2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 113


Akhirnya pangeran kedua pun menyanggupi permintaan dari ayahandanya untuk segera memberantas para bandit yang kini tengah meresahkan seluruh rakyat di kekaisaran Jang.


Dengan langkah malas, pangeran kedua pun kembali menemui sang istri di paviliun nya, namun dia kembali di buat kesal karena saat ini paviliun nya terlihat begitu ramai, bahkan sang ibunda yang merupakan selir agung kaisar pun berada di sana sambil terus menimang Yuan Weisheng di pangkuan nya.


Ai Li melirik dengan ujung matanya saat melihat langkah gontai dari sang suami sambil terus mengajak Yuan Weimin untuk bercerita.


Kedua bayi itu telihat begitu bahagia bahkan terus terkikik sambil mengoceh, sesekali keduanya pun menghisap ibu jarinya sambil berpose manis.


Pangeran kedua ingin rasanya menangis saat ini, perhatian dari sang istri tercinta kembali tercurah pada kedua iblis kecil yang sialnya adalah putra nya itu.


Dia pun mendelik jengkel saat istrinya berpura-pura tidak peka dengan keinginannya dan terus mengajak Yuan Weimin bermain.


"Ada apa denganmu putraku? Kenapa kau terlihat lesu hari ini?" tanya selir agung.


Pangeran kedua langsung duduk di samping sang ibunda sambil menyandarkan kepalanya di bahu selir agung.


Sesekali pangeran kedua juga menghembuskan nafas kasarnya, betapa tidak peka nya sang istri saat ini.


Harus nya saat ini pangeran kedualah yang bermanja dengan Ai Li dan bukan putranya.


Apalagi dia telah menyanggupi permintaan dari ayahandanya untuk pergi menuju kekaisaran Jang, dan entah kapan akan kembali.


"Ini, pegang putramu! Kelelahanmu akan berkurang saat kau menggendong nya!" ucap selir agung sambil menyerahkan Yuan Weisheng pada pangeran kedua yang langsung memegang nya.


Bayi itu menatap sengit wajah sang ayah, aura persaingan muncul dari mata sepasang ayah dan anak itu, hingga akhirnya tangis Yuan Weisheng pun pecah, menggema ke seluruh kediaman.


Yuan Weimin yang mendengar tangisan dari saudara kembarnya pun ikut menangis dengan sangat kencang membuat pangeran kedua gelagapan karena takut dimarahi sang istri.


Sepertinya iblis kecil itu sudah tahu jika sang ayah tak menyukai kehadirannya yang telah merebut perhatian dari sang istri maupun sang nenek.


Yuan Weisheng terus meronta dalam pelukan pangeran kedua hingga akhirnya selir agung pun menjewer telinga putra nya.


Yuan Weisheng berhenti menangis dan langsung tertawa melihat kemarahan dari sang ayah yang terkena hukuman dari nenek nya.


Akhirnya selir agung pun mengambil kembali Yuan Weisheng dari gendongan pangeran kedua dan kembali mendekap nya dengan penuh kelembutan.


Pangeran kedua pun menunjukan wajah buruk nya sambil terus merengut dan mengumpati kelakuan kedua bayi kembarnya yang menjengkelkan itu.


Dengan gontai, pangeran kedua pun melangkahkan kakinya menuju kamar tidurnya, dia ingin menenangkan dirinya yang saat ini tengah tersulut emosi karena kelakuan kedua putra kembar nya.


"Bagaimana kalau mereka sudah besar nanti? Sedangkan masih bayi saja kedua iblis kecil itu sudah begitu menyebalkan. Huh.." rutuk pangeran kedua sambil mendudukkan dirinya di atas pembaringan.


Pangeran kedua menoleh saat mendengar suara yang begitu menggema dari mulut istrinya.


Dia hanya bisa merutuki kecerobohan nya karena telah berani mengumpat kedua putranya di hadapan sang istri.


Pangeran kedua segera merebahkan diri di atas pembaringan, matanya menyorot ke atas, memandangi langit-langit ruang kamar yang telah sekian lama tak lagi dia pandangi karena terlalu sibuk memandangi wajah cantik sang istri yang semakin hari semakin menggemaskan.


Ai Li mendekat sambil mengelus kening dan juga pucuk rambut suaminya, sesungguhnya Ai Li tak tega mengacuhkan suaminya itu, tapi sikap pencemburu dan over posesif nya yang tak terkontrol, membuat Ai Li terkadang jengah dan juga kesal.


Di sibaknya pucuk rambur pangeran kedua dan langsung memberikan kecupan di dahinya, tangan pangeran kedua pun langsung melingkar di pinggang ramping Ai Li sambil membenamkan wajah nya pada perut datar sang istri.


Inilah yang pangeran kedua inginkan, bisa bersama dan bermanja dengan Ai Li adalah kebahagiaan tersendiri baginya.


Bukan nya dia tak menyayangi kedua putranya, hanya saja dia tak ingin memiliki saingan untuk memperebutkan cinta dan juga perhatian dari Ai Li.


"Besok aku akan berangkat menuju kekaisaran Jang! Saat ini ada banyak sekali bandit yang menduduki istana, selain itu mereka juga banyak menyiksa dan menindas rakyat disana!" ucap pangeran kedua pelan.


Ai Li mengangguk, dia juga tak ingin jika rakyat yang tak bersalah mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari orang-orang yang berkuasa di atas nya, kemudian dia juga mengeluarkan sebuah giok yang merupakan milik nya sebagai Queen Shaddow.


"Ambil ini! Bawa saja pasukan ku untuk berangkat kesana dan tak perlu membawa prajurit kekaisaran! Aku takut terjadi sesuatu saat kau pergi dan istana menjadi kosong hingga para penjahat bisa menyusup ke dalam istana dengan mudah" ucap Ai Li.


Pangeran kedua pun mengangguk sambil menerima giok lambang kepemimpinan dari pasukan milik Ai Li.


"Kau harus menjaga dirimu dengan baik saat pergi besok, dan ingat! Aku dan kedua putra kita menunggumu untuk segera kembali bersama kami" ucap Ai Li sambil terus mengelus surai panjang milik sang suami bucinnya itu.


Pangeran kedua pun mengangguk sambil terus menciumi kedua punggung tangan istri terkasih nya itu bergantian, kiri dan kanan.


Dia pun segera merebahkan kepala nya di atas pangkuan Ai Li.


Sepasang suami istri yang terlihat begitu harmonis, tidak tahu saja jika keduanya dalam keadaan jengkel, bahkan si bucin itu bisa beribah menjadi iblis pencabut nyawa yang sangat ganas.


Hanya dengan sang istri dan ibundanya saja pangeran kedua bisa bermanja, bahkan dengan kaisar sekali pun pangeran kedua selalu menjaga jarak atas nama norma istana.


...----------------...


Terima kasih banyak dukungan dari pembaca setia karya receh author. Untuk yang ingin mengikuti give away selanjutnya, akan kembali di buka mulai hari ini hingga tanggal 5 januari 2023 di novel terbaru author yang berjudul Ibu Cerdas Putri Jeniusku.


Ikuti terus kisahnya dan berikan dukungan terbanyak, karena di setiap novel author akan selalu ada give away yang tak terduga.


Selamat beristirahat semuanya 🙏🙏🙏