2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 97


"Hai Wei Hu keparat! Keluar kau! Hadapi kami" teriak seseorang yang berada di luar gerbang istana kekaisaran ming.


Perdana menteri Wei Hu beserta antek-antek nya pun mengernyitkan kening mereka mendengar teriakan itu, bergegas mereka pun keluar dari aula rapat untuk melihat siapa bajingan kecil yang berani menantang Wei Hu.


"Siapa keparat yang berani berteriak lantang dan menantang ku? Sepertinya dia sudah tak sayang nyawa" ucap Wei Hu sambil berjalan diikuti semua orang-orang nya.


"Lebih baik kita segera kesana dan beri pelajaran pada orang yang sok berani itu, biarkan aku yang akan memenggal leher bajingan itu" ucap jendral A


"Kau benar jendral, aku juga begitu kesal dan ingin membunuh setan kecil itu" ucap panglima B sambil menunjukkan wajah garang nya.


Para pejabat yang lain hanya bisa saling pandang saat mendengar ada yang berani menantang Wei Hu dengan terang-terangan.


Bukankah saat ini mereka belum melihat kekuatan seperti apa yang di miliki orang itu hingga berani meneriakkan nama Wei Hu dengan sesuka hati nya.


Perdana menteri Wei Hu keluar dari istana dengan wajah yang sangat buruk, dia benar-benar sangat kesal karena ada orang yang tidak mau tunduk pada perintah nya bahkan berani berteriak sambil menantang.


Gerbang istana pun terbuka, di luar sana terlihat 500 orang berpakaian serba hitam dengan wajah yang tertutupi topeng perak, jubah mereka berkibar dan menunjukan gambar serigala yang sedang menerkam, seketika mereka semua jadi ciut dan langsung menelan ludah secara paksa.


"Bukankah itu pasukan Black Wolf? Lalu dimana para prajurit bodoh yang aku suruh untuk mengantarkan koin-koin emas itu? Sepertinya mereka belum bertemu dengan pasukan Black Wolf dan memberikan hadiahku pada mereka. Dasar sial!" umpat perdana menteri Wei Hu.


Sementara para pejabat dan juga bangsawan mulai mundur setelah mengetahui siapa gerangan manusia yang ingin mengantarkan nyawa pada Wei Hu, mereka berniat untuk menyelamatkan nyawa mereka dan segera kabur dari sana.


Namun keinginan para pejabat itu sepertinya tak di dengar oleh langit, tiba-tiba saja mereka langsung di hadang oleh para pasukan Black Wolf yang sedang menyamar, bahkan dari setiap sudut istana, satu persatu anggota pasukan Black Wolf mulai berdatangan.


"Sial!" ucap para pejabat dan juga bangsawan saat mereka menyadari jika saat ini mereka telah di kepung dari seluruh sudut istana.


Pedang panjang telah teracung dengan cantik di tangan pasukan Black Wolf, mereka bahkan dengan sengaja mulai menumpahkan darah para prajurit untuk menekan Wei Hu dan juga para antek-antek nya.


"Seraaaaang" teriakan menggema saat instruksi penyerangan di ucapkan oleh Mo Tian, dia bahkan dengan enteng nya mematahkan leher para prajurit istana dengan tangan kosong.


Wei Hu di buat mundur beberapa langkah saat melihat betapa cepat nya gerakan para pasukan Black Wolf, dirinya sama sekali tak pernah menyangka akan berada di situasi paling genting saat ini.


Drap... Drap... Drap...


Langkah pasukan Black Wolf menggema, mereka mulai menyunggingkan senyum haus darah, jiwa psikopat mereka mulai muncul saat indra penciuman nya mulai menghirup bau darah segar.


Dengan serempak mereka pun langsung saja maju dan membabat barisan para prajurit yang membentengi Wei Hu dengan tubuh mereka.


Trang...


Trang...


Trang...


Bles...


Jleb...


Terdengar suara pedang berbenturan, puluhan prajurit istana mulai berjatuhan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.


Ada yang di tusuk perutnya dan di keluarkan seluruh isi perutnya, ada yang di tikam jantung nya dan di congkel kedua matanya, ada pula yang sengaja menyabet kaki prajurit itu dengan pedang nya hingga putus, kemudian di cincang seluruh tubuhnya dalam keadaan masih bernyawa.


"Ayo saudara-saudara ku, mari kita berpesta.. Hahaha..." teriak Mo Tian menggema di udara.


Quan hanya terkekeh melihat kelakuan sahabat nya, dia juga tak ingin ketinggalan melampiaskan seluruh kekesalannya pada para prajurit istana yang lebih memilih untuk membelot.


Kali ini pembantaian yang di lakukan oleh pasukan Black Wolf bukan hanya sekedar isapan jempol, mereka bahkan dengan tak berperasaan nya menguliti tubuh musuhnya hingga wajah jeleknya pun tertutup dengan darah.


Para pejabat dan juga bangsawan mulai mereka ikat satu persatu kemudian mereka dengan sengaja menyeret para bajingan itu dengan kuda.


Teriakan kesakitan terus menggema, permohonan ampun dari para pejabat dan bangsawan pun tak lagi di hiraukan oleh mereka, saat ini niat mereka hanya satu, menyeret para penghianat itu ke lapangan alun-alun dan membiarkan rakyat kekaisaran sendiri yang menghukum mereka.


Keadaan Wei Hu juga tak kalah tragis, bahkan pasukan Black Wolf sengaja merobek seluruh pakaian yang di gunakan oleh Wei Hu hingga tubuh nya menjadi polos.


Kemudian mereka mengikat satu persatu tangan dan juga kaki Wei Hu dan di seret oleh empat orang pasukan Black Wolf menggunakan empat ekor kuda.


Tubuh polos Wei Hu mulai terombang ambing di antara 4 ekor kuda yang menyeret nya dan di jadikan tontonan oleh seluruh rakyat kekaisaran ming.


Banyak dari rakyat yang mulai meludahi Wei Hu, mereka juga dengan terang-terangan mencemooh dan menghina Wei Hu.


"Seluruh rakyat kekaisaran ming, kami pasukan Black Wolf memberi kesempatan pada kalian semua untuk menyiksa pada bedebah yang telah menyiksa hidup kalian! Maju kemari dan ambil senjata yang ada di hadapan kalian semua, ayo siksa mereka, cincang tubuh nya hingga tipis dan kecil" teriak Quan setelah berdiri di podium.


Rakyat yang mendengar seruan Quan pun segera melirik berbagai senjata yang berderet di hadapan mereka dan mulai mengambilnya satu persatu.


Dengan cepat mereka pun segera berlari menuju para pejabat dan juga para bangsawan itu, kali ini sepertinya jiwa psikopat mereka telah sepenuh nya bangkit, mereka tak lagi memiliki perasaan takut, dan bersiap untuk menyerang dan menghabisi musuh mereka dengan sangat ganas.


"Ayo kita kuliti dia!" teriak rakyat A meneriakan semangat juang pada rekan-rekan nya.


"Benar, ayo kita cabuti bulu nya satu persatu!" teriak rakyat B sambil berlari.


"Biarkan aku yang membongkar mulut dan mengeluarkan cacing rakus dari tenggorokannya" teriak rakyat C sambil menunjukkan ujung tombak yang runcing.


"Sisakan saja matanya untukku" teriak seorang ibu sambil mengambil obeng dan bersiap mencongkel mata para bangsawan.


"Tunggu..! Biarkan aku menginjak mereka semua sebelum kalian menyiksanya" teriak seorang gadis berlari dari kerumunan.


"Dia benar! Ayo semua nya kita injak-injak tubuh mereka hingga seluruh tulang nya remuk sebelum kita kuliti dan kita cincang tubuh mereka untuk makanan hewan buas" teriak yang lain.


Drap... Drap... Drap...


Suara langkah kaki 3000 orang rakyat terdengar begitu keras saat dengan senang hati mereka mulai menginjak-injak tubuh para penghianat itu.


Kratak...


Kratakk...


Kratak...


Terdengar suara patahan tulang dari tubuh para pejabat dan juga para bangsawan di sertai teriakan kesakitan dan permohonan ampun mereka.


"Hei! Pijak yang benar, remukan saja tulang nya!" teriakan para rakyat yang sedang bersenang-senang, mereka terlihat begitu bersemangat untuk menyiksa tubuh para penghianat itu hingga hancur.


"Tunggu giliranmu, setelah mereka" ucap Mo Tian pada Wei Hu sambil menyunggingkan senyuman iblis nya.


Wei Hu hanya bisa merutuki nasib buruk nya saat ini, dia tak bisa kabur dari tempat itu dengan penjagaan yang sangat ketat.


Apa lagi rakyat kekaisaran ming tak lagi terlihat takut, dan malah menikmati pengalaman mereka dalam menyiksa musuh-musuh nya dengan sangat brutal.