Belenggu Cinta Sang Penguasa

Belenggu Cinta Sang Penguasa
Menemui


" Pa, Boleh Theo masuk ?" Matheo mengetuk pintu ruangan kerja Papa nya.


Dia sangat sopan dan selalu bertanya lebih dulu apa pun yang akan di lakukan nya.


" Masuk Son. " Suara berat itu terdengar dan Matheo mulai masuk ke dalam ruangan kerja Papa nya.


Dia baru saja menyelesaikan pekerjaan sekolah nya dan ingin bicara pada Papa nya.


" Ada apa ?" Tanya Alex melihat putra pertama nya itu.


Dia dan Risa sudah sepakat bahwa Matheo menjadi anak pertama mereka di dalam keluarga mereka walau Sky lah yang pertama kali lahir dari rahim Risa.


" Apa boleh Theo ikut Les bela diri ? " Theo merasa takut.


Ini adalah pertama kali nya dia meminta pada Alex setelah hampir sebulan tinggal dan menjadi anak dari keluarga Alexander.


Alex menatap nya dengan Lekat.


" Bela diri apa yang ingin kamu pelajari ?" Matheo mengangkat wajah nya dan memberanikan diri menatap Wajah Papa nya.


" Theo ingin bela diri Muaithai Pa, Boxing dan juga Bela diri lain nya. " Alex masih menyimak.


" Dimana ?"


" Di sekolah hanya ada beladiri Taekwondo dan Karate saja Pa. " Jawab Matheo takut.


" Baik. Belajar lah di sekolah dulu. Setelah sekolah baru temui Uncle Markus. Dia ahli Nya Muaithai, Ada Uncle Ton yang mahir dalam bidang persenjataan. Belajar lah dengan mereka. Jika ingin belajar Bisnis, Kamu bisa belajar dengan Aunty Lisa. "


" Belajar nya kelembutan penuh cinta dari Mama mu. " Lanjut Alex lagi


" Baik Pa. Theo pamit. "


" Di akhir pekan, Papa sendiri yang akan mengajarkan mu tentang bertahan dan menjadi pria sejati. " Theo mengangguk.


" Iya Pa. Theo pamit, Good Night Pa. " Theo meninggalkan Ruangan kerja Papa nya dan kembali ke dalam kamar nya.


Begitu lun dengan Alex, Dia sudah menyelesaikan pekerjaan nya dan kembali ke kamar nya.


Menyusul sang bidadari yang sudah terlelap dalam damai nya malam .


Memeluk dengan penuh kasih sayang, Alex pun ikut memejam kan mata nya bersama sang bidadari tercinta nya.


Pagi sudah datang, Mentari sudah menyambut hari mereka pagi ini.


Dan seperti biasa, Pagi hari sekarang ini Risa menjadi panik sendiri.


Dia ingin menjadi istri dan ibu yang baik, Tapi dia belum bisa membagi nya


Antara Alex,Sky dan kini bertambah Theo.


" Hey, Sudah. Jangan menyusahkan diri mu sendiri. Aku selalu bilang bukan? Untuk bahagiakan diri mu ? " Risa mengangguk.


" Jadi kenapa sekarang menangis ?" Tanya Alex lagi.


" Maka diam. Atau kau ingin aku---????"


" Iya aku diam..." Walau masih senggugukan.


" Bagus ! Jika tidak ingin kau terlihat jelek maka jangan pernah menangis. "


" Selalu !" Risa sudah menghapus air mata nya dan mencebik kesal pada nya.


Setelah sarapan dan berpamitan pada Risa dan Sky, Alex dan Theo langsung berangkat dengan mobil yang sama.


Dimana mobil itu di kendarai oleh Markus Geraldo.


" Theo sekolah Pa. " Alex mengangguk dan tersenyum.


" Saldo kartu kantin mu masih ada bukan ? Jika tinggal sedikit hubungi Uncle Markus, Atau Aunty Lisa. Mereka akan mengisi nya. " Theo mengangguk.


Sekolahan Theo adalah salah satu sekolah terbaik di Negara ini.


Semua yang bersekolah disini adalah anak orang orang hebat dan kaya raya seperti nya


Lebih tepat nya seperti Papa nya siapa lagi jika bukan Alexander sang penguasa.


Matheo sudah memasuki pekarangan sekolah nya, Alex dan kedua orang penting nya menuju Hotel tempat dimana mereka akan melakukan kunjungan di Sky A Garden dan Sky A Hotel.


Semua di atas nama kan Sky A !


Alex benar benar sibuk hari ini, Saat keluar dari Hotel nya dia merasa tubuh nya lelah karena seharian bekerja keras membasmi tumpukan kertas kertas yang menghasil kan uang itu.


" Kunjungan terakhir Tuan, Di Club Wings. " Alex berhenti dan berbalik menatap Markus.


Sudah semenjak hadir nya Risa Alex tidak pernah mengunjungi yang nama nya Club malam.


" Siapa yang berani mengajukan hal semacam ini ?" Tanya Alex dingin .


" Sebenar nya saya Tuan, Karena saya pikir anda tidak akan ikut malam ini. Tapi berhubung anda ikut jadi saya belum mengkonfirmasi nya. " Terlihat Alex menghembuskan nafas nya berat.


Lisa tidak pernah lagi lembur bekerja bersama mereka.


" Sudah ayo cepat selesaikan !" Alex langsung masuk ke dalam mobil nya dan Markus mengikuti nya.


Alex paling tidak suka berlama lama dalam pekerjaan nya.


Mereka sampai di Wings Club milik Markus dan segera memasuki ruangan VVIP nya.


Kerja sama mereka berjalan lancar dan Alex hanya meminum sedikit saja wine itu untuk menghargai rekan kerja nya.


Dia tidak ingin mendapatkan ceramah di malam hari jika ketahuan Risa mengonsumsi minuman itu.


Malam sudah semakin larut, Mereka sudah selesai dan keluar dari ruangan VVIP itu.


Sorot mata tajam serta bentuk tubuh tegap Alex tercetak jelas di berbalut kemeja mahal itu.


Semua mengangumi ketampanan dan keangkuhan Seorang Alexander yang terkenal itu.


Sampai ujung mata tajam nya menyorot seseorang yang tengah bercumbu di sofa itu dengan wanita yang hampir bugil karena hanya memakai dalaman saja


Bahkan tangan nakal nya meremmas sesuka nya disana .." Ck, Menjijikan !" Gumam Alex berlalu dari sana.


Sementara yang di cibir hanya, menatap kesal dengan sorot mata tajam nya.


Dia tidak tau bahwa orang tersebut adalah Mr, A yang sangat misterius itu.


" Siapa kau berani menganggu kesenangan diri ku ?" Alex menyeringai disana .


Dia mengangkat tangan nya agar anak buah Markus mundur dan membiarkan nya melihat Pria itu.


" Deep Arlord ? Lama tidak berjumpa Mafia Spanyol. " Berkata dengan nada Datar nya.


Deep agak terkejut akan hal itu.


Namun bagaimana pun dia seorang Mafia, Dia tau lawan seperti apa yang sedang di hadapi nya kini.


Orang di hadapan nya bukan orang biasa! Begitu lah pikirkan nya saat ini.


Tak !


Dengan gesit semua menjadi tegang dan takut saat kepala Alex di todong kan Pistol oleh Deep Arlord .


Alex masih santai dia hanya tersenyum saja menanggapi Deep di hadapan nya.


Dia masih membaca dan menganalisa apa yang akan di lakukan Deep selanjut nya.


" Pria sombong seperti mu lebih pantas berada di dalam tanah ! Ck ,!!" Itu kesalahan besar Bung !


Kau mendecih di hadapan Alex ? Bahkan mengotori sepatu nya ?


Kau hebat !


Syet, Shakk...


Kini tangan Deeo berbalut dan kini Pistol yang tadi di acungi nya di kening Alex.


Kini berpindah ke kening nya.


" Kesalahan mu terlalu sombong ! Bahkan disaat sebelah mata mu tidak bisa melihat lagi ! Apa Mr. A Itu sangat menyakiti mu ?"


" Aku akan membunuh Mr. A dengan tangan ku sendiri. " Alex tersenyum biasa saja disana.


Membunuh Mr. A ? Dengan kemampuan ini ?


Mimpi saja !


" Kalah kan dulu Markus baru bisa mencari Mr. A !" Setelah mengatakan hal itu Alex langsung pergi dari sana dengan memasukan pistol Deep tadi ke saku jas nya


Markus hanya bisa menghela nafas nya saja kerena Target sudah terkunci oleh seorang Alexander .


...❤️❤️❤️...


Agak badmood karena anak lagi sakit .


Doain ya semua nya 🙏


Semoga anak ku cepat sehat ❤️