2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 116


Ma Chao tertegun melihat orang-orang yang kini telah berdiri dengan berbagai senjata menempel di tubuh mereka, apalagi saat dia melihat bagaimana cara orang-orang itu membantai prajurit nya dengan tenang membuat pria itu seketika waspada.


Musuhnya kali ini tak bisa dia remehkan. Tapi siapa mereka? Dan kenapa mereka menyerang kekaisaran Jang? Pertanyaan itu terus saja berputar-putar di kepala Ma Chao.


"Siapa kalian? Dan kenapa kalian membantai orang-orang ku?" tanya Ma Chao sambil bertolak pinggang di hadapan tamu tak di undang nya itu.


Meskipun hatinya merasa takut, tapi Ma Chao harus tetap menjaga kepercayaan dirinya di depan orang-orang nya, hingga tak di anggap sebagai seorang pecundang.


"Hanya ingin!" jawab pangeran kedua santai sambil menatap tajam wajah jelek milik Ma Chao.


"Dasar bedebah! Berani sekali kalian bermain-main denganku! Katakan siapa kalian sebenarnya dan apa maksud kalian menyerang istana ku?" tanya Ma Chao kembali.


"Istana mu? Sejak kapan istana kekaisaran Jang menjadi milik mu? Bahkan wajah jelek mu itu tak pantas untuk di sebut sebagai seorang pemimpin!" tegas pangeran kedua dengan sarkas.


Ma Chao pun terlihat sangat emosi mendengar ucapan yang di lontarkan oleh pangeran kedua, memang benar dirinya bukanlah kaisar dari kekaisaran Jang, dan tak memiliki darah bangsawan yang mengalir di dalam tubuh nya, tapi bukan kah Ma Chao telah berhasil menaklukkan semua orang dari kekaisaran Jang itu? Jadi wajar saja jika dia mengakui istana kekaisaran Jang sebagai istana nya.


"Dasar manusia tak tahu diri! Aku sudah bertanya baik-baik terhadapmu! Tapi bukannya menjawab pertanyaan ku dengan benar, kau malah mencari mati!" teriak Ma Chao sambil mengeluarkan pedang dari sarung nya.


Sriiiing...


Ma Chao memegang erat pedang di tangannya, wajahnya terlihat menggelap saat mendengar provokasi yang di ucapkan oleh pangeran kedua.


Selama ini kehidupan Ma Chao sangatlah bagus, dia di hormati dan juga di agungkan oleh anggota yang di pimpin olehnya.


Tapi kini lihatlah! Seorang pemuda telah berhasil memprovokasi dirinya dan membuat pria tua itu marah hingga urat-urat di dahi nya pun muncul.


Ma Chao benar-benar di buat gelap mata oleh ucapan bocah yang dia fikir belum berumur 20 tahun itu.


Dengan cepat dia pun segera menyuruh para prajurit dan juga anak buahnya untuk menyerang orang-orang berbaju hitam itu, sedangkan dirinya sendiri menjauh ke belakang.


"Serang dan bunuh mereka semua!" teriak Ma Chao, para prajurit kekaisaran Jang beserta para bandit itu pun segera maju dan mengayunkan pedang di tangan mereka untuk menghajar orang-orang berbaju hitam.


"Sial!" umpat Ma Chao sambil meninggalkan tempat pertarungan itu dan bergegas masuk ke sebuah ruang rahasia yang ada di bawah tanah istana kekaisaran Jang.


Trang...


Trang...


Trang...


Suara pedang yang terus menerus berbenturan, seluruh prajurit kekaisaran Jang beserta para bandit di buat tak berkutik menghadapi kekuatan dan juga kelincahan dari anggota The Shaddow team, langkah bayangan yang di ajarkan oleh Ai Li memang tak main-main.


Bahkan kini jurus itu mereka peragakan di hadapan seluruh prajurit kekaisaran Jang sambil terus melayangkan pukulan dan juga tendangan maut.


Bahkan kekuatan dari ayunan dan juga tebasan pedang mereka tak bisa di anggap sepele, tak sedikit dari prajurit kekaisaran Jang itu yang kini harus terdesak, bahkan beberapa diantara mereka banyak yang mati dan juga terluka dengan sangat parah.


Crash...


Crash...


Crash...


Blugh...


Blugh...


Blugh...


Kini the shaddow team pun mulai menebas kepala mereka satu persatu dengan membabi buta, bahkan tak jarang para prajurit kekaisaran Jang pun di buat samsak tinju untuk mengetes kemampuan bertarung mereka.


Brak...


Blugh...


Ratusan kepala mulai menggelinding kesana kemari, listana kekaisaran Jang di buat lautan darah oleh pangeran kedua bersama seluruh pasukannya.


Bahkan para bandit pun kini mulai keluar dari barisan dan mencoba untuk melarikan diri dari pertempuran.


Tapi sepertinya mereka belum menyadari jika saat ini lawan mereka adalah si iblis perang dari kekaisaran Yuan, jendral perang yang memang sangat ahli dalam strategi dan juga tak pernah meninggalkan seorang musuh pun yang selamat di bawah penyerangannya.


Syuuuut...


Syuuut...


Syuuut....


Bruk...


Bruk...


Bruk...


Ratusan anak panah kembali melesat dengan cepat, mau tak mau para bandit itu pun segera menghentikan niat nya untuk kabur dan kembali ke medan pertempuran.


Mereka hanya tak tahu saja jika seluruh anak panah itu memang telah di olesi racun mematikan, bahkan satu goresan kecil sedikit pun bisa membuat mereka mati.


Mereka kembali dan langsung melakukan serangan kembali, tapi sesaat kemudian mereka pun mulai berhenti dan merasakan dada mereka sakit, pandangan mereka pun mulai kabur hingga akhirnya mereka mati dalam keadaan tubuh yang membiru dan juga mengeluarkan busa berwarna putih dari mulut mereka.


Prajurit yang tersisa pun mulai panik, selain karena keganasan dari orang-orang itu dalam menyerang mereka, juga teknik bertarung mereka yang sangat berbeda membuat para prajurit pun pada akhirnya tak bisa berkutik dan langsung saling memandang.


"Dimana kepala bandit Ma Chao?" tanya pangeran kedua.


Para prajurit itu pun terdiam, meski mereka semua tahu keberadaan Ma Chao, tapi mereka juga tak berani menunjukkan tempat persembunyian dari Ma Chao.


"Bunuh mereka semua dan hancurkan istana kekaisaran Jang! Biarkan si iblis Ma Chao itu merasakan sakitnya terkubur di dalam reruntuhan bangunan! Dengan begitu, cepat atau lambat dia pasti akan segera muncul" teriak pangeran kedua.


Akhirnya the shaddow team pun mulai merangsek memasuki gerbang istana kekaisaran, sebagian dari mereka ada yang menyiramkan minyak dan membakar seluruh istana kekaisaran Jang, ada pula yang terus membantai para prajurit itu hingga habis tak bersisa.


Ma Chao merasa sangat kepanasan saat ini, ternyata selain bahan bakar, pasukan itu pun membawa granat dan mulai melemparkan nya ke arah istana kekaisaran Jang.


Duar...


Duar...


Duar...


Akhirnya istana Kekaisaran Jang pun hancur, Ma Chao yang saat ini tengah bersembunyi di buat kalang kabut, apa lagi puing-puing dari kehancuran itu pun mulai berjatuhan sedikit demi sedikit menuju pintu masuk ruanh bawah tanah.


Brak...


Brak...


Brak...


Akhirnya reruntuhan itu pun mulai memenuhi tempat persembunyian Ma Chao, saat ini pria tua itu terlihat sangat frustasi mencari jalan keluar.


Jika dia tetap diam di sana, maka dia akan segera mati tertimpa reruntuhan, namun jika dirinya keluar dari tempat itu, maka sudah bisa di pastikan jika dirinya juga akan mati karena keganasan dari musuh yang tiba-tiba saja datang untuk menyerang nya.