2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 79


Keesokan harinya, setelah acara sarapan selesai, seluruh anggota kekaisaran Yuan pun berkumpul di aula, begitu juga dengan kaisar Xin dan juga putri nya yaitu Xin Quan.


Hari ini mereka ingin membahas tentang pertunangan Xin Quan dan juga pangeran ketujuh yang telah di undur.


Pangeran ketujuh yang melihat Xin Quan duduk dengan anggun, menyunggingkan senyum manis nya. Rasa kagum memancar dari matanya saat mengingat pertempuran semalam.


Perasaan marah mau pun kesal hilang seketika hanya karena melihat wajah Xin Quan yang terlihat lebih dingin dari sebelumnya.


Namun saat pembahasan itu mulai menentukan tanggal dan hari baik, Xin Quan segera meminta izin untuk ikut bicara.


"Ayahanda.. Boleh kah Quan'er mengatakan sesuatu?" tanya Xin Quan sambil memandang wajah ayah nya.


Kaisar Yuan pun segera berdehem dan mempersilakan Xin Quan untuk mengatakan keinginan nya, karena melihat kaisar Xin yang seperti nya ragu untuk mengiyakan.


" Ehem.. Silahkan putri Xin Quan, apa yang ingin kau bicarakan?" tanya kaisar Yuan.


Xin Quan pun melirik ayah nya sebentar, setelah melihat anggukan kepala kaisar Xin, dengan segera Xin Quan pun mengatakan maksud nya.


"Mohon maaf sebelumnya yang mulia, Quan'er ingin membatalkan pertunangan ini" ucap Xin Quan dengan tegas.


Pangeran ketujuh hampir saja menjatuhkan cangkir yang ada di tangannya, dia benar-benar tak menyangka jika Xin Quan berani mengatakan hal itu di depan seluruh keluarga nya.


"Kau tidak bisa membatalkan pertunangan ini putri Xin Quan" ucap pangeran ke tujuh sambil berdiri dari duduk nya.


"Kenapa tak bisa? Bukankah kau sendiri yang mendatangi kediamanku kemarin malam dan memintaku untuk membatalkan pertunangan ini? Lalu alasan apa yang membuatmu ingin mempertahankan pertunangan ini pangeran? Bukankah kau takut jika suatu hari nanti akan jadi rumor buruk karena kau bertunangan dengan gadis yang pernah di culik? Yang kau sebut sebagai gadis ternoda?" jawab Xin Quan dengan lantang sambil menunjuk wajah pangeran ketujuh.


Pangeran ketujuh tak bisa mengelak lagi, karena semua yang di ucapkan Xin Quan itu benar adanya. Namun, keinginan nya telah bulat untuk menjadikan Xin Quan sebagai istrinya membuat pangeran ke tujuh keukeuh mempertahankan Xin Quan.


"Pangeran ini mengakui kesalahan, tolong maafkan kebodohan pangeran ini putri Xin Quan" ucap pangeran ketujuh sambil menunduk.


Ai Li dan An Xia pun berdecih melihat kelakuan pangeran ketujuh, dalam hati kedua wanita yang sedang hamil itu mengutuk tindakan adik ipar nya.


Sedangkan kaisar Yuan, selir agung, selir kehormatan, pangeran kedua dan pangeran ke tiga tampak kaget mendengar ucapan putri Xin Quan.


"Ayahanda, pangeran ini mohon jangan batalkan pertunangan nya" ucap pangeran ketujuh pada kaisar Yuan.


Sedangkan kaisar Yuan terlihat menggertakan giginya saat mengetahui kebodohan putra ke tujuh nya yang sudah menyia-nyiakan berlian berharga di depannya.


Dengan penuh ketegasan, kaisar Yuan pun segera mengucapkan permintaan maaf nya pada kaisar Xin dan juga Xin Quan.


"Atas nama putra ke tujuh zen.. Zen ingin meminta maaf pada kaisar Xin dan putri Xin Quan, zen telah salah mendidik putra zen hingga mengecewakan putri Xin Quan." ucap kaisar Yuan.


Kaisar Xin yang mendengar ucapan kaisar Yuan pun segera mendekat, sambil menepuk bahunya dengan lembut.


"Itu tidak masalah kaisar Yuan, mungkin keduanya memang tidak cocok dan tidak di takdirkan untuk bersama. Kita masih tetap bisa menjadi sahabat" ucap kaisar Xin menunjukkan sikap yang bijaksana.


"Apakah tidak ada kesempatan kedua untuk putra zen agar bisa memperbaiki dirinya dan melanjutkan pertunangan ini?" tanya kaisar Yuan.


Xin Quan hanya menggelengkan kepalanya, dirinya benar-benar merasa terhina dengan ucapan yang di lontarkan oleh pangeran ketujuh kemarin, hingga tak ingin memberikan kesempatan kedua.


Hatinya terasa begitu perih saat menerima kenyataan itu di depan matanya, baru saja tadi malam bunga cinta itu mekar di hatinya, kini kembali layu setelah penolakan yang di lakukan Xin Quan terhadapnya.


"Aku memaafkan mu pangeran, tapi maaf aku tak bisa melanjutkan pertunangan ini kembali. Hatiku terlalu sakit mendengar hinaan yang kau ucapkan kemarin dan aku tak segan-segan untuk melangkah dan membuka lembaran baru hidup ku, tentu saja tanpa kau" ucap Xin Quan tanpa memandang sedikit pun pada pangeran ke tujuh.


Meskipun hatinya sama hancurnya, tapi tekad Xin Quan sudah bulat, dia tak terima dengan hinaan itu.


"Baiklah mari duduk kembali, dan kita bicarakan kembali masalah ini dengan kepala dingin" ucap kaisar Yuan sambil mempersilakan semua orang untuk duduk kembali.


"Pangeran ketujuh, apa kau tahu apa kesalahan mu?" tanya kaisar Yuan sambil memandang pangeran ketujuh.


"Pangeran ini mengerti ayahanda" cicit pangeran ke tujuh sambil terus menundukkan wajah nya.


"Putri Xin Quan telah mengungkapkan keinginannya, bagaimana dengan mu?" tanya kaisar Yuan.


Namun pangeran ketujuh masih tetap diam, tanpa mengucapkan sepatah kalimat pun.


Hingga membuat semua orang menghela nafas panjang.


"Sepertinya aku terlalu memanjakan putraku hingga dia jadi seperti ini" gumam selir agung sambil menatap nanar putra bungsunya.


Kaisar Xin pun mulai kembali angkat bicara sambil memandang raut wajah kaisar Yuan.


"Putriku masih tetap ingin menjadi bagian dari istana kekaisaran ini kaisar Yuan, karena itulah zen saat ini ingin mengajukan lamaran pada salah satu putramu yang lain untuk menjadi menantu zen.." ucap kaisar Xin sambil menatap wajah kaisar Yuan yang mengernyit.


"Katakan.. Pangeran mana yang putri Xin Quan inginkan?" tanya kaisar Yuan.


"Pangeran kelima" ucap kaisar Xin penuh keyakinan.


Namun wajah seluruh anggota kekaisaran yang saat ini tenang pun mendadak menghitam.


"Apa? Pangeran kelima? Tanya kaisar Yuan seolah tak percaya dengan apa yang di ungkap kan oleh kaisar Xin.


Jedeeer...


Seperti terkena sambaran petir, tubuh pangeran ke tujuh pun hampir saja jatuh terjungkal mendengar pengakuan dari kaisar Xin.


Bahkan seluruh anggota keluarga kekaisaran Yuan terlihat melongo tak percaya, pangeran yang begitu sombong dan selalu mempermainkan perasaan wanita tiba-tiba saja menjadi pilihan Xin Quan.


"Apa kau yakin putri Xin Quan? Kakak kelima bahkan telah meniduri seluruh pelayan di kediamannya!" ucap pangeran ke tujuh dengan lantang.


Saat ini hati dan pikirannya sedang di butakan oleh perasaan kesal dan juga sakit hati.


"Aku tidak keberatan untuk itu, bahkan pangeran kelima bisa menjadikan mereka semua yang telah di tiduri nya sebagai selir atau pun gundiknya, aku tak keberatan" ucap Xin Quan dengan wajah yang semakin menghitam.


"Apa-apaan pangeran ketujuh ini? Sepertinya dia sengaja mengatakan hal yang buruk tentang pangeran kelima." gumam Xin Quan dalam hati