
Hari Hari Alex dan Risa berjalan dengan baik dan penuh cinta.
Tapi tidak dengan seseorang di ujung sana, Dia terus memikirkan bagaimana cara nya bisa bertemu lagi dengan wanita pujaan nya.
" Lakukan apapun itu ! Aku ingin bertemu dengan nya hari ini juga. "
" Dia bukan orang sembarangan Tuan. Markus selalu berada di sisi nya. "
" Aku tidak perduli itu ! Kalau kau tidak bisa, Biar aku saja yang keluar dan bertemu langsung dengan nya." Sang asisten hanya bisa menghela nafas nya berat atas perintah Tuan nya.
Tuan nya benar benar tidak bisa di bari tahu, Tidak taukah dia siapa itu Markus Geraldo ? Bukan kah dia mengetahui sepak terjang nya di Dunia bawah ?
Lalu kenapa sampai nekad ingin maju ? Seorang Markus Geraldo saja bisa menjadi kaki tangan nya, Lalu apa kabar Sang Penguasa itu ?
Alexander ? Pasti ini semua ada apa apa nya.
" Tidak kah anda berpikir Tuan ? Markus Geraldo saja bisa menjadi Kaki tangan nya,. Lalu sehebat dan sekuat apa Alexander itu. " Sejenak Sang Tuan memikirkan hal itu.
" Dan itu tugas mu untuk mencari tau siapa itu Alexander. Kau harus mendapatkan informasi nya. " Setelah mengatakan hal itu.
Markus mendapatkan serangan di perangkat komputer nya tentang sebuah virus yang hendak membobol pertahanan informasi penting perusahaan.
" Cari tau itu ! Siapa yang berani beraninya bermain dengan ku. " Markus menunduk hormat.
Alex hanya tersenyum saja. Senyuman itu adalah senyuman mematikan yang kini jarang terlihat oleh Markus semenjak kehadiran seorang Tarisa Sania Son.
" Siapa pun kau, Kau telah salah memilih lawan mu !" Alex masih mempertahan kan senyuman nya.
Jam Istirahat kantor sudah tiba, Kini Alex sengaja pulang kerumah untuk makan Siang nya bersama keluarga.
Begitu lah sehari hari nya jika dia senggang dia akan makan dirumah bersama keluarga nya.
Dan saat di perjalanan pulang, Mobil nya di ikuti oleh sebuah mobil Rubicon Black.
Alex langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi Markus.
" Rubicor Hitam Plat XXXXX ! Kau urus dia. " Alex langsung mematikan sambungan telepon nya menghubungi Markus.
Sementara Markus langsung keluar dari Perusahaan dan menyusul sang Tuan yang dalam perjalanan pulang kerumah nya.
Saat hampir sampai di rumah nya hanya tinggal Dua simpangan lagi Alex sengaja memberhentikan mobil nya dan dia keluar dari mobil nya.
Alex duduk di cap dengan mobil mewah milik nya dan menatap mobil yang tak jauh berhenti dari nya.
Saat Para pria yang telah berani membuntuti nya itu keluar dari Mobil, Alex dapat melihat mobil Sport Markus yang melaju dengan sangat kencang.
Klak !
Alex menarik Senjata nya hingga terkokang sempurna.
Di tiup nya senjata api itu dengan gerakan wibawa nya yang kini menatap manis ke arah 8 orang yang kini siap menyerang nya.
" Jangan menjadi orang bodoh yang datang menyerahkan nyawa kalian pada ku ! Kalian bukan tandingan ku !"
" Jangan banyak bicara kau !" Tunjuk salah satu orang paling besar badan nya disana.
Alex hanya tersenyum saja menanggapi nya.
Dor !
Sekali tembakan saja peluru Alex tepat bersarang di mata kiri pria itu.
" Maju lah satu persatu ! Kalian bukan tandingan ku !" Ucap Alex lagi.
Perkelahian tak terhindarkan lagi, Markus langsung keluar dari dalam mobil nya dan melihat keadaan sang Tuan.
Disana ada 7 orang yang sudah meregang nyawa hanya tinggal satu saja yang hidup.
Dugh...
Alex menendang wajah pria itu hingga darah segar keluar dari mulut dan hidung nya.
Pria itu hanya bisa meringis sakit karena bibir nya terasa kelu semua nya.
Markus langsung melihat nya dan berjongkok di depan wajah Pria yang kini sudah berlumuran darah.
" Aku ingin informasi nya hari ini juga. " Alex langsung masuk ke dalam mobil nya dan melanjutkan perjalanan nya menuju rumah nya.
Sementara Markus masih melihat dan mengamati wajah pria yang sudah meminta ampun dan belas kasih dari nya itu.
Markus belum bersuara, Aura dingin nya masih menyelimuti daerah sekeliling nya.
" Aku tidak akan bertanya ! Tapi beri aku jawaban yang pantas !"
" Bunuh saja aku Tuan..."
" Tu-tuan...Ampuni saya Tuan..." Masih memohon agar di lepas kan ya paling tidak di bunuh saja lah pikir nya lagi.
" Baik ! Pilihan nya ada dua disini !" Ucap Markus.
" Richard Lim ? Atau ---" Markus sengaja menggantung ucapan nya dan melihat reaksi Pria ini.
Dia melihat reaksi dari Pria itu sudah ketakutan dengan tubuh yang bergetar hebat.
" Pergi dan sampai kan salam ku pada Richard Lim ! Katakan aku menunggu nya di Lims Club milik nya. " Semakin ketakutan saja Pria itu.
Dengan segala keberanian nya, Dia pergi dari sana mengendarai mobil yang di tumpangi mereka tadi.
Markus hanya bisa menghela nafas nya berat.
" Richard Lim...Kau salah target !" Imbuh Markus merasa kasihan dengan mantan rekan nya itu.
Kenapa dia harus berurusan dengan Alexander ?
Apa yang di inginkan nya saat ini ? Apa tujuan selanjutnya ?
Markus hanya bisa memijat pelipis nya saja. Jika sudah begini, Pasti akan semakin runyam masalah nya.
Apalagi Alex sudah melihat sendiri siapa yang menyerang nya tadi ! Dan ingatan Pria itu tidak akan mudah di hapus kan.
Lain dengan Markus dan Alex, Lain lagi dengan orang yang di sebut Markus tadi.
Richard Lim...
" Tu-tuan...Ampuni saya...Tapi setelah saya memberi informasi ini biarkan saya pergi dan tidak ingin terlibat disini lagi " Richard hanya diam melihat nya.
" Nan-nanti malam, Tuan Markus menunggu anda di Lims Club. " Richard melotot disana.
" Bedebah tak guna !"
Dor !.
Pria itu langsung terkapar tak sadarkan diri dan bersimbah darah di tempat nya.
" Markus Geraldo ! Siapa yang kau lindungi ? Kenapa kau ingin bertemu dengan ku ?" Gumam nya lagi.
Sang Asisten hanya menatap nya biasa saja.
Dia sudah menduga hal ini. Hal dimana ini semua akan terjadi.
Hal dimana Markus akan bergerak lebih dulu untuk menemui mereka.
Ting...
Alex melihat ke arah ponsel nya yang memberi tahu akan pesan masuk dan itu dari Markus.
" Richard Lim " Isi pesan dari Markus.
Alex hanya tersenyum saja di kursi makan nya. Dia tidak menanggapi apapun Pesan yang di kirimkan oleh Markus pada nya.
Dia tau siapa Richard Lim.
Mafia penjual organ dalam dan Penjualan Wanita wanita seksi ilegal.
Termasuk perdagangan manusia gelap juga bandar Narkoboy dari Negara H !..
" Sayang...Ada apa ?" Tanya Risa yang melihat ekspresi wajah suami nya.
" Tidak ada ! Markus hanya memberi pesan. Dia sangat hebat dalam bekerja !" Jawab Alex seada nya.
" Benarkah ?" Tanya Risa masih penasaran.
Namun rasa penasaran nya di tepis langsung oleh sang ibu Mertua.
" Ini Masih di meja makan. Maka dari itu nikmati lah makanan kita. "
" Baik bu..." Jawab anak dan menantu nya kompak.
Tapi di dalam hati Alex Dia merasa mendapatkan mainan baru yang akan menyenangkan jiwa psikopat nya yang sudah terpendam lama.
" Kurasa memotong lidah nya dan mencongkel mata nya bagus juga !" Kirim nya ke ponsel Markus.
Sedangkan Markus hanya bisa memejamkan mata nya saja jika sudah begini dia bisa apa ?
Alex akan turun tangan sendiri nanti nya.
...❤️❤️❤️ ...