
" Apw anda kurang sehat Tuan ?" Tanya Markus yang melihat Alex diam termenung di dalam mobil nya yang di supiri oleh Markus.
Alex melihat Markus dan mengehal nafas nya berat
" Bagaimana ? Sudah kau temukan semua nya ? " Markus mengangguk disana.
" Lalu ?" Tanya Alex lagi.
" Saat ini keadaan nya tidak baik baik saja Tuan. Butuh penanganan khusus dan belum mau berinteraksi dengan Dunia luar. " Lagi lagi Alex hanya bisa menghela nafas nya berat.
" Bisa kah aku menyelesaikan ini semua tanpa kehilangan Risa ? Aku mencintai nya. Sangat. " Ucap Alex disana.
Markus pun bingung harus mengatakan apa. Dia tidak tau harus menyikapi nya bagaimana ?
Sudah setahun ini Dia menyelidiki masalah ini dan saat menemukan titik terang nya, Alex di kejutkan Dengan Informasi yang di berikan oleh Markus.
" Lalu Keadaan nya ?" Markus tau apa yang di maksud Alex.
" Dia baik baik saja. Dan sehat. !" Jawab Markus mantap.
" Jadwal kan aku untuk melihat nya nanti saat itu tiba. " Markus mengangguk lagi dan melanjutkan perjalanan mereka.
" Maaf, Tuan. Tapi bagaimana keadaan nyonya nanti nya ?" Alex kembali bungkam Jika soal ini dia bingung.
" Aku akan memikirkan nya nanti. Sekarang aku hanya ingin menyelesaikan pekerjaan ku dan dan segera pulang. !"
Hari ini pun Alex harus menyelesaikan semua pekerjaan nya yang mulai menumpuk dan tidak ada habis nya.
Walau dia di bantu oleh dua orang hebat menurut nya
Lisa dan Markus adalah Partner terbaik nya. Jika Markus tidak di ragukan lagi keahlian dan ketelitian nya dalam menebak pasar saham dan Lisa ? Dia langsung berguru dan di ajarkan langsung oleh Markus hingga dia bisa menjadi salah satu wanita hebat di Perusahaan besar Ini.
AX Corp, Telah mendunia dengan segala nama dan ketenangan nya.
Konstruksi dari AX Corp tidak pernah gagal dan banyak lain nya lagi.
Alex menjalani semua ini penuh dengan kegigihan dan dendam yang di miliki nya untuk sang ayah.
Mobil telah masuk ke dalam pekarangan rumah besar tempat dimana Istri nya tinggal dan menikmati semua kemewahan yang di suguhkan suami kaya nya itu.
Alex masuk kerumah dan mencari keberadaan istri nya yang ternyata berada di Kamar.
Ya, Hari ini dia memang terlambat pulang karena banyak nya pekerjaan dan beban yang di pikul nya.
Dulu sebelum ada Risa. Dia tidak pernah memikirkan masalah ini dan sekarang dia memikirkan nya.
Risa lah alasan satu satu nya yang di berat kan oleh Alex.
Apa dia siap kehilangan senyum indah yang selalu menyambut nya ?
Jawaban nya adalah tidak.
Big No !
Ceklek...
Alex membuka pintu kamar nya dan ternyata istri nya itu masih duduk di tempat tidur sambil menonton acara siaran televisi Nasional yang menayangkan sebuah acara.
Sejenak pandangan mata kedua nya beradu dan Alex kembali mendapatkan senyuman tulus itu.
" Jangan turun...Aku akan membersihkan diri dan tunggu lah aku." Risa tersenyum dan membiarkan suami nya membersihkan diri.
Alex sengaja mengguyur diri nya di bawah air shower yang mengucur dengan sangat deras. Bahkan dia membiarkan air dingin itu membasahi seluruh tubuh nya.
Sementara Risa merasa aneh disana. Tidak biasa nya kan suami nya mandi malam begitu lama.
Perasaan nya merasa tidak enak saat ini. Dia menyibak selimut dan turun dari tempat tidur dan mengetuk pintu kamar mandi namun tidak ada jawaban.
Di buka nya pintu kamar mandi yang memang tidak di kunci itu.
Risa dapat melihat Suami nya berada di dalam ruang bilas dan diam disana.
Risa bergegas ke sana dan langsung mematikan air dari shower yang memang di rasa nya air dingin.
Alex menoleh ke arah istri nya yang begitu panik dan keluar kembali dengan langkah cepat dan mengambil handuk untuk mengeringkan tubuh suami nya.
Alex merasa bersalah disana. Risa nya tampak khawatir dan melupakan perut buncit nya.
" Kenapa seperti ini ? Ada masalah apa ? hingga menyiksa diri begini dengan air dingin ?? I-ini sudah malam. " Tangan Risa bergetar mengering kan tubuh suami nya.
Wajah nya begitu panik melihat keadaan Alex.
Risa juga menarik dan membawa Alex ke ruang ganti mereka dan memakaikan pakaian yang tebal karena ya memang sudah memasuki musim dingin disana karena sudah memasuki musim nya memang.
Alex melihat wajah panik itu hati dan perasaan nya semakin di hantam batu besar.
Bagaimana wajah panik itu tercetak jelas disana. Menggambarkan betapa cemas dan khawatir nya Risa pada nya.
" Sudah, Cukup. Aku baik baik saja. " Alex menghentikan tangan mungil itu yang terus menggosok telapak tangan nya di tangan besar milik Alex .
" Kenapa seperti ini ? Ada masalah apa ? Jangan begini, Hati ku sedih melihat ini semua..." Lirih Risa yang kini sudah duduk di pangkuan suami nya karena Alex membawa nya.
" Ssstt...Sudah jangan menangis. Aku baik baik saja. " Alex membelai wajah cantik yang di banjiri air mata itu.
Di kecup nya kedua mata indah itu dengan penuh rasa penyesalan yang mendalam.
Apakah dia sanggup berkata jujur ? Menyelesaikan semua masalah ini ? Akan kah Risa terus bersama nya ?
" Jangan menangis lagi. Sudah aku baik baik saja. " Alex menggendong Risa ala Bridal style menuju tempat tidur mereka dan merebahkan diri nya dan Risa disana.
Saat di rasa nya posisi Risa sudah benar dia juga mengambil posisi dan kali ini dia yang bersembunyi di dada Risa. Menikmati kenyamanan dan kehangatan yang di dapat nya dari Risa.
Alex begitu frustasi saat ini. Dia tidak bisa menyangkal lagi dengan semua bukti itu.
Risa yang merasakan ada sesuatu yang aneh pada Alex pun hanya bisa membiarkan apa yang di lakukan suami nya.
Mungkin dia sedang banyak pikiran. itu lah yang di yakini Risa saat ini.
" Sayang..." Risa merasakan Alex menciumi perut buncit nya dan di usap nya lalu memeluk pinggang Risa seakan takut Risa pergi dari nya.
Maaf papa nak. Papa tidak ingin kehilangan mu dan Mama mu, Bantu Papa untuk menjelaskan segala nya ke Mama. Jangan pernah meninggalkan Papa.
Ucap Alex begitu saja di dalam hati nya bicara pada anak nya.
" Ku mohon jangan pernah pergi meninggalkan ku apa pun yang terjadi nanti nya. Aku mencintai mu. Kau harus percaya itu. " Alex bergumam di dalam dekapan Risa.
Risa tertegun disana. Apa maksud suami nya itu ?
" Maka jangan pernah menyakiti hati ku. Luka fisik bisa di sembuhkan dengan banyak nya rangkaian medis, Tapi luka hati ? Itu akan sulit di sembuh kan. !"
Alex melihat ke arah istri nya. Mata mereka berdua beradu pandang. Dapat Risa rasakan suami nya memendam sebuah rahasia yang memang berat di ungkap kan nya pada Risa.
Dan Alex juga menyadari bahwa istri nya itu terlalu peka dengan perasaan nya.
" Hati wanita itu sama Tipis nya dengan sebuah gelas kaca. Anggap saja begitu, Dan jika gelas itu pecah apa yang terjadi ? Hancur. Begitu juga dengan hati ku. maka jangan pernah menghancurkan nya. !"
" Dan semoga apa yang kamu sembunyikan tidak menghancurkan hati ku. !" Alex tertegun disana.
Ucapan istri nya menampar nya dengan sangat keras. Apa yang harus di lakukan nya saat ini ?
Istri nya begitu peka dan mengerti diri nya.
" Aku mencintai mu. Apa pun itu aku benar benar sangat mencintai mu. Percayalah bahwa aku sangat mencintai mu. "
" Semoga. !" Alex tidak bisa berkata apa apa lagi.
Dia bingung dan hancur sekali saat ini. Perkataan dan semua jawaban istri nya membuat nya ikut merasakan luka hati itu.
Akhir nya Alex tertidur dengan terus menyebut kata cinta untuk Risa.
Cukup lama Alex bergumam sampai akhir nya dia tertidur dengan memeluk Risa.
" Semoga Rahasia mu tidak membuat ku menjauh dan pergi dari mu. Ku mohon jangan sakiti aku dengan kebohongan dan rahasia mu itu. " Ucap Risa dan hingga dia memilih untuk memejamkan kan mata nya juga karena malam jga sudah semakin larut.
...❤️❤️❤️...
Woi !!! Senin woi !
Vote dulu. Biar nambah semangat ku. Lika dan komen juga.
Kasih aku bunga tau kopi nya. Biar nambah koleksi ku nanti nya.
But, Happy Monday ❤️
Jangan Lupa Follow ige aku juga @amelia_falisha1511 ❤️