
Perdana menteri Wei Hu segera memerintahkan prajuritnya untuk mencari keberadaan anggota pasukan Black Wolf, tujuannya hanya 1, dia ingin agar semua orang tunduk dan juga mendukung nya agar bisa menaiki singgasana kaisar Ming.
Dia bahkan menyiapkan 3 peti koin emas untuk di berikan pada anggota pasukan itu agar bersedia membantunya menaiki tahta.
Perdana menteri Wei Hu tak tahu saja jika sebenarnya saat ini pasukan Black Wolf telah berada di istana kekaisaran Ming dan menyamar menjadi para prajurit kekaisaran.
Bukankah anggota pasukan Black Wolf ingin bersenang-senang? Tentu saja mereka harus tinggal di istana agar bisa leluasa dalam menghabisi pasukan dan juga para pejabat bajingan itu.
Mereka juga akan membiarkan rakyat kekaisaran ming untuk membunuh seluruh pejabat korup itu dengan tangan dan kaki mereka sendiri.
"Cari dan temukan markas pasukan Black Wolf, dan berikan 3 peti koin emas ini pada mereka sebagai hadiah dariku yang sangat dermawan, jangan lupa undang mereka ke istana agar aku bisa menjamu mereka dengan sangat baik" ucap perdana menteri Wei Hu sambil menunjukkan sifat sombong nya.
Anggota pasukan Black Wolf yang mendengar ucapan perdana menteri Wei Hu pun mengeram marah, sepertinya perdana menteri itu lupa jika saat ini kekaisaran ming bisa saja mereka ratakan bersama para penghianat nya sekalian.
Prajurit yang di beri tugas oleh perdana menteri pun langsung undur diri dan bersiap melangkah keluar dari istana kekaisaran guna menyampaikan titah yang di berikan oleh tuan mereka, mereka begitu tunduk dan patuh karena merasa takut pada kekejaman perdana menteri Wei Hu.
"Bagaimana teman-teman? Apakah kita akan terus bersembunyi seperti ini? Tangan ku begitu gatal ingin mencekik leher perdana menteri keparat itu agar tak terus menyombongkan diri" ucap Mo Tian.
"Sabarlah saudara Tian, kita pasti akan bersenang-senang nanti, tapi bagaimana jika kita membuat pertunjukan yang menarik terlebih dahulu?" jawab Quan
"Apakah ada yang lebih menarik di banding kan dengan menggorok leher para bedebah itu dan mencincang nya?" tanya Mo Tian
"Tentu saja ada, mari kita menyusup ke dapur istana dan membuat kekacauan" jawab Quan.
Mo Tian pun segera mengikuti langkah Quan menuju dapur, kedua pemuda itu pun menaburkan bubuk gatal pada air minum perdana menteri dan juga para pejabatnya, tak lupa juga dengan bubuk pencuci perut dengan dosis tinggi yang mereka campurkan di dalam tepung, karena warna bubuk dari pil pencuci perut itu berwarna putih dan juga sangat halus, membuat siapa pun yang melihatnya tidak akan merasa curiga.
Dan yang memakan nya akan mengalami sakit perut dan terbolak-balik ke belakang hingga lemas.
"Hahaha.. Mari kita tunggu pertunjukan nya di aula makan istana kekaisaran" ucap Quan sambil mengajak To Mu untuk segera keluar dari dapur istana menuju ke ruang makan.
Hidangan makan siang untuk para pejabat, bangsawan dan juga perdana menteri pun di sajikan, mereka terlihat begitu senang melihat begitu banyak nya hidangan mewah yang tersaji.
Bahkan terlihat perdana mentri tersenyum tipis saat semua orang di aula itu memujinya dengan penuh hormat dan juga kekaguman.
Akhirnya semua orang pun makan dengan begitu lahap, hingga hidangan pun tak bersisa.
Setelah itu mereka pun kembali mengobrol sambil merundingkan rencana mereka untuk menarik anggota pasukan Black Wolf ke pihak mereka.
Istana Kekaisaran ming di buat ramai oleh teriakan para pejabat dan juga bangsawan, mereka saling gedor satu persatu, wajah para pejabat dan bangsawan itu juga terlihat sangat pucat karena terlalu banyak mengeluarkan makanan dari perutnya.
Dor... Dor... Dor...
Pintu kamar mandi itu pun terus saja di gedor oleh para pejabat dan bangsawan, satu persatu dari mereka keluar dari kamar mandi dengan wajah kesal, apalagi teman-teman mereka itu terus saja menggedor dan juga berteriak dari luar pintu, tanpa menghiraukan keadaan yang lain nya yang masih berada di dalam ruangan kamar mandi.
Para pelayan terlihat begitu ramai, mereka membawa air dalam ember masing-masing di tangan mereka, bahkan kini para prajurit pun bersedia membantu.
Perdana menteri Wei Hu bukan tak merasakan efek dari bubuk yang di tabur Mo Tian dan juga Quan, hanya saja karena dia memiliki sebuah kamar di dalam istana, membuat dia tak perlu bersusah payah untuk mengantri.
Hingga kurun waktu tiga jam mereka terus saja bolak-balik seperti itu hingga akhirnya satu persatu mulai duduk dengan wajah yang sangat lemas.
Mo Tian dan juga Quan hanya terkekeh geli melihat pemandangan di hadapan mereka, kedua pemuda itu bahkan sudah tak bisa lagi menahan perut mereka yang sakit akibat terus tertawa.
Setelah aula kembali tenang, perdana menteri Wei Hu segera ambil suara.
"Sepertinya ada seseorang yang sedang bermain-main dengan kita, awasi seluruh penjuru dapur dan tangkap segera jika ada orang yang mencurigakan" titah perdana menteri Wei Hu pada para prajurit dengan wajah lemas nya.
Para prajurit pun segera berlarian ke arah dapur dan juga ke seluruh penjuru istana, mereka harus segera menemukan penyusup yang telah meracuni perdana mentri beserta pejabat istana dan juga para bangsawan.
Mereka tak habis pikir, siapa orang yang begitu nekat untuk berbuat hal yang beresiko seperti itu? Apakah dia benar-benar tak sayang nyawa? Atau memang sengaja ingin mati di tangan perdana menteri biadab itu?
Tentu saja para prajurit itu tak ada yang berani mengucapkan semua yang ada di dalam hati mereka, meskipun semuanya juga sangat membenci perdana menteri Wei Hu, tapi mereka tak memiliki kekuatan untuk melawan.
Satu-satunya cara untuk bisa bertahan hidup adalah dengan tetap menjadi prajurit istana kekaisaran, selain hidup mereka terjamin, keluarga mereka pun tak akan berada dalam kondisi yang bahaya.
Karena perdana menteri Wei Hu berjanji akan melindungi semua orang yang bersedia tunduk dan patuh pada perintah nya.
Pasukan Black Wolf yang sedang menyamar hanya bisa tersenyum kecut melihat betapa setia nya para prajurit itu terhadap Wei Hu, mereka tak lebih dari an**ng peliharaan Wei Hu.
Akhirnya para pasukan yang masih berada di luar istana pun mulai muncul satu persatu, mereka telah menyiapkan tempat yang nyaman untuk mereka duduki hingga pasukan yang lain tiba.
Kali ini rakyat kekaisaran ming di suruh berkumpul di lapangan yang ada di alun-alun oleh anggota Black Wolf, mereka ingin menghadiahkan nyawa para bajingan itu pada seluruh rakyat.