Belenggu Cinta Sang Penguasa

Belenggu Cinta Sang Penguasa
Second Time


Setelah menempuh perjalanan panjang selama kurang lebih 16, Akhir nya Keluarga Sang Penguasa tiba di Indonesia untuk yang kedua kali nya.


Dan belum hilang rasa lelah Alex, Istri nya sudah berulah kembali.


Mereka memutuskan untuk ke Jakarta dulu baru ke Jogja dan Alex kalah debat dengan istri nya.


Entah apa maksud nya sebelum mereka berangkat, Tapi yang pasti Alex mengalah dengan kesal.


" Sayang kamu marah ?" Tanya Risa yang kini sibuk membujuk Bayi besar nya.


Alex tidak perduli, Dia terus berjalan tanpa menghiraukan istri nya.


" Eh ? Sayang, Lihat, Bukan kah itu tukang rujak yang dulu sewaktu aku hamil Sky ?" Mata Risa berbinar .


Alex hanya mendengus kesal melihat istri tercinta nya itu.


" Apa lagi ? jangan mengada ngada kau !"


" Aku mau beli rujak itu, Enak sayang, Rasa buah nya sangar segar, Apalagi buah yang bulat dan asam itu..." Tunjuk Risa pada buah kedondong.


" Sudah ayo cepat. " Alex menarik lengan Risa dan menggenggam erat jari jemari lentik milik kelinci putih nya.


Risa mengembangkan senyuman nya dan bergelayut manja di lengan kokoh sang panguasa.


" Aku mencintai mu Alexander..."


" Ck, Manis sekali bibir mu itu jika sedang merayu..." Walau berkata ketus tapi Alex mengembangkan senyuman nya dan mencium puncak kepala istri nya.


Semua pengunjung bandara itu memandang sepasang suami istri yang sangat luar biasa itu.


Bagaimana gagah nya sang suami dengan kaca mata hitam nya, dan cantik nya sang istri dengan kulit putih bersih nya.


Oh, mereka bukan orang biasa, Terlihat dari mereka yang tadi keluar dari jalur khusus VVIP untuk penerbangan dan kedatangan pribadi, Mereka sudah bisa menebak bahwa mereka adalah orang kaya.



Alex membuka kaca mata hitam nya dan melihat ke sekeliling nya, Mata tajam nya menyorot situasi saat ini dan menurut nya aman.


Lalu di lihat nya bayi gembul yang baru terbangun dari tidur nya, Yang saat ini sedang berada di kereta dorong nya.



" Kamu lelah nak ? " Tanya Alex ingin mengambil Sky, Tapi Sky menolak nya.


Lalu di lihat Alex kembali putra nya yang satu lagi, Matheo King Alexander.



" Bagaimana keadaan mu Boy ?" Tanya Alex melihat Theo.


" Im Fine Pa. " Jawab Matheo dengan senyuman nya.


Alex mengangguk dan kini melihat ke arah sang istri tercinta nya lalu berdecak kesal.



" Ck, " Alex yang kesal langsung memakai kan Masker di bagian wajah istri nya agar mereka tidak melihat kecantikan sang istri.


" Sayang ?" Risa diam saja saat Alex memakaikan nya masker.


Memang luar biasa sekali ke posesifan sang penguasa itu.


" Kita jadi beli rujak nya kan ?" Tanya Risa lagi.


Alex hanya bergumam saja dan mengikuti istri nya.


Rombongan itu kembali mengikuti sang Penguasa hingga berhenti di depan gerobak rujak itu.


Jika dulu nya hanya seperti gerobak dorong dan sekarang memakai kendaraan bermotor.


" Berikan aku dan rombongan ku rujak !" Ucap Alex dengan tegas.


Sang penjual Rujak mengamati Alex dari ujung rambut hingga ujung kaki dan Melihat Risa di samping nya membuka Masker bapak itu kembali ingat.


Bule kaya yang memberi nya banyak uang.


" Tuan Bule Kaya. " Tanya Bapak penjual rujak itu.


" Hm, Berikan aku rujak nya. Istri ku menginginkan itu dan tanyakan pada para pembantu ku, mereka ingin apa. "


" Baik Tuan..." Pandangan bapak itu beralih pada Bayi gembul yang ada di kereta dorong dan anak bule satu nya lagi.


" Itu anak ku yang dulu berada di kandungan istri ku, Dan itu putra pertama ku. " Bapak itu kembali mengangguk.


Tidak heran dia melihat Sky, Bayi luar biasa itu, Jika Melihat ibu nya yang secantik itu.


Dan melihat Putra yang satu lagi, Dia sedikit merasa heran karena tidak mirip.


Kenapa Tuan kaya itu seakan bisa membaca pikiran nya.


" Bayar sayang..." Kata Alex pada Risa.


Risa mengangguk, Dia mengambil uang Dollar dan Pound di dompet suami nya.


" Sayang kita tidak punya uang rupiah. " Kata Risa lagi.


Alex menghela nafas nya berat .


Padahal Alex sudah menyiapkan nya, Tapi pasti tertinggal di pesawat nya.


" Bayar saja pakai yang ada, Biar dia menukar nya nanti. "


" Eh ? Tuan tidak usah. Uang yang dulu Tuan kasih saja banyak sekali, Saya sampai bisa membeli motor Second untuk jualan, Tidak usah bayar Tuan. " Alex langsung mengambil uang nya dan memberikan nya lagi pada bapak itu.


" Aku tidak pernah memakan gratis apa yang aku makan, Jadi simpan dan gunakan uang itu dengan baik. " Alex langsung membawa Risa ke dalam mobil yang sudah menjemput nya.


Kali ini mereka berada di Hotel Bintang Lima di kawasan pusat ibukota.


Sesampai nya di kamar Hotel Alex langsung merebahkan diri nya di kasur dengan posisi terlungkup.


Dia membuka kemeja nya dan tertidur sejenak menghilangkan rasa lelah nya.


" Aku pijat ya Sayang ?" Tawar Risa melihat semburat lelah di wajah suami nya.


" Hm, Jika kau tidak lelah, Tolong berikan minyak hangat saja, aku sedikit mual, " Risa mengangguk dan melakukan apa yang di inginkan suami nya.


Perlahan tapi pasti Risa melakukan nya, Alex menikmati nya karena dia benar benar lelah dan sedikit pusing.


Dia ingin segera menyelesaikan misteri tentang masa lalu Theo.


Tapi rasa nya saat ini tubuh nya benar benar butuh di istirahat kan.


" Istirahat lah, Aku disini. " Risa memposisikan diri nya sebagai bantalan untuk suami nya.


Alex berbaring di paha sang istri, Dia juga memeluk pinggang ramping itu dengan sangat posesif seakan takut Risa pergi dari nya.


Risa mengelus kepala dengan rambut hitam ikal milik Alex dengan lembut.


" Aku mencintai mu..." Ucap Alex dengan sadar, Dia benar benar sangat mencintai istri nya.


" Iya, Maka tidur lah. " Jawab Risa dengan lembut.


" Temani aku..."


" Iya, Aku menemani mu, Maka tidur lah. " Alex mengangguk di dalam pangkuan istri nya.


Dia menenggelamkan wajah nya di perut sang istri dan melingkarkan tangan besar nya di pinggang ramping Risa.


" Tidur lah sayang..." Ucap Risa sebelum Alex benar benar tertidur di pangkuan nya.


Cukup lama Risa membiarkan suami nya tertidur di pangkuan nya hingga dia memindah kan Alex ke bantal dan menyelimuti suami nya.


Cup...


" Terus lah bahagia sayang..." Risa mencium kening Alex dan mengusap rahang tegas nya.


Risa memilih ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya lebih dulu baru melihat kedua anak nya.


Entah lah, Risa tak habis pikir, Hanya untuk mereka menginap satu hari saja Alex sampai menghabiskan uang sebanyak itu.


Dia menggesek kartu hitam nya untuk memboking seluruh lantai 7 hotel itu, Luar biasa bukan ?


Untuk apa coba ?


Bahkan Resepsionisnya yang berjaga sampai melongo, Alex mengeluarkan uang ratusan juta untuk memboking satu lantai penuh hanya untuk keamanan mereka semua.


Luar biasa !.


Dan apa yang di katakan suami nya tadi ?


" Jangan heran ! Uang ku banyak ! Bahkan untuk membeli hotel ini aku mampu. " Menyebalkan bukan ?


Dan itu lah suami nya yang memang selalu begitu.


Sombong dan Risa akui kesombongan suami nya.


" Sorry, " Ucap Risa saat suami nya sudah berjalan di pandu oleh Room Servis menuju lantai tempat mereka menginap.


Dan kerena itu, Hotel memutuskan untuk menutup Restoran selama sehari penuh untuk menjamu tamu Istimewa mereka itu.


...❤️❤️❤️...