
" Kenapa kesini ?" Tanya Mawar saat pagi pagi Sky sudah sampai di depan rumah nya.
Mawar jadi bertanya tanya, Apa Pria ini tidak tidur ??
Bahkan tadi malam saja mereka masih saling bicara lewat telpon sampai jam satu malam, Dan sekarang baru jam 7 pagi, Langit terindah nya itu sudah sampai disini ?
" Terserah ku ! Aku lapar !" Mawar hanya bisa menghela nafas saja menghadapi Pria berambut biru itu.
" Mau sarapan apa ? Hanya ada nasi saja. !" Mawar mulai mengikat rambut nya asal dan itu membuat nya terlihat semakin cantik walau belum mandi sekali pun.
" Kenapa kau bisa secantik ini ? 3 bulan aku tidak datang, Kau semakin cantik saja. " Gerutu Sky yang menatap Mawar dari meja makan nya.
Sementara Mawar hanya mengendikan kedua bahu nya saja.
" Aku hanya kesalon saja. Menggunakan uang bulanan dari kamu. " Jawaban Mawar membuat Sky kesal.
" Akan ku tutup salon itu ! Dia membuat mu cantik seperti ini dan pasti banyak orang yang menyukai mu, Dan menatap mu kan ? Ayo jujur. "
Brak !
Mawar menggebrak meja dengan pisau yang di pegang nya saat ini.
Dia menatap kesal ke arah Pria berambut biru di depan nya.
" Kenapa ??? Aku tampan bukan ??? Aku sudah tau itu, Bahwa aku memang tampan. " Puji nya bangga dengan diri nya sendiri.
Astaga, Mawar sampai menggelengkan kepala nya, sangking kesal nya dengan Sky.
Tapi dia adalah Sky, Langit, Siapa yang bisa menandingi Ketinggian nya ?
Mana ada yang bisa, Sudah lah langit, Galaxy lagi pula, Maka sulit menandingi nya.
" Iya Sky, Iya ..kamu yang paling tampan, Kamu yang paling kaya, kamu yang paling tinggi. " Sky tersenyum.
Biarkan saja orang mau menganggap nya haus akan pujian, Yang penting itu dari mawar.
Mawar menyelesaikan masakan nya, Hanya sekedar nasi goreng dengan telur ceplok saja untuk Sky, Dan lihat, Wajah bak malaikat itu tersenyum penuh kemenangan saat mendapatkan makanan dari Mawar.
" Aku mandi dulu ! Jangan ngintip. " Sky mengangguk.
" Aku bukan pria kurang kerjaan yang hobi nya mengintip ! Jika aku mau sudah sejak dulu aku lakukan !" Mawar paham.
Sky memang tidak pernah melakukan hal lebih selai kontak fisik bergandengan tangan dsn mencium kening.
Tidak ada yang lebih dari itu selama 3 tahun terakhir yang telah mereka jalani saat ini.
Saat Mawar keluar dari kamar nya, Satria sudah menghabiskan nasi goreng buatan nya, Dan kini tengah meminum jus buah kemasan dari kulkas nya.
Bahkan dengan enteng nya, Langit biru nya itu memakan buah tanpa beban sama sekali, sambil sesekali melihat ponsel dan iPad nya.
" Sibuk ?" Tanya Mawar yang ikut bergabung di meja makan, Dia mengambil alih apel yang ada di tangan Sky, Dia mengupas nya dan memberikan potongan potongan kecil itu pada Sky.
Sky hanya mengangguk dan tersenyum saja.
Kedua nya masih fokus dalam pekerjaan mereka masing masing, Hingga Mawar menyelesaikan pekerjaan nya pun Sky belum selesai dengan ponsel dan iPad nya.
Mawar menghampiri nya dan mengambil alih iPad nya dan melihat, Apa yang di kerjakan langit biru nya itu.
" Apa yang bisa di bantu Tuan Muda ?" Sky hanya mencebik saja.
Dia paling kesal saat di panggil Tuan Muda, Dan itu terdengar sangat menyebalkan bagi nya.
" Kerjakan saja yang kau bisa ! Setelah itu baru kita bicara !" Mawar mengangguk.
Dia mulai melihat pekerjaan Sky dan membantu menyusun satu persatu email yang masuk ke dalam iPad nya, Tepat pukul setengah 9 pagi, Merek sudah selesai.
" Baik, Mari kita bicara !" Ini lah wajah yang selalu membuat Mawar berpikir keras.
Wajah itu selalu terlihat manis dan menggemaskan jika sedang terlibat pembicaraan Yang santai, Dan wajah itu akan terlihat dewasa saat sedang bicara serius begini.
Entah lah, Bagaimana lagi rupa wajah itu nanti ?
Tidak tau saja mawar, bagaimana wajah menggemaskan itu berubah menjadi menyeramkan saat sedang emosi jiwa melanda.
" Bicara apa ?" Tanya Mawar yang meletakan iPad milik Sky.
Kedua nya duduk saling berhadapan dan menatap kedua mata pasangan masing masing.
" Besok kita akan berangkat ke London ! Papa menyuruh mu untuk ikut bersama ku ! " Mawar kaget.
Kenapa Sky memutuskan ini sendirian ? Tanpa pemberitahuan dulu pada nya ?
" Tapi Sky, Pekerjaan aku ?"
" Tidak akan ada yang bisa membantah Papa Rose. Dia menginginkan mu untuk ikut bersama ku, Sebulan saja. Papa ingin kamu terbiasa dengan kami. Belajar lah menyesuaikan diri bersama kami, Sebulan saja. Setelah sebulan nnti, Aku akan ikut bersama mu, Hidup bersama mu selama sebulan, Mengetahui bagaimana kehidupan mu juga. Ini demi hubungan kita. " Sky menggenggam erat tangan Mawar.
Dia berusaha meyakinkan diri nya dan diri Mawar, Bahwa tidak ada yang perlu di takut kan, Karena Sky akan melindungi Mawar.
" Apa aku bisa melakukan seperti yang biasa aku lakukan ? Ibadah ku ?" Sky mengangguk.
" Papa tidak pernah mempermasalahkan nya, Asal kamu bisa jga diri dan sikap kamu saat bersama kami. Dan satu lagi, Kamu akan jadi sekertaris ku selama sebulan ! itu sudah keputusan Ku. "
" Lalu keputusan ku ??" Tanya Mawar lagi.
" Keputusan mu hanya mengikuti ku !" Mawar mencebik.
" Dasar pemaksa !"
" Tengkiu " Di iringi senyuman indah nya.
Dan senyuman itu yang membuat hati mawar selalu bergetar hebat, Bibir itu, Mata sipit itu saat tersenyum akan hilang dan tertutup rapat.
" Sekarang ayo pergi ! Kita lihat makam ibu kamu. Sekalian pamit, Aku sudah membayar orang untuk mengurus makam ibu, Dan soal Pengajian nya nanti juga akan di urus oleh orang mesjid. " Mawar mengangguk.
Sudah sejauh inikah Sky memikirkan nya ? Kenapa dia semakin kagum dan jatuh dalam pesona seroang Galaxy Sky Alexander ?
Kini kedua nya pergi menaiki motor pink yang di tinggalkan Sky untuk nya, Motor Pink yang menjadi awal mula cerita mereka hingga saat ini.
Dan Sky ingin cerita mereka akan terus berlanjut, Hati Demi hari yang akan mereka lewati bersama nanti nya.
" kenapa motor nya tidak enak ? Kau tidak menservis nya ya ?"
Pluk !..
Mawar memukul bahu Sky, karena kesal.
" Bahkan perawatan motor ini lebih mahal dari perawatan wajah ku ! Enak aja bilang gak aku servis. "
" Yang kau habiskan juga uang ku, "
" Siapa yang meminta uang Sama kamu ? aku juga kerja. gaji aku banyak. "
" Kau kerja juga karena aku, Dan soal uang ku, Bahkan Satria lun kalah kaya dari ku !"
" Sombong sekali !"
" Kau tau siapa aku Rose ! "
" Ya, Kau adalah Langit Biru yang terindah di Galaxy, Terima kasih karena telah membuat Bunga Mawar kampung ini terlihat indah. " Mawar memeluk pinggang Sky dengan mesra.
Kedua nya terlihat sangat menikmati kebersamaan mereka berdua, Menaiki motor pink dengan sejuta kenangan itu menuju Makam ibu nya.
Setelah memastikan Mawar pamit dan berdoa di makam ibu nya, Sky membawa Mawar kembali ke motor nya menuju rumah Satria.
Dia akan membuat Acara sendiri dirumah Satria, Dia juga akan mengundang Dinosaurus dan Tono Saurus untuk meramaikan Rumah Satria nanti nya.
" Kita mau kemana ?" Tanya Mawar saat Sky membawa nya ke mall.
" Belanja !"
" Jangan gila Sky ! Kamu itu terlalu boros ! Aku sudah seperti Simpanan om om yang memakai barang bermerk. sementara aku hanya seorang sekretaris. "
" Banyak bicara mu ! Ayo. " Sky langsung menarik lengan Mawar masuk ke dalam Mall.
Dia tau Mawar sedang puasa, Karena ini memang bulan puasa, Maka dari itu, Sky membawa Mawar belanja dan akan membuat kehebohan dirumah Satria nanti.
Mereka berbelanja banyak bahan makanan, Dari sosis, ayam, Ikan daging mahal untuk acara apa ? acara buka puasa ala sultan !
" Jangan gila Sky ! Kita datang kerumah orang membuat keributan, Aku gak mau. "
" Kamu gak bisa nolak ! Sudah diam saja !" Sky kembali melajukan motor pink mereka kerumah Satria.
Karena memang ini adalah hari libur, Maka dari itu Sky akan menghebohkan rumah Satria hari ini..
" Sky, Ayo pulang, Malu..."
" Diam Saja !" Sky tidak memperdulikan ocehan Mawar yang terus berkata Malu.
Bahkan kini, Dengan tak tau malu nya, Sky memarkirkan Motor Pink nya di depan pintu masuk rumah Satria.
" Hallo...Satria !!!! Orang Kaya datang...Satria !!!!" Sang pemilik rumah keluar dari sebuah ruangan, Dan entah ruangan apa itu, Sky tidak tau.
Tapi melihat wajah Teman nya itu, Sky tau Satria sedang menunggu kesal pada nya.
" Mau apa Sky ? Jangan berulah dirumah ku !" Dia tidak perduli.
Bahkan dengan tak tau malu nya Sky memanggil pelayan rumah Satria untuk membawa belanjaan mereka..
" Rumah nya bagus ! Tapi ini terlalu kecil. " Satria dan Mawar hanya bisa diam saja.
Sementara Sarah ? Dia kaget, Rumah sebesar ini dia bilang kecil ?
Mulut bocah itu memang minta di cabein kali ya.
...❤️❤️❤️...