
" Urus segala nya Markus, Kepala ku sudah mau meledak memikirkan semua ini,. " Keluh Alex di telpon nya saat menghubungi Markus.
Markus hanya mengangguk saja.
" Baik, Saya mengerti Tuan !"
" Cepat, Urus Tom, Bajingan itu terlalu santai berlibur ! Dan maaf, Kau belum bisa berlibur. Nanti setelah semua nya selesai kau bisa berlibur ! " Markus hanya bisa mendesah pasrah saja dengan keadaan ini.
Dia tidak bisa membahagiakan Sasa nya.
" Hey, Berani sekali kau menghela nafas mu dengan kasar ? Bajingan kau !" Umpat Alex kesal.
" Baik Tuan, Bajingan ini akan mengurus Bajingan itu. " Alex hanya menautkan sebelah alis nya saja mendengar sindiran dari Markus.
" Terserah !" Alex menutup sambungan telepon nya dan langsung turun dari mobil nya.
Alex juga melihat bahwa saat ini Joe sedang tidak baik baik saja, mungkin saja Joe tengah memikirkan sesuatu yang Alex sudah tau itu.
" Jangan terlalu di pikirkan nya, Jika saat nya tiba aku dan dia harus bertemu, Akan ku beri kau kesempatan untuk menebas kepala nya. " Joe menoleh ke arah sang Bos yang kini sudah berada di luar mobil.
Joe cepat cepat menyusul dan keluar dari dalam mobil.
Kedua nya masuk ke dalam rumah baru yang di beli Alex, Rumah ini adalah salah satu rumah super mewah di Negara ini, ( Anggap saja begitu ).
Tapi tidak lebih mewah dari rumah mereka di London sana.
" Sayang, Sudah pulang ?" Tanya Risa mendekat ke arah suami nya.
" Hey, Apa yang kau lakukan ?" Tanya Alex heran saat Risa menciumi seluruh tubuh nya, Bahkan pakaian yang di kenakan nya saat ini juga tak luput dari penciuman Risa.
Entah apa yang terjadi pada wanita yang sangat di cintai nya itu.
" Mau cari tau, Kamu di goda wanita sini atau gak ? Soal nya disini terkenal dengan wanita penggoda yang di beri nama oleh para pembenci mereka, Apa ya ? Oh, Ya, Pelakor ! Nana mereka adalah pelakor !" Alex mendengus mendengar kan celotehan Risa.
Apa ini juga termasuk dalam jajaran salah satu sikap menyebalkan Risa saat mengandung ?
Tapi siapa yang berani melarang nya ? Dia seorang Alexander, Apa perduli nya ?
" Terserah kau saja ! Apa kau juga ingin aku membuka baju ku ? Hingga kau bisa melihat Shirtless tubuh bagian atas ku ?" Alex menggoda Risa dan lihat, apa yang di dapatkan nya ?
Sang kelinci putih merona karena malu di goda oleh Risa.
" Ck, Wajah mu merona, Apa yang sedang kau pikirkan huh ? Kau memikirkan saat aku tengah Naked bukan ???" Risa semakin bersemu dan salah tingkah.
Entah lah, Dia menjadi semakin mesum saja saat mengandung, Dan pikiran kotor nya selalu menyuruh nya untuk menyentuh tubuh kekar itu.
Oh tidak, Bagaimana jika mereka berbagi keringat ???
Tuk...Tuk...Tuk...
Risa tersadar dan kini menatap wajah suami nya.
Wajah merona Risa tidak dapat membohongi nya.
" Jika tidak ku sadarkan, Otak kecil mu itu akan selalu berpikiran mesum. Dasar kau !" Risa yang malu pun semakin merapatkan tubuh nya pada sang penguasa.
Bahkan kini kedua tangan nya membelit pinggang kokoh itu dengan sangat posesiv.
" Awas kalau nakal, Alexander hanya milik Tarisa. "
" Berani sekali kau mengancam ku ? Dasar kau. "
" Tapi memang hhhmmmpp----" Bibir Risa langsung di bungkam oleh suami nya.
Hebat bukan ? Ciuman sang penguasa tiada tandingan nya...
" Sudah, Ayo ke kamar. Dimana Sky dan Theo ?" Tanya Alex lagi.
" Mereka sedang bermain di taman. seperti nya mereka suka tinggal disini. Kata Theo, Apa dia akan mendapatkan teman disini ?" Tanya Risa lagi.
" Untuk sekarang tidak ! Karena bahaya masih mengincar nya. Aku akan ceritakan di dalam kamar. " Risa mengangguk dan ikut masuk ke dalam kamar mereka.
Semua nya hampir selesai, Alex meminta beberapa bagian di atur sesuai keinginan sang Kelinci Putih kesayangan nya dan Alex menuruti itu.
" Jadi ?" Tanya Risa sebelum mereka memulai pembicaraan panjang ini mungkin ?
Segala yang di ceritakan wanita tua bernama Winarsih tadi.
Bahkan Alex juga menceritakan segala nya, bahwa kedatangan nya sudah di tunggu oleh Ki Wira dan Nini Winarsih tadi.
Bahwa segala nya adalah takdir ! Takdir Metheo bersama mereka.
" Jadi nama nya Lucas ? Lucas Alecio Guenino ? Apa ini hanya kebetulan saja ? Nama kamu dan nama Theo hampir mirip, Alexander Guero dan Alecio Guenino ? Bukan kah ini aneh ?" Alex menatap tajam ke arah istri nya.
Kenapa kelinci putih nya bisa berpikir sejauh itu ? Hanya karena sebuah nama ?
Kok bisa ?..
" Apa sekarang kau sedang menuduh ku ? Dan menjadi kan ku objek fantasi mu ? Bahwa aku pernah meniduri wanita lain hingga mengandung ?" Risa kaget.
Bukan maksud nya begitu, Hanya saja, Apa ini benar kebetulan atau memang sudah takdir nya ?
Apa benar ???
" Bukan begitu maksud ku sayang, Hanya saja--"
" Berapa kali aku harus mengatakan pada mu ? bahwa kau harus selalu percaya pada ku, Kau ingat itu ?" Risa mengangguk.
Entah lah, Dia semakin hari semakin takut jika itu berhubungan dengan suami nya, Alexander sang penguasa.
" Jangan kemana mana, Tunggu aku mandi dan kita akan ke taman bersama untuk bermain dengan anak anak. "
" Apa lagi ?" Tanya Alex saat hendak ke kamar mandi dan Risa mencekal tangan nya.
" Cium..." Pinta Risa dengan sangat manja.
Bahkan kini mata nya berbinar bahagia dan Alex selalu kalah dengan mata itu, Dengan mata biasa Risa saja Alex kalah, Apalagi mata menyebalkan itu.
Mata layak nya anak kucing dan Alex kesal dengan itu.
" Dasar kau ! Istri mesum !"
Cup
Walau begitu Alex tetap melakukan nya, Dia dengan senang hati melakukan nya walau bibir nya bicara sangat pedas dan panas di telinga.
Tapi soal cinta yang di miliki seorang Alexander ? Itu tiada dua nya.
Lain Alex, Lain pula di London sana, Seorang pria dengan tatto ular hitam di kedua tangan nya saat ini tengah menatap bangunan yang menjulang tinggi di depan nya.
Dia jadi berpikir, Bagaimana jika dia merebut segala nya ? Meminta Sang penguasa itu untuk menyerahkan seluruh harta nya atau Matheo/ Lucas nya ?
" Aku rasa jika aku merebut semua ini kekayaan ku akan semakin bertambah, Dan aku tidak akan terkalah kan. " Gumam nya sambil terkekeh.
Mata gelap nya di tutup dengan kaca mata hitam mahal dan gaya nya biasa saja.
" Rasa rasa itu cukup sulit Tuan, Tangan kanan seorang Alexander adalah Markus Orlando mantan Mafia juga Tuan. " Jelas sang asisten.
" Rekan kerja nya Richard Lim manusia bodoh itu ?" Sang asisten juga mengangguk.
" Mario Marvino juga Salah satu jajaran seorang Alexander. "
" Kenapa Para Mafia Eropa bisa berlutut di bawah nya ? Siapa dia sebenar na ?" Tanya nya lagi.
" Satu satu nya yang tidak ada kabar nya lagi adalah Mr. A Tuan. "
" Mr. A ? Aku ingin sekali berjumpa dengan nya, Sayang nya tidak pernah menampakan kehadiran nya. Dan aku rasa dia berada di sekitar Alexander. "
" Atau Mr. A adalah Alexander ? Menarik !" Gumam nya lagi.
...❤️❤️❤️...
Mohon doa nya ya kawan kawan 🙏🏼
Buat kesembuhan sih gemoy, Alhamdulillah sudah keluar dari RS, Tapi masih menjalani berobat jalan dirumah.
Sekali lagi, Terima kasih atas doa doa rekan semua nya, Maaf gak bisa balas satu satu, Tapi aku ucapkan banyak terima kasih 🙏🏼
Aku sayang kalian semua 🙏🏼