
Tap...
Tap...
Tap...
Terdengar langkah perlahan menuju paviliun milik Xin Quan, gadis itu langsung tersenyum tipis saat menyadari kedatangan puluhan orang yang kini mengelilingi paviliun nya,
Dengan segera, Xin Quan pun mengganti hanfu yang di pakai nya dengan pakaian serba hitam dan memasang cadar hitam di wajahnya.
Kini penampilan Xin Quan terlihat sama persis dengan para pembunuh bayaran yang tengah mengintai di luar paviliun.
Wanita hamil itu segera melompat dan bersembunyi di langit-langit kamar nya, kali ini dia juga akan membuat pertunjukan yang lebih menyenangkan dari sebelum nya, apalagi sepatu besi yang di pakainya seolah tengah menatap lapar dan ingin segera di puaskan dahaganya dengan semburan darah manusia.
Sreeeet...
Suara jendela kamar Xin Quan terbuka, orang-orang berbaju hitam mulai melompat satu persatu masuk ke dalam kamar Xin Quan.
Begitu pun dengan wanita hamil itu yang kini telah melompat dari langit-langit kamar nya.
Hap....
Kaki Xin Quan mendarat di atas lantai kamar nya bersama para pembunuh bayaran.
Tak ada yang mencurigai gadis itu, semua orang berfikir jika dia bagian dari mereka, apalagi penampilan Xin Quan terlihat sama dengan mereka.
Perlahan-lahan, mereka mulai mengelilingi tempat tidur Xin Quan yang masih tertutup kelambu tipis, pandangan mereka terlihat sangat puas melihat mangsa mereka kini tengah tertidur dengan sangat pulas.
Tak tahu saja jika yang saat ini tengah tidur di atas pembaringan Xin Quan itu adalah pelayan dari selir Mei yang sengaja Xin Quan culik dan dia berikan obat tidur.
Xin Quan juga dengan sengaja mengganti hanfu yang di pakai oleh gadis pelayan itu dengan hanfu miliknya agar penyamaran nya tidak di ketahui.
Jleb...
Salah seorang dari pembunuh bayaran itu segera menikam jantung orang yang ada di atas pembaringan.
Jleb...
Jleb...
Jleb...
Orang itu pun kembali menikam bagian perut nya dengan brutal.
Srak...
Pedang pun di cabut dengan sangat kasar dari tubuh orang itu.
Jleb...
Crash...
Tak mau berlama-lama lagi, dia pun segera memenggal kepala orang yang tengah tertidur pulas itu dengan tanpa perasaan.
Xin Quan hanya tersenyum tipis melihat para pembunuh bayaran yang terlihat sangat puas setelah menyelesaikan tugas mereka dengan sangat cepat, bahkan kini mereka berniat untuk segera pergi dari paviliun itu.
Hap...
Hap...
Hap....
Mereka mulai kembali meloncat keluar dari kamar milik Xin Quan dan berkumpul di belakang kediaman.
Xin Quan ikut bergerak bersama yang lain dan juga turut berkumpul disana.
"Apakah pekerjaan kalian telah selesai?" tanya seseorang yang sejak tadi berdiri di belakang kediaman, nampaknya orang ini merupakan ketua dari para pembunuh bayaran itu.
"Sudah ketua! Dia sudah mati! Aku sudah menikam jantung dan juga perut wanita itu dan juga memenggal kepala nya" ucap salah seorang menjawab pertanyaan mereka.
"Bagus, selir Mei pasti akan senang mendengar nya, dan besok dia pasti akan segera memberikan sisa pembayaran nya pada kita." ucap sang ketua sambil mengangguk-anggukkan kepala nya.
"Baiklah.. Mari kita tunggu saudara kita yang saat ini masih berada di paviliun selir Yui! Semoga mereka tak mendapatkan masalah di sana!" ucap si ketua lagi.
Para pembunuh bayaran itu pun mengangguk kemudian mulai berdiri dengan sangat rapi menunggu kedatangan kawan-kawannya.
"Bukankah bertamu ke tempat orang lain itu tidak sopan jika tak di berikan minum?" ucap seorang wanita yang tiba-tiba saja datang menghampiri mereka.
Byur...
Byur...
Para prajurit dengan cepat menyiramkan sepanci demi sepanci air mendidih pada para pembunuh bayaran itu, membuat beberapa orang dari mereka langsung berjatuhan dan mati dengan tubuh yang melepuh.
Aaargh....
Teriakan dari para pembunuh bayaran itu pun terdengar begitu keras. Tak lama mereka pun langsung mati.
Brug...
Brug...
Satu persatu dari para pembunuh bayaran yang mati itu pun jatuh di atas tanah, dengan lidah yang menjulur dan juga mata yang melotot.
Byuuur...
Byuuur...
Aaaargh...
Terdengar kembali Teriakan kesakitan dari orang-orang itu yang akhirnya menghembuskan nafas terakhir mereka karena terkena siraman air mendidih, bukan itu saja, Xin Quan bahkan memerintahkan para prajuritnya untuk memasak air itu dengan menambahkan banyak sekali garam kedalaman nya.
Sudah bisa di pastikan saat ini, betapa menderitanya para pembunuh bayaran yang mati itu, namun Xin Quan hanya menyeringai sambil menunjukkan deretan gigi putih nya.
Bruk...
Bruk...
Bruk...
Sekitar dua puluh orang pembunuh bayaran itu mati di tempat, dan kini hanya tersisa 60 orang lagi yang masih hidup dan akan segera menyusul kawan-kawan nya yang lain menghadap dewa yama setelah di jadikan maninan oleh Xin Quan nanti.
"Brengsek! Siapa yang berani bermain-main dengan ku?" tanya si ketua pembunuh bayaran itu dengan sorot mata yang tajam menunjukkan kemarahan nya.
Bahkan kini para pembunuh bayaran itu mulai meningkatkan kewaspadaan nya agar tak mati konyol seperti kawan-kawan nya yang lain.
"Bukan kah itu menyenangkan?" tanya seorang wanita cantik yang tiba-tiba saja muncul dengan hanfu biru mudanya.
Ya.. Gadis itu adalah Xin Quan yang saat ini telah mengganti pakaian serba hitamnya dengan hanfu berwarna biru muda.
"Siapa kau?" tanya ketua dari para pembunuh bayaran itu sambil menatap tajam ke arah wanita yang kini tengah berjalan dengan begitu anggun di hadapannya.
Tcih...
Xin Quan meludah di hadapan para pembunuh bayaran itu sambil menunjukan sepasang belati kembar di kedua tangannya.
"Bukan kah kalian datang karena ingin membunuhku? Lalu bagaimana kalian bisa tidak mengenali wajahku?" tanya Xin Quan sambil memiringkan kepala nya.
"Sial... Kau putri Xin Quan?" tanya ketua pembunuh bayaran itu sambil menunjuk wanita yang kini berdiri dengan angkuh di hadapannya.
Sedangkan orang yang tadi telah menikam wanita yang ada di atas pembaringan Xin Quan pun menggelengkan kepala nya, sambil menatap horor pada Xin Quan.
Kedua lututnya terlihat bergetar, dengan sorot mata yang tak percaya. Bagaimana bisa wanita yang telah di tikamnya empat kali dan juga telah dia penggal bisa kembali berdiri di hadapan nya? Sedangkan dia jelas-jelas telah membunuh nya tadi.
"Tidak! Ini tidak mungkin! Putri Xin Quan sudah mati!" teriak orang itu sambil gemetar.
Xin Quan hanya tersenyum kecut mendengar ucapan dari orang itu, sambil terus memandang nya dengan sangat tajam.
Syuuuut....
Jleb...
Jleb...
Jleb...
Tiba-tiba saja Xin Quan melemparkan puluhan pisau lipat yang tersembunyi di balik hanfunya.
Bruk...
Bruk...
Bruk...
Hampir tiga puluh orang yang masih terbengong itu langsung mati akibat serangan dadakan yang di kirim oleh Xin Quan.
Mereka bahkan tak bisa bereaksi apa pun dan hanya bisa menerima kematian mereka dengan pasrah.
Ketua pembunuh bayaran itu pun semakin geram, dia pun mulai berlari dan melesat kearah Xin Quan sambil mengayunkan pedang nya.
Trang...
Trang...
Trang...
Suara pedang si ketua pembunuh bayaran yang beradu dengan pedang milik Xin Quan.
Kini mereka pun berhadapan dengan jarak yang lumayan dekat.
Serangan jarak dekat mulai di luncurkan oleh orang itu, kini Xin Quan pun mengganti senjatanya dengan belati di tangan kiri dan juga palu di tangan kanan nya.
Brak...
Brak...
Dua kali hantaman palu milik Xin Quan membuat si ketua pembunuh bayaran itu pun ambruk dan langsung mati dengan kepala yang pecah.
Seluruh isi kepala nya berhamburan dan mulai di injak-injak oleh Xin Quan sambil tertawa layak nya iblis wanita yang haus darah.
"Hahahaha..."
Dukung terus author dengan klik like dan juga komentar nya ya, jika berkenan lemparkan juga vote dan gift nya. 🙏🙏🙏