2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 86


Belum sempat kedua pelayan itu berbalik menuju tempat lain, beberapa prajurit langsung mendekati keduanya dan mencekal pergelangan kedua gadis pelayan itu.


Lien dan Lan mencoba untuk berontak, tapi sepertinya tenaga mereka berdua kalah besar dengan tenaga prajurit itu yang dengan cepat menyeret keduanya menuju penjara bawah tanah.


"Hei.. Apa yang kalian lakukan? Lepaskan kami" teriak Lien sambil terus meronta.


Lan juga ikut memukul prajurit itu dan berusaha melepaskan diri dari cekalannya, namun naas, satu pukulan dari prajurit itu berhasil membuat Lan tak sadarkan diri.


Lien yang melihat Lan pingsan pun nampak geram, dengan cepat kakinya menginjak kaki prajurit yang mencekal nya dengan keras, hingga akhir nya bisa terlepas dari cekalan prajurit itu.


Lien berusaha untuk lari dari penjara bawah tanah, dia tak tahu jika pergerakan nya sejak tadi di pantau oleh beberapa prajurit yang bersembunyi di kegelapan.


"Sial.. Sepertinya mereka telah menyadari keberadaan kami, aku harus segera pergi meninggalkan tempat ini dan kembali ke perbatasan untuk melapor pada tuan besar" ucap Lien sambil meringis dan melihat pergelangan tangannya yang memar dan sedikit biru.


"Dasar prajurit sialan.. Lihat saja nanti jika pasukan tuan besar sudah sampai di sini, aku pasti akan menginjak tubuh nya hingga hancur jadi abu" umpat Lien sambil terus menggerutu sambil celingak-celinguk mengawasi tempat itu, dia tentu sangat waspada karena tak ingin tertangkap seperti Lan.


Setelah yakin semuanya aman, Lien segera berlari dengan cepat untuk meninggalkan penjara bawah tanah, tujuan nya saat ini adalah kamar pelayan, dia harus mengambil beberapa bukti dari informasi yang berhasil mereka dapatkan di kediaman itu.


Lin melaju dengan cepat dan segera masuk ke dalam kamarnya, kemudian membongkar tempat tidur dan juga membuka lemari baju milik teman-teman nya untuk mengambil barang bukti.


"Apa kau begitu terburu-buru pelayan Lien?" terdengar suara seorang wanita di belakan Lien.


Lien tentu sangat terkejut saat mendengar suara yang tak asing di telinganya itu dan bergegas berbalik untuk melihat wajah si pemberi pertanyaan.


"Nyo.. Nyonya.." cicit Lien dengan keringat dingin, tubuh nya terlihat gemetar saat dengan kepalanya sendiri melihat Xin Quan berdiri mematung di pintu kamarnya sambil memainkan pisau buah.


"Kenapa? Apa kau begitu terkejut pelayan Rien? Owh bukan, lebih tepat nya mata-mata Lien! Bukankah kau di kirim bersama kedua temanmu itu untuk memata-matai kediaman ku? Apakah bangsawan Liu dan putri nya itu mengatakan jika aku orang yang bodoh dan lemah yang bisa kalian bohongi?" tanya Xin Quan sambil menyeringai keji.


Lien bergidik ngeri melihat seringaian Xin Quan, dia mulai waspada, hatinya mengatakan jika wanita yang ada di hadapan nya itu tak seperti yang terlihat, terbukti dari cara dia memutar pisau itu dengan lihai tanpa tergores ataupun terjatuh.


Lien mundur perlahan saat melihat sosok Xin Quan mulai berjalan mendekat sambil terus memainkan pisau ditangannya.


"Sial.. Sepertinya putri Xin Quan tak seperti yang di ucapkan bangsawan Liu dan juga nona muda Liu Wei, aku harus memikirkan cara untuk bisa menyelamatkan diri dari sini" gumam Lien dalam hati.


Xin Quan semakin melebarkan seringaian nya saat melihat Lien yang mulai pucat dan tersudut di dinding, kepala Lien menggeleng perlahan seolah sedang memutar otak untuk melarikan diri.


"Apa kau tahu? Aku paling suka dengan bau darah.. Itu membuatku merasa semakin bersemangat dan bahagia" ucap Xin Quan sambil tertawa dengan riang laksana iblis yang menemukan mangsa nya.


Lien semakin pucat, keringat dingin terus membanjiri tubuh nya, kakinya terasa lemas saat melihat penampilan Xin Quan yang berbeda dari biasanya.


Xin Quan yang selalu ramah dan penuh kasih, kini menunjukan jati dirinya di depan mangsanya, dia tak lagi menutupi dirinya dengan topeng palsu yang selama ini di pakai nya.


"Put.. Putri" panggil Lie pelan, dia benar-benar ketakutan setengah mati, padahal Xin Quan belum lagi menunjukan keahliannya dalam membelah batok kepala manusia.


Namun baru saja 5 langkah dia berlari..


Clap...


terasa ada yang sakit pada betis kiri nya, darah mengucur dengan deras membasahi hanfu nya saat pisau cantik milik Xin Quan menancap dengan tajam di betis nya.


"Aaargh..." teriak Lien sambil mencoba untuk melepaskan pisau itu dari betisnya.


Brak...


Buk...


Tak....


Kretek..


Xin Quan langsung melancarkan pukulan dan juga tendangan pada Lien yang saat itu tengah dalam posisi membungkuk untuk mengambil pisau di betis nya, bahkan Lien merasakan sakit yang teramat sangat pada pinggang dan juga bokong nya, saat Xin Quan dengan tak berperasaan nya mematahkan tulang ekor dan juga beberapa tulang rusuk nya.


Kretek...


Kreek...


Kretek...


"Akh.. Suara tulang mu itu sungguh indah Lien.. Rasanya aku ingin sekali mematahkan seluruh tulang mu dari ujung kaki hingga ujung kepala sebelum memecahkan batok kepalamu itu dengan palu kesayanganku" ucap Xin Quan sambil mengelus palu nya dengan penuh semangat.


Lien hampir saja muntah darah saat mendengar ucapan tak masuk akal dari mulut Xin Quan, rasanya dia benar-benar tak percaya melihat kenyataan yang saat ini ada di depan matanya, Xin Quan yang di anggap lemah ternyata iblis haus darah.


Lien menggelengkan kepalanya dengan lemah, rasa sakit di tubuhnya benar-benar menyiksa hingga akhirnya dia pun pingsan.


"Hahaha... Dasar pelayan tak tahu diri, harusnya sekarang kau bisa berfikir jernih setelah berkenalan dengan pisau dan juga tinjuku ini, oh tidak.. Sepatu kesayanganku sepertinya kotor, aku harus segera membersihkannya" ucap Xin Quan sambil menghentakan kakinya kesal saat melihat noda darah pada sepatu nya.


Para prajurit yang sedang bersembunyi di balik kegelapan hampir menjatuhkan rahang nya saat mendengar umpatan Xin Quan.


"Apa-apaan itu.. Dia bahkan tak merasa bersalah saat mematahkan tulang dari pelayan itu, dia juga dengan santai melemparkan pisau ke betis pelayan itu, tapi melihat sepatu nya kotor dia malah bertindak seperti gadis polos yang sangat imut.. Dimana wajah sangar dan brutalnya tadi saat menyiksa pelayan itu" gumam seorang prajurit sambil menggelengkan kepalanya.


"Sungguh iblis cantik yang sangat pintar.. Dia bahkan tak merubah raut wajah polos nya saat meninggalkan tempat ini, tuan putri An Xia tak salah mengirimku kesini, hahahaha.. Aku pasti bisa ikut berpesta bersama putri Xin Quan" gumam prajurit satu lagi sambil tersenyum psikopat.


"Hahaha.. Putri yang menarik, kesadisannya tak berbeda jauh dengan putri Han Ai Li.. Sepertinya aku harus segera memanggil teman-teman ku agar bisa ikut berpesta dengan putri Xin Quan" Prajurit yang bersembunyi di balik pohon pun menyeringai dan segera melesat pergi menjauh untuk mengajak teman-teman nya berpesta.


Sungguh prajurit yang sangat baik