
Kenakalan dan sikap Arogan seorang Siswi baru yang bernama Raina Alexander sudah tersebar luas di seluruh asrama, Apalagi saat dimana anak kelas 6 SD mampu melawan anak kelas 2 SMA dan yang lebih membuat mereka tercengang lagi adalah saat anak gadis kecil itu melawan Sir Arnold.
Hebat bukan ? Salah satu guru favorit di sekolah ini pun di lawan oleh nya, Berdebat dengan seorang Raina bukan lah hal yang mudah..
Tapi yang membuat mereka semakin heran adalah, Saat dimana sang kembaran, Cloud tidak akan bicara apa pun jika tidak ada kepentingan nya.
Bahkan saat mereka bertanya pun jarang sekali mereka mendapatkan jawaban nya.
Kini, Cloud berada di kelas 3 SMP ya karena memang kepintaran nya, Tapi itu tidak bisa membuat nya lepas tanggung jawab dari kakak nya.
Walau status dia lah sang adik, Tapi Raina tetap lah tanggung jawab nya.
" Apa kau tidak tertarik untuk keliling sekolah Cloud ?" Tanya. Adrian salah satu siswa yang sekelas dengan Cloud saat ini.
" Tidak !"..
" Atau kau mau ku temani ke perpustakaan mungkin ? Lab atau apa gitu ?"
" Tidak ! Terima kasih. "
" Atau mau ke kantin mungkin ?' Karena terlalu jengah dan malas.
Cloud langsung pergi meninggalkan Adrian yang sejak tadi sibuk mengajak nya bicara.
Padahal sejak tadi, Dia sedang mengamati pasar saham milik nya dari sang papa.
Lalu, Tentang Bagaimana cara nya menjadi ahli bedah.
Entah lah, Cloud masih bingung, Dia akan memilih sekolah apa nanti nya ?
Mungkin bisnis dan kedokteran atau bisa saja Astronot seperti impian nya ? Tapi banyak lagi yah harus di pertimbangkan nya jika dia menjadi astronot, Tapi Penerbangan juga tidak kalah menarik nya.
Cloud dia terus berjalan menyusuri lorong lorong sekolah, ingin bicara sesuatu pada Rain, Tentang pasar saham mereka.
Dimana dia bisa menemukan Kembaran nya itu ? Menghubungi ingin dengan apa ? Ponsel adalah hal yang paling di larang di sekolah ini.
Ketemu, Cloud melihat Aira di lapangan Olahraga, karena memang mereka sedang jam olahraga mungkin, Tapi saay hendak sampai disana, Sebuah Bola basket menghantam kepala nya karena dia kurang fokus.
Bugh...
Prak !..
Cloud terjatuh dan iPad nya juga ikut terjatuh bahkan hingga pecah layar nya.
Melihat kegaduhan itu, Raina yang sedang oleh raga langsung menghampiri kerumunan karena dia merasa perasaan nya tidak enak.
Bersusah payah Rain menyibak kerumunan orang dewasa yang berkerumun itu hingga dia bisa melihat Hidung Cloud yang berdarah dan iPad nya hancur.
Itu adalah iPad kesayangan nya Cloud.
" Cloud, Are You Oke ?" Tanya Rain panik saat melihat hidung adik kembar nya berdarah.
Dan apa ini ? kenapa mereka hanya melihat nya saja ? Tidak ada satu pun yang berinisiatif ingin menolong saudara kembar nya ?
" Cloud, Hidung mu berdarah ! Ayo kita keruang kesehatan !" Rain hendak membantu Cloud, Namun dia melihat Pria yang sangat di benci nya di sekolah ini yang memegang bola basket yang ada bekas darah nya.
Dan mungkin saja itu darah yang keluar dari Hidung Cloud.
" Siapa yang melakukan itu pada adik ku ?" Tanya Rain menatap tajam ke arah Darius yang memegang bola itu.
" Aku tanya siapa yang melakukan itu pada adik ku ?"
" Rain, Im oke ! Jangan terlalu berlebihan !. "
" Aku tanya sekali lagi siapa yang melakukan nya pada adik ku ?? Dan membuat iPad nya pecah ?"
" Rain, Sudah . Nanti kita hubungi Papa untuk membelikan iPad baru lagi. " Cloud tidak ingin membuat keributan di sekolah ini.
Apalagi saat ini, Pria yang sedang di tatap Rain merasa bersalah namun belum juga membuka mulut nya.
" You ! " Tunjuk nya ke arah wajah Darius.
Rain maju dan mengambil bola basket yang di pegang Darius.
Dan tanpa aba aba, Rain langsung melempar bola tersebut ke arah wajah Darius.
Bugh...
Darius yang kaget pun sampai limbung, Ras Anya hidung nya mau patah karena hantaman dari tangan mungil di hadapan nya.
" Aku hanya membalas apa yang di lakukan nya pada mu ! Jika saja mulut angkuh nya bisa bicara dan mengatakan maaf pada mu aku tidak akan membalas nya !"
" Rain..."
" Jangan pernah memanggilku dengan mulut mu karena aku membenci nya !" Rain langsung pergi meninggalkan kerumunan tersebut dan membawa Cloud ke ruang kesehatan untuk di periksa lebih lanjut lagi.
Mungkin ada yang terluka lagi atau hal yang tidak di inginkan nya.
Setelah kepergian Rain, Darius langsung di bantu teman teman nya, Terutama Bianca yang kata nya adalah kekasih dari pria yang bernama Darius, Tapi kabar itu tidak pernah di iyakan atau pun di tolak oleh Darius.
Maka dari itu mereka tidak ada yang berani membahas nya.
" Dar, Ayo aku bantu. "
" Tidak perlu Bi, Aku bisa sendiri !"
" Tapi aku takut kau terluka Dar,. "
" Itu bukan urusan mu Bianca ! Aku bisa melakukan nya sendiri. Jo, Bantu aku ke ruang kesehatan !" Jonathan teman nya Darius langsung membantu kapten tim basket mereka untuk ke ruang kesehatan.
Namun saat Darius hendak masuk ke ruang kesehatan, Rain dan Cloud hendak keluar dari sana, dengan Menggandeng lengan saudara kembar nya.
Tatapan mata Darius mengisyaratkan sebuah arti yang dalam, Tapi tidak di tanggapi apapun oleh Rain karena dia merasa muak dengan pria menyebalkan di depan nya itu.
" Minggir ! " Rain menggeser Tubuh Darius namun tidak di indahkan oleh Darius nya.
Malah Darius semakin mempertegas diri nya berdiri di depan Rain dan hal itu semakin membuat nya geram setengah mati.
" Aku bilang minggir !"
" Aku hanya ingin mengatakan Maaf karena telah membuat saudara mu celaka, sampai berdarah. "
" Maaf mu sudah terlambat karena saudara ku sudah baik baik saja ! Dan itu hanya balasan kecil dari ku yang kau dapatkan ! Jika kau masih nekad mendekat ke arah mu, Akan ku pastikan bahwa kau tidak akan baik baik saja !" Darius kaget.
Kenapa Gadis kecil nya bisa membaca pikiran nya ? Bukan Maksud Darius untuk menganggu nya, Tapi Dia benar benar tertarik dengan gadis kecil nya.
" Rain, Sorry..."
" Lepas kan !" Ucap Rain dengan tegas saat tangan nya kembali di sentuh dan di cekal oleh Darius.
Cloud yang melihat itu hanya bisa menghela nafas nya berat.
Pesona seorang Rain memang tidak di pungkiri lagi, Bahkan Princess satu satu nya keluarga Alexander itu tidak perlu di ragukan lagi kemampuan nya.
Hanya satu kekurangan dari Raina, Kontrol emosi nya yang buruk !.
" Cloud, Katakan pada Kakak kelas yang paling fenomenal di sekolah ini, Bahwa aku tidak suka di sentuh oleh nya, Jika dia masih belum juga mele---"
" Rain, Ayo berteman !"
Grek...
" Aaahhhkkk !" Jerit Darius saat Rain menggigit lengan nya dan itu membuat Cloud dan Jonathan kaget bukan main melihat Apa yang terjadi di depan mata mereka secara langsung !
" Jika besok aku tidak melihat iPad baru untuk Cloud, Aku akan melakukan hal lebih parah dari ini ! bahkan yang tidak pernah kau bayangkan sama sekali !" Tunjuk nya pada Darius.
Dengan berani Rain menunjuk tepat di depan batang hidung mancung milik Darius.
Tidak ada rasa gentar sedikit pun dalam diri Raina untuk melawan pria seperti Darius bahkan teman nya sekaligus.
" Rain sudah ! Ayo, Aku ingin istirahat saja di kamar. " Terpaksa Cloud di beri surat izin hari ini untuk tidak melanjutkan jam pelajaran lagi, Karena melihat kondisi Cloud, Dokter takut Cloud pendarahan karena harus di paksa berpikir lagi.
" Ayo !" Rain kembali menggandeng lengan Cloud dan membawa nya ke kamar Cloud.
Kepergian Saudara kembar Fenomenal itu membuat Darius terus menatap dalam pada gadis kecil nya yang begitu berani dan angkuh itu.
Dia pasti bisa meluluhkan hati Raina , Pasti bisa karena pesona nya Darius sangat di gilai banyak wanita, dan para gadis, Namun Darius lupa bahwa Gadis kecil nya itu adalah Raina Alexander yang tidak akan mudah masuk ke dalam lingkaran pesona nya .
Penampakan Darius Antonie Gilbert
Sih kembar Fenomenal, Raina Alexander Guero dan Cloud Alexander Guero 👫
...❤️❤️❤️...