Belenggu Cinta Sang Penguasa

Belenggu Cinta Sang Penguasa
Cinta Seorang Alexander


Setelah menjalani berbagai macam perobatan dan cek up rutin, Kini keadaan Risa semakin menunjukan progres sangat baik.


" Sayang, Nanti malam aku tidak pulang ya. Ada pekerjaan penting. " Risa menatap sendu ke arah suami nya.


Suami nya ini tidak tau atau tidak ingat ? Ini hari apa ?


" Kenapa ?" Tanya Alex melihat wajah sendu istri nya.


Risa hanya menatap nya dan terus menggerakan tangan mungil nya untuk mengikat simpul dasi suami tampan nya itu.


" Tidak ada. " Jawab nya sambil cemberut.


Hal itu semakin membuat Alex heran, Ada apa ini ?


" Ada apa ? Katakan saja jika ingin mengatakan sesuatu ? Kau sudah janji bukan untuk mengatakan apa pun yang ada di sini ?" Tunjuk nya ke belahan dada istri nya.


" Ini hari apa ?" Tanya Risa memberanikan diri.


Alex semakin menatap heran ke arah Risa. Wanita yang paling di cintai nya di Dunia ini.


Bahkan kini kedua alis Alex menungkik tajam atas pertanyaan istri nya.


" Hari ?" Risa mengangguk.


Dia menunggu apa yang akan di ucapkan suami nya.


" Iya hari...Ini hari apa ?" Risa semakin kesal. Kenapa Alex malah tertawa ? Apakah pertanyaan nya ada yang lucu ? Tidak bukan ?


" Is..kenapa tertawa ? Sudah...aku mau turun saja. Disini menyebalkan. " Buru buru Alex menahan istri nya agar tidak merajuk dan meninggalkan nya.


" Jangan marah Dear...Hanya soal hari bukan ? Jelas aku tau ini hari apa. " Risa berbinar mendengar ucapan yang keluar dari bibir seksi Alex.


Dia menunggu benar benar menunggu sesuatu yang akan di ucapkan oleh sang penguasa itu.


" Iya ini hari apa ???" Tanya Risa penuh dengan semangat.


" Jelas aku tau ini hari apa." Menangkup kedua sisi pipi istri nya dan menghadiahkan sebuah kecupan manis di bibir tipis Risa.


" Ini hari jum'at bukan ? "


Gubrak !


Risa kembali cemberut dan dia melepaskan kedua tangan suami nya yang kini sedang menangkup kedua sisi pipi nya yang mulai cubby kembali.


" Awas, Kamu menyebalkan !" Risa langsung meninggalkan suami nya karena kesal.


" Hei ! Kenapa kau marah ? Risa ???"


Brak !..


Alex tertegun saat Risa membanting pintu kamar mereka dan raut wajah sendu itu terlihat kesal.


Apa salah Alex ? bukan kah Risa bertanya hari apa ini ? dan Alex menjawab hari Jumat, Tidak salah kan ?


Dimana kesalahan nya ? Kenapa Risa marah ?


Saat hendak menyusul Risa, Alex mendapatkan telepon dari Markus.


" Apa ?" Tanya Alex seperti biasa nya.


...........


" Ya, Lakukan itu untuk ku !"


..........


" Jika ada kesalahan, Bonus serta tunjangan mu bulan ini akan hangus ! Akan ku batalkan untuk memberi mu Apartement !"


..........


" Terserah !"


Tut !


Sambungan telepon di putus dan Alex menuju meja makan tempat dimana saat ini sudah berkumpul keluarga kecil nya.


Saat dia sampai di meja makan, bahkan wajah Risa masih di tekuk karena kesal pada nya.


Sang Ibu dan para pelayan menatap heran ke arah pasangan harmonis itu.


Ada apa sebenar nya ? Hingga pagi ini terasa dingin ?


" Ada apa ?" Tanya Ibu nya karena merasa heran dengan kedua anak mantu nya yang kini saling diam dan melemparkan aura berbeda.


" Sini, Biar aku yang memberi Makan Sky. " Alex menatap sengit dari kursi nya.


Kenapa dia merasa di abaikan ? Risa mendiamkan nya ?


Ada apa ini ?


" Risa..." Dengan malas Risa bangkit dari duduk nya dan melaksanakan tugas nya.


Dia mengoles selai coklat kacang tanpa bertanya lebih dulu ingin selai apa ?


Parutan keju nya juga tidak selembut biasa nya ?


" Kenapa berbeda ?" Tanya Alex saat melihat tampilan serta bentuk roti untuk sarapan nya.


" Oh maaf, Aku kelamaan tidak melayani sarapan kamu di meja makan. Jadi aku lupa. " Alex menautkan kedua alis nya merasa heran.


Apa apaan ini ? Jawaban apa tadi ?


" Lupa ?" Tanya Alex lagi.


Risa tidak menjawab dan kembali menyuapi bayi gembul yang semakin hari semakin berisi dan menggemaskan itu.



" Ck, Lupa. " Dengan perasaan kesal juga Alex memotong roti itu dan memakan nya dengan perasaan yang tak kalah kesal nya.


Risa mengabaikan nya ? Yang benar saja !


Lihat ? Ibu nya bahkan ingin mentertawakan nya saat ini.


" Sudah lah nak, Mungkin lagi Mens, Biarkan saja. "


" Mana ada dia Mens ! Bahkan tadi pagi kami melakukan nya di kamar mandi saat Sky masih tidur !"


Uhuk...


Ibu nya Alex tersedak buah anggur yang di makan nya.


Sementara Bi Juli dan yang lain menatap ke arah lain guna menghindari rasa malu yang menjalar di wajah mereka.


Bahkan tak jarang para pelayan itu tersenyum membayangkan apa yang di lakukan kedua majikan nya di dalam kamar mandi.


" Apa ? Aku mengatakan yang sebenar nya ! Aku dan kau memang---Hmp..." Mulut Alex langsung di sumpal Risa dengan potongan Roti lain nya.


Apa yang di katakan suami nya itu ? Walau memang benar tapi tidak perlu di umbar juga kan ?


" Ayo nak. Kita ke taman saja. " Risa yang dasar nya sudah kesal kini bertambah kesal saat mendengar jawaban yang keluar dari mulut suami nya.


" Ada apa ?" Tanya ibu saat melihat seperti ads kesalah pahaman di antara anak dan menantu nya itu.


" Tidak ada apa apa bu, "


" Lalu kenapa Mama nya Sky bisa begitu ?"


" Dia bertanya ini hari apa ? Lalu aku menjawab nya hati jumat, Lalu dimana kesalahan ku ?" Ibu nya Alex hanya bisa menghela nafas nya saja.


Sekarang dia tau apa yang menjadi permasalahan mereka.


" Nak, Jika wanita terlihat kesal dengan jawaban suami nya, Itu berarti memang ada yang salah. Kau menjawab hari Jumat memang tidak salah. Ibu juga membenar kan hal itu karena ini memang hari jumat. "


" Tapi....Mungkin yang di inginkan istri mu jawaban lain nya. Hari jumat menurut kamu belum tentu sama dengan yang di maksud nya. Coba tanyakan apa yang di maksud nya. Apa ada hari special dengan hari ini ?" Alex menggeleng.


" Tidak ada !" Jawab nya dengan yakin.


" Lalu kenapa Istri mu terlihat sangat kesal ? Jika kamu tidak bersalah tidak mungkin dia begitu. Tanyakan lagi apa kesalahan mu dan apa yang di inginkan nya. "


" Ah...sudah lah. Aku harus ke kantor. Biarkan saja dia kesal dengan sendiri nya. Lagi pula aku tidak bersalah. " Ibu nya Alex hanya bisa menghela nafas nya saja.


Ini lah Alexander. Jika dia tidak bersalah ya akan tetap pada pendirian nya.


Bahkan walau itu ibu dan istri nya sekali pun.


Saat Alex hendak masuk ke mobil nya dia menyempatkan diri mendekat ke arah Risa dan Sky.


" Nak, Papa berangkat ke kantor dulu ya. Jangan nakal. Papa menyayangi mu Sky. "


Cup...


Alex mencium pipi gembul anak nya.


Lalu berlalu begitu saja tanpa berpamitan dengan sosok wanita yang menggendong anak nya.


" Dasar tidak peka ! Menyebalkan ! Penguasa egois ! Aaahhhkkk....Alexander..." Umpat Risa dengan kesal dan semakin kesal saat dia tak di anggap ada oleh seorang penguasa itu.


Bahkan dia serasa tak kasat mata oleh pria menyebalkan itu.


" Dasar menyebalkan Alexander !!!" Alex yang di dalam mobil masih bisa mendengar umpatan kesal dari istri nya.


Dan dia hanya tersenyum saja mendengar itu semua !"


...❤️❤️❤️ ...