
Hari ini, Alex benar benar sudah tidak tahan lagi, Dia benar benar merindukan kelinci putih nya.
Sudah sebulan lebih dia meninggalkan kekasih hati nya itu dan dia akan datang untuk bertemu anak anak dan istri nya hari ini.
" Sialan ! dimana Markus ???" Umpat Alex kesal saat dia sudah tiba di Indonesia.
Ponsel Markus tidak bisa di hubungi. Apa yang sebenarnya terjadi ?
Baru satu hari saja dia meninggalkan Markus disana tapi nomor ponsel nya sudah tidak bisa di hubungi.
Kini Alex beralih untuk menghubungi Mario.
" Ouhh...Honey, Fvck me so hard...Aaahhh...."
" **** !!! Sialan kau Mario !!! Bajingan kau !!!" Teriak Alex lagi di ponsel nya.
Hal itu mengundang banyak mata yang kini menatap ke arah nya.
Alex tidak perduli hal itu, Saat ini yang di butuhkan nya adalah bisa menghubungi Markus...
Sementara Pria yang sedang di sebrang telpon sana masih terus memacu pinggul nya agar senjata Basoka nya terus keluar dan masuk menikmati sensasi nya.
" OH...honeyyy...Aaahhh...." Wanita yang kini sedang di tunggangi Mario terus saja meracau dan menyerukan suara nya kala Mario terus memacu diri nya.
" Bajingan !!! Ku tunggu kabar dimana Markus dalam waktu sepuluh menit, Jika tidak jangan salahkan aku akan merubuhkan benteng pertahanan mu !!!"
Tut !
Alex langsung mematikan sambungan telepon nya karena kesal dengan Sang penelpon.
Sementara Mario ? Dia mengumpat dalam hati saat Alex menghubungi nya.
Beruntung dia menamai nama kontak Alex di ponsel nya sebagai pembunuh.
Mario bersyukur akan hal itu.
Karena saat ini, Wanita yang sedang di tunggangi Mario adalah orang kepercayaan Roy Martin.
Diana Wang.
" Oh, Honey...Aku belum selesai Honey...," Lalu wanita bernama Diana itu naik kembali ke pangkuan Mario dan bergerak liar di atas nya.
" Oh, Ayo selesaikan dengan cepat Babe..." Jawab Mario yang menikmati gerakan Diana Wang di atas nya.
Sudah beberapa hari ini Mario dekat dengan Diana, Ya secara tidak sengaja juga bertemu di club' malam .
Alex benar benar kesal dengan Mario, Bisa bisa nya dia sedang beternak di saat dia membutuhkan Markus.
" ****! " Umpat nya lagi.
Dia baru teringat akan perbedaan jam disini dan disana , Astaga.
Dia baru mengingat nya,. Apa karna ini efek menahan rindu yang mendalam pada istri nya ?
Hingga dia merasa sedikit keliru ?
Mungkin !
Hal lumrah bukan jika seorang manusia mengalami kekeliruan ?
Masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu nya, Alex langsung dibawa ke rumah baru mereka yang berada di Indonesia.
Dia juga meminta pada Joe untuk singgah di Toko bunga untuk membeli bunga yang indah untuk istri nya.
Dan disini lah mereka saat ini, Di toko Bunga yang Alex terus berdebat menginginkan bunga terbaik dan termahal.
Dia menginginkan seikat bunga Mawar merah yang sangat besar untuk wanita terkasih nya.
Setelah melakukan perdebatan panjang atas keinginan sang penguasa dimana pun, Akhir nya mereka sampai di halaman rumah mewah milik keluarga nya yang baru.
Saat sampai di halaman rumah nya, Alex berjalan dengan angkuh nya sambil membawa seikat besar bunga mawar tadi.
" Ehem..." Wanita yang menjadi target nya langsung menoleh ke arah sumber suara dan melihat siapa yang datang.
" Sayang...." Pekik Risa bahagia saat melihat siapa yang datang.
Brugh...
" Sayang ..." Tarisa langsung menubrukan tubuh nya ke tubuh sang suami.
Dia mencium kembali aroma yang sangat di rindukan nya selama sebulan lebih ini.
" Hey ! Kenapa kamu menangis ?' Tanya Alex melepaskan pelukan nya.
Dia melihat istri nya yang terlihat menangis itu.
" Aku merindukan mu...Hiks...hiks..."
" Huh, Sudah jangan menangis. Aku datang bukan untuk melihat mu menangis. " Alex menghapus air mata istri nya yang menggenang.
Lalu di cium nya kening sang istri dengan sayang dan penuh kasih.
" Jangan menangis lagi. " Ucap Alex lagi.
Lalu dia memberikan bunga besar tadi pada istri nya yang tadi bersedih.
" Terima kasih..." Risa menerima Bunga pemberian suami nya tadi dengan bahagia.
" Dimana anak anak ?" Tanya Alex lagi sambil membawa Risa dalam rangkulan nya.
Dan Risa bergelayut manja di lengan kekar suami nya.
Sepasang suami istri itu terus berjalan hingga tiba di kamar mereka.
" Anak anak lagi di taman belakang, coba lihat kesana. " Risa menunjuk anak anak yang sedang bermain di taman bersama Tom dan Maura dan Nanny nya Sky.
" Sayang...." Risa mulai merasakan hawa panas yang menerpa kulit leher nya.
Alex sengaja melakukan hal itu untuk memancing gairah sang istri.
Mungkin untuk satu ronde kunjungan di ladang akan mengasikan juga.
" Kau merindukan nya bukan ?" Tanya Alex sengaja berbisik sensual di telinga Risa.
Bahkan dia juga mengecup daun telinga nya Risa.
Sep....
" Aaahh...Sayang...." Suara indah ini sangat di rindukan nya.
Alex benar benar memancing hasrat Risa agar menginginkan nya.
" Kita akan memulai nya..." Kata Alex yang sudah memposisi kan diri nya di atas Risa.
Cup...
" Aku mencintai mu. " Kata Alex yang mencium kening istri nya.
Mereka memacu diri mengejar kenikmatan yang tiada Tara.
Setelah sebulan lama nya memendam rasa, Akhir nya mereka sampai di puncak kenikmatan yang di cari.
" Tarisa...." Alex meleguh panjang saat gelombang dasyat itu hadir menghantam mereka.
...🔥🔥🔥🔥🔥...
Sementara Risa ? Dia terkulai lemas tak berdaya.
Tenaga banteng kesayangan nya ini memang tiada tandingan nya.
Risa hanya memejamkan mata nya sambil menikmati gelombang dasyat itu.
" Tidur lah, aku akan menemui anak anak dulu. " Alex menaikan selimut untuk menutupi tubuh polos istri nya saat selesai pertempuran mereka tadi.
Kini Alex sudah berganti pakaian nya setelah membersihkan diri.
Dia mendekat ke arah tempat tidur dan melihat kelinci putih kesayangan nya terlelap dalam damai nya.
Cup...
" Aku mencintai mu Tarisa..." Kata Alex lagi sebelum dia meninggalkan istri nya dan segera menuju taman untuk menemui kedua putra nya.
" Hey anak anak, Tidak merindukan Papa ?" Suara lantang milik sang penguasa membuat kedua anak yang sedang bermain di taman itu kini beralih menatap ke arah sumber suara.
" Papa ?" Gumam Theo saat melihat Pria gagah yang sangat di rindukan nya.
Lalu Theo membawa Sky dalam gendongan nya dan menuju sang Papa.
" Papa...." Ya Tuhan,...
Betapa bahagia nya Alex saat ini, Saat mendengar Sky dengan jelas memanggil nya dengan sebutan Papa ?
" Iya nak, Ini Papa Sky..."
Cup...
Cup...
" Papa merindukan kalian..." Alex langsung memeluk kedua putra nya.
Dia menciumi kening dan puncak kepala kedua putra nya.
Matheo memeluk nya dengan sangat erat, Seakan ada rasa rindu yang membuncah disini .
" Papa...." Panggil Sky lagi.
" Iya nak, ini Papa Sky..." Jawab Alex dengan sangat gembira.
" Papa...." Panggil Sky lagi.
Jambang nya di tarik tarik oleh Sky dan itu membuat Alex tertawa.
" Ayo mandi. Setelah Mama bangun kita akan jalan jalan. Theo ingin kemana ?" Tanya Alex pada putra nya.
" Kita ke kebun binatang saja Pa. Bisa menjadi edukasi juga untuk Sky. "
" Oke. " Alex mengangguk dengan jawaban putra pertama nya.
Saat Alex hendak berbalik, Dia kembali berhenti oleh ucapan putra pertama nya.
" Pa .." Panggil Matheo lagi.
Alex berhenti dan menatap putra nya
Dia tau pasti ada yang ingin di bicarakan putra nya itu.
" Hm, Apa boleh Matheo sekolah disini saja ? Apa Papa keberatan ?" Tanya Matheo pada Alex.
Alex seperti sedang menimbang sesuatu saat ini.
" Apa jika Papa tidak mengijinkan kamu akan menurut ?" Tanya Alex balik.
Theo menggeleng.
" Theo akan menurut apa yang papa katakan. " Jawab Matheo dengan yakin.
" Baik ! Jika kamu ingin sekolah disini. Kamu akan sekolah disini. " Matheo kaget dengan jawaban Papa nya itu.
Lalu dia kembali memeluk Alex dengan penuh kasih sayang nya.
" Terima kasih Pa...."
...❤️❤️❤️...