti ini. " Keluh Alex lagi sambil terus menggerutu ke arah istri nya yang masih saja betah bersandar di Bahu nya.
Ya, Risa kembali mengalami Jetlag hanya dari Paris ke Italia saja dia Jetlag.
" Maaf, " Risa hanya bisa meminta maaf saja ke suami nya.
" Sudah, Tidur lah. Kau ini menyusahkan saja !" Risa kembali merasa sakit hati nya saat suami nya mengatakan nya menyusahkan.
Alex merasa bersalah. Kenapa mulut nya tidak bisa bicara lembut sedikit pada Risa !?
Tidak bisakah dia bicara lebih lembut lagi pada Risa ? Kenapa selalu menyakiti Hati istri nya ?
Sebegitu gengsi kah diri nya ? Mengakui kekalahan nya karena terlalu mencintai Risa ?
Salah kah dia ???
Author be like : Ya salah lah !!!! 👊👊👊👊
" Bukan begitu maksud nya -- ahhkkk...Sudah lah. Tidur selagi aku baik ingin memangku mu !" mAsih juga bersikap kasar kan ??
" Mulai sekarang belajar lah menempatkan dirimu Risa. Aku tidak ingin orang lain merendahkan mu ! Kau istri ku. Kau harus tau itu !. Jika orang lain merendahkan kan mu, Sebut nama ku jika mang harus ! Kau mengerti ?"
" Iya" Risa mengangguk.
" Aku ingin mereka tau, Bahwa kau adalah istri ku ! Agar tidak ada satu lun dari mereka yang berani melirik mu atau bahkan sampai menyakiti mu, Jika mereka sampai berani menyakiti mu, Bahkan sampai kau terluka, Aku tidak akan pernah mengampuni mereka !!!" Ucap nya dengan tegas.
Alex begitu serius dengan ucapan nya, Risa masih mencerna semua ucapan yang keluar begitu saja dari mulut suami nya, Sebenar nya apa maksud suami nya itu ? Apa dia mencintai nya ? Atau hanya kasihan saja ?
Boleh kah Risa berharap lebih ? Dia hanya ingin di sayang dan di cintai oleh Alex.
Dia tidak menginginkan segala kemewahan yang di tawarkan Alex pada nya, Cukup untuk Alex bersikap lembut saja Risa sudah cukup .
" Apa yang ingin kau tanyakan ?" Risa hanya menggeleng saja.
" Aku tidak suka mengulang kata kata ku Risa !"
" Tidak ada , Aku hanya merasa --" Alex hanya bisa menautkan sebelah alis nya saja menatap tajam ke arah Risa nya.
" Aku hanya lelah saja. Belum ada istirahat sejak kemarin, Di tambah Jetlag " Ucap Risa dengan sangat hati hati.
Benar juga pikir Alex.
Istri nya kurang istirahat, Karena Alex selalu saja datang berkunjung untuk berkebun di ladang Risa tanpa memikirkan Risa. Nyaman kah istri nya itu ? Atau ingin menolak tapi tidak berani ?
" Kau sakit ?" Tanya Alex mulai panik, Dia mengecek suhu tubuh istri nya dan tepat di kening dan Leher istri nya, Alex merasakan Tubuh Risa lumayan panas.
" Cari hotel terdekat ! Aku membatalkan ke Venice. Aku ingin hotel terbaik !" Ucap Alex dengan bahasa Itali.
" Ya Tuan..." Jawab supir yang memang sudah di siapkan Markus untuk perjalanan panjang Bosa besar itu.
" Aku baik baik saja sayang..." Ucap Risa lirih.
Alex menatap tajam ke arah nya dan menaikan tangan nya dengan kelima jari nya.
Risa mengerti, Alex tidak ingin di bantah.
Akhir nya Risa memilih diam dan memejam kan mata nya. Tubuh nya memang lelah sekali. Sudah seminggu ini dia terus di menerima kunjungan Alex di ladang nya tanpa berani menolak dan membantah. Dia juga tidak menampik bahwa permainan Alex di ladang nya memang sangat sangat bisa membuat nya ikut melayang layang.
Tapi setelah nya, Tubuh Risa akan remuk redam menahan rasa pegal yang luar biasa.
Mobil sudah berbelok di salah satu hotel mewah di Kota Milan itu.
Hotel Internasional yang Cukup mewah untuk Alex tapi sangat mewah untuk Risa. Alex sudah terbiasa dengan kemewahan.
" Sayang... Aku bisa jalan sendiri. " Ucap Risa saat Alex ingin menggendong nya.
Walau memang tubuh nya sangat lemas.
Alex diam tidak menjawab. Dia terus berjalan saat Roomboy membawa nya ke kamar Suitroom pesanan Alex.
" Istirahat. Aku harus membersihkan diri dulu. " Alex meletakan Risa di Tempat tidur besar itu dan bergegas membersihkan diri.
Cup...
Alex meninggalkan kecupan di kening Risa. Risa memejam kan mata nya saat merasakan hangat nya kecupan Alex..
Alex hanya bisa menghela nafas nya saja. Karena Dia merasa istri nya masih panas dan demam.
Kecuali barang pribadi nya. Segitiga besar.
Alex kembali mengecek suhu tubuh istri nya yabg masih lumayan panas itu.
Lalu Alex ikut berbaring di samping istri nya yang sedang tertidur dan memeluk nya.
Cup...
" Jangan sakit ! Aku tidak ingin kau merasakan sakit. Berikan rasa sakit mu pada ku saja." Ucap Alex sangat tulus untuk Risa.
Akhirnya Siang menjelang sore itu Alex pun akhir nya ikut tertidur juga sambil memeluk Risa.
Hari sudah gelap, Tidur Alex terganggu dengan suhu tubuh Risa yang semakin panas dan Istri nya itu juga mengigau.
" Ayah..Ibu...Risa rindu, Risa ikut...Risa ikut..."
" Ayah...Ibu...Risa ikut...Jangan tinggalin Risa "
" Ibu...Tunggu Risa...Risa ikutt..." Alex panik.
Tubuh istri nya semakin panas, Keringat dingin sudah membasahi kening nya.
Bahkan Suhu tubuh nya semakin panas. Rida demam tinggi.
" Sial !!! Dimana kau Markus ??? Sial !!!" Umpat nya lagi saat Markus tidak bisa di hubungi.
Sementara di sana, Markus sedang berjuang mati matian menyelamatkan Barang barang produksi pabrik senjata mereka.
" Sial !! Jika tidak Karena perintah mutlak dari Tuan, Mungkin aku sudah sejak tadi menghubungi nya. "
" Tuan ??" Lirih Markus saat merasa Ponsel di saku nya bergetar.
Markus kembali menghubungi Tuan nya itu dan langsung di sambut oleh Alex.
" Sialan kau !! Dimana kau hah ? Berani nya tidak mengangkat Ponsel mu !!" Makian sudah yang di dapat Alex.
Dor...Dor...Dor...
Suara tembakan kembali terdengar disana. Bahkan Alex juga mendengar nya dengan jelas.
" Dimana kau Markus ? apa yang terjadi ???"
" Pabrik di serang Tuan...Saat ini aku sedang bersembunyi untuk menghalau mereka. "
" **** !!! Siapa yang berani menyerang Pabrik ku ???" Geram Alex disana.
" Lionel Aleano!"
Rahang Alex mengetat, Berani sekali Mantan rekan nya itu. Dia sengaja memancing nya !
" Aku akan berangkat besok ! Istri ku sedang sakit. Kami di Milan. Aku akan menghubungi Mario !" Alex langsung menghubungi Mario untuk membantu Markus di pabrik dan gudang senjata mereka.
" Datang ke Gudang senjata ! Markus di serang ! aku akan pulang besok setelah istri ku sehat !" Tanpa menunggu Mario menjawab, Alex sudah mematikan sambungan telepon karena kembali mendengar Rintihan Risa.
Hati nya sangat sakit mendengar Rintihan Risa, Terlebih istri nya itu ingin ikut ibu dan ayah nya ? Alex tidak akan membiarkan itu.
Alex langsung memakaikan Risa Mantel yang cukup tebal karena sudah masuk dalam musim dingin disana dan membawa nya keluar dari kamar.
" Kerumah sakit segera !!! Istri ku Demam !" Alex langsung masuk ke mobil yang memang sudah menunggu nya.
Di dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Alex terus menciumi kening istri nya, Dia juga terus menggenggam erat tangan mungil itu dan mendekap nya di dalam pelukan nya.
Entah tidur atau bagaimana Risa memang tak sadar kan diri, Dia terus mengigau menyerukan nama kedua orang tua nya meminta ikut.
Tubuh nya juga semakin Membuat Alex bingung, Tadi panas Kenapa saat ini mulai dingin dan wajah nya memucat ?
" Lebih cepat lagi !! Sialan !!!" Bentak Alex.
" Baik Tuan..."
...😭😭😭...
Risa mengsakit genk 😭
Vote gak ? Kalau gak awas aja kalian !!!
Jangan lupa Follow juga ige aku @amelia_falisha1511 ❤️❤️
Biar ramee 😂