2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 41


Saat pajar menjelang, rombongan prajurit dari kekaisaran ming sudah siap dengan senjatanya. Prajurit yang berjumlah 50.000 orang itu bersiap menyerang istana kekaisaran Yuan. Mereka melewati hutan badai untuk bisa segera sampai di istana kekaisaran Yuan dalam 1 hari.


Dengan segala persiapan yang matang mereka pun berangkat dengan kobaran semangat yang membara. Ingin merebut kekuasaan kaisar Yuan dan mendudukkan pangeran pertama di singgasana.


Tanpa di duga oleh mereka, begitu banyak ranjau yang sudah di siapkan disana, karena Ai Li menandai hutan kabut sebagai daerah yang rawan di peta sebelumnya. 20.000 pasukan dari The Devil pun bersiaga dengan segala persenjataan lengkap, katana, pedang, belati, jarum beracun, kipas lipat, bahkan shuriken. Sebagai seorang assasin yang dilatih langsung oleh ai li, mereka memiliki kecepatan yang tak terlihat, selain lincah dan cerdik, juga pandai meracik racun.


Queen Shaddow.. Sebuah julukan yang di pegang Ai Li selama bertahun-tahun sebagai seorang assasin berbakat yang memiliki langkah secepat angin, gerakan seringan kapas dan serangan yang sangat mematikan. Di bawah pelatihan Ai Li, kini 20.000 orang yang tergabung dalam the shaddow team tengah mengintai mangsa dari kejauhan, tak ada satu orang pun yang bisa mendeteksi keberadaan mereka saat ini termasuk kaisar Ming dan juga pasukannya.


Saat pasukan prajurit kekaisaran Ming sedang beristirahat tiba-tiba saja terdengar ledakan besar di sekeliling mereka, The Shaddow Team memberikan ucapan selamat datang dengan mengaktifkan bom dan juga melempar granat yang sengaja Ai Li buat bersama An Xia untuk situasi genting.


Mereka juga mengirim signal dengan menembakkan kembang api memberikan peringatan pada seluruh prajurit kekaisaran Yuan untuk bersiaga.


Pasukan prajurit kekaisaran Ming di buat mati dengan tubuh yang hancur karena ledakan. Tanah bekas ledakan pun terlihat retak dan berlubang, kuda yang di gunakan para prajurit pun sontak mengamuk dan melarikan diri membuat situasi semakin semrawut.


Kaisar Ming benar-benar tidak pernah menduga jika dia akan kehilangan 5000 orang prajurit bahkan sebelum pertempuran di mulai.


Mereka pun segera meninggalkan tempat itu dengan segera untuk menghindari bencana yang lebih besar.


Namun jebakan tanah berlubang yang tertutup rumput di depan mereka pun kembali menjerumuskan beberapa puluh prajurit hingga terjatuh di tanah yang licin dan berlumpur.


Prajurit yang selamat segera bergegas pergi tanpa memperdulikan kawan-kawan nya yang saat ini terjebak di lubang lumpur itu, dengan kaisar Ming dan pangeran pertama berada di belakang barisan mereka.


Jebakan paku payung dan juga kelereng muncul kembali tak jauh dari sana, banyak para prajurit yang berteriak karena tertusuk atau pun meluncur dan jatuh masuk ke kubangan lumpur kedua. Membuat kaisar Ming beserta pangeran kedua semakin frustasi.


Saat ini jumlah prajurit yang tersisa hanya ada 42.000 orang. Jebakan jaring berduri pun terbentang di depan di tambah lagi jebakan tambang yang bila mana kaki prajurit itu menginjak nya akan membuat mereka tertarik ke atas dan menggantung dengan posisi kepala di bawah atau pun masuk ke dalam jaring berduri dan terkurung dengan posisi badan menggantung di atas.


Wajah kaisar Ming mulai menghitam, sudah jelas jika kaisar Yuan sudah mempersiapkan segala kemungkinan namun untuk mundur, mereka pun harus berpikir 1000 kali.


"Prajurit.. Kita harus segera keluar dari hutan ini, percepat langkah kalian" teriak kaisar Ming


"Yang mulia, di depan sana ada kabut" teriak prajurit itu kembali


"Zen tak peduli kabut atau apa pun, cepaat.. Kita harus segera sampai di istana kekaisaran Yuan" ucap kaisar Ming.


Akhirnya para prajurit pun kembali berjalan dan menerobos kabut, namun belum sampai 10 langkah para prajurit itu pun tumbang dan mati.


"Yang mulia, kabut nya beracun" ucap seorang prajurit dengan napas yang tak beraturan sebelum terjatuh dan mati


"Sial, awas kau kaisar Yuan" umpat kaisar Ming. Akhirnya mereka pun memutar jalan ke arah lembah hujan. Dan seperti yang telah di perkirakan oleh kaisar Ming, tidak ada jebakan di jalan ini. Mereka pun bisa bernafas dengan lega.


Namun ketenangan mereka pun tak berlangsung lama, hujan panah kembali menyerang mereka membuat mereka harus meloncat kesana kesini untuk menghindar.


Kaisar Ming semakin geram, kini prajurit nya tersisa 35.000 saja setelah banyak yang mati terkena serangan panah beracun.


Tapi kesialan belum juga berhenti, kini di hadapan mereka 20.000 orang berpakaian hitam lengkap dengan cadar dan berbagai senjata yang menempel di tubuh mereka kembali menghadang perjalanan. Jumlah mereka jauh lebih sedikit, tapi kemampuan bertempurnya benar-benar mencengangkan membuat pangeran pertama bertanya-tanya dari mana ayah nya memiliki pasukan seperti itu.


Dalam waktu 30 menit pertarungan mereka pun berakhir, The Shaddow Team hanya membunuh 5.000 orang prajurit dan menyisakan 30.000 orang prajurit dalam keadaan terluka dan keracunan. Banyak juga yang sekarat dan pingsan.


"Selamat datang di kekaisaran Yuan yang mulia kaisar Ming. Kami the shaddow team menyambut kedatangan kalian. Hahaha.." terdengar tawa mereka menggema


"Tugas kami sudah selesai" ucap mereka sambil mulai menghilang satu persatu di balik rerimbunan pohon.


"Entah kesialan apa lagi yang akan menghadang kita di depan" ujar Kaisar Ming sambil menghela nafas lelah


"Paman, sepertinya kaisar sialan itu sudah menyiapkan segalanya dengan matang" ucap pangeran pertama


"Semua ini salahmu, seharusnya kau mendekati ayahmu agar tahu rencana dia hingga kita tak banyak kehilangan para prajurit" ujar kaisar Ming menyalahkan pangeran pertama.


Baru saja mereka ingin beristirahat, tiba-tiba telinga mereka mendengar suara yang mencurigakan, tak lama muncullah sekawanan serigala yang menatap mereka dengan lapar dan siap menerkam mereka, membuat mereka kembali waspada dan mengeluarkan senjatanya.


"Bukankah kedua adik tiri mu itu tidak berada di istana? Lalu iblis mana yang berani membuat jebakan seperti ini?" tanya kaisar Ming


...****************...


"Hatchu.." Ai Li dan An Xia bersin bersamaan dan langsung menggosok hidung mereka


"Siapa orang yang sedang membicarakan kita?" tanya An Xia sambil tertawa melihat hidung Ai Li yang memerah seperti badut


"Paling juga kaisar tua pedofil itu, siapa lagi?" ucap Ai Li santai


"Hahaha.." Tawa mereka berdua pun pecah membuat kaisar Yuan yang sedang bersembunyi mengerutkan kening nya.


"Apa lagi yang di rencanakan kedua iblis kecil itu? Untung saja dia jadi menantu zen. Jika sampai mereka berdua jadi musuh zen mungkin zen sudah mati dalam keadaan tak utuh karena rencana gila mereka" gumam kaisar Yuan dalam hati


"Yang mulia, lebih baik duduk minum teh bersama kami daripada terus menguping di belakang dinding. Apa yang mulia mau jika telinga yang mulia aku masukin ular beracun?" ucap An Xia sarkas


"Benar, bersembunyi itu tidak baik yang mulia kaisar" ucap Ai Li sambil terkekeh


Kaisar Yuan yang mendengar ucapan kedua menantunya itu sontak kaget, tapi langsung keluar dari sana


"Sejak kapan kalian tahu zen bersembunyi?" tanya kaisar Yuan


"Tentu saja sejak yang mulia berpamitan untuk pergi ke kekaisaran Ming, hahaha..." tawa Ai Li di sertai An Xia.


Kaisar Yuan pun melotot tak percaya mendengar jawaban dari kedua menantu nya itu