2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 98


Seluruh rakyat kekaisaran Ming terus menginjak-injak tubuh para pejabat dan juga bangsawan yang terus berteriak meminta ampunan, bahkan mereka tanpa takut mulai mengambil senjata mereka masing-masing untuk segera mengeksekusi para penghianat itu.


Rintihan, tangisan dan juga jeritan dari mereka seolah menjadi penghibur sekaligus penyemangat bagi rakyat yang sedang menikmati pesta penyiksaan itu.


Telinga rakyat seolah tuli, tak lagi bisa mendengar rintihan dan jeritan dari orang-orang yang telah menyiksa fisik mau pun mental mereka.


Kini semua nya hanyut dalam pekerjaan masing-masing.


"Biarkan aku merobek mulut nya, setelah itu kau bisa mengulitinya" teriak seorang pria tua sambil mengacungkan tongkat di tangannya.


"Dia telah menjadikan putriku sebagai budak nafsunya, biarkan aku kebiri makhluk sialan itu dan mencincang nya" Seorang ibu muncul dengan pisau dapur yang berkarat.


"Dia telah membunuh suamiku, biarkan aku robek perutnya dan ku keluarkan seluruh isinya" seorang ibu muda muncul dengan pedang besar di tangannya.


"Dia telah mengurung dan menyiksa keluargaku, aku yang akan mencincang nya" seorang anak laki-laki berusia 11 tahun menunjuk seorang pejabat sambil mengacungkan gergaji di tangan nya.


"Dia telah membunuh saudaraku, biarkan kapak ku saja yang membelah batok kepala nya dan mengeluarkan isinya" seorang pria muncul dengan kapak yang sangat tajam, tubuhnya di penuhi luka, tapi dia tak peduli, asalkan bisa membunuh orang yang bertanggung jawab atas kematian saudaranya, dia juga siap membunuh nya.


"Tunggu saudara ku semua.. Agar kalian semua mendapatkan jatah bermain yang sama, akan ku lemparkan satu persatu bedebah bajingan itu pada kalian. Bersiaplah" teriak Quan kembali membuat seluruh rakyat senang.


"Mentri pertahanan Hao.. Yang ingin menyiksanya ayo maju!" teriak Quan dan dua ratus orang pun maju.


Dengan cepat, anggota pasukan Black Wolf segera melempar tubuh mentri pertahanan itu dan di sambut dengan berbagai senjata tajam yang langsung di sabetkan dan juga di tusukkan pada tubuh tak berdaya itu.


Jleb...


Jleb...


Jleb...


Crash...


Glundung...


Kepala mentri pertahanan pun terlepas dari badan nya, seorang ibu memungutnya seperti memungut sampah kemudian dengan cepat mencongkel mata pria yang telah mati itu dengan pisau nya.


"Berikan kepala itu padaku" ucap seorang kakek sambil mengulurkan tangannya.


Kepala itu pun kembali berpindah tangan, kali ini kakek itu menyimpan kepala mentri pertahanan di atas tanah dan segera mengangkat kapak di tangan nya...


Brak...


Brak...


Brak...


Terdengar suara kapak yang terus di di ayunkan dan di gunakan untuk membelah kepala mentri pertahanan.


"Hahaha... Lihatlah otak manusia hina ini! Dia telah menghina dan juga menyakiti cucuku, kali ini aku telah membelah kepalanya" teriak si kakek dengan wajah dan tubuh yang telah di penuhi darah, dia tertawa begitu bahagia sambil melemparkan sebelah kepala itu pada para pejabat dan juga bangsawan penghianat dan sebelah lagi dia lemparkan pada Wei Hu.


Mo Tian menyeringai melihat kelakuan si kakek yang begitu bahagia setelah membalas dendam untuk cucunya.


Kakek itu pun berjalan dan mendekat pada Mo Tian.


"Karena kau begitu bahagia setelah membelah batok kepala mentri pertahanan, bagaimana kalau kau juga membelah batok kepala iblis sialan ini untuk ku?" tanya Mo Tian sambil menunjuk Wei Hu.


Kakek itu pun tertawa bahagia sambil mengacungkan kapak di tangannya.


"Biarkan yang tua ini yang akan membedahnya tuan, kau nikmati saja jamuan kematian dariku" ucap si kakek langsung menebas kedua kaki dan juga tangan Wei Hu dengan sangat bahagia.


Sedangkan rakyat yang lain terlihat begitu riang sambil terus mengacungkan senjata di tangan mereka pada tubuh-tubuh para bajingan yang satu persatu mulai kembali di lempar oleh pasukan Black Wolf.


"Hahaha... Akhirnya kita semua bisa Membalaskan dendam" ucapan si kakek menggema di ikuti teriakan semangat dari rakyat lain yang mulai mencincang para makhluk biadab yang sudah menyiksa mereka.


"Hahaha.." selamat saudara-saudara ku, mulai hari ini, tak akan ada lagi orang yang berani macam-macam dengan rakyat kekaisaran ming, sekarang kalian semua bebas" teriak Quan sambil mengangkat sebelah tangan nya.


"Hidup rakyat kekaisaran ming!" teriak Quan yang langsung di sambut teriakan histeris dari rakyat.


"Hiduup" teriak mereka serempak sambil mengangkat tangan kanan mereka ke atas.


"Hidup rakyat kekaisaran ming!" teriak Mo Tian kembali membakar semangat rakyat.


"Hidup" jawab seluruh rakyat kekaisaran ming dengan mata yang penuh kebanggaan.


Alun-alun kekaisaran ming telah menjadi saksi bagaimana kehebatan dan juga kekompakan seluruh rakyat dalam membantai musuh mereka.


Berita itu pun kini mulai menyebar, para raja dari kerajaan kecil yang tadinya berniat untuk berperang dan juga mengambil alih kekaisaran ming pun segera menarik kembali keinginan nya.


Mereka tak ingin mati sia-sia di tangan rakyat kekaisaran ming yang begitu brutal dan juga sadis.


Apalagi setelah mereka semua mendengar bagaimana cara para pejabat dan bangsawan itu mati membuat nyali mereka pun menciut.


Jiwa kebersamaan dan kebangsaan yang di pupuk oleh pasukan Black Wolf kini mengakar di hati masing-masing rakyat, tidak apa-apa mereka miskin, tapi mereka tak ingin hidupnya di jajah.


Kaisar Yuan begitu kagum pada menantunya kini, wanita itu bahkan sanggup mendirikan pasukan yang begitu kuat dan juga beringas hingga membuat rakyat terprovokasi dan terbakar semangat juang nya untuk melawan para bajingan yang menyiksa mereka.


Tapi kaisar Yuan kini merasa harus turun tangan sendiri untuk membenahi kembali kekacauan yang terjadi di kekaisaran ming, namun siapa yang harus dia pilih untuk menjadi Kaisar Ming selanjutnya? Jika dia memilih pangeran kedua, bukankah itu tak adil bagi An Xia yang telah mengerahkan seluruh pasukan nya untuk menumpas para bajingan yang berani menindas rakyat kekaisaran Ming?


Dan jika dia memilih pangeran ketiga, bukankah hingga saat ini pangeran kedua juga belum memiliki wilayah nya sendiri yang bisa dia urus dan dia kuasai? Bagaimana dia bisa melupakan posisi putra keduanya itu?


Akhirnya kaisar Yuan pun berpikir untuk mengadakan rapat, untuk menentukan siapa yang lebih pantas, pangeran kedua ataukah pangeran ketiga.


Ai Li dengan santai berdiri dan menyuarakan pendapatnya pada kaisar Yuan, karena tak ada satu orang pun yang berani berbicara.


Dia dengan sangat lantang berseru "Yang mulia.. Pasukan Black Wolf adalah milik putri An Xia, sudah selayaknya pangeran ketigalah yang memimpin kekaisaran Yuan bersama putri An Xia" tutur Ai Li.


"Benar ayahanda, biarkan saudara ketiga yang menjadi Kaisar baru di kekaisaran Ming" ucap pangeran kedua sambil berdiri.


"Lalu bagaimana denganmu pangeran kedua? Bukankah kau sendiri juga belum memiliki daerah kekuasaan?" tanya kaisar Yuan


"Itu bukan masalah untuk pangeran ini ayahanda, lagi pula menjadi paman kekaisaran juga tidak buruk" ucap pangeran kedua acuh tak acuh