Belenggu Cinta Sang Penguasa

Belenggu Cinta Sang Penguasa
Mulai


" Jangan menyerang ! Lakukan dengan sesunyi mungkin ! Aku tau dia sudah menanti kedatangan ku ! Jika dalam waktu satu jam aku belum kembali, Hubungi kelompok lain nya untuk menyerang. " Titah Alex.


Anak buah nya mengangguk, Alex masuk dengan Joe, Lalu Markus memantau segala nya.


Dia di sebuah pohon dekat rumah Mewah yang menjadi target mereka saat ini.


" Risa..." Gumam Alex teringat akan istri nya.


Entah kenapa perasaan nya tidak karuan saat ini. Tapi dia berusaha meyakinkan diri nya untuk tidak terus berpikir buruk tentang keadaan keluarga nya.


Berjalan tegap memasuki rumah mewah itu, Di tangan nya terdapat pedang panjang kesayangan nya yang sengaja di letakan nya di bahu sambil terus memegang nya dan berjalan.


Kini aura membunuh nya sangat terasa sekali, Dia benar benar Murka saat ini, Dia benar benar marah saat ini.


Apa maksud pria itu ? Dia bisa datang mencari nya langsung dsn meregang nyawa.


Tapi ingin bermain main lebih dulu dengan nya ?


Oh hebat sekali dia berani menantang seorang Alexander ,?


" Apa kau yakin bisa mengendalikan diri mu ? Jika tidak pulang lah !" Ucap Alex tanpa ingin melihat siapa lawan bicara nya.


Joe meyakinkan diri nya untuk berani menghadapi pria itu.


Pria yang sangat di benci nya hingga aliran darah nya menembus urat nadi.


" Saya yakin Bos ! Pria menjijikan itu harus mat---"


Dor !


Trang !


" Sialan ! Kesayangan ku bengkok !" Umpat Alex saat dengan reflek dia menghalau timah panas itu dengan pedang panjang milik nya.


Wush... !..


Brugh...


Pria yang menembak nya tadi langsung mati di tempat saat mendapatkan balasan dari Joe.


" Pastikan amunisi milik mu tetap ada !" Joe mengangguk.


Dengan lihai nya Alex melompati pagar tinggi itu dan memanjat dinding tinggi rumah mewah ini.


Dia sudah mempelajari denah rumah ini lewah CCTV lalat yang mereka beli dari luar negara untuk memudahkan hal seperti ini.


Alex kembali mengingat dimana kamar tempat Mario di sekap namun dia sadar, Bahwa pasti dia akan di jebak disana.


" Katakan pada ku dimana kamar bajingan setan itu !" Ucap Alex di earphone nya pada Markus.


Markus yang berada di pohon itu langsung mengecek laptop nya dan menemukan titik dimana kamar bajingan setan yang di sebut Alex tadi.


" Sebelah kiri 20 meter dari jarak anda saat ini. Hati hati Tuan, 10 meter dari anda saat ini banyak penjaga bersenjata lengkap. " Jawab Markus.


" Berapa orang ?" Tanya Alex lagi yang masih berada di balik tembok tempat dia berdiri.


Dua langkah saja dia sudah masuk dari jendela itu.


" 12 orang yang berjaga. Di dalam kamar itu ada Joshi asisten Pria itu. Telinga nya sangat tajam Tuan. Dan kabar nya dia bisa melihat masa depan. " Jelas Markus.


" Masih kabar nya bukan ? Bahkan jika dia mengaku utusan Tuhan sekali pun aku tidak akan takut pada nya. " Jawab Alex dengan mantap.


Markus hanya bisa menghela nafas nya saja, Alex memang sulit di taklukan, Dan saat ini Mode Mr. A sudah merasuki nya.


Entah dimana dia belajar semua ilmu bela diri, Hingga membuat tubuh nya kuat seperti itu.


Bahkan Markus yakin, Jika bertarung secara adil, Belum tentu Pengabdi setan itu menang dati nya.


Tapi jika di lihat, Pria itu juga menyeramkan dan patut di waspadai.


" Baik, Jaga diri anda Tuan. "


" Hm " Hanya itu jawaban yang di berikan Alex pada nya.


Lebih baik bukan ? Dari pada tidak sama sekali !.


" Sialan ! Mereka banyak sekali. Apa dia takut aku datang ? Hingga menyiapkan semua ini untuk menyambut ku ?" Tanya Alex dalam hati.


Dia masuk dan berpapasan langsung dengan anak buah nya Roy Martin...


" Hey ! Siapa kau ?" Tanya salah satu anak buah nya. Roy Martin.


Alex hanya diam saja sambil menghisap rokok nya.


" Habisi dia !!!"


Crasshhh....


Dugh...


Tubuh nya langsung bergetar hebat saat melihat kejadian tepat di depan mata nya


Bahkan darah segar itu terus keluar dari potongan leher di badan tanpa kepala itu.


Dor !..


Prang...


Pyar...


Alex bersembunyi di guci besar saat salah satu anak buah Roy menembak nya.


Joe sudah berhasil menyusup masuk ke ruangan Mario, Dia tidak terlalu paham wajah mafia Spanyol itu.


Tapi dia cukup tampan dan Joe cukup mencari nya aja sebagai tawanan.


" Jika kalian berani maju akan ku habisi kalian !" Mario sudah bergidik ngeri saat kelima pria berbadan kekar dengan segitiga Bermuda nya berjalan mendekat ke arah nya dengan tatapan lapar nya.


" Sialan !! Jangan sentuh aku bajingan !! Meyingkit...." Mario marah saat dengan nakal tangan pria itu meraba paha nya yang kini terpampang nyata di hadapan mereka.


Bahkan mereka dengan berani menatap lapar ke arah senjata perang milik Mario.


Dugh...


" Bajingan !!! Jangan sentuh aku !!! Aku akan membunuh kalian jika kalian Berani menyentuh ku. " Tubuh Joe sudah bergetar hebat saat ini, Dia bersembunyi di balik kardus kardus besar yang ada di ruangan minimnya cahaya disana.


Tapi dia melihat dengan jelas, Saat tangan nakal nakal itu mulai merasa tubuh Mario yang terikat dengan rantai dan Kaki nya juga.


Joe kasihan melihat itu, Dia harus kuat demi diri nya dan orang lain .


Dia harus bisa mengatasi trauma nya seperti yang di katakan Alex.


Dengan tangan bergetar dia menembakan pistol peredam nya untuk menumbangkan satu persatu pria nakal itu ..Hati nya juga sesak melihat itu semua .


" Ck, Bajingan...." Umpat Mario saat Joe berhasil membebaskan nya.


" Berikan pistol mu !!! aku akan membuat mereka menyesal karena telah menyentuh ku !!!" Mario membabi buta menghajar semua nya yang telah mati oleh Joe.


Dia melampiaskan rasa kesal nya dengan memukuli semua orang disana.


Emosi nya benar benar terkuras saat ini. berani sekali mereka menyentuh tubuh berharga nya.


" Sudah ! Kita harus menyelamatkan Tuan Alex saat ini. dia sendirian di dalam sana. " Mario langsung menoleh ke arah Joe.


Alex sendirian ? Dimana Markus ?


" Kenapa dia sendirian ??? Dimana Markus ???" Tanya Mario lagi


Dia mengambil celana nya dan langsung keluar dari sana.


Tuan nya saat ini adalah Alex, Dia tidak akan membiarkan Alex terjebak oleh Mafia setan itu.


Tidak akan !!!


Namun sayang, Saat sampai di depan, Langkah Mario terhenti oleh wanita yang pernah di gagahi nya.


Diana Wang.


Wanita itu sangat seksi.


" Oh, Diana Wang ! Senang bertemu dengan mu disini honey..."


" Tutup mulut mu atau ku tembak kepala mu !" Ancam Diana pada Mario.


Mario hanya tersenyum sinis saja saat ini. Karena Diana sendirian.


Mario memindai seluruh tubuh Diana dengan tatapan nakal nya.


" Jaga mata mu ! " Hardik Diana menodongkan pistol nya di kening Mario.


" Tarik pelatuk nya ! Kau ingin melakukan itu bukan ? " Tantang Mario santai.


Saat Diana hendak menarik pelatuk nya, Gerakan cepat Mario membuat posisi mereka berbalik dan Mario balik menodongkan pistol itu di kening Diana...


Wajah Mario semakin dekat ke Diana sampai dengan enak nya dia menghisap kulit leher Diana .


" Aaahhh....."


" Kau mendesah !!! " Ucap Mario jumawa...


" Biajingan kau Mario !!! Akan ku bunuh kau !!!"


" Jika kau bisa maka lakukan. saja. " Dengan berani Mario meremas dada Diana dan membuat Diana melemah.


Mereka melupakan Alex dan bagaimana keadaan Risa saat ini ???


...❤️❤️❤️...